Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 56: Tidak mungkin


__ADS_3

...Chapter 56: Tidak mungkin....


..."Kau mulai benar benar menyukainya?" tanya Hot....


..."Aku tidak menyangka, kukira dia hanya batu loncatanmu saja" kata Hot....


..."Siapa yang akan melewatkan pria seperti dia?" tanya Nora....


... Xie membawa Hoshie untuk mengikutinya menaiki anak tangga menuju rooftop rumah tempat dimana tadi dia dan adiknya berolahraga....


... Langkah kaki lebih terdengar lebih bertambah jumlah anak tangga suara pijakan kaki menambah lebih terasa terdengar semakin dekat....


... Xie menunjuk Dashie yang sedang melakukan meditasi lalu Hoshie memilih duduk dibangku yang tadi digunakan untuk Xie untuk istirahat setelah melakukan olahraga tinju....


... Memperhatikan Hoshie dari arah belakang sebuah pembatas berlubang dengan motif ukir bebungaan....


... Xie mengambil satu gelas lalu menuangkan jus semangka dingin kedalam gelas tersebut yang diambil dari lemari es disisi bagian dalam persis di sisi kiri pintu masuk kedalam rumah dari rooftop....


... Membawa gelas berisi jus semangka dingin....


... Hot dari arah jarak seratus meter membuat rencana tanpa diketahui oleh Nora yang ada di sebelahnya hanya dengan sekali tiupan halus dari mulutnya langsung datang tepat sasaran mengarah kepada gelas yang sedang dipegang oleh Hoshie mengubah dalam satu detik menambahkan racun yang hanya dengan satu kali teguk siapapun akan kehilangan nyawa....


..."Hentikan!" kata Nora....


... Nora menggenggam kedua tangannya lalu gelas yang dipegang oleh Hoshie jatuh ke lantai seketika berasap bukan karena uap dingin melainkan uap panas yang disadari oleh Hoshie dugaannya bahwa dia sedang diawasi dengan jarak seratus meter tapi jejak itu berada tersembunyi....


... Xie melihat apa yang terjadi dengan teman adiknya itu....


..."Pinjam alat pel mu" kata Hoshie....


..."Disana" kata Xie....


... Xie sedang menilai bagaimana karakter seseorang yang sedang dekat dengan adiknya itu mengambil gelas yang jatuh diatas lantai menaruhnya di atas bangku di sisi kanan tempatnya duduk dibangku lalu berdiri mengambil alat pel dan teman temannya untuk menjalankan tugas mereka membantu Hoshie membersihkan lantai....


... Nora langsung menekan dahi Hot agar kekuatannya berhenti sejenak jelas saja Hot merasa sebal dengan tindakan Nora kepadanya menonaktifkan kekuatan jarak jauhnya selama satu jam kedepan....


... Melihat merasa tidak rela tapi patuh begitu saja kepada rekan kerjanya itu....


..."Kau melakukan ini lagi" kata Hot....


... Melihat Hot agak kesal....


..."Ya, ini adalah salahmu sendiri" kata Nora....


... Sedikit usil itu perlu dan itu akan segera dilakukan oleh Xie....


..."Kau orang kaya yang suka bersih bersih rupanya" kata Xie....


... Dengan mudah Hoshie menanggapi apa yang dikatakan oleh Xie....


..."Ya" kata Hoshie....


... Tersadar kembali berhenti sejenak mengepel....


..."Eh, tidak. Aku tidak sekaya temanku" kata Hoshie....


... Kembali mengepel....


... Keusilan Xie belum berakhir....


..."Benarkah?" tanya Xie....


... Berhenti mengepel lagi....


..."Tunggu, kau juga pekerja keras" kata Hoshie....


... Kembali membersihkan lantai lagi....


..."Kau memang pintar memilih kata" kata Xie....


... Sambil mengepel....


..."Ini memang kelebihan ku" kata Hoshie....


... Sesi meditasi tetap berjalan dilakukan oleh Dashie meski mendengar obrolan obrolan yang berlangsung cukup seru yang terjadi diantara kakaknya dan Hoshie selama lima belas menit berlangsung tidak menambah waktu selanjutnya Hoshie memutuskan untuk pulang setelah melihat waktu yang tepat untuk mengamankan diri siapapun yang sedang mengawasinya sejak awal dia datang dirumah mereka....


