
...Chapter 98: Ada sesuatu....
..."Tapi mereka adalah dua orang yang ku sayang" kata Ghazi....
..."Maka dari itu. Ini alasanku melakukan hal itu kepada Dashie" kata Hot....
... Ghazi mulai tidak ingin bicara lagi dengan pacarnya yang membuat Hot mulai tidak nyaman dengan situasi ini dengan kemungkinan terburuk kondisi kisah asmara mereka....
... Hot juga lebih memilih diam tidak ingin melanjutkan perdebatan dari kesalahpahaman permasalahan yang bisa dibilang tidak ringan....
... Tiga menit kemudian....
..."Terus kita bagaimana?" tanya Hot....
... Untuk kesalahpahaman mengenai tawaran pekerjaan dari Jarrel....
..."Sorry" kata Ghazi....
..."Soal?" tanya Hot....
..."Soal Jarrel" kata Ghazi....
... Berkata jujur kepada kekasihnya....
..."Aku juga tidak semarah itu. Kamu boleh cari pekerjaan" kata Hot....
..." … tapi kamu harus memikirkan dengan baik apa pekerjaannya, keamanan dan keselamatanmu itu jauh lebih penting" kata Hot....
... Merasa bersalah karena tadi sempat marah-marah dengan pacarnya....
... Berniat mencairkan suasana....
..."Terima kasih sudah sayang aku" kata Ghazi....
... Tidak merespon....
... Lalu, lanjut menyalakan mobil lagi menuju tempat even pameran tempat Hot mendapatkan proyek baru....
... Menunggu respon baik dari pacarnya....
..."Oryn. Sorry" kata Ghazi....
... Belum ada respon juga dari pacarnya itu....
..."Sorry. Sayang" kata Ghazi....
..."Sorry" kata Ghazi....
... Merasa tidak tega melihat pacarnya terus meminta maaf....
... Dengan senyum penuh kasih sayang untuk Ghazi milik Oryn Mason....
..."Iya. Aku juga sayang" kata Hot....
..."Aku juga minta maaf" kata Hot....
... Di sekolah....
... Pukul setengah sepuluh pagi di lapangan sekolah....
... Ikut menatap gedung sekolah di sebelah sekolah mereka....
... Po sekali lagi melihat fokus pacarnya selalu melihat gedung sebelah....
... Akhirnya menegur....
..."Apa yang membuatmu sangat tertarik dengan bangunan itu?" tanya Po....
..."Disana ada gadis yang ku sayang" kata Nawa....
... Jawaban dari Nawa bukan hanya didengar oleh pacarnya melainkan kelima teman sekelasnya yang baru saja istirahat setelah melakukan lari estafet....
..."Dia luar biasa" kata ketua kelas....
... Nawa tidak peduli dengan remaja laki-laki yang juga seusia dengannya dengan kacamata minus duduk bersebelahan di sisi kiri di sebelah kanan Po....
... Bertanya secara acak....
..."Kau tidak takut kalau kalian bakalan putus?" tanya ketua kelas....
..."Itu yang kutunggu" jawab Nawa....
... Melihat ke sebelah kiri untuk melihat ekspresi wajah kekasihnya....
..."Ini pasti terjadi" kata ketua kelas....
... Po sudah kabur lebih awal mencegah kata-kata yang akan keluar dari lisan Nawa yang tidak terduga bisa merusak mental....
..."Kejar dia. Pacarmu sedang marah" kata ketua kelas....
... Respon santai....
..."Kita sudah besar untuk apa bermain kejar-kejaran" kata Nawa....
... Nawa berhenti menatap gedung disekolah sebelahnya....
... Mengambil ponsel....
... Mencari nomor ponsel Rumy diantara banyak kontak nomor yang tersimpan di dalam ponsel....
..."Aku tidak melihatmu" kata Nawa....
..."Kenapa kau menelponku terus?" tanya Rumy....
... Membuat Rumy serba salah....
..."Apa salah kalau aku menyukaimu?" tanya Nawa....
..."Bagaimana dengan Po?" tanya Rumy....
..."Dia. Katakan saja kalau kau mau jadi pacarku, maka … " kata Nawa....
... Menunggu dua detik....
..."Maka?" tanya Rumy....
..."Aku akan memutuskan Po" kata Nawa....
... Obrolan di putus oleh pihak Rumy....
... Sedangkan, Nawa tertawa kecil senang karena sudah mendengar suara dari orang yang ia sayang....
... Teman-teman sekelasnya cuma bisa heran tidak mau berkomentar dengan sikap teman sekelas mereka....
