
...Chapter 92: Mereka....
..."Apa yang dilakukan oleh Hoshie sekarang?" tanya Dashie....
..."Atau … " kata Dashie....
..."Dia juga lagi ngapain nggak penting" kata Dashie....
... Memikirkan dua orang yang berbeda yang satu adalah sahabatnya sendiri dan yang satu masih sahabat tapi dengan gelar yang lain dengan jabatan yang lain sebagai mantan pacar....
... Untuk apa memikirkan seseorang yang sudah menjadi mantan pacar yang ujung-ujungnya bisa membuat diri menyesal dengan banyak pertanyaan atau bahkan mengalahkan diri sendiri dengan pertanyaan yang sama....
..."Kenapa harus putus?" ...
..."Kenapa nggak jalani dulu?" ...
..."Semua bisa dibicarakan" ...
... Pikiran itu mungkin ada di sebagian besar orang-orang yang baru putus dengan pacarnya terlebih jika dihitung berapa waktu mereka menjadi sepasang kekasih sangatlah singkat....
..."Kenapa dia belum mengubah statusnya?" tanya Dashie....
... Di unggahan beranda akun sosial media milik Rio masih dengan status hubungan menjadi pacar Dashie....
... Tak ada niatan untuk menuntut untuk dihapus oleh gadis ini karena dirasa tidak perlu....
..."Dia maunya apa?" tanya Dashie....
... Dia melirik ke sebelah kanannya seseorang yang belum terbiasa dengan pekerjaan part time yang ia jalani....
... Akankah Dashie membantu menyelesaikan pekerjaannya, tidak....
... Dia berniat menonton....
... Melihat kakaknya sedang melakukan packing secara mandiri satu persatu box berisi coklat yang sudah dipesan secara online oleh para customer....
..."Apa itu sulit?" tanya Dashie....
... Ghazi sangat fokus....
..."Ehmm" jawab Ghazi....
... Membiarkan saudaranya sibuk dengan tugasnya yang masih harus diselesaikan, Dashie menghampiri pengunjung yang datang ke dalam toko....
... Ponsel Dashie menyala....
... Ghazi melihatnya....
... Notifikasi pesan diterima....
... Satu....
... Dua. ...
... Tiga dan seterusnya sampai ke sepuluh pesan diterima secara beruntun dalam waktu yang sama....
... Ghazi sibuk dengan pekerjaan....
... Bukan hanya Dashie yang menerima pesan akan tetapi juga dengan Ghazi yang mendapat pesan dari pacarnya yang sudah tidak dibalas untuk yang kesekian pesan yang diterima belum terbaca....
... Rio memanggil nomor ponsel Dashie....
... Suara ponsel Dashie bergetar disamping kanan ponsel Ghazi....
..."Biarkan saja. Paling nanti mereka kesini" kata Ghazi....
... Menambahkan....
..."Terserah mau datang atau enggak" kata Ghazi....
... Ghazi terlihat dari sisi Dashie sedang mengerjakan pekerjaan dengan fokus sekali sampai ponselnya yang terus berdering dengan nada dering ombak berbunyi beberapa kali....
... Dashie kembali masuk kedalam bagian tempat pembayaran....
... Menghitung jumlah barang yang dibeli oleh pengunjung toko....
... Satu box tart Cherry fondant creams berisi dua puluh buah....
... Dua box dark chocolate macaroons masing-masing berisi lima belas buah di setiap kotak....
... Tiga box ultimate chocolate cupcakes....
... Empat box dark chocolate raspberry bars berisi sepuluh buah di setiap kotak....
... Semua telah terhitung masuk kedalam tote bag berwarna hitam....
... Proses pembayaran berlangsung. ...
... Struk pembelian diberikan kepada pengunjung yang baru saja berbelanja di toko....
..."Terimakasih. Sudah membeli, silahkan datang lagi" kata Dashie....
... Pengunjung pergi dengan barang belanjaan dari toko yang sudah dibeli....
... Melihat kakaknya yang sudah melakukan packing yang keempat kalinya....
... Dashie mendekat kepada Ghazi mengambil layar ponsel untuk melihat isi layar ponselnya sendiri....
... Dia dengan pesan dari Rio....
... Dua botol berisi minuman....
..."Untuk ku?" tanya Dashie....
... Satu taro latte untuk Dashie....
..."Ya" kata Hot....
... Satu berry minty untuk Ghazi....
..."Dan ini untuk kesayangan ku" kata Hot....
... Dia tetap fokus dengan pekerjaannya yang masih sepuluh packing lagi kotak box berisi coklat....
... Mengajak bicara adik pacarnya....
..."Dia sudah seperti itu berapa lama?" tanya Hot....
..."Aku sedang menikmati kesibukannya" kata Dashie....