... Xie masih disana bersandar di pembatas besi di rooftop rumah melihat teman Dashie yang turun dari anak tangga perlahan berjalan pergi meninggalkan area rumah lalu melewati gerbang lalu naik taksi yang kebetulan ada disekitar rumah....


... Kelopak mata Dashie disebelah kiri terbuka sedikit mulai melihat Hoshie mulai pergi dari sekitarnya dan Xie melihat apa yang sedang dikerjakan oleh Dashie....


... Geleng-geleng kepala sedikit....


..."Terkadang sikap ini perlu untuk mu" kata Xie....


... Membuka mata melirik ke arah Xie yang berada disisi kirinya....


..."Aku kira dia akan marah ternyata tidak" kata Dashie....


... Tiba tiba berpihak kepada Hoshie....


..."Aku pikir dia cukup berbeda" kata Xie....


... Sikap usil yang menular dari dirinya sendiri kepada Dashie....


..."Aku tidak berpikir kita juga sama" kata Dashie....


... Mengakui....

__ADS_1


..."Siapa yang mengajarimu seperti ini?" tanya Xie....


... Dashie tidak mau menjawab lalu pergi dari rooftop akan masuk kedalam rumah....


..."Hey, kau mau kemana?!" kata Xie....


... Dashie pergi ke kamarnya langsung mengunci pintu dari dalam kamar lalu bersiap tidur....


... Melihat di meja belajarnya dengan banyak buku yang tadi pagi diterimanya dari Ten sebelum makan pagi bersama anggota keluarganya diruang makan bersebelahan dengan buku buku yan juga diterimanya tempo hari dari orang yang sama....


... Melangkah ke meja belajar lalu mengambil buku buku yang tadi pagi diberikan dari Ten dari dalam totebag merah muda tebal....


..."Kenapa dia masih mengirimi ku buku buku lagi?" tanya Dashie....


... Sebal....


..."Bukankah kita sudah putus" kata Dashie....


..."Kenapa juga kakak menerima buku buku ini darinya?" tanya Dashie....


... Mengambil semua buku buku yang ada di dalam totebag tersebut menaruhnya dibaris yang sama dengan buku buku dari Ten yang lain disebelah buku buku materi kuliah disebelah kanan diatas meja yang sama pula kotak perhiasan dari Ten ada diatas sana belum dibuka lagi oleh Dashie dan dia lebih memilih untuk mengambil selimut kemudian tidur....


... Kemudian, mengambil satu buku yang diberikan oleh Ten lalu dibuka satu halaman demi halaman hingga sampai dengan bab pertama buku tersebut....


... Untuk diri sendiri....


..."Kenapa aku masih kepikiran dengan kejadian tadi malam?" tanya Dashie...


... Menutup wajahnya dengan buku terbuka lalu diambil lagi untuk melanjutkan membaca dengan membetulkan dua bantal di bawah kepalanya sebagai penyangga....


... Fokus membaca lagi....


... Anak tangga disebuah taman umum tempat bermain skateboard anak anak dan remaja sampai dengan orang dewasa sedang berkumpul disana bermain meramaikan hari minggu pagi....


... Nora dan Hot ada di balkon lantai atas sebuah gedung olahraga melihat ke arah lapangan tempat bermain skateboard....


... Hot melihat ke arah seorang wanita sambil bersandar kedua lengan di atas balkon....


..."Kasihan sekali gadis itu masih terus mencarinya" kata Hot....


..."Dia memang sangat cantik dan seksi" kata Nora....


..."Ya, ya. Kau yang paling cantik" kata Hot....


..."Thanks" kata Nora....


... Ikut melihat kembali seseorang yang sedang diperhatikan oleh rekan kerjanya tersebut....


..."Karena kita kasihan tidak harus kita mengatakan yang sebenarnya kan" kata Nora....


... Memberikan es krim avocado kepada Nora....


... Nora menerima es krim yang baru dibukakan kemasannya oleh Hot....


..."Thanks" kata Nora....


... Menganggukkan kepala....


..."Hmmm" kata Hot....


