Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 182: Diriku sendiri.


__ADS_3

...Chapter 182: Diriku sendiri....


..."Aku akan habiskan makanan ini" kata Dashie....


... Dia tidak ingin memberikan komentar kepada kisah orang lain yang begitu besar mencintai orang yang juga mulai ia terbuka kepadanya....


... Rasa sakit itu seakan mengisi semakin mengisi isi hatinya yang ingin pergi segera dari sana tapi sesuatu hal membuatnya mencegah untuk terburu-buru memutuskan untuk pergi menghilang tak bisa dijelaskan tapi nyatanya dia tidak ingin semuanya berakhir secepat itu....


... Sepuluh menit kemudian....


... Pukul tujuh lebih dua puluh menit didepan restoran tempat mereka barusan selesai makan malam....


... Jalanan sedikit macet....


..."Kau tidak marah padaku?" tanya Hoshie....


..."Marah" kata Dashie....


..."Siapapun punya masalahnya sendiri. Apa aku harus menghukummu?" tanya Dashie....


..."Aku marah. Marah, kenapa aku bisa menyukaimu" kata Dashie....


... Bicara realita....


..."Aku hanya seseorang yang dekat denganmu bukan pacarmu" kata Dashie....


..."Aku masih bisa berada didekatmu dengan semua yang kau miliki itu tanpa harus mencari banyak alasan untuk pergi" kata Dashie....


... Dia memandang gadis disebelah kanannya itu....


..."Aku selalu mencintaimu" kata Hoshie....


..."Jadilah istriku" kata Hoshie....


... Dia datar dan dingin....


..."Aku mau tapi tidak sekarang. Cintamu terlalu mengejutkanku" kata Dashie....


... Dia malah ngajak bercanda....


..."Kau tidak mau?" tanya Hoshie....


... Dia jadi malu....


..."Ya mau tapi … jangan sekarang" kata Dashie....


..."Kau pikir pernikahan itu semudah itu" kata Dashie....


..."Lihat usia kita" kata Dashie....


... Hal yang selama ini ingin ditanyakan oleh Dashie tapi selalu tertunda ketika ingin menanyakannya secara langsung dengan orangnya....


..."Aku selalu ingin tahu apa alasanmu selalu tidak ingin memperkenalkan aku dengan teman-temanmu?" tanya Dashie....


... Dia tertawa tapi ini jawaban yang bisa terbilang jujur atau bisa dibilang hanya dirinya yang takut kehilangan....


..."Kau ingat Fable dan Poet. Mereka mewakili semua sahabat-sahabat ku" kata Hoshie....


..."Mereka cukup baik menurutku. Apanya yang harus perlu ditakuti?" tanya Dashie....


... Jujur....


..."Mereka tipe orang yang sangat gigih. Aku takut kehilanganmu" kata Hoshie....


..."Sungguh. Aku juga sedikit mengenalmu" kata Dashie....


... Membela diri....


..."Aku sudah tidak terlalu sering main. Kau bisa melihatnya" kata Hoshie....


..."Ok" jawab Dashie....


..."Oke?" tanya Hoshie....


..."Ya. Oke" jawab Dashie....


... Dashie....


... Seseorang pernah menjelaskan tentang sebuah gen manusia yang telah mengalami evolusi akibat sebuah eksperimen di masa lalu sebuah penjelasan tentang bangsa Xoco. Melihat perubahan yang sedikit demi sedikit terdapat pada dirinya kini ia belum yakin untuk memastikan bahwa ia tergolong dalam bangsa tersebut. ...


... Belum juga percaya....


... Berbicara didalam hati....


..."Itu hanya berapa persen dari ciri-ciri yang ku miliki bukan berarti itu benar" kata Dashie....


... Hoshie melihat seseorang sedang melamun....


... Berjarak sepuluh sentimeter sedikit menggerakkan tangan kanannya kekanan kekiri didepan wajah Dashie....


..."Dashie!" panggil Hoshie....


... Tersadar dari lamunan....


..."Oh" jawab Dashie....


... Dia masih dengan dunianya sendiri....


... Memperhatikan dengan teliti kondisi Dashie....


