Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 99: Khusus.


__ADS_3

...Chapter 99: Khusus....


... Tiba di tempat even pameran....


... Di tempat parkir masih....


... Keduanya keluar dari dalam mobil belum melanjutkan ke tempat para staf dari Hot sedang bekerja....


... Perdebatan kembali dimulai....


..."Tadi malam. Kenapa kau tidak mencariku untuk membantumu menolong mereka?" tanya Hot....


..."Ya Tuhan. Mana mungkin aku sempat meminta tolong pada mu" kata Hot....


..."Dan lagi, kenapa kamu tidak cerita?" tanya Hot....


... Sama sama emosi....


..."Cerita. Mana mungkin aku menunggumu sampai selesai bermain tenis meja" kata Ghazi....


..."Ya aku tidur jadinya" kata Ghazi....


... Apa yang dibilang oleh Ghazi memang benar apa adanya....


... Memperjelas situasi mereka....


..."Sorry. Tadi, malam setelah bermain tenis meja, aku langsung tidur" kata Hot....


... Mengingat apa yang dikatakan oleh kakaknya tentang obat tidur yang diminum oleh Hot....


... Perhatian Ghazi yang melihat kondisi Hot yang sulit untuk tidur karena terlalu lelah bekerja....


..."Kau sulit tidur lagi dan berapa dosis obat yang kamu minum?" tanya Ghazi....


..."Tidak banyak" jawab Hot....


..."Tapi, Kak Xie bilang tadi pagi. Kau sulit sekali dibangunkan" kata Ghazi....


..."Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja" kata Hot....


..."Yang benar Oryn. Aku sedang khawatir dengan mu" kata Ghazi....


..."Ya. Aku tidak berbohong" kata Hot....


... Keberadaan mereka yang membuat area sekitar mengurangi aktivitas komunikasi kini kembali berjalan seperti seharusnya ketika keduanya sudah mulai tidak terdengar bertengkar lagi....


... Dua menit tanpa percakapan keduanya akhirnya saling mengalah satu sama lain....


..."Kita bisa memantau perkembangan perubahan keduanya?" tanya Hot....


..."Apa kau setuju?" tanya Hot....


..."Itu sudah seharusnya kita lakukan" kata Ghazi....


..."Ghaziku sudah lebih tenang sekarang?" tanya Hot....


..."Belum" kata Ghazi....


..."Kamu pasti jadi kepikiran tentang ini" kata Hot....


... Menarik kekasihnya agar cepat menemui para staf agar tidak terlambat dengan waktu yang terus berkurang....


... Hot senang jika Ghazi bersikap seperti ini, itu artinya dia tidak marah lagi....


... Patuh dibawa pergi oleh Ghazi....


... Perdebatan akhirnya berakhir dengan mereka menemui para staf yang mulai bekerja lagi dimulai sejak pagi buta....


... Di rumah sakit....


... Sekitar pukul empat sore disaat disana ada Dashie merasakan situasi horor di dalam ruangan pasien....


... Jadi tidak tega melihat gadis remaja yang juga seusia dengan Rumy yang ada disebelah kiri Nawa....


..."Sepertinya dia belum banyak terkontaminasi oleh banyak racun" kata Dashie....


... Ved menarik Dashie untuk beralih topik lain selain memperhatikan kisah kehidupan orang lain....


..."Dashie. Terimakasih sudah mau datang" kata Ved....


... Berbalik kepada orang yang saat ini mengajaknya berbicara....


..."Oh. Aku tidak merasa terbebani. Sorry, baru datang" kata Dashie....


..."Aku seharusnya yang berterima kasih kepada kalian. Terutama kepada Bibi dan Paman" kata Ved....


... Po yang sedang menjadi pendengar yang baik....


... Memperhatikan siapa yang mengajak bicara Rumy yang pernah ia dengar dari seseorang dari sebuah obrolan singkat ketika menjenguk Nawa dirumah sakit yang sama dengan ruangan tempat Hoshie juga mendapatkan perawatan medis....


..."Ternyata dia yang bernama Dashie" kata Po....


... Menegur....


..."Kau tidak duduk" kata Nawa....


... Po mengambil kursi yang diberikan oleh pacarnya agar duduk bersebelahan dengannya persis di sebelah kirinya sudah duduk di sebelah kiri Rumy berbaring di ranjang pasien....


... Ved sedang mengajak bercanda Dashie....


..."Aku baru tahu kau bisa secantik ini" kata Ved....


..."Aku sudah tahu sejak dulu kau sehebat ini" kata Dashie....


..."Sepertinya sudah lama sekali kita tidak bercanda sesantai ini" kata Ved....


