Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 83: Dibalik cerita.


__ADS_3

...Chapter 83: Dibalik cerita....


... Pemilik identitas yang memakai raga milik Ren pergi dengan luka yang cukup parah diterima dari perlawanan Rumy....


..."Kau tidak apa-apa?" tanya Rumy....


... Rumy berusaha menyentuh darah yang keluar dari suatu tempat yang berada tepat di depannya mengalir....


... Ved terlihat kembali....


..."Kau bukan hantu?" tanya Rumy....


..."Jangan bercanda" kata Ved....


... Rumy juga mulai pucat dengan darah yang terus keluar dari dalam perut....


... Segera Rumy membantu Ved untuk bisa berdiri lagi memapahnya keluar dari dalam rumah....


... Mengingat kondisi mereka yang sudah tidak berdaya tapi untuk gadis ini lebih memilih untuk mengambil kunci motornya lalu membawa Ved bersama untuk pergi ke rumah sakit atau klinik terdekat untuk menyelamatkan nyawa mereka sendiri....


... Rumy memakaikan helm kepada Ved disusul dirinya juga memakai helm....


... Menyalakan motor....


..."Pegangan yang erat!" kata Rumy....


... Dia bersama dengan Ved pergi untuk mencari dan mendapatkan pertolongan medis....


... Ved terdengar masih bersuara namun hal ini tidak membuat Rumy menjadi lega karena dia belum merasa aman setelah terlepas dari orang yang baru saja menyerang mereka pergi melarikan diri entah kemana tidak menutup kemungkinan penyerangan lain bisa saja terjadi lagi....


..."Kita akan sampai sebentar lagi" kata Rumy....


... Ved mendapatkan banyak luka cukup parah dengan darah yang merembes menempel di baju belakang Rumy luka yang ada di bagian perut juga dada sebelah kanan juga pundak....


... Dari waktu yang mengajak mereka berlari berlari dari kematian yang terus tanpa lelah mengejar kesempatan ini....


... Keduanya sudah ingin menyerah dari rasa sakit yang diterima tapi dimanakah tempat untuk melarikan diri dari rasa sakit itu yang bisa dilakukan terus mengendarai nyawa mereka bertahan itulah yang bisa dilakukan bersama berlari tak ingin menyerah dengan segala cara segala hal ingin menghentikan pertahanan diri....


... Rumy dengan darah segar yang keluar dari dalam perut sebelah kanannya belum berhenti sudah ingin menyerah....


..."Kita tidak boleh menyerah lebih cepat" kata Ved....


... Tidak ada jawaban dari gadis yang bahkan tidak mampu menghapus air matanya sendiri....


..."Kau mendengarnya kan. Jangan menyerah" kata Ved....


... Tidak mungkin dan tidak biasa luka luka itu menimbulkan rasa sakit luar biasa tidak seperti luka luka yang biasa ia dapat dari mereka bangsa Blacwhe yang pernah bertarung sengit....


... Dia merasa goresan dari senjata orang itu bercampur dengan banyak racun yang pernah ia dengar dimiliki oleh salah satu bangsa Blacwhe yang tidak diketahui siapa identitas sebenarnya yang juga sulit diketahui oleh bangsa Blacwhe yang lain termasuk juga Ved....


..."Aku kira itu hanya mitos" kata Ved....


... Dia masih sempat mengajak bercanda Rumy....


..."Gadis kecil berjanjilah ini rahasia kita berdua" kata Ved....


..."Jangan mati dengan mudah" kata Rumy....


... Ved tertawa dalam rasa sakit yang semakin kuat menyiksa menjalar keseluruh tubuh....


... Jalanan ramai akhirnya motor yang dikendarai oleh Rumy berhenti ketika berada di tempat penyeberangan jalan dengan lampu menyala berwarna merah....


... Orang orang awalnya tidak menyadari dengan kondisi keduanya yang terbilang cukup parah masih bisa menaiki kendaraan beroda dua yang mereka gunakan untuk mendapatkan pertolongan medis....


... Dari arah yang sama ada Ghazi dan Hot baru selesai makan malam bersama berencana untuk pulang....


... Di dalam mobil yang berputar lagu tak membuat mereka tidak menyadari jika ada sesuatu yang terjadi yang berkaitan dengan penyerangan dari salah satu bangsa Blacwhe....


..."Sayang. Kau mencium bau aneh?" tanya Ghazi....


..."Coba ku teliti" kata Hot....


..."Ini bau racun bangsa Blacwhe kan?" tanya Ghazi....


..."Kau benar" kata Hot....


