Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 119: Sejak tadi pagi.


__ADS_3

...Chapter 119: Sejak tadi pagi....


... Entah apa yang ada didalam pikiran Hoshie yang sedari tadi memperhatikan gelas yang berisi es krim vanilla coklat dengan warna warni sparkling gula di sebuah gelas cup di tangan....


..."Sampai kapanpun itu tetaplah es krim tidak akan berubah menjadi Dashie" kata Ghazi....


..."Dia memang semanis es krim ini" kata Hoshie....


... Hot tersedak dengan es krim yang ia makan....


... Mengusap bibirnya dengan tisu yang ada diatas meja....


... Dia dengan es krim avocado coklat dalam satu cup dengan volume yang sama seperti yang akan dimakan oleh Hoshie....


... Ghazi yang selalu perhatian....


..."Es krim mu akan meleleh" kata Ghazi....


... Oryn yang mulai emosi dengan tingkah sahabatnya itu....


..."Kau sengaja agar pacar ku terus perhatian padamu?!" kata Oryn....


... Anak yang patuh lalu Hoshie mulai menikmati es krim yang ada dalam genggaman tangan dengan perlahan lembut dalam rasa yang ia dapat mengizinkan benda lembut manis juga dingin hadir dalam mulutnya itu....


..."Makan es krim saja bisa selebay itu" kata Oryn....


..."Kau seperti tidak tahu Hoshie saja. Sudah biarkan saja dia" kata Ghazi....


... Sore hari di sebuah kedai di pinggir jalan yang menjual es krim homemade yang berada dekat ditempat kerja Hoshie....


... Jalanan yang sudah ramai sejak mereka mulai datang disekitar tempat nongkrong anak muda itu....


..."Bagaimana dengan bisnismu?" tanya Hot....


... Sambil menyendok es krim lalu memakannya lagi untuk suapan yang ke tiga kali....


..."Lumayan" jawab Hoshie....


..."Apa alasanmu membuka bisnis bilyard itu?" tanya Hot....


..."Itu karena Dashie suka bermain Biliar" jawab Hoshie....


..."Cinta sudah membutakan segalanya" kata Oryn....


... Hot mengambil es krim milik Ghazi dalam satu suapan untuk mencicipi bagaimana rasa es krim yang dimakan oleh sang kekasih....


... Kembali hatinya sedih ketika melihat realita bahwa orang yang ia sayang masih memiliki seorang pacar padahal pada kenyataannya tidak....


..."Tapi, entahlah. Sepertinya, dia masih mencintai orang itu" kata Hoshie....


... ...


... Rasa optimis untuk Hoshie....


..."Ada apa dengan ekspresi itu?" tanya Ghazi....


..."Aku sungguh tidak percaya" kata Oryn....


... Dia ngambek tapi tidak terlalu ngambek....


..."Terserah kalian saja" kata Hoshie....


... Detik ini dengan sikap yang berbeda memakan es krim dengan intensitas waktu yang berubah lebih cepat dari detik sebelumnya diperhatikan oleh keduanya yang melihat layar notebook....


... Ghazi duduk di sebelah kanan Oryn....


... Ghazi ada di belakang Oryn sedang merangkulnya dari arah belakang dengan tangan kiri ada dibagian leher kekasihnya menangkap dengan lembut memperhatikan hasil dokumentasi gambar bergerak di editan pertamanya di event pameran beberapa hari yang lalu dengan meminta pendapat dari kekasihnya yang sedang merangkulnya sekarang tentang bagian mana yang harus di edit....


..."Aku takut jika akan mengurangi profesional hasil kerjamu" kata Ghazi....


..."Aku masih punya salinan dari pekerjaan ini" kata Oryn....


..."Baiklah. Aku akan melakukannya meski ini terlihat sulit" kata Ghazi....


... Ghazi membantu pekerjaan yang sedang dikerjakan boleh Oryn....


... Sesekali Hoshie melihat kedua sahabatnya yang sedang dibuat sangat sibuk oleh banyak pekerjaan seperti yang biasa ia lihat....


... Hoshie yang baik hati....


..."Kalian tidak butuh bantuan ku?" tanya Hoshie....


..."Sepertinya kau jauh lebih sibuk dari kami. Kami tidak akan mengganggumu" kata Oryn....


... Hoshie yang paham situasi....


..."Bilang saja kau tidak ingin diganggu!" kata Hoshie....


... Oryn Mason berkata jujur kepada Hoshie....


