Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 65: Dia dan pacar barunya.


__ADS_3

...Chapter 65: Dia dan pacar barunya.....


... Di rumah sakit datang dua orang secara kebetulan melewati pintu masuk yang sama keakraban terlihat di antara kedua orang ini....


..."Sedang apa kau disini?" tanya Aka....


... Berkata apa adanya....


..."Aku tidak boleh kemari, ini kan rumah sakit Ayahku" kata Jarrel....


... Memperjelas peran Jarrel didalam keluarga....


..."Ayahmu, dia kan hanya Ayah tiri" kata Aka....


... Tertunduk sebentar lalu melihat ke arah Aka setelah itu agak tertawa sinis menanggapi kata kata yang diucapkan oleh Aka....


..."Ayah tiri?" tanya Jarrel....


..."Ayah tiri ku memberikan rumah sakit ini untukku" kata Jarrel....


... Aka tidak bisa menyanggah realita yang sebenarnya memang seperti yang dikatakan oleh temannya ini....


... Kemenangan satu telak untuk Jarrel....


... Membela diri....


..."Kenapa obrolan kita seperti memicu pertengkaran?" tanya Aka....


... Nada suara bercanda....


..."Pertengkaran?" tanya Jarrel....


... Mengelak dengan santai....


..."Tidak" kata Jarrel....


... Senyum ramah seperti biasa sedikit menekan suara lalu berhenti sejenak disaat mereka berjalan....


..."Inilah gaya komunikasi kita, bukan?" tanya Jarrel....


... Mempertahankan pendapatnya sendiri....


..."Tidak, kita sedang bertengkar" kata Aka....


..."Kurasa tidak, kita tetap berteman" kata Jarrel....


... Jarrel melangkah lagi mengambil jalan lain yang berbeda dari yang akan Aka ambil dengan urusan kepentingan yang berbeda sedangkan untuk Aka dengan karakter yang seperti itu tidak mau menerima argumennya jika terjadi keliru....


... Di salah satu ruang di dalam rumah sakit tersebut seseorang dengan memakai pakaian piyama biru dengan lengan dan celana panjang bergaris putih di setiap tepi kerah dan ujung lengan serta bawah celana berbahan kain lembut melingkar....


... Tak berdaya....


..."Bisa hubungi pacarku, please" kata Hoshie....


..."Yang mana?" tanya Fable....


... Fable sedang mengerjakan sebuah grafik data di dalam layar laptop....


... Baru saja mendengar sebuah permintaan pertolongan kepadanya....


..."Pacarku" kata Hoshie....


... Menyadarkan sahabatnya yang sedang tidak berdaya....


..."Berhenti berkata dia adalah pacarmu" kata Fable....


... Tidak mau yang lain....


..."Aku hanya ingin dia" kata Hoshie....


... Mengambil ponsel Hoshie dari atas meja berada disebelah kanan persis ponselnya sendiri....


..."Coba kulihat namanya di kontak ponselmu" kata Fable....


... Memilih sebuah kontak nama dari dalam ponsel....


..."Bagaimana dengan gadis yang bernama Aka?" tanya Fable....


... Tidak berdaya dengan kondisi tubuhnya yang masih lemas dengan jarum dan selang infus yang terpasang di pergelangan tangan sebelah kanan bangun dari tidur memaksa turun dari tempat tidur merebut ponselnya dari tangan Fable....


... Terpaku dengan ponsel milik Hoshie yang sudah berpindah dari tangannya ke tangan pemiliknya....


..."Sepertinya kau sudah sembuh" kata Fable....


... Bersemangat dalam ketidakberdayaan....


... Agak keras bersuara menanyakan tentang status dirinya....


..."Apa kau bukan sahabat ku?!" kata Hoshie....


... Tertawa tanpa suara sambil mengepal tangan kanan menutup mulutnya setelah pertanyaan itu keluar dari lisan Hoshie....


..."Tentu, aku sahabatmu" kata Fable....


... Melempar bantal di sisi kiri lengannya kepada Fable....


... ...


..."Kau bangga sekali" kata Hoshie....


... Menerima lemparan bantal dari Hoshie....


... Menaruh bantal itu dipangkuan lalu melanjutkan mengerjakan tugas pekerjaan di layar laptop....


... Iseng bertanya mengambil pertanyaan acak yang ada di dalam isi pikiran....


... Melihat layar laptop....


..."Apa dia menyukai orang lain?" tanya Fable....


... Melihat sahabatnya itu....


..."Aku sedang berusaha agar bisa memahaminya" jawab Hoshie....


..."Apa dia terlihat lebih perhatian dengan mu ?" tanya Fable....


... Berpikir sejenak....


