
...Chapter 77: Tidak disangka....
..."Biarkan aku pergi. Aku mohon" kata Callie....
... Memohon agar pacarnya mau melepaskan dirinya dari jeratan penderitaan....
... Seakan melihat sekilas lagi kisah ini lagi sebuah kisah yang tidak ingin diingat oleh orang lain....
... Callie kembali dengan lakban hitam menutup mulutnya dengan luka yang terbentuk di sekitar wajah dengan luka lama dan baru entah alasan apa orang itu setega itu melakukan hal mengerikan itu lagi. ...
..."Tutup mulut hinamu itu!" kata Veer....
... Callie menangis sendirian dengan kedua tangan terikat kebelakang dengan tali hitam kuat mengikat kedua tangan....
... Dia melihat seorang gadis dengan blouse pendek putih dan celana hitam pendek seseorang yang dikenalnya sedang sendirian duduk dipaksa tanpa belas kasih dilihat dengan indera penglihatan bekas penyiksaan telah diterima olehnya bukan hanya luka lama juga luka luka baru juga terbentuk kembali....
... Pria itu menyalakan pemantik ke batang rokok....
... Dia berteriak dengan mulutnya terlakban....
..."Sungguh lepaskan aku!" kata Callie....
... Dia ditampar lagi....
... Dia menangis lagi....
... Suara tangisnya terdengar lagi dengan suara yang tersisa serak terdengar oleh telinga....
... Dia kembali kembali melihat dunianya saat ini membuka mata hati dan pikirannya seluas-luasnya....
... Berbalik melihat siapa yang baru saja ditabrak secara tidak sengaja....
... Menghentikan langkahnya yang sedang terburu-buru....
..."Dashie!" sapa Owen....
... Dashie belum bisa menerima apa yang baru saja dilihatnya....
..."Kau baik-baik saja?" tanya Owen. ...
... Tersadar dari lamunan....
..."Sorry. Aku sedang terburu-buru" kata Dashie....
... Memulai obrolan....
..."Kau terlihat terburu-buru" kata Owen....
... Mulai menguasai diri....
..."Oh. Ini bisa dibilang begitu" kata Dashie....
... Melihat ke sekeliling....
..."Kau sendirian?" tanya Dashie....
..."Seperti yang dilihat" jawab Owen....
... ...
... Dashie memperhatikan Owen dan menanggapi dengan biasa....
..."Apa ada yang aneh denganku?" tanya Owen....
... Memuji dengan jujur....
..."Tidak. Aku baru tahu kau sangat cantik" kata Dashie....
... Balik memuji sambil memegang rambut Dashie yang baru beberapa hari diubah warna menjadi kemerahan cenderung merah muda....
..."Kau juga sangat lucu" kata Owen....
... Dashie melihat Owen dengan barang belanjaan dengan prediksi akan pulang....
..."Aku baru akan berbelanja" kata Dashie....
..." … dan kau sudah selesai belanja" kata Dashie....
... Dia menunjukkan ketulusannya lagi....
..."Aku siap menemanimu berbelanja" kata Owen....
... Senyum keakraban dari Dashie....
..."Pilihan Jarrel selalu yang terbaik" kata Dashie....
... Callie baru ingat lagi dalam penyamaran ini dirinya dikenal juga sebagai kekasih Jarrel....
... Callie yang menyamar sebagai Owen sebenarnya tidak ingin cepat-cepat menjauh dari sahabatnya ini yang jarang bertemu tapi nasehat itu diingatnya lagi dari seseorang....
..."Keselamatan mu jauh lebih penting" kata Ved....
... Membunyikan jemari didepan Callie....
..."Owen!" panggil Dashie....
..."Sorry. Aku lupa kalau aku harus pergi ke suatu tempat jadi tidak bisa menemanimu belanja" kata Owen....
... Justru kebaikan yang ditujukan kepada Dashie membuatnya merasa sedikit tidak nyaman terlebih orang yang dilihatnya bukanlah seseorang yang dibilang dekat....
... Ceria....
..."Baiklah. Kita berpisah disini" kata Dashie....
... Melambaikan tangan kanan....
..."Bye bye" kata Owen....
... Dashie kembali terlihat terburu-buru pergi ke bagian penjualan buah-buahan di dalam supermarket tempat tadi Owen juga berbelanja....
... Owen berjalan santai meninggalkan tempat mereka saling bertemu lalu kembali berbalik kepada Dashie yang sedang terburu-buru memilih buah-buahan....
