
...Chapter 187: Tidak rela....
... Ayahnya Hoshie bersama Sekretaris sekaligus Asisten pribadinya datang menghampiri Shawn yang sedang bersama dengan Dashie....
... Menyapa untuk kali pertama....
... Di dalam pikiran Ayahnya Hoshie ketika melihat Dashie....
..."Bukankah ini" kata pria dengan setelan tuksedo hitam bergaris krem tipis....
... Beberapa detik....
... Melirik ke arah putranya yang sedang berusaha bersembunyi jika dia berhadapan dengan dirinya....
... Shawn melihat ke arah kemana salah satu investor di perusahaan tempatnya bekerja lihat....
... Melihat ke arah lawan bicaranya lagi....
..."Bukankah ini Putra dari Presdir Erick?" tanya Ayahnya Hoshie....
..."Benar. Saya putra dari Presdir Erick" kata Shawn....
... Memberi jeda empat dua detik....
... Menjabat tangan Ayahnya Hoshie....
..." … bukankah ini Presdir Hartley. Senang bertemu dengan Anda" kata Shawn....
... Jabatan tangan disambut oleh Ayahnya Hoshie....
... Selesai berjabat tangan....
... Melihat ke arah lain tapi dia tidak menemukan seseorang....
... Berusaha sebisa mungkin bersikap humble....
..."Saya dengar Anda kemari bersama putra Anda. Saya belum melihatnya" kata Shawn....
... Menunjuk ke arah Hoshie....
..."Dia disana" kata Presdir Hartley....
... Berbalik ke arah dua orang yang sedang mengobrol ini....
... Dashie sejak tadi sedang berusaha dalam mode tenang dan tidak berlebih dalam bersikap lebih tepatnya dengan debar jantung yang belum tertata dengan rapi....
... Bicara lirih....
... Berbisik kepada Fable....
..."Kau bisa menolongku?" tanya Hoshie....
..."Untuk apa. Kebiasaan" jawab Fable....
... Hoshie pergi berjalan ketika Ayahnya memberikan kode untuknya mendekat ke arah mereka....
... Fable perlahan seperti agen rahasia pergi meninggalkan begitu saja seseorang dengan misinya sendiri dan dia dengan tugas yang diemban segera harus diselesaikan dengan cepat....
... Tidak disangka dengan sikapnya yang terkenal tidak suka mengajak ngobrol dengan orang yang baru dikenal dengan mudah dan seramah yang terlihat sekarang....
..."Kau Dashie kan?" tanya Presdir Hartley....
... Mode anak baik....
... Mengangguk dengan senyum manisnya itu....
... Bicara mengarah ke arah Dashie dan Hoshie....
..."Ku dengar kalian satu universitas dan satu jurusan sekaligus satu kelas" kata Presdir Hartley....
... Terdengar seperti seseorang yang sangat diperhatikan oleh Ayahnya bahkan sampai sedetail ini tapi ada rasa deg-degan di dalam diri....
... Terutama bagi seorang Dashie yang berpikir kemana-mana ketika mendapatkan sapaan ramah ini....
... Shawn dengan keramahan yang biasa Dashie lihat dalam obrolan ini ketika berbincang dengan Presdir Hartley....
... Hoshie terlihat lebih dari mode anak baik yang ditunjukkan oleh Dashie yang terlihat masih dalam circle bisnis ini....
..."Aku ingin lari dari tempat ini" kata Hoshie....
... Dan Dashie seakan baru saja mendengar apa yang dikatakan oleh seseorang yang jelas tanpa samar-samar terdengar berada didekatnya sedang menatapnya dengan sedikit perasaan sedikit tertekan....
..."Kenapa dia bicara seperti itu?" tanya Dashie....
..."Ternyata dia tipe anak rumahan jika bersama dengan Ayahnya itu" kata Dashie....
... Menegur putranya....
... Presdir Hartley menunjuk ke arah Dashie....
..."Bukankah kau selalu bercerita tentang Nona Dashie. Kapan-kapan kau ajak berkunjung ke rumah" kata Presdir Hartley....
... Mengangguk patuh....
..."Ya. Segera kulakukan" kata Hoshie....
... Beberapa menit kemudian Presdir Hartley melanjutkan untuk berbincang kepada para koleganya yang lain yang juga datang di acara tersebut....
... Melihat Ayahnya yang pergi bersama sekretaris pribadinya itu....
... Berpikir ulang sekali lagi....
..."Kenapa dia sampai tahu tentang gadis yang ku suka ini?" tanya Hoshie....