... Merapikan selimut Ved....


..."Sorry. Kau pasti sangat kesepian" kata Dashie....


... Mengelak....


..."Tidak juga" kata Ved....


..."Iya juga tidak apa" kata Dashie....


... ...


... Nawa melihat kedekatan mereka berdua tidak seperti saat melihat Dashie bersama dengan Hoshie....


... Salah satu sahabat yang terlihat lebih leluasa terbiasa saling mengobrol baik itu obrolan ringan atau berat semua yang terlihat disini menjadi Dashie....


..."Aku juga ingin lihat desainnya" kata Dashie....


... Memberikan desain ruangan yang akan di dekor di bisnis kafenya....


... Tablet berwarna putih itu diberikan oleh Ved....


... Saling melihat rencana yang akan direalisasikan beberapa hari lagi....


..."Bagaimana?" tanya Ved....


..."Mmmmm" kata Dashie....


... Mengajak bercanda Ved....


... Dia tersenyum dengan senyum seorang gentleman....


..."Bagaimana?" tanya Ved....


..."Sexy" kata Dashie....


..."I like it" kata Dashie....


... Meneliti lagi tiap bagian desain cafe....


..."Bukan hanya sexy tapi menyenangkan sekaligus lucu" kata Dashie....


..."Benarkah" kata Ved....

__ADS_1


... Mengangguk yakin dengan pendapatnya....


..."Aku bekerja sama dengan Owen" kata Ved....


..."Oh pantas. Pilihan Jarrel memang selalu terbaik" kata Dashie....


..."Oh ya. Apa ada satu lowongan pekerjaan untuk kakakku?" tanya Dashie....


... Saling menatap satu sama lain kemudian membalas senyum mereka....


..."Serahkan padaku. Aku bisa mengaturnya" kata Ved....


... Bersemangat lalu memukul pundak Ved sebelah kiri....


..."Ku serahkan pada mu!" kata Dashie....


... Menunjuk bahu sebelah kirinya....


..."Tapi ini sakit" kata Ved....


... Tertawa kecil dengan dua sisi sudut mulut yang tersenyum bertambah lucu ketika kedua lesung pipinya terlihat....


..."Sorry. Aku lupa" kata Dashie....


... Memberikan satu coklat untuk Dashie....


..."Aaaaa" kata Ved....


... Dashie akan menerima coklat dari Ved tapi dibatalkan oleh pemberi coklat....


..."Aku lupa kau sudah punya orang lain" kata Ved....


... Senyum ngambek....


... Pertanyaan jebakan....


..."Siapa yang waktu kecil susah makan dan minta makan satu piring denganku?" tanya Dashie....


... Bercanda bersama diruangan yang ramai oleh kisah nostalgia mereka berdua yang belum terlupa....


... Melihat Ved....


... Ved tertawa tak begitu keras terdengar tapi bisa dilihat saat ini momen Rumy bisa melihat orang yang juga dirawat diruangan itu tertawa dengan lepas....


..."Aku ingat dulu. Kau yang menyuapiku ketika aku sakit dan bergantian dengan Kak Xie" kata Ved....


..."Dulu pipimu sangat lucu bulat seperti buah persik" kata Dashie....


... Mengiyakan dengan sikapnya lebih fleksibel ramah....


... Po juga melihat siapa yang ada sebagai orang yang di sayang oleh seseorang yang berhubungan baik dengan kekasihnya....


..."Yang satunya gentleman dan yang satunya … " kata Po....


..."Ahh. Aku tidak bisa menjelaskan" kata Po....


... Rumy merasakan kode bahwa perutnya ingin makan sesuatu yang segar....


... Melihat ke arah meja tempat satu mangkuk buah siap dimakan untuk Rumy....


... Dia akan mengambil sendiri tapi langsung diambil oleh Nawa yang berniat meringankan aktivitas dalam proses penyembuhan Rumy....


... Memberikan satu suapan dari garpu yang ada ditangan Nawa....


... Menghela nafas yang tidak terdengar oleh siapapun tapi tetap terlihat oleh sepasang mata jika pada saat ini memperhatikannya tapi langsung dicegah direbut mangkuk dan garpu yang ada ditangannya sekaligus oleh Rumy....


... Nawa tidak marah malah melihat senang dengan perlakuan dari temannya ini....


... Memakan buah stroberi sambil melihat Po dan Nawa....


... Rumy sedang bertahan didalam situasi yang menjadi horor seperti sekarang sejak pasangan ini datang menjenguknya....