..."Maafkan aku yang tidak bisa mencegahmu" kata Owen....
... Dia berbalik lebih jauh meninggalkan tempatnya berdiri berhenti sejenak untuk melihat kembali Dashie mengusap sedikit air matanya yang keluar dari kelopak mata dengan telapak tangan kanan....
..."Maaf aku sudah berubah" kata Callie....
__ADS_1
... Apakah ini terlalu cepat untuk seseorang berpaling kepada orang lain?....
... Apakah ini terlalu mudah membuat luka baru membuat Dashie sulit bergerak berada di situasi yang serba salah ini tapi langkahnya terhenti untuk memutuskan untuk segera pergi....
... Dia lebih mendekat memberi perhatian kepadanya tidak dengan kepada seseorang yang juga berada di sebelahnya itu yang sudah lama merindukan dirinya yang tidak seperti ini berubah-ubah segala sikap dan tindakannya....
..."Ternyata yang dikatakannya itu benar" kata Dashie....
... Dia bahkan tidak memandangnya seperti seharusnya bahkan sebagai seorang yang pernah dibenci tidak sama sekali memberikan apa yang tidak pernah diharapkan....
... Dashie berpikir ini jelas membuat seseorang sangat terluka....
..."Sungguh ini membuat orang lain sangat membenciku" kata Dashie....
... Dia begitu menawan sabar tidak bereaksi sedih dari raut wajah yang terlahir menawan lembut disetiap siapapun menatapnya cantik bahkan tanpa sebuah sapuan riasan....
... Menunggu dan menunggu sebesar apa seseorang masih menganggap dirinya sebagai seorang sahabat, Dashie sedang mengujinya tanpa berniat merebut pria di sebelahnya karena dia tahu dan sadar....
..."Dia lebih pantas untukmu" kata Dashie....
... Membantu Ren memilihkan buah apel....
... Mengajak bicara keduanya saling berbalas kata sebagai keakraban seperti selayaknya seorang sahabat saling berinteraksi tak lebih....
... Melihat ke arah orang lain yang ada di depannya dengan sikap tetap bertahan seakan tidak terdampak dengan situasi yang tidak direncanakan ini....
..."Kenapa kau sama sekali tak menyapa gadismu?" tanya Dashie....
..."Bagaimanapun dengan segala pikiran rumit ini tetap saja dia sedang terluka lagi" kata Dashie....
... Mengobrol dengan Ren tapi pikirannya terbagi dengan berbagai cabang terutama kepada Pax yang tidak disapa dengan keramahan lebih meski itu hanya basa-basi menimbulkan sebuah kecurigaan untuk orang lain yang terpaksa berada dalam perbatasan jurang cinta....
... Memiliki sebuah ide....
..."Kakak aku titip ini. Aku janji pasti kembali lagi" kata Dashie....
... Dia berlari pergi dengan buah-buahan miliknya yang berada didalam keranjang belanja berwarna merah berbahan plastik dititipkan kepada Ren....
... Ren memandang Dashie dengan teduh matanya dalam setiap waktu melihatnya yang semakin menjauh....
... Nyatanya tidak demikian rencana yang tidak diketahui oleh mereka berdua yang ada disana berada tidak jauh....
... Mengintip dari balik dinding melihat perkembangan hubungan Pax dengan Ren....
..."Kenapa mereka tak saling menyapa?" tanya Dashie....
..."Ya ampun. Jadi orang dewasa seperti ini" kata Dashie....
... Satu menit....
... Dua menit....
... Hingga lima menit berlalu keduanya masih tidak saling bertegur sapa....
... Dan akhirnya Dashie menyerah tak ingin membuat orang lain menunggu lama memilih untuk kembali menemui mereka....
... Datang penuh ceria seperti biasa....
..."Dashie sudah kembali!" kata Dashie....
... Hening tidak dengan Ren yang menyambut dengan sikap ceria pula....
... Mengangkat dua jempol tangan untuk Ren....
..."Pilihanmu selalu yang terbaik" Kata Dashie....
... Berpikir sudah cukup aktingnya kali ini untuk membuktikan tentang perubahan sikap yang dirasa pula oleh Dashie berbeda dengan Ren dulu disaat masih bersama dengan Pax....
... Akan mengajak Pax untuk segera pergi ke kasir akan tetapi Pax rupanya sudah pergi lebih awal ke bagian meja kasir....
..."Kakak aku harus pergi ke kasir dulu" kata Dashie....