..."Woahhh. Dia juga sampai sedetail ini memperhatikan putranya" kata Hoshie....
... Shawn dan Dashie yang masih ada didekatnya ini....
..."Kau juga kemari?" tanya Dashie....
... Menatap kedua lawan bicaranya itu....
..."Iseng" jawab Hoshie....
... ...
..."Ya. Aku hanya iseng saja" kata Hoshie....
... Shawn dengan pekerjaan yang masih harus diselesaikan memberikan kesempatan untuk seseorang saling mengobrol lagi seperti yang pernah ia lihat sebelumnya dari pertemuan ini....
..."Kakak harus pergi dulu. Kalian bisa mengobrol" kata Shawn....
..."Ya" jawab Dashie....
... Dia pergi dengan aktivitas kegiatan bisnis yang sedang dia kerjakan....
... Beberapa menit kemudian datang dua orang yang tidak diduga ada disana lalu Hoshie menarik Dashie menjauh dari keduanya....
..."Apa lagi?" tanya Dashie....
..."Ikut aku!" perintah Hoshie....
... Keduanya yang terlihat tidak akrab sebelumnya kini terlihat akrab setelah pertemuan mereka di dalam sebuah insiden penyerangan yang mereka alami beberapa hari yang lalu....
... Dashie yang belum mau patuh ketika diajak menjauh sedikit dari area tadi ia berbincang dengan kolega bisnis Shawn....
..."Patuh atau … " kata Hoshie....
__ADS_1
... Tidak mau patuh....
..."Atau apa?" tanya Dashie....
... Helaan nafas pendek....
..."Terserahlah. Lihat saja!" kata Hoshie....
... Dia menunjuk ke arah Rumy yang menghadiri pameran sore ini bersama Ved....
... Dashie melihat keduanya yang terlihat cukup akrab....
..."Biarkan sahabatmu berinteraksi dengan wanita" kata Hoshie....
... Langsung patuh....
..."Ya" kata Dashie....
... Nada lirih tapi terdengar berharap....
... Menatap ke arah sisi kanan gadis yang dia sayang dengan tatapan manis....
..."Ayo kita manfaatkan waktu ini untuk kita bersama" kata Hoshie....
... Dia melihat keduanya dari sisi kiri Hoshie....
..."Lepaskan tanganku" kata Dashie....
..."Tidak mau" kata Hoshie....
... Menatap wajah Hoshie....
..."Lepas!" perintah Dashie....
... Hoshie melepas tangan kanan Dashie setelah itu berjalan pergi ke arah lain tidak lagi memperhatikan dua orang yang tidak biasa itu....
... Hoshie senang lalu mengikuti kemana Dashie pergi....
... Dia berhasil lagi meraih tangan kiri Dashie....
..."Banyak orang yang melihatnya" kata Dashie....
..."Biarkan saja. Hanya beberapa orang yang mengenalku" kata Hoshie....
..."Lepaskan. Kau bukan pacarku" kata Dashie....
..."Tidak mau" kata Hoshie....
..."Lepaskan" kata Dashie....
..."Tidak mau" kata Hoshie....
... Dashie menggigit bahu sebelah kanan Hoshie....
..."Arghh!" ...
... Dia jelas kesakitan....
... Tangannya melepas tangan Dashie segera....
... Dashie kembali menjauh dari dekat Hoshie lagi tapi permainan kejar-kejaran masih tetap terus berlanjut....
... Nawa bersama dengan dua teman satu sekolahnya....
... Melihat keduanya sudah seperti sepasang kekasih tapi tidak juga....
... Melirik ke arah Jeje....
..."Meragukan. Benarkan?" tanya Yellow....
... Nawa yang tidak memberikan dukungan positif....
..."Couple?. The best?. Kalian tidak pernah melihat mereka bertengkar, bumi seakan akan hancur dibuat mereka" kata Nawa....
... Meninggalkan keduanya untuk melihat hasil karya lain di pameran yang mereka kunjungi....
... Dua orang teman sekolahnya pergi mengikuti Nawa yang lebih dulu menjelajahi lagi ruang pameran....
... Dia ingin cinta seperti apa ketika cinta yang dia harapkan selama ini telah menjadi milik orang lain....
... Apakah bisa satu kesempatan hanya untuknya yang melihat keduanya sedang bersama di depan kedua matanya lagi....
..."Berapa lama aku menunggunya lagi?" tanya Nawa....
..."Apa yang salah denganku?" tanya Nawa....
..."Apa aku memang tidak ditakdirkan ada di bagian kisah hidup gadis itu?" tanya Nawa....
