
...Chapter 53: Lemons....
..."Ini apa?" tanya Hoshie....
..."Itu" kata Dashie....
... Sebuah kotak yang jatuh dari dalam tas selempang Dashie sebuah kotak dengan semi gold warna diserap sisi berwarna hitam dibuka oleh Hoshie berubah warna lagi kotak itu didesain di setiap disentuh seperti perubahan yang terjadi kali ini...
... Situasi ini sedang tidak ramah rasa percaya diri yang tetap dipertahankan olehnya makin membuatnya tidak tahan lagi untuk mengajukan banyak pertanyaan tentang sesuatu yang baru saja ditemukan diantara mereka berdua tidak ada hanya ada mereka tapi seakan menarik yang lain untuk menjadi penonton drama romansa yang belum kunjung usai ini asyik mengikuti setiap episode selanjutnya penasaran menunggu di tempat mereka masing masing masing mendengar setiap kata dari adegan yang diperankan para tokoh utama....
..."Dari Ten?" tanya Hoshie....
... Jarrel meneguk air lemon dingin dari dalam gelas sambil melirik ke arah tanda tanda pertengkaran akan dimulai....
..."Ya" jawab Dashie....
... Jarrel menaruh gelas berisi separuh air lemon dingin dengan es diatas meja lalu bermain ponsel....
... Hening dengan beberapa pengunjung kedai di sisi dekat jendela masuk kedalam kedai....
..."Kau sudah kembali padanya?" tanya Hoshie....
..."Belum" jawab Dashie....
... Mendekatkan kotak perhiasan berisi kalung emas putih berbentuk sebuah bongkahan kristal putih....
..."Sungguh aku tidak membuka kotak itu sama sekali bahkan kukira itu sebuah cincin" kata Dashie....
... Kalung itu memang bulat seperti cincin dengan bongkahan kristal indah terlihat dari ukuran kotak perhiasan yang diterimanya dari Ten....
..."Lalu kenapa kau menerima ini?" tanya Hoshie....
... Terbata bata menjawab pertanyaan dari Hoshie dengan ekspresi polos tidak akan menangis lucu disepanjang pertanyaan yang didengar olehnya dan Jarrel menikmati episode drama romansa ini....
..."Aku" kata Dashie....
... Menerima pertanyaan lagi dari Hoshie....
..."Kapan kamu akan memakainya?" tanya Hoshie....
... Wajah polos Dashie menjawab pertanyaan....
..."Aku belum memakainya" kata Dashie....
... Dari dalam kedai dari jauh Dashie melihat ada seseorang yang mirip dengan Ten dan Ved juga Rio lalu semakin dekat mereka ke arahnya semakin jelas bahwa dugaannya benar itu adalah mereka bertiga....
..."Maafkan aku, aku salah" kata Dashie....
... Dua puluh detik kemudian....
... Telapak tangan terbuka menolak sangkaan yang bisa saja disadari mungkin akan dilakukan dan orang yang sedang dibicarakan datang bersama dibelakangnya dua sahabat Dashie lalu Jarrel memberikan ekspresi wajah bahwa mereka semua datang bukan karena undangannya....
... Ya, mereka datang....
... Ada Ten alasan mengapa mereka bisa bertengkar lalu ada Ved dan Rio....
... Nix dan Deby akan menyapa kedua teman mereka sekaligus Ten yang juga termasuk pengunjung kedai tapi menghentikan niat mereka sejenak....
..."Kita tunggu sebentar" kata Nix....
... Menjaga jarak dari adegan selanjutnya konflik drama asmara yang makin memuncak....
..."Kalian kemari?" sapa Jarrel....
... Hoshie akan mengambil kotak yang berisi kalung itu dan akan mengembalikannya kepada Ten lalu dengan cepat diambil oleh Dashie....
... Penjelasan belum diberikan dari Dashie alasan mengapa dia menyimpan mencegah Hoshie mengembalikan benda pemberian dari mantan kekasihnya itu....
... Ved lebih respect dengan kondisi sahabat perempuannya itu ketimbang pertikaian asmara yang sedang berlangsung di depannya sendiri duduk mengambil kursi di sisi kiri Dashie dan Ten ada di kursi di meja berhadapan persis dengan Hoshie....
... Mengambil tempat duduk disebelah kanan Jarrel....
..."Mereka kenapa lagi?" tanya Rio....
