
...Chapter 159: Ya, begini....
... Dia dengan tangannya yang melepuh menahan dinding yang dibuat oleh salah satu bangsa Xoco....
... Sebuah celah selebar sekitar dua sentimeter makin retak melebar menghancurkan perlahan dinding yang mematikan di depannya saat ini....
..."Pergilah!" tanya Hoshie....
... Mode tidak terlihat keduanya....
... Nawa. Ragu....
..."Cepat!" kata Hoshie....
... Nawa menghilang lalu muncul kembali tepat didepan Hoshie berada dibagian dalam dinding pelindung itu....
... Nawa segera menghilang pergi mendatangi suara pukulan keras yang mereka tahu itu ulah dari bangsa Blacwhe....
... Indera penglihatan yang ia aktifkan menyeluruh mencari dimana posisi penyerangan sedang terjadi....
... Samar terdengar....
..."Aku menemukannya" kata Nawa....
... Dia pergi menghilang lalu muncul kembali di sebuah ruangan salah satu sekolah....
... Aura hitam dari jemari tangan kuat siap mengambil aura milik seorang manusia....
... Berlari cepat mencegah hal keji itu terjadi....
... Dia dengan tangan kuat memukul seorang remaja laki-laki yang seusia dengan dirinya....
... Satu dua pukulan hingga berulangkali wajahnya sudah penuh luka memar dan darah yang keluar dari dalam mulutnya juga....
... Ditendang hingga terlempar ke bangku....
... Dia menyerah, tidak. Dia masih bisa terbangun lalu akan menyerang balik Nawa tapi segera dicegah oleh Nawa sendiri....
..."Bug!!!" ...
... Di ditendang oleh Nawa....
... Lagi, memukul dan memukul lagi beberapa kali perutnya dengan tangan....
..."Katakan. Apa tujuanmu sebenarnya?" tanya Nawa....
... Dia tertawa....
... Nawa lalu memukulnya kembali beberapa kali dalam rentang waktu yang cukup dekat....
... Berhenti memukul wajah bangsa Blacwhe tersebut....
... Ikatan itu sudah terbentuk mengikat bangsa Blacwhe yang sedang menyamar sebagai seorang siswa....
... Mengambil ponselnya lalu menunjukkan sebuah foto kepada orang yang sedang dalam ikatan aura putih dari Nawa....
..."Kau melenyapkan gadis ini?" tanya Nawa....
... Dia tertawa lagi....
... Senjata tajam keluar dari dalam telapak tangan kanan Nawa....
..."Baiklah" kata Nawa....
... Tangan kiri memegang bagian luar mulut lalu dia mendekatkan senjata itu didepan mulut yang sudah keluar banyak darah itu....
... Teriak....
..."Jawab!" kata Nawa....
... Masih juga tidak mau menjawab lalu senjata itu didekatkan lagi kepadanya....
..."Dia telah kulenyapkan" jawab bangsa Blacwhe tersebut....
... Suara getar ponsel dari bangsa Blacwhe itu terdengar beberapa kali....
... Dia mengambil ponsel itu dari saku sebelah kanannya....
... Racun itu keluar dari dalam mulut dari bangsa Blacwhe itu....
... Pergi langsung dari depan Nawa....
... Sebuah racun yang bisa dengan segera menghancurkan dirinya jika dia tidak segera pergi dari ruangan itu....
... Mengatur waktu dengan dua orang yang berada di luar ruangan itu dengan langkah kaki yang semakin dekat membicarakan akan pergi ditempat mereka berdua ada disana....
... Hoshie....
... Dia yang dalam sisa satu dua keping dinding yang ia hancurkan sudah langsung pergi bergerak bangsa Blacwhe yang keluar dari dalam sebuah ruangan sekolah....
..."Bug!" ...
... Satu pukulan dari Hoshie....
... Dia terpental jauh jatuh diatas sebuah lapangan rumput melewati para siswa yang ada disekitar sana....
... Hoshie mengejar dimana makhluk itu terjatuh....
... Dia akan memukul lagi tapi ia menjauhkan tangannya yang siap menghabisi lawannya itu....
..."Tidak mungkin" kata Hoshie....
... Jantungnya yang berdetak pelan gemetar ia ketakutan seluruh tubuhnya tak ingin menghajar salah satu bangsa Blacwhe itu lagi....
... Dia dengan air mata yang tertahan melihat bayangan ada dalam diri raga dari Oryn yang semakin muncul bertambah jelas dari orang yang ada didepannya itu....
..."Dimana dia sekarang!" kata Hoshie....
... Tak ada jawaban meski ia sanggup untuk menjawab pertanyaan dari Hoshie....