... Dia yang heran dengan siapa yang diperhatikan oleh temannya yang super dingin disekolah bisa berubah menjadi melankolis seperti ini....
... Yellow. ...
... Dia tidak tahu siapa yang menjadi orang yang dia sayang selama ini tapi terdapat banyak pilihan di sana dengan mereka dan pasangan masing-masing sulit ditebak siapa yang disukai oleh Nawa....
... Dia yang langsung tanggap dengan banyak gadis cantik disekitar mereka....
... Menunjuk ke segala arah dengan banyaknya gadis-gadis yang seumuran dengannya untuk memilih salah satu dari mereka....
..."Semuanya baik, cari saja sesuai apa yang kau butuhkan bukan yang kau inginkan" kata Yellow....
..."Hey, boy. Kau pilih saja diantara mereka" kata Yellow....
... Setelah mengatakan itu dia kabur begitu saja bersama dengan Jeje yang sudah pergi dengan perjalanan yang belum berakhir di beberapa banyak lagi produk elektronik yang masih harus didatangi. ...
... Memikirkan apa yang dikatakan oleh salah satu teman sekolahnya itu....
... Wajah pucat serta dinginnya itu....
..."Aku suka isi pikiranmu" kata Nawa....
... Remaja laki-laki ini memilih arah yang berbeda agar tidak berpapasan dengan seseorang yang selama ini menjadi salah satu bagian yang perlu dilupakan didalam isi kepalanya....
... Bergerak mencari jalan lain dari area pameran....
..."Penulis takdirku. Kenapa aku dipertemukan dengan orang seperti dia?" tanya Nawa....
..."Terlalu lama melihatnya semakin membuatku mengeluh setiap detiknya" kata Nawa....
... Entah ditolak atau tidak sama saja dengan apa reaksi yang diperlihatkan oleh remaja laki-laki ini oleh gadis yang dia suka selama ini dengan melihat kenyataan dia belum membuka hatinya untuknya....
... Tatapan mata yang tersembunyi di antara banyak orang tapi pasti itu untuk Nawa seorang....
... Nawa yang bereaksi dengan isi hati dari gadis yang dia suka yang berbicara kepada dirinya....
..."Entah roh apa yang membuat diriku jadi suka padanya" kata Nawa. ...
... Dashie dan Hoshie....
... Mereka terlihat akur kembali menikmati acara bergabung dengan para pengunjung yang lain....
... Hoshie melihat ada seseorang yang sepertinya sedang mendekat ke arahnya dan itu adalah Aka....
..."Untuk apa dia berjalan ke arahku" kata Dashie....
... Hoshie sedang memerankan perannya sebagai Si Pelindung....
... Dia dengan persiapan menguatkan mental dan raga barangkali peristiwa di tempo hari terjadi lagi tentu itu sangat memalukan mengingat siapa saja yang datang dalam acara ini....
__ADS_1
... Tubuh tegak dengan tangan bersiap akan datangnya hal marabahaya....
..."Kita bertemu lagi. Dashie" kata Aka....
... Dia agak ragu untuk menjawab sapaan dari gadis seusia dengannya itu....
..."Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Dashie....
... Shawn datang....
..."Dashie. Kau bisa bantu aku sebentar" kata Shawn....
..."Sorry. Tapi, dia sudah menjadi bagian dari acara ini. Kita tidak bisa mengubahnya" kata Shawn....
... Dia membawa pergi Dashie tanpa mempedulikan bahwa ada Hoshie disana yang juga memiliki bisnis dengan gadis yang ia bawa pergi itu untuk urusan bisnis yang sedang ia kerjakan....
... Disana tinggal ada Aka dan Hoshie yang terlihat saling melihat sebagai dua pasang mata yang pernah memiliki sebuah bisnis yang sama didalam urusan yang bisa dilihat telah berakhir....
..."Kau butuh bantuan ku?" tanya Hoshie....
..."Takkan pernah" kata Aka....
... Membela diri....
..."Tapi, kau tetap suka denganku kan?" tanya Hoshie....
..."Never again" jawab Aka....
..."Lagi juga nggak apa-apa" kata Hoshie....
... Dashie dan Shawn....
... Entah bagaimana detail keduanya pernah bertengkar akibat suatu masalah akan tetapi untuk saat ini yang bisa dilakukan oleh pria di sebelahnya itu adalah menjaga seseorang yang sudah seharusnya dilindungi terlepas dari masalah yang terjadi diantara ketiga orang yang baru saja bertemu tadi disaksikan secara langsung oleh Shawn....