..."Kita pergi bersama" kata Ren....
... Mereka berdua menyusul Pax yang pergi lebih awal ke bagian tempat pembayaran....
... Mengantri dengan lumayan banyak para pengunjung supermarket....
... Pax sedang tenang tanpa keluhan mengantri di depan Dashie dan Ren....
... Dashie melihat ke sekitar untuk menghilangkan rasa bosan dengan memperhatikan kapan harus maju kedepan setelah orang lain didepannya selesai mengantri melakukan pembayaran barang belanjaan....
... Ren sedang ingin memandang gadis di depannya itu jauh lebih lama tanpa ada yang mengganggu....
... Dashie belum sadar sedang diperhatikan oleh Ren sebegitunya seperti memandang seorang pacar sendiri....
... Waktu yang disukai oleh Ren berlangsung cukup lama....
... Antrian semakin berpindah maju kedepan diikuti oleh Ren....
... Ren masih begitu tertariknya kepada Dashie belum berhenti menatap dari arah samping kanan wajah gadis ini....
..."Tunggu" kata Ren....
... Dashie terpaku....
... Ren mengambil sesuatu dari bibir bawah Dashie sebelah kanan....
..."Sudah" kata Ren....
... Kemudian, Dashie memeriksa sendiri dengan kaca dari dalam tas kecil merah yang menyilang di bahu....
... Kaca bundar dibuka....
..."Tidak ada sesuatu" kata Dashie....
... Kembali Ren akan menunjukkan letak dimana dirinya merapikan sesuatu dari arah belakang disaat Dashie masih bercermin....
... Menunjuk ke arah bawah bibir yang sama....
..."Oh ya ampun" kata Dashie....
... Dashie merapikan lipstik nude cenderung kecoklatan yang dia pakai sedikit tidak rapi....
... Gadis ini menutup wajahnya karena malu membuat Ren bertambah gemas dengan sikapnya ini....
... Apa Pax harus berteriak marah kepada Dashie tidak perlu itu hanya buang waktu saja sudah lama dirinya menyimpulkan hubungan mereka berdua sudah lama berakhir tanpa perlu kata putus diucapkan salah satu keduanya tidak perlu persetujuan. Apalagi yang dituntut jika Ren sedang dekat dengan orang lain bahkan itu Dashie sekalipun menuntut sesuatu yang sudah berakhir itu melelahkan....
__ADS_1
... Seperti saat ini dilakukan oleh Ren kepada Dashie justru bukan sikap marah akan tetapi rasa khawatir jika hal yang sama yang pernah dialaminya bisa terulang kembali oleh orang yang dianggapnya sebagai sahabat....
... Dashie tersadar langsung bagaimana jika Pax melihat perhatian yang diberikan oleh Ren ini. Dia mengurangi percakapan dengan Ren dan fokus lagi mengantri di depan meja kasir bersama para pengunjung yang lain....
... Hoshie menelepon Dashie lagi....
..."Kau tetap akan kemari?" tanya Hoshie....
..."Ya" kata Dashie....
..."Sudah ku bilang … " kata Hoshie....
... Percakapan mereka terputus....
... Ponsel Hoshie habis baterai sampai lupa tidak mengisi baterai ponsel sendiri....
... Di tempat Dashie masih mengantri di depan meja kasir....
..."Dia kenapa lagi" kata Dashie....
... Menaruh ponselnya ke dalam tas merahnya itu....
... Pax sudah melakukan pembayaran berjalan menunggu Dashie yang akan melakukan pembayaran menunggu dua orang lagi di depannya....
... Bagi Dashie ini sungguh pemandangan macam apa dan seharusnya ini benar-benar berakhir untuk mereka berdua meski hanya menjadi penonton sungguh air matanya tertahan sudah begitu lama dengan kisah orang lain....
... Dalam air mata yang tertahan....
..."Kenapa kau tidak pergi?" tanya Dashie....
..."Dia sungguh sama sekali tidak mempedulikanmu" kata Dashie....
..."Aku tidak tahu ternyata kau setabah ini" kata Dashie....
... Proses pembayaran sedang dilakukan dan Dashie sedang berperan sebagai seorang berhati robot yang mudah disetel dengan mudah menjadi tak berhati menjadi saksi kisah orang lain....
... Dia tak berhati atau sifatnya seperti ini....
..."Sekali saja marah padanya" kata Dashie....
..."Akhirnya ini sudah berakhir" kata Dashie....
