Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 154: Dia pergi.


__ADS_3

...Chapter 154: Dia pergi....


...Dia tidak tahu harus masih menyimpan rasa benci kepada orang yang baru saja pergi atau apakah ia harus tetap dengan rasa dendam akibat sikap dan tindakannya yang lalu tidak mudah untuk dimaafkan semudah membalikkan telapak tangan....


...Ragu....


...Dia masih lebih banyak menyimpan banyak keraguan segala kata untuk memaafkan jika melihat seseorang juga baru saja kehilangan orang yang ia sayang itu....


...Benar, apa yang dikatakan olehnya dia bisa menertawakan atas kesedihan yang ia terima tapi bukankah ini terasa sangat jahat jika yang ia rasakan juga sama dengan apa yang pernah ia rasakan hingga kini belum juga kenangan sedih itu dengan belum datangnya kembali sosok yang ia maksud....


..."Bisakah kita bertemu lagi?" tanya Rumy....


..."Aku kira dan rasa kau tidak jauh dariku" kata Rumy....


...Dia tertunduk sambil terisak sedih menangis merindukan atau lebih bisa dikatakan merasa kehilangan secara berulang-ulang semakin menyayat hati....


..."Kembalilah. Kapan kau akan hadir di depanku lagi?" tanya Rumy....


...Menutup matanya yang menangis dengan pergelangan tangan kanannya itu terlihat gelang yang masih dipakai sebuah gelang yang dibuat oleh Bloom sendiri yang terbuat dari manik kerang dan kristal putih indah melingkar di pergelangan tangan....


...Menghapus air matanya yang jatuh di kedua pipinya lagi untuk yang ketiga kalinya....


...Nawa kembali menyaksikan hal yang tidak ia duga dengan suara tangis yang ia dengar dari seseorang yang ia sayang....


...Ketua kelas yang menegur Nawa....


..."Kau sedang lihat apa?" tanya Gan....


...Dari balik dinding pembatas rooftop gedung sebrang sekolah tak ada satupun orang terlihat tapi tidak dengan Nawa yang bisa melihat seseorang sedang bersembunyi menangis dibalik dinding kokoh di gedung seberang sekolahnya....


...Kembali dengan latihan peran bersama yang lain....


...Sebuah sofa panjang berwarna kaki ada disana lalu Rumy duduk bersandar di kursi yang ada disekitar rooftop gedung sekolah....


...Dia segera dengan cepat lagi menghapus semua air matanya jangan sampai orang lain melihatnya dalam kondisi seperti ini....


...Menutup mata sejenak untuk merasakan segala aktivitas yang ia dengar....


...Empat menit berselang waktu sudah berlalu lalu membuka mata tertunduk dengan tangan memegang kedua lutut mengikat melingkar dengan kedua tangan gadis dengan celana olahraga panjang ini merasakan gelagat aneh disekitar tempat ia berada sekarang tanpa siapapun disana selain dirinya....


...Dia merasakan sebuah getaran cukup kuat kian mendekat seakan seperti getaran gempa dengan tingkat goncangan lumayan menggoyahkan kestabilan diri....


...Cepat bangun dari tempat itu melihat ke arah bawah gedung....


..."Mereka tidak merasakan ini?" tanya Rumy....


...Getaran seperti gempa yang semakin kuat terasa di sekitarnya saat ini tapi tidak dengan mereka yang ada di bawah sana tanpa menerima apapun yang dia rasakan melakukan aktivitas tanpa sebuah gangguan....


..."Aku sudah gila atau ini efek dari jalan hidupku" kata Rumy....


..."Tidak. Tidak, aku masih waras" kata Rumy....


...Melihat ke sisi lain seberang gedung sekolah dengan masih adanya Nawa dan teman-temannya yang masih berada ditempat yang sama....


...Hening....


...Hanya terdengar suara angin samar terdengar suara para siswa mengisi ruang luas di sekitar Rumy....


...Getaran seperti gempa itu berhenti tiba-tiba....


...Benar-benar berhenti....


...Hening....


...Rumy meningkatkan kewaspadaan di sekitarnya....


...Seseorang berteriak keras menggema tak berwujud....


..."Apa aku terkena skizofrenia?" tanya Rumy....


..."Seingatku hasil pemeriksaan kemarin, aku baik-baik saja" kata Rumy....


..."Lalu?" tanya Rumy....


