Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 96: Teman satu sekolah.


__ADS_3

...Chapter 96: Teman satu sekolah....


... Dia memunculkan diri lalu segera memeluk mantan kekasih Hoshie....


..."Dia pergi dariku" kata mantan Hoshie....


... Mengusap lembut kepala gadis yang sedang menangis dipelukan....


..."Seymour" kata Ren....


..."Entah apa salahku sehingga dia pergi" kata Seymour....


..."Sudahlah. Aku seperti orang yang sedang memanfaatkan situasi" kata Ren....


..."Akhirnya kau berkata jujur" kata Seymour....


... Melepaskan pelukannya dari Seymour....


..."Sudah malam. Ayo kita pulang" kata Ren....


..."Aku akan bawa mobil sendiri" kata Seymour....


..."Aku yang nyetir" kata Ren....


..."Ok" kata Seymour....


... Ren membantu Seymour berjalan keluar dari ruang tempat bermain biliar dalam keadaan mabuk....


... Mengira akan mudah membawa seorang wanita menuntunnya sampai ke mobil tapi nyatanya gadis yang ia bawa cukup membuatnya geleng-geleng kepala....


..."Dia mau pulang tapi berhenti lalu menempel lagi ke tiap dinding" kata Ren....


..."Dan sekarang dia duduk dibawah meja biliar" kata Ren....


... Ren sedang berusaha menarik lagi wanita yang ada dibawah meja sedangkan disana banyak orang lain yang sedang bermain permainan di meja tempatnya bersembunyi dengan tiga meja sebelumnya....


... Kesal tapi tetap membantu....


..."Takkan ku biarkan wanita ini mabuk lagi" kata Ren....


... Menarik paksa lagi temannya itu satu kali lagi....


..."Ayo kita pergi cepat!" kata Ren....


..."Tidak mau. Aku hanya mau Hoshie" kata Seymour....


... Ren mulai kesal....


..."Dia tidak datang paham!" kata Ren....


... Seymour malah nangis dengan suara cukup keras....


... Kedua tangan Ren diletakkan dikedua pinggang....


... Mengalah tidak marah lagi kepada Seymour....


..."Ok. Dia ada disini, ayo kita pulang" kata Ren....


... Seymour langsung keluar dari bawah meja biliar....


... Berbicara menghadap Ren....


..."Sungguh. Dia ada disini?" tanya Seymour....


..."Ehmm. Ayo ikut aku" kata Ren....


... Dia menggenggam tangan kiri Seymour lalu sebelum pergi dari sana dia menyempatkan diri untuk meminta maaf kepada mereka yang sudah mau mengerti dan diganggu oleh Seymour yang sedang mabuk....


... Membawa Seymour ke dalam mobilnya sendiri....


..."Duduk disini" kata Ren....


... Dia duduk di kursi sebelah kanan kemudi lalu Ren memasangkan sabuk pengaman kepada Seymour....


... Menutup pintu mobil dan dia pergi menuju kursi kemudi mobil masuk kedalam mobil memasang sabuk pengaman lalu pergi meninggalkan area tempat bermain bilyard....


... Perjalanan menuju ke apartemen Seymour membutuhkan waktu sepuluh menit....


... Masih di dalam perjalanan....


... Melirik Seymour....


... Dia sedang memandang Ren sambil bersandar di kursi kanan sebelah kemudi....


..."Jangan melihatku seperti itu" kata Ren....


..."Kenapa?" tanya Seymour....


..."Kau mendorongku untuk berbuat jahat" kata Ren....


... Dia malah tertawa mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ren....


..."Kau lebih terlihat lucu jika berkata seperti itu" kata Seymour....


... Membentak....


..."Aku tidak berbohong!" kata Ren....


... Suara membentak Ren cukup keras terdengar....


..."Ok!" kata Seymour....


... Mengganti arah pandang ke arah depan melihat luar jalan dari dalam mobil....


..."Gadis pintar" kata Ren....


... Lanjut mengemudi mengantar temannya untuk sampai di tempat tinggalnya....


... Ren sudah berada ditempat parkir apartemen....


... Dia melepas sabuk pengamannya lalu turun dari dalam kursi kemudi mobil....


... Membuka pintu mobil depan sebelah kanan melepas sabuk pengaman yang digunakan oleh Seymour juga membawa tas milik temannya itu....


... Seymour berhasil dibawa keluar dari dalam mobil....


... Menutup mobil kembali lalu menguncinya secara otomatis dari luar....


... Ren memapah Seymour....