... Dashie melirik sedikit ke arah Rumy sambil mengingat kembali situasi disaat didepan matanya sendiri seseorang yang dianggapnya sebagai kekasihnya telah lenyap menghilang didepannya sendiri....


..."Aku takut semua itu memang benar diriku" kata Dashie....


..."Diriku yang lain" kata Dashie....


..."Lalu aku ini apa?" tanya Dashie....


..."Siapa diriku yang sebenarnya?" tanya Dashie....


..."Lalu kenapa semua itu hadir disaat seperti ini?" tanya Dashie....


... Semua ingatan yang sudah dihapus oleh Hoshie tentang semua ingatan yang berkaitan dengan bangsa Blacwhe....


... Beberapa detik kemudian melanjutkan melihat rencana bisnis milik Ved....


... Perhatian kepada sahabat perempuannya....


..."Wajahmu terlihat sedih. Apa kau baik-baik saja?" tanya Ved....


..."Aku hanya kurang tidur saja" kata Dashie....


... Satu lagi orang datang untuk menjenguk Ved....


... Baru melangkah masuk melewati pintu ruang rawat Rumy dan Ved....


... Dia berhenti seketika ketika saling bertatapan satu sama lain dalam waktu yang bersamaan dengan Dashie....


... Sudah terlanjur datang tidak mungkin untuk kembali keluar dari ruangan tersebut....


... Melihat ke sisi lain ruangan yang juga terdapat seseorang yang tadi dilihatnya ada dirumah Hoshie juga sedang menikmati menu sarapan pagi....


..."Waktu yang tepat" kata Nawa....


... Melangkah melanjutkan ke arah kemana Rio tuju dengan bingkisan makanan yang sengaja ia bawa untuk makan bersama dengan Ved....


... Ved sudah mulai mencium suasana yang ganjil diantara keduanya terlihat dari sikap Dashie yang menunjukkan keengganan untuk menyapa lebih awal mantan kekasihnya itu....


... Rio mengambil kursi lain yang tersedia didalam ruangan duduk bersebelahn dengan Dashie berada disebelah kiri sahabat perempuan Ved....


... Suasana didalam ruangan tersebut jauh bertambah horor dengan keduanya saling bertemu tanpa disengaja....


... Ketiga remaja diruangan tersebut lebih memilih menambah obrolan seakan semua mengalir begitu saja....


... Memberikan bola bola cumi untuk Po....


..."Kau suka ini" kata Nawa....


... Menerima suapan dari Nawa....


..."Ini pasti lezat" kata Po....


... Rumy sedang menonton series romantis....


... Meresapi bagaimana rasa jajanan yang diberikan oleh Nawa....


... Menawarkan jajanan yang sama yang dimakan oleh Po dari Nawa....


... Nawa menerima suapan dari Po....


... Terdiam....


... Meresapi rasa makanan....


..."Sepertinya lidah kalian harus menerimanya" kata Rumy....


... Saling melihat satu sama lain....


... Dengan mata tertutup dan terbuka berusaha menghabiskan makanan yang sedang mereka kunyah....


..."Kalian sangat serasi" kata Rumy....


... Keduanya melihat Rumy secara bersamaan lalu kembali melihat satu sama lain dengan ekspresi wajah yang tidak berubah....


... Mereka berusaha sedang menghabiskan makanan yang dianggap mereka memiliki rasa yang unik bukan basi tapi salah satu dari mereka yang sudah memilih rasa baru makanan itu....


... Kalimat yang menggoda keduanya....

__ADS_1


..."Kapan-kapan aku akan mencobanya" kata Rumy....


... Setelah tujuh menit berlalu....


... Dashie dan Rio belum saling menyapa meski hanya dengan kalimat sederhana....


... Tidak ada....


... Entah kenapa harus Ved yang harus menerima segala pemandangan pertengkaran sepasang kekasih sore ini....


..."Kalian bertengkar?" tanya Ved....


..."Tidak!" kata Dashie dan Rio....


..."Kalian memang bertengkar" kata Ved....


... Rio melihat Dashie....


... Lalu kembali dengan posisinya sebelumnya....


... Dashie belum merespon balik sikap Rio....


..."Tadi malam, apa aku kerumahmu?" tanya Rio....


..."Tidak" kata Dashie....


... Melihat Dashie lalu mengajaknya bicara lagi....


... Dia bingung dengan apa yang menimpa dirinya tadi malam....


..."Tapi, kurasa aku … " kata Rio....


... Belum juga mendapatkan kejelasan dari sikap Rio saat ini....


..."Tidak" kata Dashie....


..."Oh ya. Tadi pagi aku juga tidak tahu kenapa bisa berada dirumah Hoshie" kata Rio....