..."Kau baik-baik saja. Apa kita pulang saja?" tanya Hoshie....


..."Sepertinya, aku harus mengantarmu pulang?" tanya Hoshie....


... Melihat ke langit lalu ke sekitar mendapatkan sebuah gambaran tentang cuaca sangat cerah sesuai dengan perkiraan cuaca yang ia lihat dari dalam layar ponsel....


... Menatap wajah Dashie tergambar dari sisi sebelah kiri saat Hoshie memandangi dengan udara yang tidak terlalu dingin di awal malam....


... Hoshie melihat kondisi Dashie memang sudah seharusnya pulang saja....


... Meraih tangannya lalu mengajaknya untuk pulang....


..."Aku akan mengantarmu" kata Hoshie....


... Mengangguk pelan, Dashie....


... Di sepanjang perjalanan Dashie diam saja sambil melihat ke arah luar jendela dari dalam mobil di sebelah kanan kursi kemudi....


... Dia juga tidak terlihat dengan raut muka marah kepada siapapun yang jelas dia sedang ingin tidak banyak bicara itu yang terbaca oleh Hoshie. Tapi, dia tidak bisa bernafas lega dengan keadaan dan situasi ini mengingat setelah apa yang baru saja mereka lalui tidak bisa dianggap enteng dengan masalah sebesar itu seseorang dengan mudah untuk memaafkan kesalahan orang lain yang disadari sendiri oleh Hoshie tidak mudah hanya mengatakan permintaan maaf saja....


... Sesekali Dashie memejamkan mata lalu melihat lagi ke arah luar jendela selanjutnya kini membuka sedikit jendela mobil di sisi kanannya itu merasakan udara sejuk masuk secara perlahan mengisi ruang dalam mobil lalu dia melihat Hoshie yang terlihat biasa tapi ia tahu dan yakin seseorang sedang merasa khawatir sekaligus cemas akan arti dirinya bagi seseorang yang dia sayang pasti sudah berbeda tidak seperti sebelumnya....


..."Apa dia juga berpikir sama dengan apa yang kupikirkan?" tanya Dashie....


..."Aku takut disini hanya aku yang terlalu peduli" kata Dashie....

__ADS_1


..."Aku takut hanya aku yang berakhir sendirian" kata Dashie....


..."Aku takut kalau hanya aku yang menangis disini" kata Dashie....


... Melihat ke arah lain diluar kendaraan roda empat yang sedang bergerak pergi mengantar Dashie untuk sampai di tempat tinggalnya....


... Menoleh sedikit....


... Tersenyum ramah....


... Memegang kepala atas gadis disebelahnya ini dengan tangan kanannya itu....


..."Kau mengantuk?" tanya Hoshie....


... Dashie....


... Menggelengkan kepalanya dengan sedikit senyum itu tapi tidak bermakna kemarahan....


... Melepas tangannya dari rambut kepala gadis itu....


... Perjalanan masih terus dilanjutkan untuk sampai di rumah Dashie....


... Seseorang sudah menunggu ada di atas rooftop gedung tempat Dashie tinggal. Dia melihat orang yang ia tunggu sudah tiba di depan bangunan berlantai enam tersebut turun dari dalam mobil yang dikendarai oleh Hoshie yang dibukakan langsung olehnya....


... Pria berkacamata minus serta berkemeja putih panjang dengan bawahan celana panjang berbahan kain bergaya kasual dengan alas kaki coklat itu terlihat dari arah belakang memakai pakaian yang sama dengan apa yang dikenakan oleh Hoshie....


... Dashie masuk kedalam lalu Hoshie memperhatikan gadis itu hingga menaiki anak tangga menunggunya sampai di dalam kamarnya sendiri dengan lampu yang menyala empat menit kemudian. Dia terlihat membuka jendela kamarnya lalu menyapa pria ini dari dalam kamarnya setelah memastikan Dashie sudah ada di dalam kamarnya lalu Hoshie pergi masuk kedalam mobilnya pergi meninggalkan depan bangunan tersebut....


... Menunggu hingga sampai Hoshie benar-benar pergi....


