Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 150: Tidak salah tebak.


__ADS_3

...Chapter 150: Tidak salah tebak....


...Dia dengan gitar masih di tangan tidak berkutik ketika pacarnya datang....


..."Kenapa tak bilang kau disini?" tanya Nora....


...Baru akan sempat menjawab lalu Nora langsung melanjutkan kalimatnya lagi....


..."Kau tidak menjawabnya lagi kan" kata Nora....


...Suasana jadi tambah runyam penuh kesalahpahaman di antara kedua pasangan ini....


...Semua sahabat-sahabat Xie yang ada melihat pertengkaran mereka....


..."Kau tidak bisa jawab lagi kan" kata kekasihnya itu....


...Dia terlihat akan menangis setelah mendapatkan perlakuan tidak seperti pasangan pada umumnya....


...Dia bahkan sulit untuk menghela nafas dalam situasi menegangkan ini....


...Nora....


...Menatap pacarnya yang sedang marah tapi juga tidak tega jika memarahinya terus....


...Ingin sekali disaat seperti ini mereka menertawakan sahabat mereka yang sedang dimarahi oleh kekasihnya itu....


..."Ayo kita bicara di luar" kata Xie....


...Terdengar lebih ngambek lagi....


..."Tidak mau!" kata Nora....


...Menghela nafas panjang....


..."Terus. Nora maunya apa?" tanya Xie....


...Dia masih dengan jawaban suaranya yang marah-marah....


..."Aku tidak mau apa-apa" jawab Nora....


...Melihat ke sekeliling ruangan studio musik....


...Dia memberikan tatapan perhatian yang mendalam kepada kekasihnya itu....


...Sekali lagi dengan pertanyaan yang sama....


..."Sayang maunya apa?" tanya Xie....


...Tidak sakit....


...Memukul lengan kanan Xie dua kali....


...Sahabat sahabatnya sudah tak bisa menahan tawa lagi melihat semua ini....


...Memandang dalam lagi kedua mata pacarnya....


..."Kamu mau aku?" tanya Xie....


..."Hmmm?" tanya Xie....


...Dia tetap diam....


...Xie mencium bibir Nora....


...Suasana berubah....


...Suara berkurang di dalam studio musik....


...Nora mentap Xie lalu lari pergi keluar dari studio musik tersebut....


...Xie melihat sendiri pacarnya malu akibat tindakannya ini yang ia lakukan di depan teman-temannya itu....


...Dia melepas gitar yang ia kait kan di bahunya melingkar memutar ke belakang menyamping posisi gitar lalu bergegas ia menaruh gitar yang ia gunakan untuk bernyanyi barusan di atas meja di dekat salah satu sahabatnya yang berambut pirang....


...Tak ada komentar dari kelima sahabatnya yang ada dalam satu studio....


...Xie mengambil jaket dan tas selempang hitamnya dengan gantungan dolphin....


..."Sorry. Aku harus pergi" kata Xie....


...Dia bergegas berlari mengejar kekasihnya yang baru saja pergi....


...Nora pergi menghilang sebelum Xie berhasil menemuinya....


...Xie yang berlari menuju depan studio tidak akan menyadari kalau Nora sudah pergi tak bisa ia kejar hingga ia kini sudah ada di depan gedung studio musik yang ia datangi bersama dengan sahabat-sahabatnya yang masih bermain musik....


...Menelepon nomor ponsel Nora akan tetapi tidak diangkat meski nomor ponselnya dalam keadaan aktif....


..."Apakah dia akan marah atau minta putus?" tanya Xie....


..."Perbuatan ku sudah berlebihan memang" kata Xie....


...Serba salah....


..."Apakah dia akan memaafkan ku?" tanya Xie....


...Dia mendekat ke arah mobilnya yang terparkir di depan gedung studio....


...Nomor ponsel kedua adiknya yang aktif tapi tidak ada satupun yang diangkat....


...Di tempat kerja Hot....


...Dia dan para staf yang bekerja dengannya....


...Mereka sedang beristirahat setelah mempersiapkan sebuah event baru....


..."Kau sakit?" tanya Hot....


..."Tidak" jawab Nora....


..."Kau tidak sakit dan kau sedih lalu apa?" tanya Hot....


...Dia mendekat mencondongkan diri kepala ke arah Tuan Oryn Mason....


...Oryn sedang meminum air mineral tidak dingin dari dalam botol....


...Berbisik....


..."Kau tahukan" kata Nora....


..."Ya. Apa, Nona?" tanya balik Hot....


..." Tidak jadi cerita" kata Nora....