... Dia memukul lagi hingga yang ke lima kalinya....
... Tetap tak ada jawaban....
... Dia dengan tangannya yang masih ada bekas luka juga masih melepuh akibat dari kekuatan dinding bangsa Xoco tadi....
... Senjata senjata tajam itu keluar dengan cepat darah darah itu jatuh dari tangan Hoshie di wajahnya lalu membakar menembus semakin kedalam seperti air keras mengenai wajah seseorang....
... Teriakan rasa sakit menggema baginya membuktikan orang yang ada di depannya sekarang sedang tidak main-main....
..."Aku akan mengatakannya" kata Bangsa Blacwhe tersebut....
... Nawa datang ingin segera melenyapkan apa yang ia anggap harus dilenyapkan....
... Dia sudah mengikat kedua tangannya dengan aura hitam juga putihnya mengikat dengan semakin mengalirkan darah merembes dari bagian kulit tangan yang mengikat kedua tangannya....
... Dia mengatakan dimana Oryn berada....
..." … "...
... Langsung menghilang pergi ke tempat yang ia katakan barusan....
... Menarik dia memaksanya cepat menemukan dimana posisi Oryn dilenyapkan....
... Wajahnya menunjuk kesebuah semak-semak dekat sebuah area dekat perumahan tua tak berpenghuni....
..."Disana" kata bangsa Blacwhe tersebut....
... Mereka langsung pergi ke tempat tersebut....
... Benar....
... Dia ada disana dengan kondisi tubuhnya yang hampir sempurna menghilang akibat sebuah racun yang menyebar hampir keseluruhan tubuh....
..."Bangun!" kata Hoshie....
... Dia dengan mata yang terlihat sedikit terbuka melihat bayangan yang ada tidak begitu jelas terlihat sedang memanggil berulang kali....
..."Oryn!" kata Hoshie....
... Dia, bangsa Blacwhe itu merasakan rasa sakit luar biasa tubuhnya perlahan menghilang terbawa udara lalu benar-benar pergi hilang dari tahanan Nawa....
... Oryn kembali bisa terlihat kembali dengan wujudnya yang sempurna tapi bukan untuk pulih sempurna dia masih dengan banyak luka yang ia dapat dalam tubuhnya itu....
... Dia dibantu oleh Hoshie dan Nawa memapahnya untuk bangun kembali pergi untuk mendapatkan sebuah pertolongan....
__ADS_1
... Hilang ketiganya di area tak berpenghuni tersebut....
... Pukul lima lebih tiga puluh menit diruang kelas....
..."Bagaimana dengan kaki mu?" tanya Nawa....
... Dia mendengarnya....
... Mencoba untuk menjawab pertanyaan dari yang ia dengar....
..."Ini. Ini jauh lebih baik" jawab Dashie....
... Dia juga mendapatkan sebuah pertanyaan lagi ...
..."Beneran nggak apa-apa?" tanya Nawa....
... Dia mengulang lagi membaca pikiran orang lain....
..."Ya" kata Nawa....
... Berbalik kepada Nawa....
... Nawa seakan terbiasa dengan hal ini....
... Berbalik lagi didepan papan tulis ruangan kursus akademik....
... Rasa ingin tahu yang ia miliki akan sesuatu yang mengganjal didalam pikiran membuatnya takut jika itu akan membuatnya terjatuh kedalamnya tanpa bisa menyelamatkan diri....
... Yang ia lihat di siang hari itu sebuah perkelahian yang sulit dijelaskan dalam nalar akal pikiran....
..."Kenapa ini terjadi padaku?" tanya Rumy....
... Dia dengan pertanyaannya sendiri....
..."Jangan jangan?" tanya Rumy....
... Masih belum percaya....
..."Tidak mungkin" kata Rumy....
... Menyalahkan diri sendiri....
..."Pasti ada kesalahan di otakku" kata Rumy....
... Berbalik ke arah Nawa....
... Mencoba lagi mengajak bicara tanpa suara dengan remaja laki-laki yang sedang memegang pensil biru di jemari tangan kanan fokus dengan penjelasan dari guru pembimbing kursus sore ini....
... Kembali fokus mendengarkan apa yang sedang diterangkan didalam kelas....
... Proses belajar dan mengajar didalan ruangan kelas tak berbeda di hari hari biasa....
... Satu jam lebih tiga puluh menit berlalu tanda kursus di jam pertama ini berakhir....
... Istirahat....
... Para siswa dari berbagai sekolah yang berada dalam ruangan mulai merapikan buku mereka lalu memasukkan kedalam tas lalu satu persatu pergi meninggalkan ruangan....
... Rumy memasukkan dua buku terakhirnya kedalam tas lalu dia sudah ada disebelah kirinya....