... Mendekatkan potongan buah melon diatas mangkuk untuk sahabatnya....
..."Kita lihat saja dulu" kata Jarrel....
... Rio menjadi penurut lalu mengambil potongan melon dari Jarrel dengan garpu kecil baru dari atas meja yang tersedia....
... Ved memesan makanan dan Nix mencatat pesanan mereka lalu setelah itu kembali bersama dengan Deby menyiapkan menu....
... Memulai obrolan....
..."Sepertinya ada yang ingin kau katakan padaku" kata Ten....
... Mata sinis....
..."Kapan kau menyerah?" tanya Hoshie....
..."Menyerah untuk apa?" tanya Ten....
..."Kalian sudah berakhir" kata Hoshie....
..."Kami bisa kembali kapan saja" kata Ten....
... Ved tidak habis pikir dengan mereka berdua di jam berapa kapanpun dimanapun kemungkinan yang bisa ditebak akan bertengkar jika mereka bertemu sedangkan apa yang sedang dilihat dari data cuaca didalam ponsel cukup dingin yang membuat wajah Dashie terlihat pucat....
... Ved menunggu sampai dua menit dengan situasi semacam ini....
... Keduanya akhirnya bisa berhenti berdebat setelah melihat apa yang dilakukan oleh Ved....
..."Wajah mu sangat pucat sekali" kata Ved....
..."Kau sedang kedinginan kan" kata Ved....
... Yang dikatakan oleh sahabatnya itu tidaklah salah sejak tadi Dashie sedang melawan dinginnya udara malam ini tanpa berkata mengeluh kepada siapapun bahkan kepada Hoshie....
..."Kau tidak bisa lebih peduli dengan dirimu sendiri" kata Ved....
__ADS_1
... Dashie menerima jaket milik Ved untuk menghangatkan kedua tangan....
... Jarrel makan potongan melon lagi dari piring didepannya menikmati tayangan ini bersama dengan Rio....
... Ved melihat kedua orang yang sudah berhenti bertengkar setelah melihat lebih mengerti celah perhatian yang harus diberikan kepada orang lain....
..."Kalian lihat apa, apa ada yang aneh?" tanya Ved....
..."Aku seperti gadis penuh drama" kata Dashie....
..."Tidak juga, mereka saja yang kebetulan suka berdebat" kata Ved....
... Jarrel berekspresi puas dengan kedatangan seseorang yang jauh lebih mengenal gadis disebelah kirinya itu yang sedang pucat menahan udara dingin....
... Menunggu menu makanan yang dipesan....
... Terkadang Ten melihat ke arah sekitar lalu Hoshie melirik Dashie kemudian Ved melihat luar kedai setelah itu fokus dengan layar ponsel....
... Jarrel dan Rio mengobrol tentang pekerjaan....
... Suara proses memasak makanan mengisi....
... Hening....
... Belum ada yang memulai obrolan lagi....
... Menunggu....
... Masih tetap tak mau memulai obrolan lagi....
... Sedang menebak situasi komunikasi diantara mereka....
..."Kemungkinan ini akan berlangsung lama" kata Dashie....
..."Kenapa begitu canggung?" tanya Dashie....
... Ved memesankan air lemon dengan madu hangat untuk Dashie baru saja ditaruh di meja olehnya yang membantu Nix menaruh minuman pesanan di meja mereka....
... Dashie sibuk mendengarkan podcast dari ponsel....
..."Makasih" kata Dashie....
... Sedangkan, Rio membantu Deby dengan dua menu makanan yang akan siap ditaruh di meja yang sama....
... Ten menunggu bagian kedua makanan mereka akan segera datang diantar oleh Nix....
... Sepuluh detik kemudian Nix datang mengantar makanan di part kedua lalu Ten membantu menaruh di atas meja....
..."Untukmu" kata Ten....
... Tiga puluh derajat menundukkan kepala sambil melihat wajah Ten....
..."Thanks" kata Dashie....
... Spring rolls vegetarian dipesankan untuk Dashie....
... Geleng-geleng kepala, Jarrel....
... Hoshie sudah menebak tidak mungkin semua itu akan diminum ataupun dimakan dengan isi perut yang sudah diisi oleh makanan yang sudah terisi sebelum mereka datang untuk di kedai yang sama....
... Mengambil menu makanan yang dipesankan untuk Dashie dari Ten....