... Hot memperhatikan setiap detail ciri ciri fisik yang dimiliki oleh Nora membandingkan dengan ciri ciri fisik dari gadis yang ada di anak tangga sedang tertunduk melukis dengan batu ditangan kanan belum berhenti lalu melihat ke arah depan sedang banyak hal yang dipikirkan....


... Berpikir ulang darimana asal Nora bagaimana mereka bisa dipertemukan mungkin hanya sebuah misi tapi Hot berpikir tidak dengan rekan kerjanya ini....


... Asal menebak....


..."Kalian seperti kakak beradik?" tanya Hot....


..."Siapa?" tanya Nora....


... Hot menunjuk dengan jari telunjuk tangan kanan ke arah gadis yang dia maksud....


..."Dia" kata Hot....


..."Jangan asal bicara" kata Nora....


..."Aku memang asal bicara tapi coba lihat kalian hampir mirip" kata Hot....


... Nora menarik Hot dengan patuhnya dia mengikuti kemana saja gadis ini inginkan mengingat dalam satu jam ini dia tidak bisa seenaknya sendiri membuang banyak tenaga karena sedang terkunci selama satu jam dan tinggal lima belas menit lagi bisa terbebas dari batas ini....


... Hot paham maksud dari Nora yang menariknya dengan cepat alasannya segera dijawab disana gadis itu sedang di hampiri oleh Ved yang berusaha akan membuat suasana hatinya menjadi lebih baik....


..."Aka!" panggil Ved....


..."Hey, Ved" kata Aka....


... Ved duduk disebelah kanan Aka ikut melihat ke arah depan melihat orang orang sedang bermain papan skateboard....


... Udara pagi ini sangat cerah teduh dengan pepohonan disekitar mereka....


... Menunggu beberapa waktu mengambil waktu yang tepat untuk memulai obrolan mereka yang sudah tiga menit duduk bersebelahan namun belum saling mengobrol banyak....


..."Kau pasti tak mau bicara denganku" kata Aka....


..."Terkadang kita memang bisa menyebalkan" kata Ved....


..."Apa aku harus meminta maaf kepadanya?" tanya Aka....

__ADS_1


..."Di dunia ini begitu banyak pria kenapa kalian bisa bertengkar" kata Ved....


..."Kau sedang memarahi ku?" tanya Aka....


..."Mungkin" kata Ved....


... Ved tak ingin membahas hal itu lagi sebenarnya jika bersama dengan sahabatnya itu karena hal itu sedikit membuat mengurangi energi positif yang dimilikinya karena masih banyak urusan yang berputar ada di isi kepalanya dalam sikapnya yang cenderung lebih dingin....


..."Apa kau ada waktu?" tanya Ved....


..."Hari ini, jam berapa?" tanya Dashie....


..."Sore ini jam empat sore" kata Ved....


..."Sorry, sore ini aku ada janji" kata Dashie....


... Setelah kejadian di hari ulang tahun Aka tempo hari membuat Dashie lebih sering menolak untuk diajak nongkrong bareng sahabat-sahabatnya termasuk juga Ved dan lebih memilih pergi kemana mana bersama dengan Hoshie....


... Aka mendengarnya sendiri perubahan ini diterima oleh Ved....


... Membela diri....


..."Kenapa aku harus meminta maaf, aku tidak salah" kata Aka....


... Ved bangun dari anak tangga memasukkan ujung jari jari kedua tangan di saku depan celana jeans biru gelap dengan jaket wol hitam dan kaos hitam melirik ke arah tiga puluh derajat ke arah Aka lalu kembali melihat lurus kedepan melihat orang-orang menikmati hari libur pagi....


... Ved pergi....


... Aka melihat Ved pergi dan membiarkannya pergi begitu saja yang secara kebetulan berpapasan dengan seseorang yang merupakan seorang detektif suruhan sahabat perempuannya itu saling melihat satu sama lain dalam waktu dua detik lalu pergi tidak lebih menghiraukan keduanya yang memang baru pertama kali bertemu....


... Detektif itu dalam sekali melihat mata Ved sekejap matanya melihat rasa sedih yang tersimpan rapat di dalam hatinya ingatan tentang kematian seseorang di depan matanya sendiri tanpa bisa berbuat apa apa itulah hal yang selama ini menjadi luka tersedih yang pernah dimiliki olehnya....


..."Siapa wanita itu?" tanya Hot....


