
...Chapter 186: Dia dan ancaman itu....
..."Aku sekalian lewat di tempat kerjamu" kata Shawn....
... Jujur....
..."Sudah lama sekali kita tidak naik motor bersama" kata Dashie....
..."Benar. Terakhir kali waktu kamu kelas dua sekolah menengah pertama dulu" kata Shawn....
..."Dan setelah itu kau pergi ke luar negeri untuk kuliah" kata Dashie....
... Dia tertawa puas dan nyaman didengar....
... Gadis dengan celana pendek berbahan katun serta kaos putih serta jaket jeans abu-abu hitam beserta sepatu boots yang ia pakai dengan suara gelang kristal beads membetulkan helm yang ia pakai sekarang lebih benar lagi dengan tangan kanan sedangkan tangan kirinya berpegang erat di bagian pinggang seseorang yang ia panggil sebagai kakak ini....
..."Sejak saat itu aku sering pergi berangkat sekolah sendiri" kata Dashie....
..."Kan ada Xie" kata Shawn....
... Menggerutu....
..."Dia. Dia bilang aku harus mandiri dan berani berangkat sekolah sendiri" kata Dashie....
... Suara tawanya terdengar lagi juga masih terdengar nyaman didengar oleh indera pendengaran....
... Dia dengan Jaket jeans abu-abu hitam serta celana formal hitam serta kemeja hitamnya itu dengan alas kaki sepatu berbahan kulit berwarna hitam....
... Keduanya menikmati perjalanan melewati jalan yang biasa dilewati oleh Dashie ketika berangkat kerja menggunakan sepeda motor....
... Berpegangan erat di bagian perut Shawn dia terlihat lebih santai menikmati di permulaan aktivitas pagi....
... Senyum merekah dari bibir dengan lipstik Ruby yang ia kenakan dengan wink eye riasan style yang dia ambil sebagai salah satu tema riasan matanya merona tanpa blush-on di kedua sisi pipinya dengan kedua lesung pipinya yang sedikit terlihat dari setiap kata yang diucapkan ketika diajak bicara oleh pria yang menjemputnya untuk berangkat kerja itu....
... Shawn melihat senyum itu lagi dari waktu yang sudah terlewat cukup lama dengan kesibukan masing-masing....
..."Sepulang kerja kau ada waktu?" tanya Shawn....
..."Tidak. Memangnya ada apa?" tanya Dashie....
..."Perusahaan tempat ku bekerja sedang mengadakan pameran. Apa kau mau melihatnya?" tanya Shawn....
..."Kita lihat saja nanti" kata Dashie....
... Shawn sudah sampai di depan tempat kerja gadis ini....
... Dashie turun dari motor lalu disusul oleh Shawn yang membantunya untuk melepas helm yang Dashie pakai....
..."Sebentar" kata Shawn....
..."Sudah" kata Shawn....
... Dia belum pergi lalu membuka tas kantornya itu di bagian depan seperti akan mengambil sesuatu....
... Melihat ke arah jalan....
... Dashie masih di sana untuk menunggu anak-anak yang datang....
..."Ini tiketnya untuk mu. Kakak akan senang jika kau datang" kata Shawn....
... Menerima tiket dari Shawn....
..."Woah. Aku pasti datang" kata Dashie....
..."Terima kasih Kakak Tetangga" kata Dashie....
... Dia tersenyum sedikit....
..."Tidak perlu diperjelas begitu" kata Shawn....
..."Ok. Kakak harus pergi bekerja. Aku tinggal dulu, kamu hati-hati kerjanya" kata Shawn....
... Dia dengan senyum antusias....
..."Siap!" kata Dashie....
... Shawn pergi keluar dari halaman gedung tempat kerja Dashie semakin tidak terlihat dari gadis ini yang melihatnya pergi setelah mengantarnya berangkat kerja....
... Dia juga menerima tiket yang sama secara online dari orang yang berbeda beberapa hari yang lalu oleh Ten....
..."Ya ampun. Aku lupa memeriksa surel darinya" kata Dashie....
... Dia yang sedang memegang ponsel....
... Suara misterius....
... Melihat gadis ini dari sisi kanannya itu....
..."Kau melihatku tadi dijalankan" kata Hoshie....
... Terkejut....
..."Ya Tuhan!" kata Dashie....
... Melanjutkan lagi kata-kata yang ingin diucapkan....
..." … dan kita pura-pura tak saling kenal" kata Hoshie....
... Membela diri....
..."Aku tidak melihatmu datang dan lagi, … apa salahnya jika dia mengantarku" kata Dashie....