... Hot bergerak mendekat kepada Ghazi dan adiknya memperhatikan dengan peluang yang akan didapat olehnya kemungkinan delapan puluh persen tidak jauh berbeda darinya....
... Dashie menunggu....
... Memberikan berry minty dalam tumbler berwarna silver....
... Ghazi sedang sibuk....
... Menawarkan diri untuk menolong....
..."Aku akan membantumu" kata Hot....
... Jawaban yang sama yang diterima oleh Dashie....
..."Berhenti!" kata Ghazi....
... Hot berhenti tidak jadi menyentuh pekerjaan Ghazi....
... Akan membantu lagi....
..."Letakkan itu!" kata Ghazi....
..."Ok" kata Hot....
... Langsung meletakkan kardus packing di atas meja kerja pacarnya....
... Memindahkan tumbler yang berisi berry minty ke tempat yang berjarak menjauh dari atas tempat packing....
..."Aku taruh disini. Jangan lupa diminum" kata Hot....
... Dugaan Dashie tidak meleset....
... Hot melihat ke arah adik dari pacarnya yang sedang membiasakan diri dengan sikap kakaknya itu....
... Melihat pekerjaan Dashie yang menumpuk....
... Mendekat ke arah Dashie....
..."Jika ingin bantu kami. Ambilkan beberapa kotak coklat seperti ini didalam ruangan itu. Please" kata Dashie....
... Menjadi penurut....
... Dia membantu Dashie mengambil stok coklat di dalam ruangan tempat penyimpanan sedangkan Dashie meletakkan kotak-kotak berisi coklat yang dibawa keluar oleh Hot kedalam etalase....
..."Terimakasih Oryn" kata Dashie....
..."Panggil aku kakak. Aku dua tahun lebih tua dari mu" kata Hot....
__ADS_1
..."Sungguh. Kakak" kata Dashie....
... Dia memanggil dengan sebutan Kakak tapi terdengar agak aneh didengar oleh Hot sendiri....
... Hot kembali mengambilkan box box berisi coklat yang tadi Dashie sebutkan berjumlah lima belas kotak dengan tiga varian nama dan rasa....
... Duduk bersebelahan dengan Dashie....
... Di atas meja etalase ada cucumber sliced dan lemon sliced serta strawberries sliced dalam satu mangkuk....
... Hot menggigit sedikit demi sedikit lemon sliced ditangan....
... ...
..."Aku boleh minta?" tanya Dashie....
..."Ambil saja" kata Hot....
... Padahal sudah dibelikan satu persatu masing-masing untuk ketiganya tapi Dashie lebih memilih potongan buah milik Hot....
... Mengambil potongan mentimun....
... Dashie memperhatikan Oryn Mason yang sedang memandang kekasihnya....
... Sekali lagi dengan potongan buah lemon yang asam....
... Penasaran....
... Suaranya pelan terdengar oleh Hot....
..."Apa seorang pria akan seperti ini jika menyukai seseorang?" tanya Dashie....
... Hot mengambil potongan strawberries dengan garpu kecil....
..."Siapa yang pernah bersikap seperti ini padamu?" tanya Hot....
... Belum terjawab oleh Dashie....
... Usil sengaja....
..."Jangan bilang tidak ada" kata Hot....
..."Apa harus aku mengatakannya padamu?!" kata Dashie....
..."Jangan marah. Kau terdengar seperti merindukan seseorang" kata Hot....
... Mengelak ....
..."Siapa?" tanya Dashie....
... Menunjuk kepada diri sendiri....
..."Aku!" kata Dashie....
... Geleng-geleng kepala sambil memakan potongan mentimun....
..."Biasa saja. Aku hanya asal bicara" kata Hot....
... Tidak peduli dengan klarifikasi dari rekan kerjanya itu....
..."Jelas-jelas kau sedang meledekku" kata Dashie....
... Hot sudah tidak melanjutkan lagi perdebatan ini sebuah perdebatan yang dilakukan bersama dengan orang yang sedang bertengkar dengan kekasihnya....
... Dia mengambil sesuatu dari dalam totebag miliknya....
... Memberikan segenggam sesuatu yang manis....
..."Ini. Aku ada permen" kata Hot....
... ...
... Dashie melihat banyak permen untuknya....
..."Maksudmu. Aku anak-anak yang belum dewasa" kata Dashie....
... Menghela nafas panjang....
..."Tidak seharusnya aku kemari" kata Hot....
... Dashie mengambil potongan strawberries milik Hot lagi....
... Menggigit dengan cepat....
... Melihat kakaknya....
..."Kenapa tiba-tiba bertanya begitu?" tanya Hot....
... Melihat lebih serius Hot....
..."Tentu" kata Hot....
... Merasa tertekan....
... Masih saling berhadapan langsung....
... Berkata agak keras tapi terdengar lucu....