..."Kau tahu itu" kata Oryn....


... Kembali seseorang baru saja menguji kesabaran dari salah satu dari bangsa Blacwhe ini....


... Hoshie kembali memakan es krim dengan menyibukkan diri dengan isi pikirannya sendiri tentang masalah yang dihadapi....


... Melihat ke arah Ghazi dan Oryn....


... Oryn sesekali menyuapi es krim yang merupakan milik kekasihnya itu sambil memeriksa hasil pengeditan gambar bergerak di layar notebook....


... Ghazi dan Oryn terlihat seperti tak bisa dipisahkan menjadikan Hoshie mengingat akan suatu hal yang secara tidak sengaja didengar olehnya tentang sedikit ketidaksetujuan kakak laki-lakinya tentang kisah asmara mereka yang terlalu dekat seperti tak pernah ada pertengkaran diantara keduanya membuat kakak laki-lakinya khawatir jikalau suatu hari nanti bisa saja terjadi pertengkaran dalam hubungan percintaan mereka akan bagaimana reaksi yang ditimbulkan lebih dari ledakan ledakan pertengkaran yang biasa terjadi di antara dirinya dengan Dashie meski mereka belum menjadi sepasang kekasih saja sudah sering bertengkar lalu sahabatan lagi saja sudah membuat orang lain lelah untuk melihat perkembangan hubungan pertemanan antara Dashie dan dirinya....


..."Apa yang dikatakan oleh Xie ada benarnya juga" kata Hoshie....


... Hoshie tersedak tiba-tiba ketika baru saja akan makan es krim lagi....


..."Kau akan baik-baik saja. Kami tidak perlu membantumu" kata Ghazi....

__ADS_1


... Kini Hoshie melihat salah sisi dari sahabat perempuannya itu....


..."Kalian tak bisa terpisahkan" kata Hoshie....


... Hoshie menyesuaikan diri duduk lebih tenang dan patuh untuk melanjutkan makan es krim lagi setelah tersedak makan es krim diatas meja....


... Dia setelah menerima pesan dari Xie yang bisa dibilang sebuah pesan aneh yang ia dapat tadi malam....


..."Aku dalam bahaya. Tolong aku!" ...


... Dia dengan mengirim pesan seperti itu beserta alamat dimana lokasi persis ia membutuhkan pertolongan dari orang lain....


..."Dia juga tadi malam menanyakan hal-hal yang kurasa bukanlah seorang Xie yang biasa ku kenal" kata Hoshie....


..."Tapi, setelah kutanyakan pesan itu. Dia bilang sudah baik-baik saja hanya sebuah kecelakaan lalu lintas kecil" kata Hoshie....


... Ghazi melihat sahabatnya yang sedang melamun lalu menegur....


..."Kau melamun lagi?" tanya Ghazi....


... Tanpa penolakan akan dugaan dari pertanyaan Ghazi....


..."Ya" jawab Hoshie....


... Hoshie kembali dengan makan es krim dengan lebih fokus....


... Ghazi kembali membantu pekerjaan Oryn menunjuk dengan jari telunjuk ke arah layar notebook beberapa bagian yang sepertinya perlu di edit....


..."Bagaimana kalau bagian ini?" tanya Ghazi....


..."Coba kita lihat" kata Oryn....


... Ditempat kerja Dashie....


... Xie sudah menunggu diluar gedung tempat adiknya bekerja....


... Dia ada diluar mobil dengan setelan kemeja hitam berlengan panjang dengan dasi satin berwarna abu-abu dan celana formal berwarna abu-abu dengan pengingat waktu jam tangan cokelat ada di pergelangan tangan sebelah kanan serta sepatu kantor hitam yang dipakai oleh pria berambut abu-abu ini mendekat berjalan ke arah adiknya yang baru saja keluar dari pintu masuk gedung....


... Dashie senang dengan ekspresi ini menyapa kakaknya yang terlihat datang menjemputnya sepulang kerja....


... Senyum karamel ada di raut wajah adiknya....


..."Kakak!" panggil Dashie....


... Pria ini langsung menarik tangan adiknya untuk segera ikut kemana ia pergi tanpa membuat rasa sakit di pergelangan tangan Dashie....


... Belum mengetahui maksud dari tindakan kakak laki-lakinya ini....


..."Kita akan pergi kemana?" tanya Dashie....


..."Sesuai rencana kita akan makan malam bersama Ghazi" kata Xie....


... Xie sudah membukakan pintu mobil untuk Dashie bersiap untuk pergi ke tempat kakak perempuannya berada sekarang....


