Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 138: Hibiscus ice tea.


__ADS_3

...Chapter 138: Hibiscus ice tea....


..."Ambil ini!" kata Jarrel....


... Dashie menerima minuman fermentasi dari Jarrel....


... Ia melempar satu kaleng yougyrt yang ia beli baru saja di toko persis disebelah tempat tinggal sahabatnya itu....


... Duduk disebelah kiri Dashie....


... Mereka sedang berada bersebelahan didepan sebuah toko kecil....


..."Minumlah. Kau membutuhkannya" kata Jarrel....


... Seseorang sedang hemat dalam memberikan senyumannya kepada orang lain....


... Tiga menit dalam kesunyian....


... Dashie belum membuka tutup kaleng minuman yang Jarrel berikan....


... Jarrel beranjak bangun dari tempat duduknya melihat ke arah Dashie....


... Dia sedang ingin banyak diam....


..."Kenapa?" tanya Dashie....


..."Ikut aku!" kata Jarrel....


... Sikap penolakan....


..."Kemana?" tanya Dashie....


..."Aku tidak akan menculik mu" kata Jarrel....


... Berjalan disebelah kiri jalan mereka mengarah ke arah utara lurus....


... Dia dengan minuman fermentasi yang sama yang sedang temannya bawa belum diminum dengan langkah kaki yang tidak bersemangat pergi mengikuti orang yang ada didepannya saat ini....


... Mulai dengan sedikit langkah menyusuri jalan yang sama dengan deretan bangunan lain....


... Seseorang dengan sikap optimis dan seseorang lagi yang seakan kehilangan arti hidupnya sendiri....


... Melihat ke arah belakang....


... Berhenti dari langkah yang ia ambil....


... Ikut berhenti dan melihat Jarrel yang sedikit pura-pura kesal....


..."Bisa tidak, kau jangan berjalan dibelakang ku. Kita seperti apa jika dilihat orang lain?" tanya Jarrel....


... Melihat ke arah sekitar....


... Apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu ada benarnya juga....


... Dia memutuskan untuk berjalan beriringan lalu berhenti disebelah kanan Jarrel....


... ...


... Jarrel melihat wajah seseorang yang belum berubah sejak ia keluar dari tempat persembunyian....


..."Sudah" kata Dashie....


..."Baguslah" kata Jarrel....


... Dashie melihat beberapa anak kecil berlarian sambil membawa kembang api....


... Jarrel memperhatikan dari jauh beberapa bangunan yang sedang dibangun cukup dekat dengan bangunan di dekatnya....


... Jalan yang mereka pijak masih tersisa jejak air hujan yang menggenang tidak terlalu mengganggu aktivitas pejalan kaki....


... Toko-toko juga sudah mulai dibuka dengan barang dagangan yang mereka pajang....


... Dashie menggenggam erat minuman fermentasi dalam kaleng dengan tangan kanan dengan sesekali memparhatikan jalan yang mereka lalui dari berbagai arah....


..."Sorry" kata Dashie....


..."Untuk?" tanya Jarrel....


... Ngambek....


..."Terserah kau sajalah" kata Dashie....


... Menarik sahabatnya lagi agar tidak berjalan tidak terlalu ditengah jalan....


..."Hati-hati jalanan sedang ramai" kata Jarrel....


..."I am sorry" kata Dashie....


... Dia dengan senyum bahwa seseorang menyadari kesalahannya....


..."Untuk apa?" tanya Jarrel....


... ...


..."Untuk" kata Dashie....


... Jarrel menunggu....


... Tapi, Dashie masih ragu juga malu jika mengakui kesalahannya kepada seseorang....


..."Aku" kata Dashie....


... Malah marah-marah sendiri....


..."Sudahlah" kata Dashie....


... Jarrel ditinggal pergi oleh Dashie berjalan lebih cepat darinya....


... Mengejar....


... Empat langkah untuk Jarrel berhasil mengejar sahabatnya itu....


... Berbicara didekat Dashie....


..."Bukankah kali ini aku benar" kata Jarrel....


..."Kau datang untuk meledekku" kata Dashie....


... Tertawa lumayan membuat seseorang bertambah malu dengan kondisinya sekarang tapi tidak membuat seseorang bereaksi berlebihan ke arah negatif....


..."Itu salah satunya" kata Jarrel....


..."Oh ya. Tak perlu minta maaf padaku. Santai saja" kata Jarrel....


..."Tidak juga. Aku harus minta maaf padamu" kata Dashie....


... Berhenti secara bersamaan lalu saling melihat satu sama lain....


... Melihat ke arah Dashie dengan tatapan tidak memaksa seseorang untuk melakukan permintaan maaf padanya....


