Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 89: Dimana dia?.


__ADS_3

...Chapter 89: Dimana dia?....


..."Ada saat aku ingin kabur" kata Nawa....


... Waktu awal masuk sekolah dalam keadaan hujan akan keluar dari dalam mobil....


... Memberikan payung....


..."Pakai ini!" kata Pax....


... Melihat Pax....


..."Tidak mau?" tanya Pax....


..."Ya sudah" kata Pax....


... Menyimpan payung merah muda yang ada di dalam mobil....


... Dia tidak tahu di bagian sisi dalam payung ada nama seorang wanita....


... Akan membuka pintu mobil....


... Mengambil sendiri payung yang tadi ditawarkan padanya....


..."Terimakasih Kakak" kata Nawa....


... Tersenyum....


..."Jangan lupa minum obatmu nanti" kata Pax....


... Pax sudah menyiapkan obat untuk diminum oleh Nawa setelah makan siang yang juga sudah dimasukkan kedalam tas ransel kotak hitam yang ia kenakan di bahu....


... Pax menunggu sampai Nawa masuk kedalam gedung sekolah sesuai pesan yang dikatakan oleh Hoshie....


... Remaja laki laki itu sudah masuk ke gedung sekolah....


... Pax pergi untuk mengikuti tes wawancara kerja di sebuah perusahaan....


..."Aku pikir Hoshie sedang kesulitan dirumah sendirian" kata Pax....


... Nawa yang tiba di lorong sekolah....


... Tetesan air hujan jatuh dari ujung payung yang tertutup oleh gerak tangan mengikat kembali ikatan payung merah muda....


... Mengejutkan....


..."Morning!" ...


... Tetap cool reaksi Nawa....


... Sapa seseorang yang juga remaja seusianya....


..."Po!" kata Nawa....


... Dia langsung meraih lengan Nawa berjalan melewati kelas lain menuju kelas mereka....


... Remaja putri disebelah kanan Nawa tampak senang sekali....


... Menatap Po dari arah samping kanan....


..."Hari ini ulang tahun mu?" tanya Nawa....


..."Bukan" jawab Po....


..."Lalu kenapa kau terlihat sangat senang?" tanya Nawa....


... Lebih erat menarik lengan Nawa ke arah sisinya....


..."Aku senang menjadi pacarmu" kata Po....


... Nawa belum ingin terlalu terbuka belum memberikan reaksi lebih senang atau semacamnya atau bisa juga tidak nyaman dengan sikap pacarnya ini....


... Menaiki anak tangga berdua. ...


... Nawa merasakan sedikit pusing dengan kondisinya sekarang ini ditambah efek samping obat yang diminumnya sesuai resep dokter sudah mendapatkan informasi secara langsung dari dokter yang menangani kondisinya akan menyebabkan rasa kantuk....


... Sedikit sulit untuk melangkah kakinya untuk anak tangga yang ke enam pijakan kaki....


... Nawa terhenti dalam langkah ketujuhnya....


..."Kau tak apa?" tanya Po....


..."Tak apa" kata Nawa....


... Teman-teman satu gengnya sudah menunggu di depan kelas mereka. ...


... Nawa dilepaskan ditinggalkan begitu saja....


... Tertawa dalam sedikit senyum....


... Dia berlalu melewati mereka pergi dengan tujuan yang belum berubah cepat masuk kedalam kelas....


... Dia mengambil ponsel didalam saku jaketnya....


..."Rumy!" panggil Nawa....


..."Ada apa?" tanya Rumy....


..."Aku sedang bosan saja" kata Nawa....


... Suara para siswi terdengar oleh gadis yang sedang ditelpon oleh Nawa....


... Segera Rumy mengambil tindakan untuk mengakhiri obrolan secara sepihak....


..."Aku sibuk!" kata Rumy....


... Nawa semakin menjauh dari Po dan teman-teman satu gengnya itu....


... Dirumah sakit....


... Dia terjaga duduk bersandar kepada dua bantal Ved mendengar apa yang baru saja dibicarakan oleh Rumy dari dalam ponsel....


..."Kenapa kau melihatku?" tanya Ved....


... Heran....


..."Aku tidak tertarik padamu. Aku hanya … " kata Rumy....


... Percakapan terhenti oleh hadirnya seseorang dan itu adalah Aka....


... Kembali ke sekolah menengah atas tempat Nawa mengikuti proses belajar mengajar....