... Mencari dengan kekuatan menyebar mencari sumber racun disekitar mereka langsung menghancurkannya dalam satu kali menghirup nafas lalu meniup udara dari dalam mulut langsung memusnahkan racun yang ada di dalam raga Rumy dan juga Ved....


... Semua yang terlihat oleh mereka berdua jauh lebih jernih terlihat melihat dengan tepat siapa yang mendapatkan penyerangan dari bangsa Blacwhe....


..."Itu mereka" kata Ghazi....


... Menunjuk ke arah persimpangan penyeberangan menunjuk ke arah Rumy dan Ved....


..."Setidaknya mereka bisa bertahan sampai di rumah sakit" kata Hot....


..."Kita ikuti mereka" kata Ghazi....


... Penolakan yang dibatalkan....


..."Tapi kita, baiklah" kata Hot....


... Mencari jalan lain untuk memutar arah agar bisa mengikuti kedua orang yang sedang terluka yang baru saja mereka lihat....


... Lampu penyeberangan sudah berubah warna menguning tanda semua kendaraan di jalur tersebut untuk melanjutkan perjalanan....


... Rumy menjalankan motornya lagi berusaha bertahan bertahan lagi dan lagi dari semua yang biasa dibilang sebagai ketidakberuntungan....


... Sepuluh menit selanjutnya Rumy memarkirkan motornya di depan rumah sakit ditempat yang sama banyak motor ada disana membawa segera dirinya juga Ved dan yang terjadi adalah Rumy terjatuh bersamaan dengan Ved yang sama-sama tidak sadarkan diri jatuh di depan rumah sakit....


... Hot dan Ghazi segera berlari keluar dari mobil menghampiri keduanya yang sekarang juga dihampiri oleh banyak orang....


... Datang kemudian lima perawat yang berada disekitar siap di depan rumah sakit tersebut....


... Ghazi pergi mengantar Rumy lebih awal....


... Hot membantu Ved naik ke atas ranjang dorong rumah sakit dengan sebelumnya Rumy yang sudah dibawa oleh para perawat untuk mendapatkan pertolongan....


..."Kalian siapa?" tanya salah satu perawat....


..."Kami teman mereka berdua" kata Hot....


... Pertolongan sedang diterima oleh keduanya di ruang unit gawat darurat rumah sakit tersebut sedangkan untuk Hot dan Ghazi menunggu diluar ruang tempat keduanya mendapat pertolongan medis....


..."Separah itu?" tanya Ghazi....


..."Seperti yang terlihat" kata Hot....


... Berkata jujur....


..."Aku mengenal salah satu dari mereka" kata Ghazi....


... Hot merangkul Ghazi mengarahkan pacarnya untuk bersandar di bahunya sebelah kiri....

__ADS_1


..."Apa kita perlu memanggil keluarganya?" tanya Ghazi....


... Berbicara sambil menatap pacarnya....


..."Panggil saja" kata Hot....


..."Tapi, dia sudah tidak punya keluarga" kata Ghazi....


..."Si Pria atau Si gadis remaja itu?" tanya Hot....


..."Ved" jawab Ghazi....


... Ghazi memanggil seseorang yang sudah lama tidak ditemuinya selama bertahun-tahun....


... Orang itu adalah ibunya sendiri....


... Ya, baru saja Ghazi menghubungi nomor ponsel ibunya agar datang menjadi wakil keluarga dari Ved....


... Sama seperti yang sering dilakukan oleh ibunya sejak mereka kecil....


... Ghazi juga Hot menunggu mereka datang ditempat mereka menunggu dua orang selamat setelah mendapatkan pertolongan....


... Menunggu lima belas menit dan mereka akhirnya datang. ...


... Lihat siapa saja yang datang ke rumah sakit....


... Ibunya akan memanggil Ghazi sebagai Dashie....


..."Dash … " kata ibunya Ghazi....


... Tersadar bahwa dia bukanlah Dashie melainkan putrinya yang lain....


... Xie ada disana mengantar ibu mereka....


... Beberapa detik kemudian menyusul Ayah dari Xie....


... Semua yang ada disana bertemu belum berkata dengan apa yang ada hadir didepan mereka dengan kejutan....


..."Mah" panggil Ghazi....


... Dia datang perlahan menghampiri ibunya kemudian memeluknya erat....


... Pertemuan yang seharusnya terjadi akhirnya terjadi setelah bertahun-tahun tidak pernah saling bertemu....