..."Kau sudah bisa melepas tanganku" kata Dashie....
... Melepas tangan Dashie....
..."Oh. Sorry" kata Shawn....
... Pukul sembilan malam....
... Dia sudah berdiri disana selama satu jam lebih....
... Lelah, tidak. Itulah yang dia nikmati dalam momen ini tidak tahu apa isi hatinya seseorang sedang berada di sisinya sejak sepuluh menit disana menunggu hingga sampai kapan akan berakhir wajah sedih itu hilang dari sifatnya yang biasa dia lihat selalu ngeselin....
..."Kau sudah berapa lama disini?" tanya Nawa....
..."Mungkin satu jam lebih" jawab Ans....
... Nawa tahu bagi seorang anak perempuan tempat itu sangatlah istimewa tapi apa yang sedang diinginkan oleh teman satu kelasnya itu....
..."Kau tidak masuk ke toko itu?" tanya Nawa....
... Dia hanya menggeleng gelengkan kepalanya dengan mata berbinar menahan tangis....
..."Kau ingin sesuatu. Aku akan membelikannya untukmu" kata Nawa....
... Dia tetap disana dengan ekspresi yang sama....
... Melihat waktu di jam yang ada di pergelangan tangan sebelah kanan sendiri....
..."Bukankah kita bertetangga sekarang. Ayo kita pulang bersama" ajak Nawa....
... Meraih tangan kanan gadis remaja itu tapi tetap saja dia akhirnya menolak....
... Menawarkan bantuan lagi....
..."Jangan seperti ini. Kau membuatku sedih juga" kata Nawa....
..."Astaga. Aku lebih suka jika kau bersikap ngeselin daripada begini" kata Nawa....
... Perhatian lagi....
..."Ayolah" kata Nawa....
... Dia baru menunjuk sebuah benda yang sedari tadi membuatnya sedih....
..."Aku mau itu" kata Ans....
... Nawa akan pergi untuk membelikannya sebuah benda yang diinginkan oleh Ans....
... Menahan tangan kanan teman satu kelasnya itu....
... Dia sedang tertahan....
..."Kenapa lagi. Kau tidak mau?" tanya Nawa....
..."Ya ampun. Terserah kau saja" kata Nawa....
... Lima menit bertambah dan sepuluh menit berlalu hingga pukul sembilan lebih dua puluh delapan menit....
... Seseorang terlihat sambil berlari seperti mencari seseorang yang sedari tadi belum ditemukan setelah selesai pulang kerja....
... Gan datang melihat pemandangan yang sering dia lihat....
... Disana juga ada Nawa yang duduk di kursi sebuah toko permen pusat perbelanjaan dengan jarak toko yang sedang diperhatikan oleh Ans sekitar sepuluh langkah....
... Gan pergi ke toko itu dan membeli apa yang diinginkan oleh teman satu kelasnya itu....
... Nawa bangun dari kursi yang diduduki dengan satu totebag berisi permen berwarna-warni berbagai rasa....
... Gan mendekat dan memberikan apa yang diinginkan oleh gadis di depannya itu....
..."Terima kasih" kata Ans....
... Dia menerima boneka gadis kecil yang bisa bernyanyi diputar langsung ditempat dan dia kembali dengan wajahnya yang ceria....
... Pergi berjalan didepan kedua remaja laki-laki di belakangnya yang lebih memilih tidak mengajak bicara Ans yang sangat senang dengan benda yang baru dia miliki....
... Berbicara lirih....
..."Sungguh aku tadi mau membelikan itu untuknya tapi dia menolak" kata Nawa....
..."Biarkan saja" kata Gan....
..."Aku masih tidak tahu kenapa dia sangat patuh pada mu " kata Nawa....
..."Dia juga mengabari ku sejak empat menit yang lalu bahwa dia ada di tempat ini" kata Gan....
... Jujur....
... Dia sedang membaca dan mencari tahu makna dari peristiwa ini....
... Menyimpulkan tiap bagian yang sudah dilihat dan didengar kemudian memfilternya berkali-kali tetap saja dia belum menemukan jawaban dari teka-teki ini....
..."Awalnya penasaran lalu akhirnya suka beneran" kata Gan....
... Nawa dipaksa oleh keadaan untuk percaya dengan sikap cemburu yang tiba-tiba ada didalam diri ketua kelasnya itu....
... Membela diri....
..."Jika kau mengatakan itu terus lama-kelamaan aku akan jadi pacarnya" kata Nawa....
... Tidak rela....
..."Jangan sampai" kata Gan....
__ADS_1