... Air hujan masih membasahi jendela luar kelas membentuk embun dibagian dalam dengan lampu kelas menyala terang....


... Para siswa dan siswi sudah mulai berdatangan satu-persatu kedalam kelas....


... Nawa tidak melamun melainkan fokusnya mengarah kepada gedung disebelahnya yang merupakan tempat Rumy....


... Nawa juga belum melihat pacarnya masuk kedalam kelas....


..."Apa aku akan melihat Rumy dari tempat ini?" tanya Nawa....


... Kembali memperhatikan gedung sebelah sekolahnya....


... Tiga menit lagi waktu jam kelas pertama masuk sekolah....


... Po masuk ke dalam kelas bersama dua teman satu kelasnya lalu duduk tempat duduknya di sebelah kanan meja kelas Nawa....


... Menyanggah kepalanya dengan tangan kanan diatas meja lalu memandang Nawa dari sisinya....


..."Apa yang membuat gedung disana begitu menarik untuk Nawa?" tanya Po....

__ADS_1


... Menghampiri Nawa duduk di kursi depan pacarnya....


..."Sayang!" kata Po....


... Menatap Po....


..."Hmmm" kata Nawa....


... Remaja ini dengan tatapan lembut penuh kelembutan mengusap atas kepala kekasihnya....


... Kelas pertama dimulai Po kembali duduk ditempat duduknya semula....


... Mengikuti kelas seperti siswa dan siswi lain yang ada didalam kelas....


... Sepuluh menit kemudian....


... Melihat kembali Nawa yang terlihat pucat yang juga diketahui olehnya setelah pulang dari rumah sakit tadi malam....


... Kembali fokus dengan guru yang menerangkan mata pelajaran bahasa asing didepan kelas....


... Dua puluh menit kemudian para siswa mengerjakan soal latihan latihan dari guru mereka....


... Po tak sengaja menjatuhkan sebuah pulpen....


... Mengambil pulpen lalu apa yang dia lihat....


... Nawa kembali melihat gedung sekolah lain sekali lagi....


..."Bukankah. Disana tempat Rumy bersekolah" kata Po....


... Pulpen sudah diambil setelah itu ia fokus mengerjakan soal-soal....


... Tidak berubah untuk Nawa dengan kehidupannya sendiri tanpa secara terang-terangan tidak menganggap keberadaan kekasihnya lagi dan ini sudah kedua kalinya dengan sikapnya ini membuat hati kekasihnya sedikit sesak....


... Di kantin sekolah dalam meja panjang dengan para siswa dengan sweater biru seragam mereka membalut baju kemeja putih panjang dengan bawahan rok biru panjang selutut untuk para siswi sedang warna biru yang sama celana panjang untuk para siswa laki-laki....


... Suasana cukup ramai....


... Mengambil satu suap nasi dengan lauk yang baru saja dipesan oleh Nawa....


..."Ini makanan kesukaan mu" kata Po....


... Melihat potongan cumi goreng tepung yang ada di piring....


..."Cumi goreng?" tanya Nawa....


..."Ya" kata Po....


... Menunggu makanan yang ada di sumpit ditangannya segera dimakan oleh Nawa....


... Teman-teman satu kelasnya juga teman-teman satu gengnya ada di meja yang sama....


..."Ini makanan kesukaan Rumy" kata Nawa....


... Lalu dengan ekspresi dinginnya memakan makanan yang tadi diberikan oleh kekasihnya....


... Nawa baru saja mengubah suasana....


... Dalam satu meja panjang semua yang ada disana mulai mengurangi dan mengecilkan suara obrolan berpura-pura tidak mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh pacar teman mereka....


... Tak memiliki rasa bersalah untuk Nawa, dia tetap melanjutkan makan siangnya perlahan begitu menikmati menu makanan yang sedang ada diatas meja. Dia juga bersikap cuek tidak mengajak pacarnya bicara seperti didunia ini hanya dia sendiri yang menjalani hidup dengan tenang....


... Mereka yang berada di dalam satu meja berusaha satu persatu kompak mempercepat memakan makan siang mereka dengan niat jelas cepat pergi dari meja dengan sepasang kekasih yang tetap bertahan dengan konflik yang sudah terbaca halus....


... Apa yang direncanakan oleh mereka satu persatu terjadi pergi dari meja kantin makan siang....


... Di meja tersebut tinggal hanya ada Po dan Nawa yang sudah hampir menghabiskan makanan lalu Nawa mengambil resep obat yang akan diminum siang ini yang sudah disiapkan oleh Pax sebelum berangkat sekolah tadi pagi....