... Pintu mobil di sebelah kanan kemudi ditutup lalu Xie pergi menuju pintu mobil bagian kursi kemudi....


... Dashie sedang memakai sabuk pengaman....


... Melihat kakaknya....


..."Dimana mobilmu yang hitam itu?" tanya Dashie....


..."Ada dibengkel" jawab Xie....


... Mengingat kondisi mobil kakaknya kemarin....


..."Seingatku kemarin baik-baik saja" kata Xie....


... Melihat wajah kakaknya yang masih dengan beberapa perban coklat dibagian bawah dagu....


... Dia dengan rasa khawatirnya....


..."Dia berkelahi dengan seseorang atau baru saja mengalami kecelakaan" kata Dashie....


... Adiknya memberanikan diri untuk bertanya kepada kakaknya tentang kondisinya saat ini....


..."Ada perban dibawah dagu mu. Apa telah terjadi sesuatu?" tanya Dashie....


..."Kau sudah menanyakan ini untuk yang kelima kalinya" kata Xie....


..."Kau selalu jawab tidak apa-apa tapi aku tidak percaya itu" kata Dashie....


..."Kalian berdua terlalu berlebihan ini hanya kecelakaan lalu lintas biasa. Sudah tidak ada yang lain" kata Xie....


... Dengan masih perhatian kepada kakaknya itu....


..."Aku harap juga begitu tapi apa seharusnya kita pergi ke dokter untuk memeriksa kondisi kesehatanmu setelah mengalami kecelakaan" kata Dashie....


... Dia tertawa melihat sikap manis adiknya lagi....


..."Kau tidak perlu khawatir ini hanya luka gores biasa" kata Xie....


... Dashie tidak melihat Nora ada di tempat kerja karena bengkel tempatnya bekerja masih dalam kondisi diliburkan untuk sementara waktu....


... Memberi waktu untuknya menanyakan tentang seseorang yang merupakan pacar dari kakak laki-lakinya yang sedari kemarin tidak membicarakan sama sekali bagaimana kondisi pacarnya yang telah melewati hari buruk bersama rekan kerja yang saat ini masih dirawat dirumah sakit....


..."Ada kismis di totebag itu" kata Xie....


... Dia mengarahkan Dashie untuk mengambil buah kismis diatas bagian depan mobil lemari penyimpan beberapa barang pribadi milik Xie....


... Dia mengambil salah satu totebag berwarna merah muda dari empat totebag yang sama....


..."Kau beli ini banyak sekali" kata Dashie....


..."Dua untuk adikku dan selebihnya untuk pacarku" kata Xie....


... Dashie jadi senyum senyum sendiri mendengar seseorang baru kali ini memanggil nama pacarnya dengan pacarku berbeda dengan kebiasaan di pacar-pacar sebelumnya....

__ADS_1


... Xie menyadari adiknya sedang senyum senyum sendiri ketika ia memanggil pacarnya dengan sebutan pacarku....


..."Apa itu terdengar asing untukmu?" tanya Xie....


... Penuh semangat....


..."Tentu. Ini adalah sesuatu yang langka bagiku" kata Dashie....


..."Kau bersemangat sekali" kata Xie....


..."Ini suatu perkembangan yang bagus. Eh, upss. Sorry" kata Dashie....


... Melihat Xie secara diam-diam untuk memastikan bahwa kakaknya tidak marah....


..."Kau tak perlu takut dimarahi olehku. Seperti bicara dengan orang lain saja" kata Xie....


... Dashie dengan perasaan yang lega mendengar pernyataan langsung dari kakak laki-lakinya itu....


... Dashie menikmati kismis dari dalam totebag berwarna merah muda yang dibelikan oleh kakaknya itu....


... Satu dua tiga buah kismis yang manis dimakan oleh Dashie....


... Padahal dalam hati dan pikiran Xie sedang menjaga diri agar tidak terlihat ketakutan ketika bersama dengan adiknya yang saat ini bersikap manis sangat berbeda berbanding terbalik dengan adiknya yang ia lihat tadi malam....


... Xie melirik sedikit ke arah Dashie lagi yang sedang memakan buah kismis....


..."Kau suka?" tanya Xie....


..."Suka. Ini manis" kata Dashie....


..."Terimakasih Kakak" kata Dashie....


... Xie sedang menerima lagi sikap manis dari adik perempuannya itu....


..."Ada apa denganmu. Kau seperti menahan rasa takut?" tanya Dashie....