..."Biar aku saja yang makan, dia sedang diet" kata Hoshie....
... Tidak ketinggalan juga minuman yang diberikan dari Ved....
... Mulai makan di pukul tiga lebih dua puluh menit....
... Iseng sekali lagi, Jarrel mengambil spring rolls yang ada di depan Hoshie dengan sumpit....
..."Dashie, aku minta satu" kata Jarrel....
..."Heh" kata Dashie....
... Hoshie tidak bisa mencegah itu dan terjadi lagi untuk yang kedua kali dan itu adalah Rio dua buah spring rolls menaruhnya di atas piringnya sendiri....
... Mengarahkan sumpit ditangan kepada Dashie....
... Dengan polosnya berbicara seakan di antara mereka tidak pernah ada konflik....
..."Ini makanan kesukaan mu kan" kata Rio....
... Suara ketukan di atas meja dari jemari tangan Jarrel....
... Satu detik kemudian tersadar kalau mereka sedang dalam kondisi meredam amarah....
..."Oh, sorry. Aku salah bicara" kata Rio....
... Kembali menghabiskan menu makanan diatas piring....
... Rio terbiasa mengobrol dengan gaya seperti ini jika bersama mereka dengan gaya bicara seperti sebelumnya yang menambahkan poin untuk perhatian yang diberikan Ten untuk Dashie....
... Bersemangat dan speak up dengan kecanggungan diantara mereka....
..."Terserahlah dengan urusan kalian. Aku hanya ingin berurusan dengan Dashie" kata Rio....
..."Kau juga jangan pedulikan mereka sudah sedewasa ini tapi tetap bertengkar" kata Rio....
... Dashie mau berkomentar apa yang dilakukannya lebih baik diam saja tidak ingin semua berjalan lebih canggung dari yang sedang berlangsung terjadi di depannya....
... Hoshie melihat Dashie yang lebih memilih diam justru membuatnya jauh lebih senang dengan hasil yang didapat menyadari semua yang dilakukan oleh Dashie semata untuk menjaga perasaannya sejak sedari tadi dari sikap diam yang dia pilih....
... Spring rolls dari Ten untuk Dashie dimakan dengan perlahan dengan aura kemenangan yang diterima....
..."Aku tidak boleh merasa aman ini baru permulaan" kata Hoshie....
... Dashie mengambil botol air mineral miliknya yang ada di depannya di sebelah kanan membuka botolnya lalu satu teguk air didalam botol itu diminum setelah itu menutupnya kembali dan menaruhnya di posisi awal....
... Deby ataupun Nix tidak bisa ikut bergabung dengan mereka sibuk dengan melayani para pengunjung di kedai yang datang lumayan ramai bersama karyawan lain yang juga melakukan aktivitas pekerjaan....
__ADS_1
... Dari tempat yang sama pula Hot yang sedang bermain game online di layar ponselnya masih juga dengan mendengar apa yang sedang terjadi didalam kedai....
..."Gadis itu sedang tertekan" kata Hot....
..."Dia akan bertahan" kata Nora....
... Melanjutkan berpendapat tentang kondisi seseorang yang juga adik dari pacarnya itu....
..."Karena dia yakin itu semua hanya sementara" kata Nora....
..."Tindakanku ternyata bisa berdampak besar seperti ini" kata Hot....
..."Akhirnya, kau sadar" kata Nora....
..."Sejak awal aku bertemu dengannya di dalam kedai" kata Hot....
... Sejenak berhenti bermain game online....
... Membela diri....
..."Tunggu, aku tidak seburuk itu!" kata Hot....
... Wajah tidak cukup percaya dengan kata kata pembelaan dari Hot....
..."Sudahlah!" kata Nora....
... Kembali lagi bermain game online di ponselnya sendiri karena tidak ingin sebuah pertengkaran dimulai sadar betul kondisi mereka berdua yang sudah beberapa jam bekerja sambil tetap fokus melihat perkembangan kekuatan Dashie yang sudah dengan sendirinya mengendalikan kekuatannya sendiri menyadari dengan siapa saat ini berada mereka bisa melihat kekuatan itu berapi api meredam kekuatan yang ingin menyerang ke segala arah yang berbau dengan bangsa Blacwhe....
... Bukan untuk membiarkan semua itu dialami oleh Dashie tapi ini dilakukan untuk mengasah kemampuannya jika dilihat tingkat awal kekuatan yang muncul dari dalam diri dari seseorang yang akan menjadi teman baru....