..."Dia sangat cantik?" tanya salah satu teman sekelasnya....
..."Dia cinta pertamaku" jawab Nawa....
..."Aku pergi ke ruang loker" kata ketua kelas....
... Satu persatu begitu juga Nawa pergi ke ruang loker laki-laki untuk berganti pakaian setelah mengikuti mata pelajaran olahraga....
... Di kantin sekolah....
... Sudah ada disana Po bersama para anggota gengnya....
... Datang Nawa dengan menu makanan yang dibawa ke salah satu meja yang kosong di dalam kantin....
... Dia lihat ada pacarnya yang juga ada di dalam kantin lalu apa yang dilakukan tidak sama sekali menyapa dan pilihannya tetap di kursi kosong tidak berniat bergabung dengan Po beserta anggota geng sekolahnya....
... Po tidak habis pikir dengan jalan pikir pacarnya yang seperti ini....
... Nawa memakan makanan di depannya dengan tenang di antara riuh ramai suasana kantin sekolah....
... Salah satu temannya bertanya karena penasaran....
..."Kalian sudah nonton film bersama?" tanya gadis berambut ikal coklat....
__ADS_1
... Jujur menjawab....
..."Tidak jadi" jawab Po....
..."Mungkin karena mereka baru beberapa hari jadian" kata temannya yang berambut hitam lurus berponi depan....
..."Ku dengar dia anak konglomerat" kata gadis berambut ikal....
..."Yang kutahu dia tinggal bersama orang lain" kata Po....
..."Siapa dia?" tanya rambut berambut lurus....
..."Aku tidak begitu mengenalnya" kata Po....
... Menghela nafas dengan kemajuan percintaan sahabat mereka....
... Menunjukkan sebuah foto dan foto itu adalah potret Hoshie....
..."Apakah ini orangnya?" tanya gadis ikal....
..."Ya. Yellow, dari mana kau dapat informasi ini?" tanya Po....
..."Ini adalah mantan kekasih dari kakak temanku" kata Yellow....
..."Kalian tidak tahu sekaya apa orang ini" kata Yellow....
... Po merasa takjub dengan informasi yang didapat oleh sahabatnya ini....
... Gadis berponi berambut lurus....
..."Aku kira dia hanya pria tampan biasa" kata gadis berponi....
... Terkejut dengan salah satu temannya yang sangat polos....
..."Ya Tuhan" kata Yellow....
..."Ku rasa pendapat Jeje ada benarnya juga" kata Po....
... Ditambah lagi satu orang yang sama....
..."Kalian memang sahabat sejati" kata Yellow....
..."Aku pernah melihatnya" kata Po....
... Lebih terkejut reaksi dari Yellow....
..."Dia bagaimana?" tanya Yellow....
..."Bagaimana yah. Seperti biasa" kata Po....
... Nawa sudah menghabiskan nasi dan lauk pauk yang jauh masih lebih banyak dari jumlah nasi yang tersisa....
... Dia ragu untuk menambah jumlah nasinya lagi....
... Melihat jarum jam dinding kantin sekolah yang memiliki waktu tidak cukup untuk menghabiskan makanan lebih banyak lagi jika ia akan menambah jumlah porsi nasi yang akan dimakan....
... Lanjut menghabiskan menu makanan diatas meja....
... Dia mendapatkan pesan lagi dari ibunya....
... Dia lebih senang lagi dengan kabar ini....
..."Aku sayang Mamah" kata Nawa....
..."Sayang. Sungguh tidak butuh asisten rumah tangga?" tanya ibunya Nawa....
..."Aku bisa belajar memasak sendiri" kata Nawa....
..."Ini baru anak Mamah" kata Ibunya Nawa....
... Setelah mengobrol dengan ibunya dia sangat senang dengan kabar terbaru yang ia dapat secara langsung dari ibunya bahwa rumah yang biasa ia tinggali bisa diserahkan lagi kepada putra mereka....
... Menelepon lagi seseorang yang dia percaya untuk memulai bisnisnya lagi....
..."Kakak bisa menolong ku lagi. Aku butuh bantuanmu" kata Nawa....
..."Terimakasih banyak Kakak" kata Nawa....
... Hoshie membantu Nawa untuk mencari penyewa rumahnya lagi seperti biasa....
... Dia juga mencari tempat tinggal lain dengan biaya sewa jauh lebih tidak menguras kantong....
... Mengirim pesan kepada Rumy....
..."Hari ini bisa kita bertemu?" tanya Nawa....
... Mendapatkan balasan baru dari Rumy....
..."Aku sibuk"...