..."Sejauh ini, iya" kata Hoshie....


... Jujur dengan keterangan yang sudah dikatakan oleh Hoshie....


..."Mungkin kau sedang diperhitungkan" kata Fable....


... Tiba tiba menjadi pesimis....


..."Kata katamu mengartikan aku pasti ditolak" kata Hoshie....


... Tanpa basa-basi....


..."Itu harapan ku" kata Fable....


... Merasa tidak ada yang peduli....


..."Kenapa tidak ada yang mendukungku?" tanya Hoshie....


... Melempar bantal milik Hoshie lagi....


... Mengenai kaki Hoshie....


..."Apa lagi?" tanya Hoshie....

__ADS_1


..."Kau bukan anak kecil lagi" kata Fable....


... Wajah tidak bersemangat sambil menggerutu....


..."Kenapa kalau aku belum dewasa?" tanya Hoshie....


... Fable hanya bisa menghela nafas dengan sifat Hoshie yang seperti ini....


... Tidak bersemangat tiba-tiba lagi lemas kondisinya yang memang sedang sakit berbaring menaruh ponselnya di atas meja dekat ranjang tempatnya berbaring sekarang....


..."Biasanya Luc yang berkata seperti itu" kata Hoshie....


..."Dan, dia yang selalu mendukungku bisa bersama dengan Dashie" kata Hoshie....


... Mengambil selimut lalu tertidur perlahan setelah obat yang baru saja diminum olehnya sudah perlahan bereaksi....


... Menunggu....


... Hoshie tidak bisa tidur dengan dosis obat yang sudah diberikan dokter yang menanganinya tetap saja rasa sakit itu bukanlah rasa sakit seperti biasa manusia merasakan sakit ketika mereka sakit....


... Menyiksa sangat menyiksa sendiri menerima semua menyerang tanpa bisa menolak membuatnya serasa mendekati kematian di balik selimut tanpa menunjukkannya kepada sahabatnya sendiri yang masih didalam ruangan yang sama....


... Berpikir ulang....


... Berpikir ulang untuk mengabari Dashie bahwa dirinya ada di rumah sakit....


..."Aku tidak mungkin cerita kalau aku sedang dirumah sakit lagi" kata Hoshie....


..."Itu sangat merepotkan" kata Hoshie....


... Dari balik selimut air matanya ingin jatuh menahan rasa sakit itu rasa sakit yang benar benar luar biasa yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya....


... Kali ini rasa sakit itu jauh tiga kali lipat dari rasa sakit disaat terakhir kalinya ada berada dirumah sakit disaat masih ada sahabatnya, Luc serta ada Dashie bersama merawatnya....


... ...


... Termenung di balik selimut....


..."Tapi, aku sangat membutuhkannya ada di sampingku" kata Hoshie....


..."Kenapa sesakit ini?" tanya Hoshie....


... Hoshie sudah berpikir kemana mana berpikir terlampau jauh harus siap kapanpun dan dimanapun nyawanya akan pergi....


..."Jangan sekarang" kata Hoshie....


..."Aku tidak ingin orang lain melihat ku pergi" kata Hoshie....


... Langit saat ini sangat cerah sangat bagus digunakan untuk jalan jalan itu yang dibaca dari ramalan cuaca didalam ponsel lalu memeriksa langit melihat langit luas benar benar indah biru dengan awan awan putih....


... Raganya tidak terasa sakit atau apapun tapi seakan sesuatu tidak berjalan seperti yang terlihat baik baik saja tanpa suatu masalah apapun merasa sesuatu sedang bersembunyi tidak ingin mengizinkan dirinya untuk menemukan tempat persembunyian....


..."Ini terasa aneh" kata Dashie....


..."Aku seperti akan kehilangan sesuatu" kata Dashie....


... Merasakan apa yang membuatnya mencari sesuatu yang sedang bersembunyi....


..."Sudahlah, jangan berpikir yang berlebihan" kata Dashie....


... Ponselnya langsung dimasukkan kedalam saku sweater hitam bagian dalam sebelah kanan, Dashie dengan gaun hitam dan sepatu hitam serta rambut di kepang dua sisi berponi lembut ikut bermain dengan Babe yang sekarang sedang berada disisi pamannya....


... Nawa yang sedang berjalan beriringan dengan Rumy mendapatkan banyak pesan dan kali ini baru saja mendapatkan kabar dari seseorang dari tempat usaha baru yang sedang dirintis oleh orang yang dianggapnya sebagai kakak....


... Mencoba menghubungi Hoshie dengan hasil tidak ada respon dari orang yang dipanggil lewat ponsel barusan....


... Masih sambil menelepon Hoshie....