..."Pasti hal aneh. Jadi, kau tidak mau cerita" kata Hot....


...Dia menjauh dari dekat Hot....


...Dia berbicara dengan suara normal diantara para stafnya yang lain....


...Mengingatkan sesuatu yang tidak seharusnya dikatakan....


...Hot yang sedang menelepon Ghazi dan tiba-tiba saja....


..."Kau masih ingat Hayes kan?" tanya Nora....


...Menutup speaker ponselnya segera....


..."Jangan sebut namanya sekarang!" kata Hot....


...Menghentikan kata yang akan ia katakan sebelumnya....


...Hot dengan layar ponsel yang masih terlihat tersambung dengan nomor ponsel pacarnya....


..."Sayang, nanti kita telepon lagi. Ok" kata Hot....


...Obrolan mereka diakhiri lebih cepat....


...Menghela nafas panjang lalu menaruh ponselnya di atas meja....


...Berbicara berbisik mendekat kepada Nora....


..."Katakan, apa yang ingin sebenarnya kau katakan?" tanya Hot....


..."Tidak ada" kata Nora....


...Tetap tidak ada yang harus dikatakan oleh Nora kepada rekan kerja sekaligus sahabatnya ini....

__ADS_1


...Jika bercerita hal yang baru saja sudah menimpanya pasti ia akan ditertawakan habis-habisan dan itu sudah ia yakini jika hal itu sampai diceritakan olehnya sendiri....


...Dia jadi khawatir....


..."Apa kau putus dengan pacarmu?" tanya Hot....


...Tegas menjawab....


..."Tidak" jawab Nora....


...Cara terbaik untuk membuat rekan kerjanya emosi....


..."Kau tidak mungkin butuh uang dariku uangmu sudah banyak" kata Hot....


...Suara keras tercipta dari tendangan kaki Nora di kaki meja yang ada di depannya langsung....


...Hot terkejut....


..."Astaga" kata Hot....


...Dia ikutan emosi....


..."Lalu apa?" tanya Hot....


...Melihat waktu istirahatnya yang masih panjang tapi tidak dengan Nora yang sedang sangat sibuk di waktu seperti ini malah lebih memilih disana mengajak ngobrol rekan kerjanya tanpa mau cerita apa yang sebenarnya telah terjadi kepada salah satu bangsa Xoco ini....


...Dia depan Hot tidak jadi menyerahkan misinya kepada salah satu bangsa Xoco lain untuk melanjutkan tugasnya untuk sementara waktu....


..."Ini tidak seperti biasanya dilakukan oleh orang ini" kata Hot....


..."Untuk seseorang yang gila kerja sepertinya" kata Hot....


...Menawarkan diri sebuah pertolongan....


...Berbicara pelan....


..."Kau benar tidak butuh bantuanku?" tanya Hot....


...Dia geleng-geleng kepala dengan penawaran yang baru saja ia dengar....


...Si penawar kebaikan....


..."Aku bukan orang aneh yang suka memanfaatkan kelemahan orang lain" kata Hot....


..."Aku takut" kata Nora....


..."Sudah kubilang aku bukan orang seperti itu" kata Hot....


..."Tidak. Aku tidak jadi cerita" kata Nora....


...Berbicara secara normal....


..."Terserah kau saja" kata Hot....


...Ponselnya ada disebelah ponsel Hot kembali bergetar mendapatkan panggilan telepon dari kekasihnya yang sudah dibiarkan untuk kesekian kalinya dilihat oleh Hot....


...Pesan kembali masuk ke dalam ponsel rekan kerjanya lagi....


...Dia mengirim pesannya lagi....


...Lagi....


...Dan lagi....


...Rekan kerjanya seakan tidak ingin mengirim pesan ataupun berbicara kepada kekasihnya itu....


..."Ini tidak seperti kau yang selalu membanggakan kekasihmu yang sempurna itu" kata Hot....


..."Dia tidak berbuat macam-macam kan?" tanya Hot....


...Dia menggerakkan kedua jemari tangan sebagai tanda sanggahan atas pendapat yang ia dengar tentang kekasihnya itu....


..."Lalu apa?" tanya Hot....


...Dia pergi membawa tas ransel hitam dan ponselnya pergi wanita dengan merah atasan crop style Sabrina dibagian kerah lehernya dengan celana hitam berbahan kain halus sepanjang enam puluh sentimeter....


...Teriakan penyemangat....


..."Kau akan kerja lagi!" kata Oryn....


...Teriak....


...Didepan banyak orang tetap tangguh dan percaya diri....