..."Aku sibuk"...
... Dua kali mendapat pesan yang sama dari gadis yang dia suka....
... Membalas pesan Rumy....
..."Tapi, aku tidak sibuk" kata Nawa....
... Nawa yang belum menyelesaikan menyantap makanan didepannya saat ini....
... Sendok makan berwarna silver diambilnya lagi untuk mengambil nasi beserta lauknya....
... Po datang....
..."Po. Ada apa?" tanya Nawa....
... Melihat anggota gengnya masih di meja yang sama belum selesai makan....
... Menaruh sendoknya lagi diatas piring....
... Menatap Po lalu meraih pergelangan tangan gadis itu....
..."Apa hari ini kau tidak sibuk?" tanya Po....
..."Aku sibuk" jawab Nawa....
..."Besoknya?" tanya Po....
..."Sibuk" jawab Nawa....
..."Besoknya lagi?" tanya Po....
... Melepas genggaman tangannya dari tangan pacarnya....
... Dengan banyak pertanyaan yang sama membuat Nawa lebih memilih untuk fokus menghabiskan makanan yang ada didepannya saat ini ketimbang melayani Po yang sedang marah dengan sikapnya yang disadari juga sangat menyebalkan....
... Po menunggu tapi Nawa tidak banyak bereaksi untuk minta maaf atau bahkan ekspresi wajah yang merasa bersalah....
... Menunggu sampai dimana Po akan bertahan dengan sikapnya ini....
... Nawa masih dengan lahap memakan makanan didepannya itu....
... Dua menit berlalu dan akhirnya Po pergi dari hadapan Nawa pergi menuju mejanya bersama dengan anggota gengnya untuk bergabung kembali....
..."Jika perlu mereka akan ku jauhkan dari pacarku" kata Nawa....
... Dia mendapatkan pesan dari Hoshie....
... Rumahnya berhasil ditawar oleh seorang penyewa untuk lebih jelasnya Nawa bisa bertemu langsung dengan mereka setelah sepulang sekolah....
..."Sungguh hari ini sangat cerah" kata Nawa....
... Senyumnya hadir di sikap dingin yang dirancangnya selama ini....
... Sekali lagi Po melihat sesuatu yang aneh terlihat dari raga Nawa....
... Seperti sebuah api hitam keluar dari dalam raga pacarnya dan kali ini untuk yang ketiga kalinya....
__ADS_1
..."Aku tidak salah lihat kan" kata Po....
..."Apa yang terjadi padanya juga sama seperti yang terjadi pada remaja laki-laki itu" kata Po....
... Yang ia maksud adalah Bloom kekasih dari Rumy....
... Penasaran....
..."Siapa Nawa sebenarnya?" tanya Po....
..."Apa dia juga bisa menghilang sama seperti Bloom itu?" tanya Po....
... Bloom seseorang yang ia kenal lebih lama meski tidak pernah dekat sebagai teman atau sebagai pacar terus membayangi diri tentang dimana keberadaannya saat ini setelah dikabarkan menghilang dan belum juga kembali....
... Po menjadi takut sudah tentu apakah akan melanjutkan hubungan ini. Disisi lain dia masih mencintai Nawa dan disisi lain juga ia melihat akan berbahaya jika relasi ini tetap dilanjutkan....
... Nawa yang sulit sekali untuk menemui Rumy mencoba menghubungi Dashie barangkali dia tahu alasan mengapa Rumy sulit dihubungi apalagi ditemui olehnya saat ini....
..."Kak Dashie" kata Nawa....
... Po menyuruh teman-temannya untuk menghentikan pembicaraan mereka dan lebih fokus untuk mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Nawa setelah mendengar nama Dashie diucapkan oleh kekasihnya....
..."Dengarkan sebentar" kata Po....
... Suara Nawa terdengar sedang mengobrol dengan Dashie sedang memohon agar rasa penasarannya terhadap Rumy bisa teratasi....
... Memohon....
..."Ayolah. Kak" kata Nawa....
..."Katakan padaku apa alasannya?" tanya Nawa....
... Dashie belum ingin memberitahu apa yang terjadi kepada Rumy sebenarnya kepada remaja laki laki ini....
... Sikap yang tidak biasa jauh lebih informal ketika berbicara dengan Dashie, itu yang terdengar dari isi percakapan mereka....
..."Begitu. Ok" kata Nawa....
..."Aku sayang kakak" kata Nawa....
... Nawa menatap ke arah Po dan teman-teman satu gengnya....