... Menggerutu....
..."Kau juga tidak mengabariku kalau akan datang menjemput" kata Dashie....
... Melihat ke arah lain....
..."Astaga. Hanya beberapa detik saja aku terlambat kau sudah ada yang suka lagi" kata Hoshie....
... Kesal dengan ekspresi wajah yang lucu....
..."Jangan bercanda. Dia hanya tetangga ku dan lagi dia juga sedang bertugas di sekitar sini. Kenapa kau marah?" tanya Dashie....
..."Marah?" tanya Hoshie....
..."Ya. Kenapa kau marah kita kan hanya teman" kata Dashie....
... Pertengkaran di jeda sebentar dengan kehadiran anak-anak yang datang lalu pria ini memutuskan untuk pergi bekerja dan tidak melanjutkan perdebatan ini....
... Dashie melihat Hoshie pergi dengan kendaraan roda empat yang ia kemudikan sendiri....
..."Benarkan. Kita berdua memang hanya teman dekat" kata Dashie....
... Marah-marah sendiri....
..."Kenapa dia tidak marah?" tanya Dashie....
..."Kenapa hanya aku yang marah disini?" tanya Dashie....
... Hoshie pergi menuju tempat yang akan didatangi sebagai tempat penjualan lagi rumah-rumah yang akan ditawarkan kepada para customer....
... Hoshie....
... Dia terlihat disini tidak begitu meyakinkan bagi Dashie yang sedang menilainya sebesar apa dia menyukainya hingga kini hanya sedikit perubahan yang dia lihat selama ini seakan tidak pernah cukup untuknya mempercayai apapun yang di perlihatkan oleh pria yang semakin jauh pergi dari tempat dimana gadis itu masih disana dengan tatapan ingin segera pergi dari dunia yang dijalani oleh pria ini....
__ADS_1
..."Dia memang seperti ini" kata Dashie....
... Hoshie....
... Pria ini baru saja melewati jalanan dengan bangunan toko-toko di sisi kiri dia mengemudikan mobil birunya itu....
... Pria dengan kemeja putih berlengan panjang serta celana hitam formal dengan sepatu kulit coklat....
..."Dia memang menyukai ku" kata Hoshie....
... Terdiam....
... Berpikir sejenak....
... Bertanya kepada diri sendiri....
..."Tapi, bagaimana kalau aku juga takut kehilangan gadis itu?" tanya Hoshie....
..."Tidak mungkin. Aku juga ingin menjadi pemenang dalam pertempuran ini" kata Hoshie....
... Senyum-senyum sendiri....
..."Lihat ekspresinya tadi, dia terlihat sangat menggemaskan" kata Hoshie....
..."Siapa diantara kita yang akan bertahan?" tanya Hoshie....
... Sepulang kerja....
... Pukul lima lebih sepuluh menit....
... Kakak Shawn sudah menunggu di depan tempat kerja Dashie....
... Menghampiri Dashie....
... Memberikan satu cup fresh avocado smoothie....
..."Oh. Terima kasih" kata Dashie....
... Menunggu....
... Dia meminumnya terlebih dahulu....
..."Sudah?" tanya Shawn....
... Mengangguk....
..."Simpan dulu sebentar biar nggak tumpah" kata Shawn....
... Memberikannya lagi kepada Shawn lalu mengaitkan kembali di kotak tempat minuman yang sama milik Shawn yang juga tergantung di bagian motor sebelah kanan....
..."Sudah siap?" tanya Shawn....
... Antusias....
..."Siap!" kata Shawn....
... Memakaikan helm kepada Dashie....
... Setelah itu pergi menuju tempat pameran yang akan mereka kunjungi....
... Menggunakan jalan yang sesuai menuju ke arah tempat yang akan mereka tuju....
... Perjalanan sedang berlangsung keduanya belum melakukan obrolan lebih banyak terlebih sudah lama mereka tidak sering bertemu sehingga rasa ada sedikit agak canggung ketika akan memulai obrolan lagi....
... Ingin bertanya kabar....
..."Apa kabarmu sekarang atau bagaimana dengan pekerjaanmu, apakah berjalan lancar?" ...
... Rasanya sulit keluar dari lisan Dashie untuk memulai keakraban lebih awal sehingga dia memilih tetap diam di sepanjang perjalanan ini....
... Memulai obrolan....
..."Kak!" panggil Dashie....
..."Hmmm" jawab Shawn....
... Terdiam....