..."I am sorry. Ok" kata Dashie....


... Mereka berdua melanjutkan langkah kaki mereka menyusuri jalan....


... Memberikan semangat....


..."Ini bukan salahmu sepenuhnya. Jangan merasa sesedih ini" kata Jarrel....


..."Salahku tidak mendengarkan nasehatmu" kata Dashie....


..."Kau malah perjelas masalahmu. Itu semua sudah berlalu" kata Jarrel....

__ADS_1


... Dia dengan jiwa idealisme yang hadir didetik ini....


... Menghela nafas sedikit....


..."Kenapa. Aku hanya mengakui kesalahan ku, apa aku salah!" kata Dashie....


... Menutup mulut sahabatnya yang mulai emosi....


... Berbicara lebih pelan....


..."Pelankan suaramu. Itu mengurangi permohonan maaf yang kau katakan barusan" kata Jarrel....


... Suaranya kembali seperti apa yang disarankan oleh sahabatnya itu....


..."Ok" kata Dashie....


... Kembali normal situasi diantara keduanya....


..."Tuan Jarrel. Aku minta maaf" kata Dashie....


... Kali ini terdengar lebih tulus dari permintaan maaf yang ia ucapkan sebelumnya....


..."Jika kau katakan kalimat itu lagi. Aku tidak ingin menjadi sahabatmu lagi" kata Jarrel....


... Dia dengan nada suara tak peduli dengan apapun....


..."Ok" kata Dashie....


..."Kata yang bagus" kata Jarrel....


... Dashie melihat suasana disekitarnya yang ia lewati terlihat ramai akan tetapi tidak dengan pandangan mata yang ia tanggap adalah sebaliknya....


... Hanya sekedar menebak dengan sedikit senyum tanpa kepalsuan dari ekspresi wajah Jarrel....


..."Apa kau juga takut aku akan mengecewakanmu?" tanya Jarrel....


..."Bukankah manusia seperti ini" kata Jarrel....


... Dashie masih dengan suasana yang ia anggap masih dingin bukan seperti apa yang terlihat oleh orang-orang disekitarnya saat ini....


... Belum mendapat tanggapan dari sahabatnya itu atas kalimat yang ia katakan....


... Menunggu....


... ...


..."Sorry" kata Jarrel....


... Dia tertawa ceria lagi ketika mendengar apa yang diajarkan oleh Jarrel....


..."Lihat. Kau tidak jauh berbeda dariku" kata Dashie....


..."Akhirnya, aku melihat dirimu lagi" kata Jarrel....


... Mereka sudah sampai di taman dekat sungai....


... Meja dan kursi sepasang ada beberapa disana untuk digunakan secara umum bagi para pengunjung....


... Beberapa ayunan juga terlihat dan pernah ia lihat ketika melewati taman yang mereka datangi....


... Dia merasa ada sesuatu yang mencurigakan sejak pertama kali seseorang mengajaknya dengan alasan menghibur tanpa harus berkata....


... Memegang lengan sahabatnya itu tidak terlalu erat tapi memberi arti bahwa ia membutuhkan pertolongan dari orang lain....


... Dia akan lari menjauh dari situasi ini tapi Jarrel mencegahnya untuk pergi....


..."Tolong sekali ini saja" kata Jarrel....


..."Sudah ku duga" kata Dashie....


... Berbicara jujur....


..."Sungguh, aku tidak merencanakan ini" kata Jarrel....


... Si warga kerajaan biasa seperti Dashie sedang bersiap dengan hal luar biasa yang mungkin dan ia yakini sebentar lagi membuat hidupnya bertambah penuh warna....


... Jarrel menarik Dashie menjadi lebih dekat dengan tangan berada di lengan atas sebelah kanan gadis yang dekat dengan dirinya saat ini seakan ia adalah pacarnya sendiri....


... Penuh percaya diri seseorang disebelahnya itu tanpa membiarkan sahabatnya berhasil melepas diri dari permohonan pertolongan ini....


... Dia yang terbilang sangat sweet dan tentu cantik....


... Dashie jadi tidak percaya diri dengan dirinya yang hanya memakai alas kaki seadanya berwarna putih....


... Dia melihat gaun yang dipakai oleh putri kerajaan yang ada didepannya sekarang....


..."Gaun dengan keluaran terbaru minggu ini ditambah lagi edisi terbatas" kata Dashie....


... Melihat diri sendiri....


..."Aku ini apa?" tanya Dashie....


... Celana panjang selutut casual polos juga dengan kaus putih bergambar doggy yang ia pakai semakin meledek diri sendiri....