... Dia mencari jawaban dari rasa sedih dari sisi lain seseorang dan jawaban itu terjawab....


... Kedua mata yang menahan rasa sakit itu meski tangisnya didengar olehnya tapi tak ada yang bisa dilakukan oleh Ved untuk menolong wanita itu rasa sakit itu langsung menusuk hatinya tanpa bisa menangis tapi tertanam menjadi sebuah luka yang lama....


... Kira kira sekitar dua puluh tujuh langkah mereka mulai saling mendekat....


... Ved pergi semakin menjauh dari Aka sedang ditunggu oleh orang lain yang berada di tempat yang sama dengan jarak yang berbeda dengan lambaian tangan wajah lembut berpadu gaun merah muda berlengan lonceng pendek dan menjuntai dibawah lutut pemuda ini juga membalas hal yang sama kepada gadis itu....


... Aka melihat Ved sedang membuat janji bertemu dengan seseorang dan dia sedang memperhatikan dengan lebih jelas siapa wanita itu....


..."Nona Aka" panggil Hot....


... Fokusnya kembali kepada Hot....


..."Oh, ya. Bagaimana perkembangan pencarian mu?" tanya Aka....


... Hot memberikan apa yang diinginkan oleh Aka tentang informasi apapun tentang orang yang masih dicarinya selama beberapa hari ini lalu membuka bukti bukti dalam amplop besar tersebut....


... Semua adalah daftar segala macam tempat dan transportasi serta data data yang lainnya disaat kapan terakhir Ren terlihat....


... Amplop itu tiba tiba saja melayang di wajah Hot tanpa bisa dicegah olehnya perlakuan cukup menakjubkan diterima sebagai resikonya sebagai seorang detektif....


..."Hahahaha"...


... Dari atas sebuah gedung Nora langsung tertawa setelah melihat rekan kerjanya mendapat sebuah hadiah manis di pagi hari yang cerah semua orang yang ada disana melihat apa yang baru saja dialami oleh Hot terdiam sesaat lalu melanjutkan aktivitas mereka tanpa lebih jauh membuat bisnis orang lain terganggu....


... Hatinya tidak menangis....


..."Nora saja tidak akan seperti ini padaku" kata Hot....


... Membentak....


..."Yang kubutuhkan bukan informasi seperti ini!" kata Aka....


... Sebagai bawahan yang teladan Hot terima terima saja dengan perlakuan atasannya tersebut meski siapapun akan bereaksi mungkin hampir sama dengan apa yang ditunjukkan olehnya....


... Dengan snack jagung rasa original diambilnya lagi dibungkus snack ditangan kiri belum selesai menertawakan Hot dari jarak jauh sangat puas kali ini Nora dengan kondisi Hot....


..."Dia ingin menjambak gadis itu tapi dia tidak bisa" kata Nora....


... Dia belum berhenti tertawa suara tawanya terdengar oleh Hot yang sedang harus tetap menahan diri dari segala perlakuan gadis itu....


... Wajah cemberut lebih kearah marah sambil menyilangkan kedua tangan ke bagian perut....


..."Aku akan membayarmu separuh harga sesuai dengan perjanjian" kata Aka....


... Langsung Aka mentransfer uang kepada rekening Hot untuk membayar jasa yang telah dikerjakan oleh Hot....


... Bunyi transfer uang dari Aka terdengar dari ponsel Hot....


... Hot membuka bukti transfer didalam ponselnya....


..."Diantara kita sudah tidak ada urusan lagi" kata Aka....


... Aka dengan tas hitam yang serasi dengan gaun berlengan panjang bergaya klasik mewah berpadu sepatu berhak tinggi melangkah pergi menjauh menggunakan jalan yang sama yang tadi digunakan oleh Ved setelah selesai berbicara dengannya....


... Hot memperhatikan Aka hingga sampai tidak terlihat dari jaraknya berdiri menghitung jumlah uang di rekeningnya yang semakin bertambah....


... Lalu pergi berlari dengan cepat setelah mendapatkan rintik gerimis jatuh diatas ponsel pergi untuk menemui Nora yang juga sedang berlindung pergi mencari tempat yang lebih aman dari hujan....


..."Dia tidak mungkin menemukan pria itu" kata Hot....


... ...

__ADS_1


... ...


... ...


__ADS_2