... Suaranya yang menyenangkan seperti pemain utama pria di serial webtoon di salah satu drama membuat satu kata saja membuat hati seseorang meleleh seketika termasuk Dashie....
..."Kau ingin bicara apa katakan saja" kata Shawn....
... Tersadar....
..."Tidak. Tidak jadi" kata Dashie....
..."Oh ya. Nanti, Dashie bisa lihat-lihat sendiri sebentar soalnya Kakak ada yang harus dikerjakan lagi. Nggak apa-apa kan?" tanya Shawn....
... Ceria....
..."Oke" jawab Dashie....
..."Hanya sebentar. Jangan jauh-jauh dari sekitar Kakak setelah itu aku bakalan nemenin kamu keliling tempat pameran" kata Shawn....
..."Ya" kata Dashie....
... Di tempat pameran teknologi peluncuran produk terbaru dari perusahaan tempat Shawn bekerja....
... Dashie disana memperhatikan Shawn yang bekerja bersama para staf lainnya sedangkan para pengunjung juga sudah mulai berdatangan untuk melihat beberapa pameran termasuk pameran elektronik yang diikuti oleh Dashie....
... Shawn yang sedang bekerja menyempatkan diri dengan fokusnya ke arah Dashie dalam kesibukannya mengerjakan pekerjaan yang sedang ia kerjakan....
... Dia memberi senyum ramah kepada Dashie sesekali seperti saat ini dilakukan oleh pria ini....
... Dashie melihat keramahan itu....
..."Dashie!" sapa Ten....
... Berjabat tangan dengan Ten....
... Ramah....
..."Kakak" kata Dashie....
..."Kau datang juga akhirnya" kata Ten....
..."Sendirian dengan siapa kemari?" tanya Ten....
... Menengok ke arah orang yang bekerja dengan staf bagian penjualan dan pemasaran di sisi kanan Dashie....
... Ten melihat Shawn....
..."Ahhh. Dia" kata Ten....
... Memuji....
..."Pilihan terbaik" kata Ten....
..."Maksudnya?" tanya Dashie....
... Dia yang sadar gadis yang diajak bicara dengannya belum paham maksud dari perkataannya barusan....
..."Nikmati momen ini" kata Ten....
... Ceria mengangguk....
__ADS_1
..."Kakak harus kerja dulu. Kita ketemu lagi nanti" kata Ten....
..."Ok" kata Dashie....
... Seseorang juga datang sebagai salah satu dari pengunjung dari pameran elektronik tersebut....
... Dia dan satu orang lagi sahabatnya itu....
... Melihat Dashie....
... Mulai didekati oleh segerombolan orang-orang yang merupakan juga satu tongkrongan dengan kedua pria ini....
..."Kau akan membiarkannya begitu saja?" tanya Fable....
..."Kenapa memangnya?" tanya Hoshie....
..."Apa alasanmu?" tanya Fable....
... Dia yang sudah paham karakter dari orang yang dia sayang....
..."Dia bisa jaga diri dengan baik" kata Hoshie....
..."Kita lihat saja nanti" kata Fable....
... Mereka tidak begitu mengganggu tapi sebagai para pria bukan berarti berkonotasi ke arah negatif akan tetapi sebagai para pria tidak mungkin tidak tertarik dengan seorang wanita yang sedang sendirian meski itu hanya sebatas keramahan yang mereka tunjukkan saat ini....
... Shawn belum selesai dengan pekerjaan yang dia kerjakan melihat sesuatu yang mengarah ke ketidaknyamanan seseorang yang diawasi sejak membawanya ke tempat pameran ini....
... Peluncuran produk baru akan segera dimulai lalu Shawn segera datang untuk menghampiri seseorang yang sudah dianggapnya adiknya sendiri....
... Menarik tangan kanan Dashie....
..."Ikut aku" kata Shawn....
... Dia ikut bergabung dengan Shawn dan juga para staf yang sudah bersiap dengan peluncuran produk perusahaan mereka....
... Hoshie dan Fable melihatnya sendiri perhatian lebih diberikan oleh seseorang kepada Dashie....
..."Sehebat hebatnya wanita pasti butuh perhatian dan kasih sayang seorang pria" kata Fable....
..."Jika ini terus dibiarkan, kau pikir sendiri kedepannya" kata Fable....
... Memuji sekaligus membela diri....
..."Ini alasanku jangan sampai dia dekat dengan kalian" kata Hoshie....
..."Ini lagi. Sikapmu yang pencemburu" kata Fable....
... Merasa bukan siapa-siapa di depan sahabatnya itu....
..."Kenapa aku tidak berdaya ketika kalian berbicara?" tanya Hoshie....