... Terkejut....
..."Ya Tuhan!" kata Rumy....
... Mendongak keatas menatap wajah Nawa....
..."Ayo kita pergi temui mereka" kata Nawa....
... Mengangguk lalu menutup tas selanjutnya keluar dari kelas yang masih ada beberapa siswa yang ada di ruangan tersebut....
... Berjalan beriringan diantara kelas....
... Rumy melakukannya lagi menatap Nawa. Ia menatapnya dari arah samping kiri mencoba mengulangi hal yang tadi ia bisa lakukan bersama dengan Nawa memeriksa lagi bahwa ia tidak sedang berhalusinasi ataupun berkhayal dalam dunianya sendiri....
..."Kenapa?" tanya Nawa....
... Dia membalas apa yang dilakukan oleh Rumy....
... Berhenti sejenak satu sama lain saling memandang....
... Tanpa suara....
..."Lalu?" tanya Nawa....
..."Lalu?" tanya balik Rumy....
..."Apa yang sedang terjadi di duniaku ini?" tanya Rumy....
..."Aku hanya menguji kekuatan ku padamu" kata Nawa....
..."Jadi, pertolongan itu bukanlah mimpi?" tanya Rumy....
... Dia dengan jemari tangan merapika helai rambut poni gadis didepannya sekarang....
... Tersenyum hangat mengubah karakter Nawa yang biasa ia tunjukkan kepada orang lain termasuk Rumy sendiri....
... Masih butuh jawaban dari seseorang....
..."Jawab aku" kata Rumy....
..."Bukan mimpi" jawab Nawa....
... Kedua tangan memegang tali bagian depan masing-masing tas ransel hitamnya itu....
... Membalas senyum hangat dari Nawa....
..."Terima kasih. Kau sudah menolong ku" kata Rumy....
... Memegang kedua tangan Rumy....
..."Berikan kepercayaan itu padaku" kata Nawa....
... Sebenarnya Nawa sejak bertemu dengan Rumy lagi setelah kejadian itu dan tidak bisa menghapus ingatan kejadian mengerikan itu dari ingatannya ia takut seseorang akan perlahan menjauh pergi tanpa harus ia memerintah atau mengusirnya seperti dugaannya kepada seseorang yang baru saja pergi tanpa seizinnya dan itu masih membuatnya terpukul hingga kini....
... Membuat hiburan kecil....
..."Ternyata teman ku manusia super" kata Rumy....
... Tertawa bersama....
..."Kalau tahu begini seharusnya aku mengenalmu lebih awal lagi" kata Rumy....
... Masih berjalan beriringan lalu melihat ke arah Rumy....
... Saling melihat lagi satu sama lain....
..."Alasannya?" tanya Nawa....
..."Menurutku akan jauh lebih bisa ku manfaatkan" kata Rumy....
... Diam sesaat....
..."Just kidding. Ok" kata Rumy....
... Bersikap manis....
..."Aku mau dimanfaatkan olehmu" kata Nawa....
..."Ayo kita pergi" kata Rumy....
... Menggandeng lengan kiri Nawa mengajaknya berjalan lagi menuju ke kelas Eir dan Namir....
... Akhirnya, Rumy mau lebih santai ketika bersama dengannya seperti saat ini....
... Dia masih juga penasaran lebih dari penasaran kenapa ia bisa membaca pikiran Nawa....
..."Oh ya. Kenapa aku bisa membaca pikiran mu, bagaimana caranya?" tanya Rumy....
... Terdengar lebih bukan seorang Nawa yang jauh lebih baik sikapnya terhadap Rumy saat ini....
..."Itu" kata Nawa....
... Jeda waktu tiga detik....
... Melanjutkan lagi kalimat sebelumnya....
__ADS_1
..."Aku hanya ingin membagi sedikit kekuatan ku" kata Nawa....
... Nada suara senang....
... Melepas lengan Nawa....
..."Kenapa kau melepas lenganku?" tanya Nawa....
..."Aku hanya ingin" kata Rumy....
... Nada suara dengan pengucapan lebih panjang intonasinya....
..."Ok … " kata Nawa....
... Dari kelas yang mereka akan datangi keluar dua orang yang tadi berangkat bersama di tempat kursus akademik....
... Mereka berjalan menghampiri keduanya mengarah ke arah Rumy dan Nawa....
... Mereka berdua yang belum terlalu mengenal Rumy....
..."Ahhh. Ini yang namanya Rumy itu" kata Eir....
... Dia yang baru sadar....
..."Aku sering melihat mu tapi tidak terlihat dekat dengan orang ini" kata Eir....
..."Benar" kata Namir....