..."Apa barusan?" tanya Rumy....


..."Percaya bahwa ada dunia lain selain dunia ini?" tanya Rumy....


..."Hey, sadarlah. Kau bukan ahli metafisika" kata Rumy...


...Satu teriakan terdengar lagi....


...Terdiam kembali....


...Tetap waspada dengan lingkungan sekitar melihat ke segala arah....


...Getaran gempa terasa lagi semakin kuat dari sebelumnya ia rasakan....


...Dia tetap pada posisi yang sama melihat kembali di bawah gedung dengan semua siswa yang terlihat tanpa sebuah gangguan akibat apa yang ia rasakan....


...Hening....


...Suara angin datang dari berbagai arah....


...Hening kembali....


..."Aku melihatnya" kata Rumy....


...Dia mengambil langkah pelan tanpa suara....


..."Aku melihatnya lagi" kata Rumy....


...Semakin bergerak dengan tujuan menuju anak tangga....


...Darah jatuh kembali dari atas perlahan mengikuti arah kemana gadis ini pergi....


...Langkah kaki berhenti dan darah darah itu berhenti jatuh seketika dimana semakin dekat jarak semakin mengejar mendekat disetiap langkah yang diambil oleh remaja putri ini....


...Rumy melangkah lagi....


...Darah itu jatuh kembali dari atasnya....


...Mendongak ke atas....

__ADS_1


..."Tak ada apapun disana" kata Rumy....


...Melihat ke sekitar juga tak ada siapapun selain dirinya sendiri yang berada di atas rooftop gedung sekolah....


...Darah darah itu kembali terjatuh dan kini bau busuk dan amis bertambah kuat tercium di indera penciuman gadis ini....


...Memberanikan diri agar lebih cepat pergi dari atas sana maka semakin banyak juga darah yang jatuh mengejar dimana posisi Rumy yang bergerak cepat akan menuruni anak tangga hingga ia bergerak cepat sedang menuruni anak tangga dan ia masih mendapat kejaran seseorang yang meninggalkan jejak darah dibelakang gadis yang sedang berusaha dengan cepat menuruni anak tangga ini....


...Suara teriakan itu terdengar lagi seperti sedang mengejarnya tanpa ingin berhenti menjadi ketakutan gadis ini dan akhirnya ia terjatuh dari baris anak tangga ke bawah anak tangga yang bersambung lagi untuk barisan anak tangga dibawahnya....


...Melihat ke arah belakang ia baru saja mendengar suara teriakan dengan getaran yang semakin kuat mengguncang....


...Tetap tak ada satupun selain dirinya disana yang terjatuh berusaha untuk bangkit....


..."Dimana darah-darah itu?" tanya Rumy....


...Darah-darah yang ia lihat menghilang secara perlahan hingga ia menyaksikan sendiri darah-darah di dekatnya pergi menghilang menguap di udara dengan asap hitam memutih kemudian....


...Dia yang sudah merasa tidak memiliki waktu segera turun dari anak tangga tidak peduli dengan luka di lutut yang ia dapat yang dia pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya ia bisa keluar dari ruang anak tangga tersebut....


...Menarik nafas dalam-dalam terus menyemangati diri sendiri....


..."Jangan cemas kau akan baik-baik saja" kata Rumy....


...Hening....


...Tak ada suara teriakan dan darah-darah yang jatuh terus mengejarnya lagi....


...Rumy berhasil bangkit dengan luka sakit di lutut sebelah kiri yang membuatnya berjalan sedikit pincang....


...Waktu yang semakin bertambah dengan mengurangi rasa takutnya dengan teriakan yang mulai tak terdengar keras berkurang lagi suara-suara itu di dengar dengan kedua telinganya....


...Dia tidak mau berhenti untuk berjalan cepat keluar dari tempat itu....


...Beberapa langkah untuk melarikan diri dari marah bahaya akhirnya membuahkan hasil....


...Nafas terengah-engah segera pintu dibuka oleh Rumy langsung keluar dari tempat itu dengan suara pintu yang terdorong kuat terdengar dari arah luar pintu yang sudah ada di sana gadis ini berhasil keluar dari sebuah masalah....


...Melihat ke sekitar yang tampak baik-baik saja tanpa melihat, mendengar dan mengalami apa yang baru ia rasakan....