..."Jangan berulah lagi. Ayo kita pulang" kata Ren....


... Seymour tidak mau dibawa masuk kedalam lift apartemen dari tempat parkir menuju apartemennya....


... Pintu lift terbuka dan perjalanan masih berlanjut....


... Didalam apartemen setelah itu Ren berusaha menekan tombol empat puluh lima....


... Selesai menekan tombol lantai apartemen temannya itu lalu mereka menunggu hanya berdua didalam lift....


... Dua menit kemudian masuk dua orang yang dua-duanya terlihat dengan seragam kantor dengan desain dan warna yang sama....


... Tiga menit berlalu dan akhirnya mereka berdua keluar dari dalam lift....


... Memapah Seymour menuju pintu apartemennya....


... Memencet bel dari luar pintu....


... Menunggu pintu dibuka dari dalam apartemen Seymour....


... Pintu dibuka dari dalam....


..."Kakak" kata seorang gadis remaja....


... Dia adik dari Seymour yang juga tinggal bersama dalam satu apartemen yang sama....


..."Soft" panggil Ren....


... Ren masuk kedalam apartemen sambil melepas alas kaki sambil berjalan masuk ke dalam apartemen Seymour....


... Soft merasa tidak mengenal dengan orang yang mengajaknya bicara ini....


... Ren membaringkan Seymour diatas tempat tidurnya lalu menyelimuti dengan selimut tebal putih yang tersedia diatas kasur....

__ADS_1


..."Kau siapa?" tanya Soft....


..."Ini aku. Stud, pacarmu" kata Ren....


... Dia menunjukkan wajah aslinya lagi kepada Soft....


..."Ok" kata Soft....


..."Kau mau tinggal sebentar?" tanya Soft....


... Ren mencium pipi sebelah kanan Soft lalu bergegas akan pergi mengambil alas kakinya lagi....


... Mengantar pacarnya sampai kedepan pintu masuk juga keluar apartemen....


..."Sayang" panggil Soft....


... Memakai alas kaki....


..."Aku akan menemui mu lagi" kata Stud....


... Dia kemudian mencium pipi Soft sebelah kanannya lagi....


..."Bye bye. Sayangku" kata Stud....


... Pintu apartemen ditutup oleh Soft....


... Dia menerima pesan dari pacarnya....


..."Aku sungguh merindukanmu" ...


... Balik membalas pesan....


..."Me too"...


... Kembali menemui kakaknya yang sudah berbaring di tempat tidur tertidur lelap....


... Merapikan selimut lalu pergi ke arah dapur....


... Kembali lagi dengan air hangat beserta handuk dalam satu baskom aluminium cukup besar....


... Menebak....


..."Kau pasti memikirkan dia lagi" kata Soft....


... Sudah tentu dia tahu kalau mantan kekasihnya adalah Hoshie....


..."Padahal kau sangat cantik" kata Soft....


... Mengelap wajah kakaknya dengan handuk putih yang sudah direndam air hangat....


..."Masih banyak orang yang mau denganmu selain orang itu" kata Soft....


... Dia memanggil nama Hoshie lagi....


..."Hoshie" panggil Seymour....


..."Lagi lagi pria brengsek itu" kata Soft....


... Pagi....


... Udara sangat dingin sejak tadi malam hingga pagi ini ditambah lagi hujan kembali turun dengan sangat deras bisa menambah menurunkan daya tahan tubuh....


... Sejak sedari tadi Pax sudah melewati Rio yang terbaring di lantai yang berbeda dengan letak yang berbeda pula....


..."Dia mabuk berat" kata Pax....


... Nawa juga melewatinya tanpa ada rasa ingin membangunkan pria dewasa yang masih berbaring dilantai tanpa alas ataupun selimut....


... Pax menyiapkan sarapan untuk dua penghuni rumah....


... Tak berapa lama juga Hoshie yang sudah membersihkan diri setelah bangun tidur tanpa selang infus yang terpasang turun dari anak tangga....


... Berjalan lalu berhenti di dekat Rio....


..."Astaga. Berapa jumlah alkohol yang kau minum?" tanya Hoshie....


... Dia juga melewati Rio yang belum terbangun dari tidurnya....


... Pax menaruh sup wortel dengan kentang tanpa penyedap rasa apalagi minyak goreng untuk Hoshie....


..."Haruskah aku menanyakan hal semacam itu. Ku rasa itu kurang sopan" kata Nawa....


... Menyendok sup yang sama yang akan dimakan oleh Hoshie....


... Dia memuji masakan Pax....


..."Ini sangat lezat" kata Hoshie....