... Dia bahkan ikutan ramah....
..."Dia sudah menyembunyikannya dari kami" kata Namir....
... Nawa sedang jaga sikap lebih stay cool....
... Di minimarket....
... Nawa sedang memilih makanan yang akan dimakan bersama dengan teman-temannya yang juga sedang memilih makanan....
... Waktu yang tepat....
... Dia keluar dari baris kedua pintu mobil sebelah kanan....
... Nawa sudah merasakan kehadiran seseorang dan itu adalah Hoshie....
... Memilih beberapa roti lalu mengambil rasa coklat....
..."Ini dan ini" kata Rumy....
... Menawarkan variasi rasa roti kepada Nawa....
..."Kau mau ini juga?" tanya Eir....
... Menanggapi tawaran dari sahabatnya itu....
..."Itu juga" kata Nawa....
... Dia semakin dekat didepan mini market....
... Masuk kedalam minimarket....
..."Untuk apa dia datang kemari?" tanya Nawa....
..."Bukankah dia Kak Hoshie" kata Rumy....
..."Ya. Itu dia" kata Nawa....
... Nawa tak mau menghampiri Hoshie maka orang yang sudah dia anggap sebagai kakak itu mau tidak mau harus menghampiri remaja laki-laki itu....
... Dia dengan cemilan dikedua tangan....
... Hoshie mengeluarkan dompet dari dalam saku dalam sebelah kiri jaket jeans abu-abunya itu....
..."Ada apa dengan uang itu?" tanya Nawa....
... Menarik tangan kanan Nawa lalu memberikan sejumlah uang yang terlihat cukup banyak....
..."Untuk apa ini?" tanya Nawa....
..."Aku butuh bantuan mu" kata Hoshie....
... Dia langsung pergi meninggalkan Nawa lalu satu pesan ia terima dari kakak yang baru saja pergi itu....
... Membuka pesan....
..."Semua ini?" tanya Nawa....
... Dia dengan uang dan daftar barang yang harus dibeli setelah selesai mengikuti kursus....
... Hoshie terlihat dari dalam minimarket oleh Nawa sudah masuk kedalam mobil bersama dengan driver pribadinya itu....
... Hoshie pergi....
... Nawa....
... Ia memasukkan lagi ponselnya kedalam saku jaket disebelah kanan....
... Mengambil dompet di saku jaket sebelah kirinya....
... Membuka dompet lalu memasukkan uang milik Hoshie ke dalam dompetnya lalu dompet itu dimasukkan ke dalam jaketnya lagi disebelah kiri....
... Kedua sahabat perempuan Nawa masih memperhatikan remaja ini....
..."Kenapa kalian melihat ku seperti itu?" tanya Nawa....
... Langsung tanggap....
..."Itu artinya "Apa kau butuh bantuan kami?"" kata Namir....
... Kedua remaja putri itu langsung sibuk kembali tanpa menghiraukan sahabat mereka yang baru paham maksud dari tatapan keduanya....
... Dia membaca situasi ini....
... Dia, Namir dengan makanan yang akan dibawa ke meja kasir....
..."Aku tak merasakan emosi itu" kata Nawa....
... Berjalan ke arah kasir....
... Dia ikut pergi dengan makanan ditangan akan ikut mengantri membayar makanan di kasir....
... Di dalam kursi mobil bagian belakang....
... Tangan kanannya yang masih terlihat dengan sisa seperti habis terbakar muncul kembali....
... Hatinya berkata lagi....
..."Jangan sampai aku melawan Nora" kata Hoshie....
..."Dia sungguh berbahaya sekali" kata Hoshie....
... Dia mendapatkan telepon dari Nora....
... Mendengar arahan dari Nora yang ada di sisi kanan mobilnya yang bergerak beriringan dengan mobilnya....
... Kaca jendela mobil ia buka....
... Dia ada disana dengan kemudi mobil yang ia kendalikan sendiri....
..."Bagaimana dengan kondisimu?" tanya Nora....
..."Ya, begini" kata Hoshie....
..."Terima kasih" kata Hoshie....
..."Aku hanya menjalankan tugasku" kata Nora....
... Dia tidak merespon lebih ucapan terimakasih dari seseorang yang belum ia dengar sebelumnya secara langsung....
... Kembali di waktu perkelahian diantara Hoshie dan salah satu bangsa Blacwhe yang terjadi di lapangan sekolah Rumy....
..."Sebentar lagi. Ya, bersabarlah" kata Nora....
... Dari jarak sekitar lima puluh meter ia berada dalam mobilnya menghancurkan bagian demi bagian semua racun yang ada didalam lawan Hoshie....
... ...
__ADS_1
... ...
... ...