...Tanpa melihat ke arah belakang sama sekali dia tidak ingin melakukan hal itu....


...Dia tidak berhenti sampai di sana kembali berjalan cepat sambil kaki terluka menuju ke ruang kesehatan sekolah....


...Di rumah Ved....


...Dia bersama satu perawat dan ada Jarrel disana....


..."Sorry" kata Ved....


..."Ok" kata Jarrel....


...Ved meminta maaf karena melibatkan perasaan ketika melaksanakan misi saat di kafe dengan menggunakan kisah cintanya ketika berada didekat Dashie dan Hoshie....


...Melihat kenyataan orang yang bersama dengan dirinya kala itu bukanlah Callie yang sebenarnya, dia pemeran pengganti yang diperankan oleh salah satu dari bangsa mereka yang memakai identitas milik Callie yang langsung bisa bersikap dan meniru dengan sangat cepat apa yang diarahkan oleh Ved sebagai atasan mereka....


...Dia berada didekat Jarrel disebelah kiri Ved yang berperan juga sebagai perawatnya kini....


..."Aku hanya ingin tahu dimana dia sekarang?" tanya Jarrel....


...Dia bungkam tanpa sebuah penjelasan apapun....


..."Baiklah. Ini sedikit membuat hatiku terluka" kata Jarrel....


..."Terluka. Ayolah, kau seorang pria" kata Ved....


..."Tapi, aku juga punya hati" kata Jarrel....


...Dia dengan diri Ved yang tidak berubah tetap tidak peka....


..."Kau tidak ingin punya hati?" tanya Ved....


...Dia yang cepat tanggap....


..."Hentikan lelucon ini. Kau tidak pernah bisa melucu" kata Jarrel....


..."Aku pergi" kata Jarrel....


...Dia akan pergi dengan perasaan sedih....


...Ada sesuatu yang tertinggal....


...Dia kembali....


...Kembali di meja yang berisi dokumen lalu membawanya pergi keluar dari ruangan kamar Ved mendapatkan perawatan....


...Ved....


..."Berapa usianya sekarang?" tanya Ved....


...Jarrel....


...Dia membuka pintu masuk depan rumah Ved....


...Pintu dibuka dari dalam lalu seseorang yang baru datang itu menatap kedua mata Jarrel....


...Semua terdiam bukan hanya Jarrel....


...Waktu untuk mereka sangat singkat hanya beberapa detik saja....


..."Owen" panggil Jarrel....


..."Ya" kata Owen....


...Dia dengan buket bunga lavender dan juga sekotak buah segar berry ditangan siap diberikan kepada pemilik rumah yang akan dikunjungi ini....


..."Kau akan ikut bersama ku?" tanya Owen....


...Dia akhirnya sadar akan melakukan apa setelah terdiam melihat kedatangan orang yang sama dengan dua identitas yang berbeda hadir kembali dalam hidupnya....


...Jarrel mempersilahkan Owen masuk kedalam....


..."Silahkan masuk" kata Jarrel....

__ADS_1


...Dia pergi seperti orang yang tidak pernah mengenal Jarrel yang sedang berperan sebagai orang lain....


...Jarrel membiarkan gadis itu menjalankan tugasnya dengan baik begitu juga dengan dirinya yang akan menjalankan misinya selanjutnya pergi menutup pintu masuk rumah lalu pergi....


...Dia dan dirinya yang sendiri....


..."Ada apa denganku?" tanya Jarrel....


...Dia membuka pintu mobilnya lalu masuk dengan cepat di kursi kemudi lalu setelah menyalakan mesin mobil segera pergi meninggalkan halaman rumah Ved....


...Di perjalanan ke tempat kerja....


...Dia melihat dirinya yang seperti ini tak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan....


..."Ternyata sulit menerima bahwa tidak semua yang kita inginkan akan terkabul" kata Jarrel....


..."Sepertinya, aku harus bersiap untuk tidak bisa memilikinya" kata Jarrel....


...Menarik nafas dalam-dalam dengan tetap fokus dengan kemudi mobil....


...Dia dengan wajahnya yang sedikit memerah....


..."Oh, hatiku terasa terluka" kata Jarrel....


...Ponselnya mendapatkan telepon lagi dari seseorang yang dipanggil si putri kerajaan....


...Dia sedang menyetir tidak mungkin meladeni si putri kerajaan yang sedang menelepon dirinya lagi....