..."Jika kau terus seperti ini. Aku pun bisa mengambil dia darimu" kata Fable....
... Merasa terancam....
..."Gigih sekali" kata Hoshie....
... Serius....
..."Jangan salahkan dia kalau dia akan mencari seseorang yang bisa menerimanya lebih baik darimu" kata Fable....
... Peluncuran produk baru dimulai para wartawan sedang melakukan wawancara dengan kamera yang secara acak memotret jalannya acara....
... Dashie berada di sisi kanan Shawn bersama para staf lainnya juga termasuk datang menyusul Ten ada disebelah kanan gadis yang sejak tadi diperhatikan oleh Hoshie....
... Beberapa kali baik itu Shawn ataupun Ten memperlihatkan perhatian kepada Dashie ketika peluncuran produk baru perusahaan mereka sedang berlangsung terlihat lebih memberikan kepedulian tulus yang mereka berikan kepada Dashie....
... Melihat ke arah Dashie....
..."Jangan gugup. Santai saja" kata Shawn....
... Dashie mengangguk pelan....
... Kembali dengan proses pameran yang sedang berjalan sudah lima menit yang lalu....
... Dia dengan kedua tangan yang menyilang di atas perut dengan tatapan terus kepada Dashie....
... Apakah gadis itu melihatnya tidak juga tapi tidak di menit yang ke lima belas menit ketika acara sedang berlangsung saat ini menengok ke arah sebelah kanan di jarum jam di angka dua tepat seseorang dengan tatapan tajam ada disana bersama dengan orang yang juga gadis ini tahu orang itu adalah sahabatnya dengan senyum ramah memberikan salam hormat kepada Dashie dengan kedua jemari tangan diangkat menyentuh dahi lalu ke depan mengarah tertuju padanya....
... Satu kali kedipan mata di sebelah kanan datang dari Hoshie untuk Dashie....
... Hati yang menggerutu....
..."Apa yang sedang dilakukan orang itu disini?" tanya Dashie....
... Acara peluncuran berlangsung selama dua puluh menit selebihnya adalah pameran yang akan terus berlangsung hingga beberapa jam kedepan....
... Dashie masih bersama dengan Shawn yang sedang menemui para investor yang juga datang di acara tersebut....
... Berambut pirang....
... Pria dengan setelan jas hitam dan bawahan celana formal hitam dengan dasi merah bergaris miring juga sepatu kulit hitam....
..."Siapa ini apa dia … ?" tanya salah satu investor....
..."Dia. Perkenalkan ini Dashie, … " kata Shawn....
... Ramah dengan senyum elegan datang menyapa gadis di sebelah kanan Shawn....
... Seorang wanita elegan....
..."Dia cantik sekali seperti boneka berjalan" kata wanita yang bisa dibilang sebagai istrinya itu....
... Dashie menundukkan kepalanya sedikit ke bawah dengan malu-malu....
... Dia belum pergi dari perhatian Hoshie yang saat ini ikut bergabung dengan para pria yang merupakan satu tongkrongan dengannya itu berpakaian formal tidak jauh beda dengan apa yang dikenakan oleh Hoshie ketika mengikuti acara pameran....
... Mereka semua tidak tahu kalau gadis yang tadi bersama dengan mereka adalah orang yang selama ini disayang dan dirahasiakan oleh teman mereka sendiri....
..."Kau tidak hampiri dia?" tanya Fable....
..."Aku hanya ingin dia menambah relasinya lagi" kata Hoshie....
... Memuji....
..."Temanku bijaksana sekali" kata Fable....
..."Akan terlihat lebih aneh jika aku masuk ke dalam obrolan mereka sekarang" kata Hoshie....
..."Kata siapa. Kau juga salah satu investor di perusahaan ini" kata Fable....
... Dia masih menunggu situasi yang tepat kapan dia harus datang sebagai seseorang yang benar-benar dibutuhkan oleh orang yang diperhatikan olehnya sejak tadi itu....
... Dashie belum juga melihat ke arah Hoshie lagi....
... Dia lebih menyibukkan diri bersama dengan Shawn yang sedang berbicara dengan para investor yang datang dalam acara ini....
..."Dia terlihat menikmati acara ini" kata Hoshie....
... Tapi tidak dengan Hoshie yang melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Ayahnya juga datang untuk menghadiri acara yang sama....
... Dia berbalik belum pergi tapi berusaha menghindar dari perhatian Ayahnya itu....
..."Dia dan ancaman itu" kata Hoshie....
__ADS_1