..."Ku terima pujian mu" kata Pax....


..."Oh ya. Kakak harus pergi bekerja. Kalian nikmati sarapannya" kata Pax....


... Dia bergegas pergi terlihat terburu-buru untuk bekerja lagi....


... Dia sedang memilih menu sarapan yang tersedia di meja makan....


... Mengambil daging sapi saus kedelai manis dengan sendok lalu menaruhnya di atas nasi hangat....


... Memotong lagi dengan sendok bagian daging sapi....


... Memakannya perlahan....


..."Ini juga lezat" kata Nawa....


..."Seharusnya dia menjadi chef saja" kata Nawa....


..."Kau mulai menerimanya" kata Hoshie....


... Mengambil potongan daging sapi dipiring dengan nasi hangat lagi dalam satu suapan....


..."Dia cukup baik" kata Nawa....


... Nawa kembali dengan sifat dinginnya....


..."Kau kapan makan jika … " kata Nawa....


... Dia belum sempat melanjutkan kalimatnya selanjutnya terdengar suara orang yang baru saja terbangun dari tidurnya....


... Semua melirik ke arah Rio....


..."Aku dimana?" tanya Rio....


... Hoshie memakan bubur tawar yang ada dimangkuknya....


... Rio terbangun berdiri dan sadar ada disebuah tempat yang menurutnya asing mengingat dirinya tidak pernah datang berkunjung kerumah seorang Hoshie....


..."Kenapa kau ada disini?" tanya Rio....


... Hoshie mendengar apa yang ditanyakan oleh rivalnya saat ini....


..."Makanlah" kata Hoshie....


... Dia membuka kedua matanya lebih jelas lagi dengan siapa orang yang mengajaknya bicara....


... ...


... Tersadar....


..."Hoshie" kata Rio....


..."Ya. Ini rumah ku" kata Hoshie....


..."Kenapa aku ada dirumah mu?" tanya Rio....


... Mengarang cerita untuk rivalnya itu....


..."Kau ku temukan ditepi jalan tadi malam" kata Hoshie....


... Nawa masih menghabiskan sarapan pagi dengan tenang tanpa ingin terganggu dan mengganggu obrolan mereka....


... Rio lalu memeriksa pukul berapa dari layar ponsel yang ia ambil dari saku jaketnya....


..."Sudah pukul enam pagi" kata Rio....

__ADS_1


... Semua yang dia miliki tidak kurang satupun dari dalam diri....


..."Sudah selesai. Kau boleh bergabung dengan kami" kata Hoshie....


... Tidak mungkin untuk Rio ikut bergabung bersama satu meja dengan kedua orang yang bisa dibilang tidak akrab sejak dulu....


... Hoshie dan Nawa masih memperhatikan seseorang yang baru bangun dari atas lantai itu....


... Dia pergi meninggalkan ruang makan tanpa berkata terima kasih ataupun pamit pergi begitu saja dengan cepat berjalan melewati dua orang yang sedang menikmati sarapan pagi....


... Terdengar pintu depan rumah tertutup kembali....


... Rio sudah pergi....


..."Apa dia teman kuliahmu?" tanya Nawa....


... Santai menjawab....


..."Dia seniorku" kata Hoshie....


... Dia yang selalu berkata mendetail kini kembali....


..."Kurasa dia lebih terlihat seperti rivalmu" kata Nawa....


..."Habiskan sarapan mu. Jangan sampai terlambat" kata Hoshie....


... Dia kembali berperan sebagai seorang kakak bagi Nawa....


..."Hari ini kau bisa memakai motormu lagi" kata Hoshie....


... Terkejut senang....


..."Motorku. Motorku sudah ku jual" kata Nawa....


..."Bodyguard mu tadi pagi membawanya kemari" kata Hoshie....


... Kuncinya ada disembunyikan oleh Hoshie....


... Mencari benda yang disembunyikan oleh Hoshie....


..."Kau mencari kunci motor mu?" tanya Hoshie....


... Dia dengan wajah dinginnya yang sirna mengangguk menjadi anak baik....


..."Dengan syarat. Kamu berhenti dari berbagai macam taruhan lagi" kata Hoshie....


... Agak ragu dengan syarat yang diberikan oleh seseorang yang sudah dianggapnya sebagai kakaknya sendiri ini....


... Tawaran yang tidak bisa ditolak oleh Nawa....


..."Tidak mau?" tanya Hoshie....


..."Ok" kata Nawa....