...Dia melihat ia hampir terjatuh ketika berjalan dengan sepatu hak tinggi hitam yang rekan kerjanya pakai....


..."Dia tidak masalah dengan hal itu" kata Hot....


..."Mengapa dia bisa sampai begini?" tanya Hot....


..."Aku tidak harus tahu. Dia orang tangguh" kata Hot....


...Dia ingin mendengar suara kekasihnya lagi lalu menelpon Ghazi ulang setelah tadi ada Nora datang di tempat kerja....


...Di pusat perbelanjaan....


...Di bawah lantai kedua parkir kendaraan roda empat di pusat perbelanjaan....


...Nawa....


...Melihat ke arah Dashie dan Hoshie lagi...


...Di tempat yang belum berubah dua orang masih disana sebentar untuk menghabiskan es krim....


...Melirik ke arah Eir....


...Murid baru yang sudah menunggu disana bersama dengan kedua teman barunya sedang bermain game online dengan mode senyap....


...Kedua dari ketiga jumlah orang yang ia kenal saling mengeluarkan uang....


..."Apa yang sedang mereka lakukan?" tanya Eir....


...Dibawah sana dengan jumlah yang bisa terhitung lima orang masih berkumpul yang merupakan bangsa Blacwhe sedang mengincar ketiga orang yang juga seusia dengan mereka....


...Pendapat Hoshie tentang Nawa....


..."Anak itu. Apa yang sedang ia rencanakan dengan orang-orang ini?" tanya Hoshie....


...Melihat ke lima siswa yang menunggu di sekitar bawah parkiran mobil....


..."Jelas-jelas dia bisa menyelesaikan masalah ini dengan mudah. Dia sengaja mengulur waktu" kata Hoshie....


...Bersandar kemudian Nawa di sisi kanan Namir yang memilih membaca komik milik sahabatnya sendiri yang ada di sebelah kanan....


...Nawa melirik juga ke arah Murid baru yang tetap tenang dan menikmati suasana dengan bermain ponsel membawa kedua temannya agar tidak terlalu cemas dengan keadaan sekitar....


...Murid baru....


...Berbicara tanpa suara....


..."Lihat apa. Kau tertarik dengan ku?" tanya murid baru....


...Nawa tidak mau meladeni apa yang ditanyakan oleh si murid baru....


...Dia juga tidak mungkin untuk menelepon Hoshie bisa langsung dapat omelan nanti kalau ketemu lagi....


...Menit bertambah lima menit....


...Suara klakson mobil datang lagi masuk kedalam area parkir ini....


...Satu mobil hitam sedang berusaha di parkirkan ke salah satu bagian tempat yang belum terparkir untuk kendaraan roda empat lain....


...Berhasil diparkirkan dengan aman dan benar....


...Mesin mobil dimatikan setelah itu seorang pria turun dari dalam mobil....


...Mobil terkunci dari luar....


...Masih melihat layar ponselnya di dekat sisi kiri luar pintu kemudi mobil....


...Nawa dan Namir yang sedang sibuk membaca komik tidak bisa diganggu....


..."Woahhh. Gentleman" kata Yellow....


...Antusias....


..."My type!" kata Jeje....

__ADS_1


..."Diamond!" kata Murid baru....


...Dia memuji dua orang sekaligus....


..."Idola baru ku" kata Eir....


...Merasa terusik dengan obrolan mereka yang bermakna satu....


...Nawa sedikit penasaran lalu melihat siapa yang membuat para gadis-gadis ini menjadi berlebihan dalam mengidolakan seseorang....


..."Pantas" kata Nawa....


...Dia lanjut belajar membuat artikel tapi langsung paham makna dibalik pujian para gadis disekitarnya itu....


...Masih dengan e-book yang dia baca....


..."Kau mengenalnya?" tanya Namir....


..."Aku mengenalnya tapi tidak dekat" jawab Nawa....


...Kembali membaca e-book lagi....


...Xie selesai melihat layar ponsel, pria dengan kaos merah dan celana panjang serta sepatu sneakers putih melewati remaja-remaja ini akan menuju pintu lift....


...Masa muda yang tak tergantikan....


...Xie melewati mereka semua....


...Heboh....


..."Dia lewat … dia lewat" kata Jeje....


...Xie mendengar suara suara diantara mobil-mobil yang terparkir di area yang cukup luas itu....


...Menekan tombol salah satu angka di sebelah kiri pintu masuk lift....


...Dia menunggu lift terbuka....