..."Tidak. Biasa saja" kata Xie....


... Hanya menebak....


..."Tidak. Kau jelas jelas sedang menyembunyikan sesuatu" kata Dashie....


... Mengelak dari sangkaan adiknya itu....


..."Tidak. Dashie ku" kata Xie....


... Tertawa kecil dengan menutup mulutnya dengan tangan kanan setelah memakan kismis....


..."Santai saja. Aku hanya bercanda" kata Dashie....


... Bagi Dashie itu hanya bercanda tapi tidak untuk Xie yang sedang menjalani rasa takut jikalau adiknya yang berubah lebih galak dari yang ia tahu bahkan sampai tidak bisa mengenali kakaknya sendiri....


... Perjalanan menuju ketempat dimana Ghazi berada tinggal sepuluh menit lagi dari peta elektronik yang berfungsi secara online terlihat di layar ponsel Xie yang dipasang di dekat kemudi mobil ke arah lebih kekanan lagi dari bagian kemudi....


..."Kau akan berkencan dengan Nora?" tanya Dashie....


..."Dia sedang sibuk" kata Xie....


..."Kau juga" kata Dashie....


..."Ini ku luangkan waktu untuk bertemu tapi dia tidak bisa" kata Xie....


... Mengambil waktu kesempatan untuk menanyakan hal yang membuat isi pikirannya menjadi sedikit terganggu....


..."Tadi malam kau tidak mendengar sesuatu kan?" tanya Xie....


... Dia sedang mempersiapkan kalimat yang harus ditanyakan kepada adiknya mengenai kejadian semalam dalam pertarungan melawan makhluk yang belum diketahui siapa yang dilawan oleh Dashie....


... Merangkai kata yang pas lagi untuk ditanyakan kepada Dashie....


... Melihat ke arah kakaknya yang sedang mengendalikan kemudi mobil....


..."Semalam kau tidak mendengar apapun disekitar kos kosan mu?" tanya Xie....


..."Mendengar sesuatu?" tanya Dashie....


... Mengingat kembali ingatan....


..."Aku tidur langsung setelah terbangun dan menerima telepon dari kakak" kata Dashie....


..."Benarkah. Coba kau ingat lagi, barang kali kau lupa sesuatu" kata Xie....


... Mengingat kembali lalu berkata apa yang ia ingat....


..."Sungguh tidak terjadi apa-apa kan. Aku benar-benar tidak mendengar hal-hal aneh telah terjadi tadi malam" kata Dashie....


..."Juga tidak ada hal aneh disekitar tempat tinggal ku sekarang semua tampak berjalan normal" kata Dashie....


... Xie menyentuh kepala adiknya dengan tangan kanannya sebentar....


..."Sudahlah. Jangan terlalu dipikirkan" kata Xie....


... Dia melakukan ini agar tidak membuat khawatir dengan apa yang barusan ia tanyakan....


..."Ok" kata Dashie....


... Berbalik melihat ke luar mobil yang masih bergerak dengan kecepatan sedang sambil memakan kismis satu persatu....


... Dashie dengan jalan pikirannya sendiri tanpa berkata kepada Xie....


..."Dia terlihat lebih mencurigakan dengan semua perhatian ini" kata Dashie....


... Xie harus merasa khawatir berlebih karena bodyguard Ghazi yang tadi malam datang belum juga ditemukan hingga sore ini. Kabar ini ia dapat secara langsung dari salah satu kelima bodyguard yang ditugaskan untuk menjaga dua adik kembarnya baik itu pengawalan secara terbuka ataupun tersembunyi....


..."Bagaimana aku tidak khawatir jika mereka saja tidak mengenali siapa mereka sendiri" kata Xie....


... Ghazi yang belum mendapatkan kabar dari salah satu bodyguard pribadinya yang belum juga datang menjalankan tugas sebagai pengawal sedari pagi tadi juga tentu memiliki rasa khawatir dengan kondisi salah satu karyawan Ayahnya tersebut. Bukan tanpa alasan melainkan ia juga tahu siapa saja orang-orang yang mungkin saja bermain dengan cara mengambil jalur belakang menyusup dengan cerdik berada menjadi diantara orang orang terdekat....

__ADS_1


..."Apa aku yang terlalu berpikir negatif?" tanya Ghazi....


... Ghazi yang menutupi kondisi dirinya dari semua orang yang ia jumpai sejak tadi pagi hingga sekarang....


__ADS_2