... Dari atas sana dia masih bisa melihat cahaya lampu kamar yang menyebar keluar dari depan jendela dengan gerak bayangan yang tercipta dari pemilik bayangan bergerak itu....


... Melihat ke arah sekitar bagian luar bangunan udara segar di malam hari ini dengan beberapa orang yang ada disana naik keatas rooftop yang sama tempatnya berada....


... Dia bukanlah bayangan tanpa wujud akan tetapi pria ini terlihat oleh mereka yang mengetahui bahwa dia adalah salah satu penghuni kamar di gedung tempat tinggal mereka....


..."Kau pasti bisa mendengar ku" kata pria tersebut....


... Dashie sedang merapikan buku-bukunya terhenti sejenak ketika mendengar suara itu lagi suara yang sama....


... Membuat suasana di sekitarnya menjadi lebih tenang....


... Mendengarkan lebih apa yang akan dikatakan oleh orang yang sering ia dengar setiap nasihatnya itu....


..."Menjauhlah meski tidak secara langsung" kata pria tersebut....


..."Pergilah. Ini belum terlambat" kata pria itu lagi....


... Mendengarnya lagi suara itu lagi seakan penuh kebencian ketika mengatakan setiap kata-kata yang bermakna nasihat itu membuat gadis ini berpikir tentang kesalahan apa yang telah Hoshie buat hingga semua orang seakan begitu sangat membencinya....


... Untuk diri sendiri....


..."Ataukah aku yang telah dibutakan oleh cinta?" tanya Dashie....


... ...


..."Semua nasihat itu akan membuatku bertambah merasa spesial dan itu bisa menjadi buruk untuk ku" kata Dashie....


... Mengetuk pintu lumayan keras tapi tidak juga mengganggu lalu keluar dari pemilik kamar yang pintunya diketuk oleh seorang gadis remaja....


... Dashie akan membuka pintu kamarnya berniat untuk membuang sampah yang ada di satu kantong kresek yang ia bawa di tangan kiri dengan tangan kanan membuka gagang pintu....


... Nawa membuka pintu kamarnya dari dalam kamarnya lalu akan menutupnya lagi setelah melihat ada orang itu....


... Ancaman....


... Memberikan makanan untuk Nawa....


... Nada suara yang sama dengan ancaman....


..."Tidak mau?" tanya Ans....


..."Baiklah" kata Nawa....


... Agak takut....


..."Kau tidak mengulanginya lagi kan?" tanya Nawa....


..."Kau mau?" tanya Ans....


... Memeriksa makanan yang Nawa terima....


..."Tidak juga" kata Nawa....


... Dari arah menuju anak tangga Dashie melihat keduanya terlihat akrab berinteraksi satu sama lain....


... Dia semakin menjauh dan menuruni anak tangga....


... Mereka berdua sudah melihat orang yang sedang mereka perhatikan turun menuruni anak tangga....


... Serius....


..."Kau sudah kumaafkan lalu kenapa kau masih disini?" tanya Nawa....


... Gadis ini juga serius....


..."Tidak boleh?" tanya Ans....


..."Untuk apa rumahmu juga sangat bagus" kata Nawa....


..."Aku hanya meniru mu" kata Ans....


... Tatapan mata tajam dan dingin dari pemilik wajah pucat ini....


..."Hentikan. Mustahil untukmu" kata Nawa....


... Mulai ingin berdebat....


..."Tidak mustahil untuk Nawa" kata Ans....


... Mengalah....


..."Terserah kau sajalah" kata Nawa....


... Dia pergi dan tidak untuk pergi ke arah dimana Dashie tadi pergi melainkan pergi ke arah sebelah kamar kirinya persis membuka pintu lalu masuk kedalam kamar itu....


... Menghela nafas pendek....


... Membicarakan tentang ketua kelas mereka....


..."Bagaimana orang itu bisa mengendalikan wanita ini?" tanya Nawa....


... Menutup kembali pintu kamarnya dari dalam....


... Berbicara tanpa suara tapi berteriak dalam hati....

__ADS_1


..."Aku bisa mendengarmu!" kata Ans....