... Po belum pergi....


... Obat milik Nawa sudah selesai diminum....


..."Kau sudah selesai?" tanya Nawa....


... Po memperhatikan Nawa yang pergi menaruh bersama tumpukan piring ditempat yang sama....


... Po beranjak pergi berjalan lebih cepat menuju tempat mencuci piring....


... Menaruh piring lalu mencuci kedua tangan bersebelahan dengan wastafel yang berbeda berjarak dua meter dengan tempat mencuci piring....


... Po mencuci kedua tangan dengan sabun melakukan dengan cepat lalu meninggalkan Nawa yang melihat dengan sendirinya bahwa pacarnya sedang marah....


... Remaja ini tidak ingin sama sekali mengejar pacarnya sebuah kejadian yang dilihat oleh siswa yang lain....


... Nawa mengambil langkah pergi tanpa tergesa-gesa dari kantin sekolah....


... Di dalam kelas....


... Bersandar dikursi melihat layar ponsel....


... Beberapa detik kemudian menaruhnya diatas meja....


... Membaca buku lagi....


... Membaca buku dengan nama orang lain sebagai pemiliknya dari sudut halaman buku....


... Buku itu milik Bloom....


..."Bloom" kata Po....


... Dia melihat nama itu membacanya didalam hati dari buku yang sedang Nawa baca....


... Mengingat kembali....


..."Sepertinya aku pernah mendengar nama itu" kata Po....


... Mencari sebuah nama dari memori ingatan daftar nama yang ia miliki didalam sel-sel otaknya....


..."Coba ku ingat lagi" kata Po....


... Ingat akan suatu hal....


..."Bloom. Bukankah, dia siswa yang … " kata Po....


... Mulai dengan satu pertanyaan muncul begitu saja dari dalam pikiran....


..."Dengan nama yang sama tapi, tunggu" kata Po....


..."Ini hanya persepsi ku saja belum tentu benar" kata Po....


... Tidak mungkin untuk Po mengajak bicara lebih awal pacarnya ini setelah kejadian di dalam kantin....


... Dia lebih memilih menunda untuk mempertanyakan hal ini kepada Nawa....


... Nawa yang merasa sedang diperhatikan oleh kekasihnya itu langsung berpindah fokusnya dari membaca buku kepada Po....


... Tatapan dingin cukup tajam tanpa mengubah jarak posisi tubuhnya menatap pacarnya itu....


... Lumayan membuat kaget....


..."Kau ingin bicara apa?" tanya Nawa....


... Ekspresi wajah malas bicara dengan Nawa....


... Dia tidak mau bicara ketika pacarnya bertanya seperti itu padanya sehingga tujuh detik kemudian mereka dengan sikap mereka masing-masing tak ingin lebih banyak berkomunikasi....


... Waktu kembali mundur ke belakang....


... Di rumah sakit....


... Rumy tidak memulai percakapan lebih akrab dengan Ved, dia lebih banyak mendengar sambil memakan potongan buah apel hijau....

__ADS_1


... Duduk makan apel. ...


... Melirik ke samping kiri....


... Aka masih di sana membantu Ved untuk meringankan tugasnya menyelesaikan rencana bisnis....


..."Sudahlah. Biar aku saja" kata Ved....


... Berusaha tetap membantu....


..."Aku tidak mau hanya duduk diam disini" kata Ved....


... Rumy masih menyibukkan diri dengan memakan potongan buah yang lain selain apel. Dia makan buah melon....


... Ramai dengan obrolan dua orang dewasa di dekatnya saat ini....


..."Sudahlah" kata Ved....


... Aka tetap dengan tujuan tidak berubah dan akhirnya benda itu terjatuh ke lantai....


..."Bug!" ...


... Tablet milik Ved jatuh....


..."Upss. Sorry" kata Aka....


... Mengambil tablet yang terjatuh di bawah lantai....


... Melirik Rumy, Ved....


... Rumy masih lahap dengan pelan memakan potongan buah....


... Kembali memperhatikan Aka....


... Apakah Ved akan marah kepada Aka, tentu tidak....


... Memeriksa tablet milik Ved apakah masih berfungsi atau tidak....


... ...


... Berbicara didepan Ved....


... Saling melihat satu sama lain....


..."Masih menyala" kata Aka....


..."Aku akan menaruhnya disini" kata Aka....