... Xie yang mengetahui kalau Dashie memiliki saudara kembar tidak menyangka adiknya memang sangat mirip bahkan tidak bisa dibedakan secara visual semua terlihat tak ada yang berbeda....


... Hot belum pergi sedang menemani Ghazi menyaksikan pertemuan keluarga dari kekasihnya akhirnya bisa saling bertemu menjadi senang jika Ghazi juga senang....


..."Kamu sangat cantik" kata Ibunya Ghazi....


..."Siapa juga ibunya?" tanya Ghazi....


..."Oh ya. Perkenalkan ini suami ibu sekarang" kata ibunya Ghazi....


... Menyapa dalam pertemuan pertama mereka sebagai anak dan ayah sambung sudah tentu untuk Ghazi untuk tidak mudah menerima dengan mudah perubahan ini....


... Semua tertutup dalam sapaan ramah yang terdengar tulus dibuat oleh Ghazi....


... Xie bersebelahan dengan Hot yang belum saling keduanya menyapa tetap dalam pendirian mereka tidak mau terbuka dengan orang yang baru mereka kenal....


... Menunggu diluar kamar Rumy dan Ved sedang mendapatkan pertolongan dengan rasa cemas datang kemudian kedua orang tua dari Rumy....


... Mereka langsung menghampiri Ghazi yang mereka anggap adalah Dashie....


... Ghazi sebisa mungkin menjelaskan dengan informasi yang dia miliki kepada mereka....


... Hot dan Xie saling melirik malas mengajak bicara satu sama lain terlihat jelas dari Ghazi yang sesekali yang melihat Hot yang sedang bertahan dari ketidakramahan....


... Sebelas menit kemudian....


... Ghazi menghampiri Hot....


... Dia duduk di sebelahnya di sebelah kanan pacarnya duduk sekarang....


... Menggenggam tangan kekasihnya di depan mata Xie yang ada berdiri bersandar dinding di sebelah Hot....


..."Sorry. Kita pasti punya waktu yang tepat" kata Ghazi....


... Melepas tangan adiknya dari tangan pacarnya segera....


... Membuat kejutan yang biasa dilakukan wajar oleh kakak laki-laki melindungi adik perempuannya seperti yang dilakukan oleh Xie tidak membuatnya langsung marah melihat juga kondisi dan situasi keadaan yang memang bukan waktunya untuk beradu mulut panjang....


..."Dia juga adikku?" tanya Xie....


... Setelah menunggu kira kira satu jam lamanya akhirnya dokter dokter yang menangani keduanya keluar setelah selesai melakukan operasi....


... Pembicaraan serius diberitahukan kepada kedua belah pihak keluarga....


... Penjelasan kondisi bagaimana kondisi dua orang yang berhasil selamat setelah melewati masa masa menegangkan hampir mengambil nyawa....


... Mereka berdua dipindahkan ke ruang rawat lain dengan bangsal yang sama....


... Dashie datang sendirian....


... Tanpa kata....


... Melihat siapa yang ada disana....


..." … " ...


..."Kak Ghazi" panggil Dashie....


... Melihat Hot ada disebelah kakaknya....


..."Kau juga ada disini?" tanya Dashie....


... Mengiyakan dengan tanpa berkata ekspresi wajahnya membungkukkan badannya ke depan sedikit....


... Dashie lalu menghampiri ibu dan ayahnya....


... Adiknya sedang bertanya tentang kondisi teman teman mereka yang ada berada didalam ruang rawat didepan mereka saat ini....


..."Dia mungkin akan terkejut sebentar" kata Hot....


..."Apa yang kau lakukan padanya?" tanya Ghazi....


..."Aku hanya mengaktifkan kekuatan yang terpendam didalam dirinya itu" kata Hot....


..."Itu bukan alasan yang tepat akan tetapi kau sedang bereksperimen" kata Ghazi....


..."Jangan terlalu panik. Dia juga bangsa kita" kata Hot....


... Mempersiapkan diri untuk menerima perubahan kondisi psikis adiknya setelah apa yang dilakukan oleh kekasihnya....

__ADS_1


... Dashie keluar dari ruang rawat mereka berdua yang belum sadar masih dalam pengaruh obat bius....


... Ghazi mengejar dengan berjalan menambah kecepatan....


... Diikuti oleh Hot juga Xie yang merasa ada kejanggalan di dalam situasi ini....


..."Apa mereka kurang hiburan?" tanya Xie....


... Xie yang memilih tempat yang juga didekatnya berada Hot yang sama-sama sedang bersandar dinding rumah sakit berjarak satu kamar rawat dekat toilet....