... Hanya ini kekuatan yang ia miliki....


..."Tetap percaya diri" kata Dashie....


... Dia dalam tujuh detik terdiam menilai siapa gadis yang bersama dengan Jarrel sekarang....


... Dia dengan tipe wanita yang terlihat cantik dalam situasi apapun....


... Kedua orang yang sedang memainkan peran mereka masing-masing....


..."Kenapa kau ada disini?" tanya Jarrel....


..."Aku mencari kakak" kata gadis itu....


... Dashie tetap ingin lari dari mereka belum berhenti ingin melarikan diri dari dekat sahabatnya itu....


... Dan akhirnya pertanyaan ini muncul....


..."Dia siapa?" tanya gadis itu....


... Dia menunjuk diri Dashie dengan jari telunjuknya dengan cat kuku tanpa warna tergambar bunga merah dan boneka beruang sebagai pemanis....


... Di tempat yang sama dengan jarak yang lumayan tidak terlalu jauh sekitar delapan belas langkah....


... Berbalik ke arah asal suara itu ia dengar....


... Dia dengan hibiscus ice tea ditangan sedang menikmati pemandangan indah tepi sungai....


... Meminum lagi minuman yang ada ditangannya kembali lalu melihat hal yang membuatnya khawatir akan situasi yang bisa saja tidak menguntungkan bagi seseorang akan terjadi kepada seseorang lagi seseorang yang dia sayang....


... Dia pergi dari tempatnya sedang bersantai mendekat kearah mereka yang sedang serius dengan obrolan mereka....


... Datang dan mendengar apa yang sedang mereka bicarakan....


... Kembali dengan putri kerajaan yang ada didepan Dashie dan Jarrel....


..."Kau sudah punya pacar tapi yang kudengar tidak seperti ini" kata gadis cantik juga manis itu....


... Wajah bangga memiliki pacar seorang Dashie....


... Dia dengan segala pesona yan ia miliki....


..."Ya. Dia pacarku" kata Jarrel....


... Dashie sedang melihat raja aktor di kampusnya kembali menjalankan peran dengan sangat baik....


..."Tidak. Tidak mungkin, aku tetap tidak percaya" kata gadis cantik itu....

__ADS_1


... Penuh percaya diri....


..."Aku yakin kau akan memilihku" kata gadis itu....


... Meyakinkan lagi atas pilihan yang Jarrel pilih....


..."Apa kau benar-benar yakin?" tanya gadis itu lagi....


... Dia mulai terlihat dengan salah satu karakter aslinya....


... Akan melepas Jarrel dari sisi Dashie lebih tepatnya secara paksa agar orang yang dibilang sebagai pacar Jarrel segera menjauh dari orang yang ia suka tapi pria yang ia suka tidak mungkin semudah itu tunduk kepada gertakan ini....


... Menarik Dashie agar menjauh dari serangan dari gadis yang sudah semakin marah itu....


... Hoshie datang dan langsung menarik Dashie dari sisi Jarrel....


... Dia yang sedang ikut bergabung bermain di drama yang sedang berlangsung....


..."Apa yang kau lakukan dengan pacarku?" tanya Hoshie....


... Gadis cantik itu terkejut....


..."Pacar?!" kata gadis itu....


... Jarrel yang langsung mengikuti dialog yang harus ia perankan....


... Sengaja membuat bingung orang lain....


... Menarik kembali tangan kanan Dashie....


..."Tidak. Dia pacarku, kau yang ngaku-ngaku" kata Jarrel....


... Hoshie tidak mau kalah menarik kembali tangan kiri Dashie....


..."Tidak. Dia pacarku, kau pasti ingin merebutnya dari ku" kata Hoshie....


... Bukan putri kerajaan saja yang dibuat bingung oleh peran mereka yang tak pernah terpikirkan hal ini akan dialami oleh Dashie....


... Gadis itu sudah dibuat bingung oleh keduanya....


... Dia memegang kepalanya dengan kedua tangannya sendiri....


... Dia yang marah....


..."Sudahlah. Selesaikan masalah kalian sendiri" kata putri kerajaan itu....


... Wanita bergaun orange berlengan balon serta dengan kerah leher bergaya plunge dengan panjang gaun diatas lutut itu pergi meninggalkan mereka bertiga yang terlihat akan berkelahi....


... Suasana sunyi di hari yang cukup gelap sunyi akibat orang-orang yang menonton drama yang mereka mainkan....


... Melihat gadis yang tadi bersama mereka kini hanya suara sepatu hitam high heels terdengar dari setiap langkah gadis didepan mereka yang semakin pergi menjauh....