... Mengadu kepada orang tersayang. Ghazi....
..."Sayang. Dia menyakitiku!" kata Hot....
..."Terus?" tanya balik Ghazi....
... Memakan potongan mentimun lagi setelah tidak mendapatkan pembelaan dengan wajah bagai anak kecil yang sedang kesal sendiri dengan situasi yang tidak mendukungnya....
... Perdebatan berakhir dengan hadirnya seseorang....
..."Apa aku mengganggu kalian?" tanya Rio....
... Hot langsung tanggap bergerak mendekat kepada kekasihnya yang tidak bisa terganggu oleh kedatangan orang lain....
... Ghazi sudah mau mengajak ngobrol Hot....
..."Sayang. Aku haus" kata Ghazi....
... Hot mengambilkan berry minty milik Ghazi yang baru akan diminum....
..."Pelan-pelan" kata Hot....
... Minum berry minty....
..."Ehmm" kata Ghazi....
... Selesai minum....
..."Suka?" tanya Hot....
... Belum menatap Hot....
..."Ini kan minuman kesukaan ku" kata Ghazi....
... Menatap Oryn....
..."Thanks" kata Ghazi....
... Meski keduanya terlihat tidak memperhatikan Dashie yang sedang bersama dengan pacarnya akan tetapi sebenarnya diam-diam mereka berdua tetap memantau keduanya yang terlihat sedang mulai bertengkar....
... Menawarkan makanan kepada Ghazi....
..."Mau ini?" tanya Hot....
... Mengangguk....
... Hot memberikan satu buah Cherry....
..."Ini lucu sekali" kata Hot....
... Menunjuk pipi Ghazi dengan lesung pipinya yang muncul lebih jelas ketika pacarnya sedang makan....
..."Apa warna blush-on ku tidak menyatu?" tanya Ghazi....
..."Tidak. Tidak sama sekali" kata Hot....
... Menatap mata Oryn Mason....
..."Hari ini kau sangat tampan" kata Ghazi....
... Lalu kembali menyelesaikan pekerjaan....
... Pria yang memakai sunglasses dengan rambut kemerahan natural ini....
... Oryn Mason menjadi salah tingkah lebih terlihat sangat senang ketika dipuji oleh orang yang dia sayang....
..."Aku juga mau coklat ini" kata Hot....
... Mengambil coklat mint truffle dengan garpu stainless....
__ADS_1
..."Mau ini?" tanya Ghazi....
... Tersenyum manis mengangguk....
... Menerima suapan coklat dari Ghazi....
... Tunggu....
... Ghazi mengambil satu lembar tisu lalu menghapus sedikit coklat di bawah bibir sebelah kiri Oryn....
..."Terimakasih" kata Oryn....
..."Sudah. Aku harus menyelesaikan ini" kata Ghazi....
... Hot juga mengambilkan potongan buah stroberi untuk Ghazi....
... Menawarkan untuk Ghazi memakannya....
..."Mau?" tanya Hot....
... Ghazi menerima suapan buah stroberi dari Hot sambil menulis nama dan alamat customer dari paket yang sudah di packing di tangannya....
... Sekali lagi untuk mereka berdua yang sedang tidak berpura-pura saling berkasih sayang dalam beberapa menit yang sudah berlalu mendengar suara keduanya yang sedang bersitegang dengan pendapat mereka masing-masing....
... Tentang Dashie bersama dengan kekasihnya....
... Warna langit yang semakin berubah segala tentang kisah yang direncanakan akan berjalan baik-baik saja nyatanya seperti yang tidak dibayangkan oleh kedua orang yang sedang berselisih tak ada yang ingin mengalah dan mengaku bersalah....
... Lagu yang berputar kali ini sesuai dengan kenyataan yang sedang dijalani oleh kedua orang yang belum ingin usai dengan sebuah pertengkaran....
... Ghazi yang tidak baik-baik saja dengan situasi semacam ini....
..."Kapan mereka selesai bertengkar?" tanya Ghazi....
... Melihat layar ponsel Dashie yang berulang kali bergetar menerima panggilan telepon dari Hoshie....
... Hot melihatnya terus menghubungi Dashie begitu juga dengan Ghazi....
..."Dia tidak perlu tahu tentang ini" kata Ghazi....
..."Dalam kondisinya seperti itu. Aku sebagai sahabatnya saja tidak dihubungi oleh Hoshie tapi dia terus menghubungi nomor ponsel adikku" kata Ghazi....
... Tentang Rio....
..."Tapi, kenapa aku juga tidak terima dengan segala apa yang dia katakan" kata Hot....
..."Kita harus percaya kepada Dashie" kata Ghazi....
..."Tangan ku ingin segera menghajar orang lain" kata Hot....
... Ghazi menaruh gunting yang digenggam menaruhnya di sebelah lakban bening meraih tangan Hot....