... Po dan teman-temannya kembali dengan sikap mereka yang pura-pura tidak mendengar apa yang dibicarakan oleh Nawa bersama dengan Dashie....
... Melanjutkan menghabiskan makanan diatas meja yang sebentar lagi akan habis....
... Dari raut wajahnya yang sebelumnya ceria kini kembali dengan ekspresi dingin tanpa emosi. Nawa....
..."Dia kembali dengan wajah aslinya" kata Yellow....
..."Dia menakutkan sekali. Kau yakin tidak apa-apa terus bersama dengannya?" tanya Jeje....
... Sadar....
..."Kita tidak bisa berbuat banyak. She's loving him" kata Yellow....
..."Cinta membutakan segalanya" kata Jeje....
... Nawa sudah selesai menghabiskan menu makanan miliknya lalu pergi untuk menaruh tempat makan ketempat mencuci piring menaruhnya bersama piring-piring yang lain....
... Nawa mencuci kedua tangannya....
... Mengeringkan dengan tisu yang ia bawa sendiri dari saku celana sebelah kanan lalu pergi menuju ke salah satu meja kantin....
... Dia menuju ke arah Po gadis yang tidak percaya pacarnya akan mengajaknya bicara lagi setelah kejadian tadi....
... Menatap Po tanpa emosi di wajah dingin tetap milik Nawa....
..."Sepulang sekolah ikut dengan ku" kata Nawa....
..."Dimana … " kata Po....
... Belum sempat untuk bertanya lalu Nawa pergi begitu saja meninggalkan Po....
... Nawa pergi....
... Wajah kesal itu tetap milik Po dengan jemari tangan kanan mengepal menunjukkan rasa kesal terhadap orang yang bersikap seenaknya sendiri terhadapnya....
..."Kau akan setuju dengan rencananya?" tanya Yellow....
..."Pergi saja bersama kami" kata Jeje....
..."Ada film baru di bioskop perdana tayang sore ini" kata Yellow....
..."Aku akan ikut dengannya" kata Po....
... Tak ada lagi usaha yang bisa dilakukan oleh kedua sahabatnya itu untuk menyelamatkan sahabatnya dari hubungan toxic yang jelas-jelas akan menghancurkan psikis sahabatnya ini....
... Yellow menghubungi nomor telepon seseorang yang ia kenal dari salah satu siswi sekolah sebelah tempat mereka bersekolah saat ini....
..."Soft" kata Yellow....
..."Ya. Ada apa tumben sekali kau menghubungiku" kata Soft....
..."Apa kau mengenal seseorang yang bernama Rumy?" tanya Yellow....
..."Rumy?" tanya balik Soft....
... Hening sejenak didalam obrolan....
..."Ada apa memangnya?" tanya Soft....
..."Aku ingin tahu seberapa hebat gadis itu" kata Yellow....
..."Gadis bodoh itu" kata Soft....
... Bel masuk terdengar oleh para siswa dan siswi yang ada disana termasuk juga dengan Po dan anggota gengnya....
... Obrolan berakhir....
... Di rumah sakit....
... Ved tidak begitu penasaran dengan apa yang akan mereka bicarakan....
... Dia sedang sibuk sendiri dengan urusan rencana sebuah bisnis pembuatan cafe baru milik Ved sendiri....
... Nawa datang bersama dengan Po kekasihnya sebuah pemandangan yang tidak ingin membuat orang lain salah paham tentang ini....
... Dashie datang....
..."Ved … "...
..."Hai Shie" kata Ved....
... Melihat ke arah ketiga remaja di sisi kanan tempat tidur pasien Ved....
... Agak terasa horor entah mengapa itu yang dirasakan oleh Dashie....
... Dia terlihat santai dengan kondisi yang pasti sudah diketahui olehnya secara sengaja membuat situasi agar semakin memanas....
... Menyapa dengan niat memberi energi di ruangan yang mulai terasa horor....
..."Kau sendiri. Dimana kak Ghazi?" tanya Rumy....
..."Ahhh. Dia sedang bekerja. Ya, dia sedang bekerja" kata Dashie....
..."Bagaimana dengan perkembangan kondisi mu sekarang?" tanya Dashie....
..."Aku. Sejauh ini lebih baik, aku bahkan sudah perlahan bisa melakukan aktivitas secara mandiri" kata Rumy....
..."Benarkah. Aku senang mendengarnya" kata Dashie....
... Entah apa yang baru saja ia lihat dari sorot mata gadis remaja yang masih dengan selang infus di lengan kirinya itu....
... Dia sedang mencerna untuk memahami apa yang baru saja ia lihat....
... ...
__ADS_1