..."Apa hubungannya denganku?!" kata Dashie....


... Dashie jelas tidak ingin diajak bicara oleh mantan kekasihnya itu....


... Ved sudah mengenal gadis disebelahnya jauh lebih lama dari Rio merasakan kalau sahabatnya itu tidak ingin sama sekali berkompromi lagi dengan apapun alasan permohonan maaf jika itu dilakukan oleh Rio kepada Dashie....


..."Kenapa kau takut jika semua orang tahu?" tanya Rio....


... Melihat ke arah Rio....


..."Maksudmu apa?" tanya Dashie....


... Dia juga tidak mau mengalah....


... Tanpa basa-basi....


..."Kalau kau suka Hoshie!" kata Rio....


... Dashie dengan amarah yang memuncak setelah tingkah mantan kekasihnya yang sungguh menjengkelkan....


... Rio baru saja menyulut api lagi....


... Ved berpikir ini tidak bisa diteruskan jika mereka ingin tetap berada didalam ruangan tersebut....


... Dashie berpikir jika tetap didalam ruangan tersebut akan mengganggu kenyamanan dua orang yang sedang sakit. Jadi, dia memutuskan untuk pergi tanpa berpamitan lalu Rio menarik tangannya mencegah Dashie secara paksa untuk berhenti melanjutkan langkah pergi dari ruangan....


..."Kau mau kemana?" tanya Rio....


... Sebuah ingatan yang seharusnya terhapus oleh Ghazi bisa dilihat oleh Dashie kembali....


... Menghempaskan tangan Rio dari tangan kirinya....


..."Lepaskan aku!" kata Dashie....


... Rio tidak mau melepas tangan Dashie....


..."Rio!" kata Ved....


... Dia, Rio tidak peduli....


... Semua melihat sikap Rio yang menyebalkan itu tetap dilanjutkan meski dilerai oleh Ved....


... Dan akhirnya satu tamparan datang dari tangan kiri Rio....


... Menggemparkan untuk semua yang ada disana terlebih oleh Dashie....


... Dashie tertawa dengan apa yang menimpa dirinya....


... Melihat Rio....


... Satu tamparan balasan dari Dashie....


... Sudut mulut Rio terlihat darah ada disana keluar secara sukarela....


... Melepas tangan Rio dari tangannya....


... Tangan Rio terhempas dari tangan Dashie....


... Dashie pergi....


... Ruangan telah melewati masa terhoror yang pernah di saksikan....


... Tanpa harus mendengar penjelasan tentang kejelasan status hubungan keduanya mereka semua yang ada disana bisa menilai sendiri bagaimana kelanjutan hubungan percintaan mereka....


... Ved tidak tahan dengan sikap yang disebut sebagai sahabat itu....


... Jarrel menyapa Dashie....


..."Hey, my best friend" kata Jarrel....


... Tak ada respon balik dari Dashie....


... Dashie berpapasan dengan Jarrel yang melihat kondisinya tidak baik-baik saja penuh kemarahan setelah keluar dari dalam ruangan tempat sahabatnya dirawat saat ini....


... Dia masuk melewati pintu ruang rawat Ved....


... Semua terdiam dengan situasi horor barusan....


..."Tadi aku melihat Dashie … " kata Jarrel....


... Hening....


... Merasakan ada sesuatu yang tidak beres baru saja terlewatkan....


... Ved tidak ingin semua kejadian barusan berlanjut dengan kemarahan dari Jarrel ketika mendengar tentang apa yang baru saja terjadi diruangan tersebut....


..."Rio. Semua sudah selesai bukan" kata Ved....


..."Ada yang ingin kau katakan lagi?" tanya Ved....


... Dengan sudut mulut sebelah kiri Rio yang keluar darah dengan pipi memerah langsung menyimpulkan bahwa terjadi sesuatu yang sangat menegangkan sebelum ia datang didalam sana....


... Jarrel menjadi jauh lebih serius....


..."Apa yang terjadi?" tanya Jarrel....


..."Apa yang kau lakukan pada Dashie?" tanya Jarrel....


... Mencegah Jarrel untuk melakukan hal yang tidak pantas sama halnya seperti yang dilakukan oleh Rio....


... Berbicara kepada Jarrel....


..."Ini rumah sakit. Kau tahu itu kan" kata Ved....


..."Aku tahu. Aku pergi sekarang" kata Jarrel....


... Jarrel pergi berusaha mengejar Dashie yang pasti membutuhkan seseorang yang ada di dekatnya....


... Menyusul pergi....


... Rio juga pergi dari ruangan tersebut....

__ADS_1


... ...


__ADS_2