...Membiarkan ponselnya terus berdering seperti sebuah lagu yang diputar hampir selesai dalam satu judul lagu sebagai nada dering yang ia pilih....


..."Aku akan baik-baik saja" kata Jarrel....


..."Mengapa hidupku dikelilingi oleh banyak orang cantik" kata Jarrel....


...Dia menunggu si putri kerajaan selesai terus menelpon lalu ia menelpon orang lain....


...Menelpon Dashie....


...Aktif tapi belum diangkat oleh pemilik nomor ponselnya itu....


...Tersambung....


..."Ya. Kenapa?" tanya Dashie....


..."Kau dimana?" tanya Jarrel....


...Suara air laut terdengar dari dalam obrolan....


..."Aku di pantai" kata Jarrel....


..."Kau tidak sibuk?" tanya Dashie....


..."Aku ingin bersantai" jawab Jarrel....


...Terdengar suara anak-anak memanggil namanya dengan keras....


..."Aku tunggu. Kita bicara lagi nanti" kata Dashie....


...Obrolan diakhiri secara sepihak oleh Dashie dan ia harus terima mengingat temannya sedang bekerja....


...Menerima kenyataan hanya dia yang tahu betapa sulitnya untuk menanyakan kabar saja itu sudah sulit tidak mudah menanyakan apa yang sedang ia lakukan saat ini dan apa rencananya dimasa depan semua itu menjadi visi dan misinya sendiri tanpa ingin dibagi kepada siapapun....


...Dia memegang leher kepala bagian belakang dengan tangan kirinya itu....


..."Ini bukan hari liburku tapi sepertinya aku harus healing" kata Jarrel....


...Memegang telinga sebelah kiri setelah mendengar suara keras menusuk telinga amat sakit....


...Dia lalu refleks meminggirkan mobilnya ke dekat sebuah toko perkakas rumah tangga....


...Dari dalam kemudi mobil....


...Mendalam mendengar suara yang ia dengar lagi mencari dimana letak suara itu lalu dalam satu detik mode menghilang sekaligus tak terlihat ia aktifkan kembali....


...Dia berhasil menangkap sebuah radar tentang keberadaan salah satu dari bangsa Blacwhe yang secara terang-terangan mengizinkan dirinya untuk mudah ditemukan....


..."Apa ini sebuah jebakan?" tanya Jarrel....


...Dia belum melanjutkan langkah masih menahan geraknya untuk masuk ke sebuah gedung yang tersisa suara teriakan menggema di dalam sana....


...Makin menghilang dan berhenti....


...Hening....


...Jarrel....


...Seakan menabrak sesuatu di depannya....


..."Ahhh!" kata Jarrel....


...Ujung jarinya melepuh seketika lalu ia menjaga jarak dengan jarak sekitar sepuluh sentimeter....


..."Ini kekuatan bangsa Xoco" kata Jarrel....


..."Syukurlah. Mereka datang" kata Jarrel....


...Ia berada diluar sekolah Rumy berada disaat itu pula salah satu bangsa Blacwhe tidak lagi mengejar Rumy yang bergerak bangun dari peristiwa jatuh akibat menuruni anak tangga....


...Rumy pergi menuruni anak tangga dengan cepat hingga ia bisa dan berhasil menjauh dari apa yang ia duga yang juga membuatnya takut ingin cepat menjauh tak lagi berada dalam kejaran sesuatu itu....


...Sedangkan Jarrel yang tertahan di sana tidak bisa masuk kedalam gedung itu menganggap masalah yang ia dengar sebagai tanda bahaya telah teratasi oleh bantuan dari bangsa lain....


...Melihat jam di pergelangan tangan kanan....


..."Ini masih cukup pagi" kata Jarrel....


..."Masih ada waktu untukku pergi ke pantai" kata Jarrel....


...Memeriksa berapa waktu dinding pelindung yang baru beberapa menit itu dibuat untuk melindungi seluruh bagian sekolah itu akan bertahan....


...Tangannya dengan aura putih keluar dari tangan kanan berada dalam jarak satu sentimeter dari telapak tangannya sendiri....


..."Kemungkinan ini akan bertahan selama enam jam kedepan" kata Jarrel....

__ADS_1


...Pukul sembilan lebih lima puluh menit....


...Dia pergi dari dekat gedung tempat tadi ada Rumy berada di sana....


__ADS_2