... Di dalam tempat persembunyian kunci motornya juga terdapat kartu ATM yang sudah terisi sejumlah uang yang juga diantar oleh bodyguardnya sendiri....


..."Habiskan sarapan mu" kata Hoshie....


... Nawa yang kegirangan setelah mendapatkan motornya kembali memakan makanan didepannya lebih bersemangat....


... Dia sedang didepan halte bus....


... Dia tidak sendirian melainkan bersama dengan para penumpang lain yang juga sedang menunggu bus sesuai rute mereka akan datang....


... Hujan sudah mulai reda cahaya matahari juga sudah mulai terasa....


... Dengan kedua tangan menyilang didepan perut....


... Sesekali melihat arah jarum jam ditangan berwarna putih disebalah tangan kirinya....


..."Aku tidak salah lihat" kata Po. ...


... Dari arahnya sedang menunggu bus datang, dia melihat pacarnya sedang menuju arah yang sama yang akan dituju olehnya. ...


... Dia dengan wajah ceria....


... Sudah jelas sebagai pacarnya dia akan menyapa tapi apa yang terjadi. Semua yang ada hanya satu sisi saja yang memberikan lebih banyak cinta dan harapan bukan untuk Nawa yang melewati pacarnya tanpa melihat sedikitpun....


... Dan tidak tahu apa yang dipikirkan oleh gadis remaja ini tetap berpikiran positif tentang pacarnya setelah kejadian ini....


..."Mungkin dia tidak melihatku atau sedang terburu-buru" kata Po....


... Padahal waktu yang tersisa sangat banyak untuk menuju kesekolah mereka....


..."Untung saja tadi aku tidak memanggilnya" kata Po....


... Di awal pagi yang kembali cerah setelah hujan tidak ingin rasa sedihnya ini terlalu lama tertanam didalam diri....


..."Sudahlah. Anggap saja tidak pernah terjadi" kata Po....


... Bus yang ia tunggu datang lalu naik satu persatu para penumpang begitu juga dengan Po....


... Di dalam bus penuh sesak dengan para penumpang lain berdesak satu sama lain....


... Po yang sudah memakai seragam olahraga biru dan putih di setiap bagian sisi kanan dan kiri lengan serta celana olahraga biru gelap dengan sepatu olahraga hitam bertali hitam menarik tas ranselnya kedepan perutnya memeluknya dengan erat....


..."Aku lupa dengan dunia sekitar ku" kata Po....


... Dia tidak mendapatkan tempat duduk karena semua kursi di dalam bus terisi penuh oleh para penumpang lain....


... Dia membaca situasi didalam bus tidak bisa dianggap remeh bagi seorang wanita jika berdesakan didalam transportasi umum seperti yang di alami oleh Po....


... Mata melihat setiap arah kanan dan kiri....


... Mencari celah paling aman untuknya tetap selamat hingga sampai tujuan....


... Lima menit untuk tetap bertahan dari segala perjuangan akhirnya berakhir....


... Bus tiba di halte bus dekat dengan sekolahnya....


... Po turun dari dalam bus....


... Berdiri di depan jalan lampu penyeberangan....


... Lampu akan berubah memerah beberapa detik lagi....


... Menunggu....


... Delapan detik kemudian....


... Lampu berubah menjadi merah....


... Kaki melangkah ke depan bersama beriringan diikuti dengan yang lain berjalan menyebrang di tempat penyeberangan....


... Menebak dimana pacarnya mungkin saja sudah tiba disekolah mereka....


..."Ku rasa dia sudah tiba sejak tadi" kata Po....


... Masuk kedalam sekolah melewati pintu gerbang sekolah....


... Dia berjalan mempercepat langkahnya untuk masuk kedalam kelas....


... Akan melewati tempat parkir sekolah....


... Kebetulan dia juga melihat Nawa baru saja memakirkan motornya ditempat parkir....


... Dia yang mulai dikenal lagi oleh gadis ini lagi belum lelah atau berputus asa dengan usaha yang sudah dilakukan sebelumnya....


... Dia akan menyapa Nawa dengan kedua tangan akan melambaikan tangan kanannya tapi apa yang baru saja dilihatnya adalah mencegahnya untuk melakukan hal yang sama yang dilakukan oleh teman sekelas mereka....


... Dia tidak menanggapi seseorang yang mengajak beramah-tamah dipagi hari....


... Dia pergi meninggalkan teman sekelas mereka....


... Teman sekelas mereka menghampiri Po....


..."Kau sungguh mampu menjadi pacarnya" kata ketua kelas....


... ...


... ...


... ...

__ADS_1


... ...


__ADS_2