..."Belum juga" kata Dashie....
... Mereka bertiga berada dalam satu mobil yang sama dalam perjalanan menuju rumah sakit yang sama untuk menjenguk teman mereka....
... Pax asyik bermain ponsel di belakang mereka berdua yang berada di kursi depan mobil....
... Melihat ke arah Pax....
..."Sorry telah mengganggu waktumu" kata Dashie....
... Menjawab santai dengan visualnya tanpa kepalsuan mengutarakan kata kata....
..."Apa salahnya menjenguk Hoshie" kata Pax....
... Berbalik dan melihat Ren yang berada di sebelah kirinya yang tidak biasa untuk Ren mau ikut bersama berteman dengan seorang Hoshie yang tidak biasanya untuk seorang Ren yang dikenal yang tidak ingin sama sekali berinteraksi dengannya....
... Rasa curiga ini dan kecurigaan yang lain kini selalu hadir didalam benak Dashie sejak mereka bertemu lagi lebih dari kecurigaan yang muncul dari satu tahun lalu....
... Diamnya yang penuh tanya....
..."Orang akan mengira aku menyukai pria ini" kata Dashie....
..."Ini bukan tanpa alasan karena Ren yang ku kenal akan mudah dicintai oleh orang lain" kata Dashie....
... Kini Dashie bersandar di kursi penumpang bagian depan....
... Di dalam mobil yang hening dalam perjalanan....
... Dashie yang tiba-tiba saja membuka galeri foto dan melihat beberapa kali fotonya bersama dengan Hoshie tidak tahu menafsirkan perasaan ini kuat tertanam didalam hatinya entah sejak kapan....
... Perasaan yang berbeda dari disaat bersama dengan Ten....
... Melihat ke arah luar jendela menghirup udara yang masuk kedalam jendela yang terbuka sedikit....
..."Entah apa yang kurasakan" kata Dashie....
..."Aku tidak merindukannya hanya karena tidak bertemu dalam beberapa jam saja" kata Dashie....
... Kembali di waktu Dashie masih bersama dengan Pax dan juga Hot di tempat parkir sebuah event pameran di siang tadi....
... Membaca pesan dari seseorang yang bisa dibilang bisa dipercaya tentang informasi yang didapat darinya....
..."Datanglah. Dia sedang di rawat di dalam rumah sakit" kata Jarrel....
... Bukan sekedar pesan kata kata dia juga memberikan bukti foto-foto disaat Hoshie baru selesai menjalani pemeriksaan di ruang laboratorium rumah sakit....
..."Sejak kapan dia berbalik arah" kata Dashie....
..."Apa rencana anak cerdas ini?" tanya Dashie....
... Pukul berapa Jarrel memberikan waktu yang tepat kapan untuk datang kesana bersama dengan seseorang yang sekarang sedang mengemudikan mobil pergi bersama juga dengan seseorang yang sudah diketahui olehnya bahwa Pax adalah seseorang yang pernah sangat disayang oleh Ren....
... Menatap ke arah Ren....
..."Apa jalan pikiran ku sesederhana itu?" tanya Dashie....
... Ren melihat sebentar Dashie lalu kembali fokus mengemudi lagi....
..."Kau ingin bicara sesuatu?" tanya Ren....
... Menggelengkan kepalanya pelan....
... Sepuluh menit kemudian tiba dirumah sakit....
... Pax ada disebelah kiri Dashie sedangkan untuk Ren ada di sebelah kanan Dashie....
... Waktu yang diarahkan oleh Jarrel tentang rencananya yang sudah diberitahukan kali ini berjalan sebagaimana mestinya....
... Ada seseorang yang dibilang Jarrel sebagai Nona pemilik saham ada disana bersama dengan Kakak laki-lakinya....
... Adakah alasan untuk mereka saling menyapa sudah pasti tidak ada. Entah apa yang sudah direncanakan oleh Jarrel ketika mempertemukan dirinya dengan Aka terlebih ada Ren disisinya dengan sikapnya lebih jauh berubah dan kini bukan hanya terhadap Pax melainkan juga kepada Aka....
... Mereka saling berpapasan satu sama lain untuk Dashie dan Aka saling melihat sedangkan untuk Ren tak ada kontak mata meski itu hanya basa-basi....
... Dia tanpa menyapa jauh lebih aneh untuk seorang Ren yang tidak biasa lebih dingin dan tidak peduli....
__ADS_1
... ...
... ...