... Orang-orang sudah tidak melanjutkan melihat pertunjukan drama ini....


... Dia sengaja meledek Jarrel....


..."Dia sangat cantik. Sungguh kau tidak suka?" tanya Hoshie....


..."Apa yang kurang dari gadis itu?" tanya Dashie....


... Jarrel melihat keduanya langsung melihatnya dengan tatapan ingin marah tapi tidak akan pernah hal itu ia dapatkan dari mereka....


... Permintaan maaf....


..."Sorry" kata Jarrel....


..."Aku berhutang kepada kalian" kata Jarrel....


..."Sungguh. Aku tidak tahu kalau hal ini akan terjadi" jelas Jarrel....


... Meyakinkan sekali lagi....


..."Sungguh. Aku tidak berbohong" kata Jarrel....


... Menarik Dashie semakin menjauh dari Jarrel....


... Dia yang tidak terlalu setuju dengan tindakan perhatian yang ia terima....


..."Sudahlah. Dia tetap sahabatku" kata Dashie....


... Hoshie sudah terbiasa dengan sikap yang ditunjukkan oleh Dashie jika berada didekat Jarrel....


... Hanya rasa penasaran....


..."Sedang apa kau disini?" tanya Jarrel....


..."Jalan-jalan saja" jawab Hoshie....


... Dia belum sepenuhnya percaya dengan apa yang dikatakan oleh teman satu kampusnya itu....


... Dimana Dashie sekarang, dia sedang menjadi pendengar yang baik....


... Bermain ponsel....


... Itulah yang dilakukan oleh gadis yang berada diantara keduanya yang sedang mengobrol santai tapi seakan akan bertengkar....


... Rasa curiga....


..."Kau tidak merencanakan ini semua kan?" tanya Hoshie....


..."Apa wajahku tipe orang seperti itu?" tanya balik Jarrel....


... Dia masih belum percaya dengan jawaban dari Jarrel....


..."Mungkin saja. Kau sama sepertiku" kata Hoshie....


..."Ya. Aku juga bisa sepertimu. Kau puas sekarang" kata Jarrel....


... Dashie tetap dengan layar ponsel yang ada ditangan keduanya melihat teman kuliah mereka tidak terusik dengan keramaian yang mereka ciptakan....


... Dashie mendapat telepon dari Callie....


..."Kau baik-baik saja. Bagaimana kabarmu sekarang?" tanya Dashie....


..."Aku" kata Dashie....


..."Aku baik-baik saja" kata Dashie....


... Callie mendengar suara aliran sungai dari dalam ponsel ketika menghubungi nomor ponsel sahabatnya itu....


..."Kau dimana. Aku mendengar suara air?" tanya Callie....


..."Aku didekat sungai bersama dengan Jarrel juga Hoshie" kata Dashie....


... Dashie kembali lagi ke tempat semula dengan dua orang sedang mengobrol tidak terdengar isi obrolan dari jarak sahabat perempuannya yang sedang menerima telepon dari sahabatnya itu....


... Hoshie yang secara tidak langsung mendengar sebagian dari percakapan yang dilakukan oleh Dashie dan Callie begitu juga Jarrel tidak menyangka orang yang pernah singgah dihatinya masih bisa ia dengar suaranya lagi....


... Jarrel dengan ekspresi wajah marah beberapa menit yang lalu kini normal seperti biasa setelah kedatangan Dashie....


... Agak sedikit canggung untuk ketiganya terasa aneh jika ini terus diteruskan dengan kondisi ini membuat ia harus berpikir bagaimana ia harus bersikap dengan kedua orang yang ia anggap berarti dan berharga untuknya....


..."Apa terjadi sesuatu?" tanya Dashie....


..."Jangan sampai kalian bertengkar tanpa sebab lagi" kata Dashie....


... Jarrel yang berpura-pura tidak tahu bahwa Callie pernah menjadi pacar dari Hoshie dan Hoshie yang sedang berusaha agar orang yang ia sayang tidak sedih lagi mengingat perlakuan buruk yang sudah ia berikan kepada wanita yang saat ini disukai oleh orang yang sedang meredam amarahnya sedari tadi ketika Dashie mendapatkan telepon dari Callie....


..."Aku pergi. Aku tidak akan mengganggu kalian" kata Jarrel....


... Jarrel pergi dengan arah menuju tempat para pekerja proyek sedang bekerja yang berada sekitar tiga puluh langkah dari dirinya barusan bersama dengan Dashie dan Hoshie....

__ADS_1


... Melihat ke arah lawan bicara masing-masing....


..."Aku tidak ingin menjadi musuhmu" kata Dashie....


__ADS_2