..."Kau sedang mencari apa lagi?" tanya Nawa....


... Melihat ke sekeliling lagi dalam beberapa kali....


..."Aku rasa seseorang sedang mengawasi kita" kata Rumy....


... Belum berhenti dengan apa yang sedang membuatnya gusar....


... Nawa menghentikan aksi Rumy menarik tangannya dan berjalan di sisi kanannya agar gadis ini berjalan jauh lebih tenang....


... Berusaha melepas genggaman tangan dari temannya itu....


..."Aku bukan tawananmu" kata Rumy....


... Tangannya berhasil terlepas dari genggaman tangan Nawa yang mendapat respon dari Hoshie yang sedari tadi dihubungi lewat ponsel....


... Masih sedang melalui arah jalan yang sama....


... Rumy menuruti nasihat dari Nawa agar bersikap jauh lebih tenang....


..."Apa kau ingin membuang uangmu?" tanya Nawa....


... Suaranya jelas terdengar agak susah untuk bicara....


..."Ya" jawab Hoshie....


... Menebak....


..."Kau tidak sedang sekarat kan?" tanya Nawa....


..."Tidak" jawab Hoshie....


..."Kau sakit lagi?" tanya Nawa....


... Ponselnya terputus tidak terhubung lagi dengan Hoshie....


... Pesan dengan nada ancaman dari Hoshie....


... Langsung dibaca....


..."Awas jangan kasih tahu Dashie kalau aku sakit!" ...


... Pesan dari Hoshie sudah terbaca oleh Nawa....


... Menggerutu berbicara setelah membaca pesan dari Hoshie....


..."Untuk apa, kapan lagi kau bisa sakit" kata Nawa....


..."Dia masih bisa bicara berarti dia tidak terlalu kritis" kata Nawa....


... Rumy berkata dan merasa yakin bahwa ada seseorang yang sedang mengikuti mereka dan hal itu juga dirasakan olehnya tanpa memberitahukan hal ini kepada Rumy untuk mengurangi kecemasan yang sudah terlihat dari temannya sejak dia menyadari hal itu yang membuatnya bertingkah menjadi paranoid seperti saat ini. ...


... Memilih judul film....


..."Apa yang ingin kau tonton di bioskop?" tanya Rumy....


..."Kau suka genre apa?" tanya Nawa....


..."Komedi romantis bagus, apa yang kau suka?" tanya Rumy....


..."Kurasa misteri, bagaimana menurut mu?" tanya Nawa....


..."Itu juga bagus, apa ada film Action crime?" tanya Rumy....


..."Tunggu sebentar" kata Nawa....


... Berdiskusi selama tiga menit memilih film yang akan mereka tonton....


... ...


... Tidak begitu mencurigakan tapi dilihatnya secara langsung dengan apa yang dilakukan oleh Nawa....


... Pertanyaan itu muncul....

__ADS_1


..."Kita memesan tiga tiket?" tanya Rumy....


... Mengangguk masih melihat layar ponsel....


..."Ehmm" jawab Nawa....


..."Satunya lagi untuk siapa?" tanya Rumy....


... Percaya diri tanpa basa-basi....


..."Pacar baru ku" jawab Nawa....


... Orang yang dibilang sebagai pacar baru Nawa berteriak dari arah yang sedang mereka tuju dengan pakaian serasi dengan warna yang sama dari mulai baju dan bawahan yang mereka berdua kenakan....


..."Nawa!" ...


... Gadis berambut pirang dengan kulit seputih susu amat lembut juga cantik....


... Mengembalikan minuman kaleng yang tadi diberikan oleh Nawa kepada dirinya....


..."Ambil ini!" kata Rumy....


... Menerima kaleng soda dari Rumy....


... Rumy pergi mengambil arah yang berbeda dari arah awal mereka tuju....


... Melihat Rumy yang pergi. ...


..."Apa dia marah?" tanya Nawa....


... Rumy tidak berbalik ketika memutuskan untuk berpisah dari Nawa yang akan pergi berkencan dengan pacar barunya itu....


... Menggerutu sebal ketika menerima perlakuan dari Nawa yang bisa dibilang cukup menjengkelkan....


... Sebuah pertanyaan wajar....


..."Kenapa dia membuat janji bertemu denganku jika pada akhirnya dia juga membuat janji dengan orang lain?" tanya Rumy....


... ...


... Sadar....


..."Tunggu, jika aku pergi dia akan beranggapan kalau aku menyukainya" kata Rumy....


... Langsung tanggap lagi....


..."Tidak bisa tidak bisa" kata Rumy....