..."Apa kita tidak terlalu ekstrim kepadanya?" tanya Nora....
..."Jika gadis itu bereaksi lebih itu juga sama menguntungkannya untuk kita bukan" kata Hot....
..."Aku harus lebih berhati-hati dengan mu kedepannya" kata Nora....
..."Ingat. Aku tidak sejahat itu" kata Hot....
... Selesai mendengarkan podcast dari dalam ponsel dengan musik list yang berputar dan layar ponsel menyala melakukan check out daftar list semua yang harus dibeli mengantri untuk mengurangi setiap sen uang gajian yang baru didapat oleh Dashie....
... Menghitung mengingat barang apa yang harus dibeli lagi apakah dia benar-benar membutuhkan dan semua memperhatikan jemari jemari tangan yang aktif tanpa merasa terganggu dengan sekitarnya yang mulai teralih dengan itu....
..."Kau sibuk sekali?" tanya Ved....
... Singkat....
..."Mmmm" jawab Dashie....
..."Hari ini kau sibuk?" tanya Ved....
..."Tidur" kata Dashie....
... Tawa mulai terdengar di antara mereka dan Dashie tetap dengan fokus menatap layar ponsel....
..."Apa belanja itu mengasyikkan?" tanya Ved....
... Mendengar pertanyaan dari Ved tapi tetap fokus dengan layar ponselnya sendiri....
..."Ya" kata Dashie....
... Melihat ke arah Ved....
..."Tadi, kau bicara apa?" tanya Dashie....
..."Lanjutkan belanja mu" kata Ved....
... Kembali dengan layar ponsel....
..."Hmmm" kata Dashie....
... Tiga puluh menit selanjutnya mereka masih disana tidak kurang satupun pergi dari meja yang sama hening terkadang juga dengan sedikit candaan anak muda di sela sela waktu....
... Lima belas menit selanjutnya dengan kedai belum tutup juga para pengunjung yang datang terhitung cukup mengisi kursi kursi yang kosong dari dalam tempat makan....
... Semua baik baik saja sungguh baik baik saja diantara mereka juga khususnya untuk Ten dan Hoshie sudah mulai mengurangi perselisihan menggapai cinta melunak sikap dan tindakan juga kedua orang yang tetap on di luar sana mengawasi mereka semua belum merasa lelah terancang untuk ini, terjaga....
... Setengah lima pagi yang cukup segar embun pagi datang dari luar dengan tanpa ragu masuk kedalam akan memilih tempat duduk melihat seseorang yang benar benar tak asing untuknya membatalkan untuk menuju tempat duduk pilihannya semula menghampiri meja yang terdapat Rio yang menemukan lebih awal gerak seorang gadis ke arah mereka mengingat kembali apakah dia pernah mengenal gadis itu....
... Rio sudah mulai ancang ancang menjauh dari semua teman temannya yang belum menyadari sesuatu akan terjadi diluar kendali....
..."Apa kalian mengenalnya?" tanya Rio....
... Satu langkah gerak Rio menjauh....
..."Byurrrr!"...
... Terlambat sudah peringatan dari Rio....
... Hoshie mengusap wajahnya dengan tangan kanannya sendiri....
..."Kau!" kata Hoshie....
... Dia sadar tidak baik marah marah, tiba tiba saja....
... Sisa air minum dari pengunjung yang barusan keluar dari dalam kedai beserta bongkahan es yang masih bertahan bersatu tertumpah dengan kerelaan hati oleh perintah gadis itu mengguyur Hoshie dari arah kanan atas kepala....
... Suaranya sungguh lembut nan cantik....
..."Dingin bukan" kata gadis itu....
... Reaksi lucu di pagi hari yang indah melihat situasi panas yang didinginkan dengan air lemon....
..."Kau tidak marah!" bentak gadis itu....
... Bisa dilihat dengan siapa sekarang Hoshie tidak mungkin meluapkan kemarahannya di depan banyak orang apalagi ada Dashie disini....
... Bahu kanannya dipukul beberapa kali oleh gadis itu dan belum terlihat perlawanan dari Hoshie yang duduk mendengar luapan kemarahan seseorang yang tidak satupun dari mereka yang ada dalam satu meja itu mengenalnya selain Hoshie....
... ...
__ADS_1