... Ghazi di sebelah pintu toilet menunggu Dashie....


... Kepalanya terasa pusing tidak tertahankan setelah apa yang baru saja dilihatnya tentang peristiwa yang hampir saja merenggut dua orang yang sekarang telah mendapatkan pertolongan medis....


... Kran wastafel masih menyala....


..."Cepat. Angkat ponselmu!" kata Dashie....


... Dia berulang kali menghubungi nomor ponsel seseorang dengan harapan panggilan darinya segera dijawab....


... Setelah berusaha memanggil nomor ponsel Aka yang tidak merespon lalu ia mengirim pesan....


..."Berhati-hatilah!" ...


... Aka membuka pesan yang dikirim oleh Dashie....


..."Apa maksud dari pesan ini?" tanya Aka....


... Membasuh wajahnya dengan air kembali....


... Melihat cermin....


... Mematikan kran wastafel....


... Kepada diri sendiri....


..."Mereka telah mengalami semua itu?" tanya Dashie....


..."Lagi dan lagi. Apa yang terjadi denganku?" tanya Dashie....


..."Mengapa ini terjadi padaku?" tanya Dashie....


... Tak ada perubahan secara fisik terhadap Dashie semua tampak seperti biasa....


... Sedangkan untuk Ghazi dan Hot sedang menunggu dengan berjalannya waktu menunggu jawaban tanpa harus bekerja secara kasar memaksa bahwa dugaan mereka ternyata benar....


... Dashie merapikan riasannya lagi memakai lip tint coklat lalu menepuk wajahnya dengan sponge dengan loose powder natural....


..."Ini akan mengurangi kecurigaan orang lain" kata Dashie....


... Keluar dari dalam toilet....


... Berhenti melihat diluar pintu sudah ada banyak orang-orang yang menunggu....


..."Kalian tidak mungkin mengikuti ku kan?" tanya Dashie....


... Ghazi meraih tangan adiknya lalu menguasai dirinya tanpa boleh orang lain mengganggu itulah yang tergambarkan dari sikapnya terhadap Dashie....


... Dashie memiliki pertanyaan yang akan diajukan kepada kakaknya itu....


... Xie dan Hot berjalan dibelakang kedua gadis ini....


... Melihat ke arah Hot....


... Merasa ada yang aneh dengan hadirnya rekan kerjanya itu....


... Hot menyapa dengan jemari tangan seperti biasa dalam sapaan ramah sering dipakai orang lain ketika bertemu dengan orang yang mereka kenal....


..."Kapan kalian saling kenal?" tanya Dashie....


..."Cukup lama" kata Ghazi....


..."Oh" kata Dashie....


... Mereka mengobrol dengan hangat sebagai saudara yang memang sudah lama tidak bertemu dan akhirnya bisa bertemu kembali....


... Menebak saja....


..."Kasihan sekali. Kamu pacar Ghazi kan?" tanya Xie....


... Santai menanggapi keramahan dari Xie....


..."Dugaanku tidak salah" kata Hot....


..."Adikku yang satu ini sepertinya akan membuatmu cukup kewalahan" kata Xie....


..."Tidak peduli dan aku tetap mencintai adikmu" kata Hot....


..."Semangat!" kata Xie....


... Rio terlihat berjalan terburu-buru untuk menemui Dashie lalu langkahnya perlahan melambat dengan dua orang yang sangat mirip keduanya tak ada perbedaan....


... Sedang menebak siapa diantara keduanya yang merupakan pacarnya....


... Hot yang iseng sedang mengajak Xie untuk menebak siapa diantara mereka berdua yang akan dipilih sebagai Dashie....


..."Kita bisa taruhan berapa?" tanya Hot....


... Jiwa kepemimpinan hadir....


..."Kita tidak seakrab itu" kata Xie....


... Berjalan ke arah kedua gadis kembar lalu Rio tidak ragu untuk memilih salah satu dari keduanya yang merupakan kekasihnya....


... Pilihannya benar tidak meleset....


..."Bagaimana kondisi Ved?" tanya Rio....


..."Dia masih dalam pengaruh obat bius belum sadarkan diri" kata Dashie....


... Melanjutkan pembicaraan lagi....


..."Tapi jangan khawatir. Dia sudah melewati masa-masa sulit itu" kata Dashie....


..."Syukurlah" kata Rio....


... Melihat ke arah Ghazi....


..."Dia?" tanya Rio....


... Langsung menjelaskan....


..."Dia kakakku, Ghazi" kata Dashie....

__ADS_1


... ...


__ADS_2