... Menenangkan suasana hati pacarnya yang bisa saja turun langsung bertindak atas sikap orang lain yang seenaknya sendiri menggunakan kata-kata untuk terus menekan dengan segala pendapatnya yang dianggapnya selalu benar....
... Nada suara menggertak Dashie....
..."Apa semua ini karena Hoshie?" tanya Rio....
... Tanpa membentak tapi menusuk kedalam hati....
..."Jawab!" kata Rio....
... Respon cepat Dashie....
..."Kenapa kau berpikir semua ini karena dia?" tanya Dashie....
... Membentak Dashie....
..."Berhenti berbohong. Itu benar karena Hoshie kan!" kata Rio....
... Terserah kau sajalah....
... Dashie ingin meninggalkan Rio yang selalu dengan nada setiap kata yang keluar dari lisannya selalu menekan mengancam membuatnya semakin terluka....
... Dia sudah ingin menangis dalam kemarahan yang tertahan....
... Nada suara tinggi membela diri....
..."Bukankah kau sangat sempurna. Tinggalkan aku saja!" kata Dashie....
... Meyakinkan Dashie....
..."Tapi, aku hanya mencintaimu" kata Rio....
... Dengan kata-kata yang sudah ditelan habis oleh Dashie mungkinkah bisa mengubah keputusannya untuk memaafkan Rio....
..."Kau pasti membenciku" kata Rio....
... Lagi lagi dia mengulangi sikapnya yang seenaknya sendiri memanfaatkan posisinya yang seperti seorang korban dari masalah yang sedang dihadapinya sekarang....
... Duduk merasa sangat melelahkan berdebat dengan mantan kekasihnya itu....
... Menengadah menatap wajah Rio....
..."Kapan ini akan berakhir?" tanya Dashie....
..."Apa aku begitu menjijikan untuk mu?" tanya Rio....
... Menutup wajahnya sendiri dengan kedua telapak tangan mendengar lagi segala hal tentang karakter seseorang yang tidak diketahuinya selama ini....
... Sekali lagi Hoshie menghubungi nomor ponsel Dashie....
... Tidak diangkat juga oleh Ghazi maupun Hot....
... Ghazi harus menyelesaikan lima box berisi coklat yang harus di packing lagi....
... Daripada menambah waktu yang berharga hanya untuk bertengkar dengan Rio lalu Dashie tanpa memberikan pesan kata secara langsung pergi tidak meladeni semua kata yang tersisa milik Rio untuk Dashie....
... Dia masuk kedalam toko dan Rio akhirnya pergi dari depan toko....
... Dashie mengambil ponselnya dari atas etalase toko di dekat ponsel Ghazi....
... Melirik kakaknya dan pacarnya....
... Dashie melewati Ghazi dan Hot yang sedang menyesuaikan diri dengan suasana disekitar tanpa memberi kesan mereka mendengar segala apa yang diperdebatkan oleh pertengkaran di depan toko barusan yang baru saja berakhir....
... Padahal tetap dengar meski tidak sepenuhnya menyimak segala urusan yang disimpulkan tidak penting untuk dicerna sebagai hal negatif untuk ditiru....
..."Aku sudah menjalankan tugasku" kata Ghazi....
..."Jangan tinggalkan dia" kata Xie....
..."Iya aku tahu. Sudah berapa kali, aku mendengarnya" kata Ghazi....
..."Sudah. Aku tutup pembicaraan ini" kata Ghazi....
..."Tunggu" kata Xie....
..."Apalagi?" tanya Ghazi....
..."Kau ingin makan malam apa hari ini?" tanya Xie....
..."Terserah" kata Ghazi. ...
... Baru saja menerima panggilan telepon dari kakaknya, Xie....
... Ghazi dengan wajah cemberut setelah berbicara dengan Xie....
... Memperhatikan pacarnya yang sedang cemberut....
..."Semua baik-baik saja kan?" tanya Hot....
... Yakin dengan pilihannya....
..."Iya" kata Ghazi....
... Kini, dia merasa lega dengan waktu yang seharusnya dilewati mereka lebih cepat....
... Dari dalam ruang lain toko terdengar sudah pasti Dashie yang sedang terisak menangis setelah pertengkaran yang dialaminya dengan Rio....
... Ghazi memberi waktu untuk adiknya menenangkan diri terlebih dahulu menunggu waktu yang tepat untuk dirinya menjadi tempat bersandar dan jika ia mengizinkan....
... Menyentuh pelipis mata Ghazi....
..."Matamu memerah" kata Hot....
... Mengelak....
..."Tidak. Aku tidak menangis" kata Ghazi....
... Padahal Oryn Mason tidak mengatakan bahwa mata pacarnya memerah karena menangis....
..."Iya. Iya" kata Oryn Mason....
... ...
... ...
__ADS_1