...Dua menit kemudian pintu lift terbuka lalu dia masuk kedalam sana dan ketika melihat ke arah luar pintu lift yang akan tertutup hal aneh terlihat disekitar para remaja yang duduk bersembunyi di salah satu dibalik pembatas dinding tempat parkir tersebut....


...Pintu lift semakin tertutup dan akhirnya tertutup....


...Lift berfungsi mengantar Xie ke lantai yang ia tuju....


...Suara notifikasi pemberitahuan ia dapat....


..."Yes!" kata Jeje....


..."Aku juga ingin seperti kamu" kata Yellow....


...Jiwa kompetitor mereka berdua muncul....


...Penasaran....


..."Apa yang kalian bicarakan?" tanya murid baru....


...Menunjukkan sesuatu kepada teman barunya....


..."Coba lihat ini" kata Yellow....


...Dia memperlihatkan hasil gambar yang dibuat oleh teman mereka yang berhasil dijual secara online yang bisa menambah uang saku mereka untuk keperluan pribadi....


...Eir melihat mereka yang sedang asik melihat gambar gambar milik salah satu teman mereka yang sudah berhasil diperjualbelikan secara online....


..."Para pekerja keras" kata Eir....


...Sepuluh menit kemudian....


...Pintu lift terbuka....


...Xie keluar dari pintu lift....


...Dia tidak berjalan mengarah ke arah mobilnya yang sudah terparkir sebelumnya melainkan pergi ke tempat para remaja disana sedang duduk berbaris....


...Mereka yang sibuk dengan kegiatan masing-masing....


..."Sedang apa kau disini?" tanya Xie....


..."Aku. Bermain. Ya, bermain" jawab Nawa....


..."Aku tidak percaya kau ada waktu untuk itu" kata Xie....


...Xie memeriksa diluar tempat parkir berada berdiri di dekat Namir dan Eir....


...Dia melihat adiknya sedang bersama dengan Hoshie....


...Menelpon adiknya....


..."Lihat ke arah atas lantai dua" kata Xie....


...Dia melambaikan tangan ke arah Dashie....


...Dashie melihat kakaknya yang sedang menelpon sambil melambaikan tangan ke arah mereka....


...Hoshie ikut menyapa dengan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Xie....


..."Ya. Kakak pulang cepat" jawab Xie....


..."Tak apa. Aku sudah memeriksa dokumennya lagi" kata Xie....


..."Sepertinya akan hujan kembalilah ke dalam kafe" kata Xie....


...Menutup obrolan dengan Dashie....


...Melihat ke sisi kanan dan kiri dengan anak-anak remaja yang terlihat jelas sedang bersembunyi dari sesuatu yang mereka takutkan....


..."Kalian tidak ingin pulang?" tanya Xie....


...Mempraktekkan cara meminta tolong kepada orang lain....


...Dia mengacungkan tangan kepada Xie....


..."Aku ingin bertanya. Beri kami sebuah tawaran bagus maka kami akan mempertimbangkan itu" kata Eir....


...Dia yang bersikap kritis....


...Si pemilik wajah tembem....


..."Apa dia bisa dipercaya?" tanya Namir....


...Tawaran bagus untuk semua siswa yang ada disana....


...Pemilik wajah super dingin dan ketus kembali....


..."Tidak perlu. Itu akan merepotkanmu" kata Nawa....


...Rileks dengan candaan yang diberikan oleh Nawa....


..."Hey. Lihat leader kalian. Dia memang keren" kata Xie....


...Xie merasa ada yang kurang dari mereka berenam tapi siapa ia berusaha mengingat-ingat kembali....


...Ingat siapa yang tidak ada dalam geng yang beranggotakan enam remaja ini....


..."Naw, aku tidak melihat pacarmu itu. Siapa itu namanya, Po Sansa?" tanya Xie....


...Dia tidak terlalu heran tapi tetap saja ingin tahu darimana ia tahu kalau pacarnya bernama Po Sansa....


..."Dari mana kau tahu nama pacarku?" tanya Nawa....


..."Namanya ada di salah satu meja kafe ku" kata Xie....


...Mengalihkan pembicaraan....


...Hanya menebak tanpa menggunakan kekuatannya untuk membaca pikiran orang lain....


..."Apa kau sedang sedih?" tanya Nawa....


..."Tidak" jawab Xie....


..."Bisnismu terlihat berjalan lancar" kata Nawa....


...Berpikir sejenak....


..."Ku pikir kau sedang patah hati" kata Nawa....


..."Tidak juga" jawab Xie....

__ADS_1


..."Aku tidak salah tebak memang itu alasanmu ada disini" kata Nawa....


__ADS_2