... Tidak peduli jika ini termasuk memalukan kembali mengambil langkah berbalik kepada Nawa yang sedang melihatnya beranjak pergi....


... Gadis yang merupakan pacar baru Nawa sedang berjalan ke arah mereka....


... Rumy sudah berada didepan Nawa lagi di sisi yang sama sebelum tadi memutuskan untuk pergi....


... Merebut minuman kaleng miliknya tadi dari tangan Nawa....


..."Ini milikku" kata Rumy....


... Tersenyum menatap sikap Rumy yang menurutnya cukup lucu....


..."Aku kira kau menyukai ku" kata Nawa....


..."Jangan bercanda, ayo kita pergi" kata Rumy....


... Pacar Nawa tiba di antara mereka dengan ekspresi sudah siap dengan rencana aktivitas rekreasi yang akan mereka lalui....


... Menggandeng tangan kanan Nawa....


..."Ayo kita pergi!" kata pacar baru Nawa....


... Melirik ke arah Rumy....


..."Oh ya, kau yang bernama Rumy kan" kata pacar baru Nawa....


... Mengangguk lembut sambil menyapa dengan senyum ramah....


..."Ya" kata Rumy....


... Menjulurkan tangan kanan kepada Rumy memperkenalkan diri untuk pertemuan pertama kali....


..."Aku Po" kata Po....


... Menerima ajakan perkenalan dari pacar baru Nawa....


..."Rumy, panggil saja aku Rumy" kata Rumy....


... Nawa belum bisa menyimpulkan pertemuan mereka akan berjalan dengan cukup lancar jika mengingat karakter seorang wanita pada umumnya seperti apa terlebih dengan kondisi ini bisa saja memunculkan sebuah pertikaian tanpa banyak usaha....


... Berjalan mengambil arah menuju perhentian bus dengan tujuan pergi ke bioskop untuk menonton film bersama....


... Didalam keheningan ruang bus yang sedang bergerak....


..."Berapa lama mereka akan bertahan?" tanya Nawa....


..."Sayang, tadi kamu bicara apa?" tanya Po....


... Memuji tanpa menimbulkan kecurigaan....


..."Kau sangat cantik hari ini" kata Nawa....


... Dari sisi mereka baris sebelah kiri kursi di dalam bus percakapan mereka terdengar tanpa bisa menolak....


..."Dia sedang mengalihkan pembicaraan" kata Rumy....


... Sadar dengan isi pikirannya barusan tentang pasangan baru di sebelah kanannya tersebut....


..."Lalu, apa urusannya denganku. Kenapa aku keberatan?" tanya Rumy....


... Bus berhenti sebentar di sebuah tempat perhentian bus lain untuk menurunkan dan menaikkan penumpang lagi....


... Seorang pria tinggi berperawakan tegap masuk ke dalam bus....


..."Permisi, boleh saya duduk disebelah mu?" tanya pria tersebut....


..."Silakan" kata Rumy....


... Seorang penumpang baru masuk ke dalam bus memakai masker putih dengan jaket casual hitam dan setelan kaos dan celana jeans serba hitam casual dengan sepatu sport duduk mengambil tempat duduk Rumy yang bergeser tempat duduk di sebelah kiri pria bermasker putih yang langsung duduk dan menyilangkan kedua tangan di atas perutnya lalu memejamkan kedua mata bersandar di kursi bus yang ditempati....


... Rumy memeriksa suhu tubuhnya yang tiba-tiba merasa tidak enak badan terasa panas di cuaca yang cerah....


..."Aku ragu untuk melanjutkan rencana ini" kata Rumy....


... Memeriksa lagi dengan telapak tangan sebelah kanan memeriksa bagian leher belakang....


... Bertanya untuk diri sendiri....


..."Apa aku perlu ke rumah sakit, kepalaku juga terasa pusing?" tanya Rumy....


... Merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya yang semakin melemah dengan suhu badan yang bertambah panas akhirnya Rumy memutuskan untuk turun dari dalam Bus....


... Pamit kepada Nawa....


..."Sorry, aku tidak ikut ke bioskop. Aku pergi" kata Rumy....


... Bus berhenti tepat di depan sebuah rumah sakit setelah sepuluh menit melakukan perjalanan menuju tempat bioskop....


... Rumy turun dari bus lalu diikuti oleh penumpang lain termasuk penumpang yang duduk disebelah kanan Rumy tadi....


..."Kita nonton filmnya lain kali. Aku pergi" kata Nawa....


... Pacarnya ditinggal sendirian di dalam bus sedangkan untuk Nawa ikut turun dengan cepat berjalan mengejar Rumy yang sedang menyebrang berpapasan dengan banyak orang....

__ADS_1


... ...


__ADS_2