... Menaruh di sisi kanan di sebelah bantal Ved yang saat ini digunakan untuk bersandar....


..."Sudah" kata Ved....


... Mengangguk merasa bersalah duduk di kursinya di sebelah kanan Ved ada di tempat tidur pasien....


... Untuk Rumy....


... Menaruh mangkuk plastik berisi potongan buah buahan di sebelah kiri ia duduk....


... Rumy meminum air mineral dari gelas yang tersedia diatas meja sebelah kanan....


... Selesai minum menaruhnya kembali gelas yang berisi air mineral di tempat semula....


... Di sofa hitam panjang seseorang sedang bersama dengan beberapa dokumen yang dibutuhkan oleh Ved. Membalik lembar demi lembar data yang sudah dibaca....


... Rumy juga memperhatikan gadis yang terlihat seumuran dengan gadis yang baru saja menjatuhkan barang elektronik milik seseorang yang masih dengan selang infus di tangan kirinya....


... Logikanya berbicara tentang keduanya....


..."Ya Tuhan. Mereka semua sangat cantik" kata Rumy....


... Bertanya kepada diri sendiri tentang alasan mengapa pacarnya, Bloom memilihnya....


..."Apa yang dia lihat dariku?" tanya Rumy....


... Setelah melewati pemikiran yang cukup lama, akhirnya ia sadar dengan kekurangannya selama ini....


..."Jika aku jadi dia. Setidaknya bisa memilih yang seperti mereka" kata Rumy....


... Melirik ke Ved lagi....


..."Dan lucunya tak ada satupun dari mereka adalah pacarnya" kata Rumy....


... Sudah mencari waktu untuk dirinya membicarakan hal penting bersama dengan Ved mengenai peristiwa tragedi kejahatan yang menimpa keduanya semalam....


... Belum bisa membicarakan hal itu lebih detail didepan kedua orang sahabat Ved....


... Tidak menunjukkan ekspresi mengeluh atau kesal....


..."Bagaimana aku membicarakan hal itu bahkan untuk berterima kasih secara langsung sepertinya sulit" kata Rumy....


... Aka melihat ke arah Owen yang terlihat tidak mau diganggu ketika sedang bekerja membantu sahabatnya itu....


... Sulit percaya....


..."Sejak kapan mereka berdua saling kenal?" tanya Aka....


... Memperhatikan dengan sorot mata iri jelas dilihat oleh Rumy....


... Membicarakan seseorang yang tidak ada di dalam ruangan membicarakan tentang Dashie....


..."Aku tahu semua gadis di sekitar Ved semuanya cantik kecuali dia" kata Aka....


... Rumy hanya menebak situasi kondisi gadis yang bernama Aka belum berhenti memperhatikan gadis yang sedang duduk diatas sofa dengan lembar dokumen....


... Melihat ke arah Aka....


..."Dia seperti terkena suatu sindrom" kata Rumy....


... Lalu melihat ke arah Owen....


..."Dia seperti seorang Duchess" kata Rumy....


... Ada seseorang lagi datang dia dengan outfit sekeren itu hanya untuk datang ke rumah sakit....


... Dia memakai masker hitam dengan sepasang anting silver dengan model berbeda panjang disebelah kiri berbentuk lurus sedang disebelah kanan lurus dengan sentuhan seni oval....


... Sweater lembut beludru putih warnanya berpadu dengan kaos putih warna yang sama berpadu dengan bawahan rok semi kulit berwarna coklat diatas lutut panjangnya....


... Sepatu sneaker putih manis dengan setelan pakaian yang dipakai....


..."Kau datang" sapa Ved....


... Tidak suka dengan basa-basi....


..."Aku tidak akan lama" kata Ghazi....


... Dia menaruh kotak dengan susun empat berwarna putih untuk Ved....


..."Makanan kesukaan mu. Ini buatan ibuku" kata Ghazi....


... Dia sangat senang dengan kedatangan gadis bermasker ini....


... Aka dan Owen penasaran dengan siapa yang datang....


... Ghazi melihat ke arah Rumy....


... Dia mendekat kepada Rumy....


... Semakin pelan memakan buah belum tahu kalau orang yang mendekat padanya adalah kakak dari Dashie....


..."Gadis manis. Ini coklat untuk mu" kata Ghazi....

__ADS_1


... Berusaha mengakrabkan diri dengan Ghazi....


..."Apa Dashie akan datang?" tanya Ved....


__ADS_2