... Membuka pintu kamarnya lagi dengan membawa makanan untuk seseorang lalu menunggunya di depan pintu pemilik kamar itu....


... Menunggu dua menit disana tapi dia belum juga datang ini belum terlalu lama sehingga dia tetap di sana untuk melihat orang yang ia tunggu benar-benar datang....


... Tiga menit kemudian....


... Senyum keakraban....


..."Halo. Kau masih ingat aku, aku pacar Gan yang bekerja di kafe milik kakak Xie. Kita pernah saling bertemu?" tanya Ans....


... Mengingat....


..."Oh. Sepertinya, aku mulai ingat. Kau yang sering datang ke kafe kan" kata Dashie....


... Dia memberikan satu cup minuman dingin....


..."Ini butterfly pea flower tea latte dan juga sandwich kesukaanmu" kata Ans....


... Dashie agak sedikit canggung dengan keramahan seseorang meski ia pernah melihatnya tapi perasaan waspada ada di momen ini....


... Menarik tangan Dashie....


..."Terima saja" kata Ans....


... Ceria....


..."Oh ya. Namaku adalah Ansele, aku tinggal disana" kata Ans....


... Dia memberikan minuman dan makanan itu lalu pergi dengan suara hentakan kaki dari mules heels shoes berwarna Tan....


... Dashie melihatnya pergi dengan gaun putih tak berlengan sepanjang diatas lutut sebagai batas panjang gaun casual itu....


... Teriak....


..."Jangan lupa dimakan. Kak Dashie!" kata Ans....


... Melihat gadis remaja itu menuruni anak tangga....


... Agak sedikit heran....


..."Dia tahu namaku" kata Dashie....


..."Ku dengar ada penghuni baru ditempat ini. Apakah dia orangnya?" tanya Dashie....


... Dari dalam kamar Nawa terlihat terburu-buru untuk pergi ke suatu tempat....


... Dia bahkan tak menghiraukan ada Dashie disana melewatinya begitu saja....


..."Nawa kenapa lagi?" tanya Dashie....


... Dashie masuk kedalam kamarnya lalu melihat pemberian dari seseorang yang kini tinggal ditempat yang sama dengannya itu....


... Melihat secarik kertas dari bagian dalam box sandwich yang ia terima....


..."I always love you. Hoshie" ...


... Membaca kalimat selanjutnya yang ada balik kertas itu....


..."Bisakah kita bertemu lagi. Itu harapanku"...


... Dia membacanya dengan tulisan yang sama persis dengan apa yang biasa ia lihat sebagai tulisan orang yang tadi makan malam bersama dengannya....


... Pesan itu ia baca di pukul delapan lebih dua puluh menit setelah Hoshie mengantarnya pulang....


..."Aku harus marah atau menangis. Berikan aku satu pilihan" kata Dashie....


... Suasana hatinya berubah kembali....


..."Sadarlah. Jangan terbawa dengan situasi" kata Dashie....


... Dia ingin mengucapkan terimakasih atas makanan yang sudah dikirimkan oleh Hoshie melalui bantuan Ans barusan tapi dia enggan untuk melakukan hal itu....


... Di luar orang yang ada di tepi sungai tadi sore yang terus memperhatikan Dashie masih disana mendengar setiap kata yang diucapkan oleh gadis ini yang sedang merasa sangat kecewa dengan seseorang tapi disisi lain dia juga sangat mencintai orang itu....


..."Apakah cinta ini cukup?" tanya Dashie....


..."Aku tidak yakin meski aku sangat percaya diri" kata Dashie....


... Hoshie....


... Dia tidak lupa dengan salah satu kisah asmara masa lalunya bersama orang lain yang mungkin sangat menyedihkan bagi orang tersebut....


..."Aku terlalu kejam padamu" kata Hoshie....


..."Dia pasti sangat membenciku" kata Hoshie....


..."Segala permintaan maaf ku tidaklah berguna" kata Hoshie....


... Sadar diri....


..."Semua yang kukatakan hanyalah sekumpulan sampah yang tidak berarti" kata Hoshie....


... Dia masuk ke sebuah lantai pertama hotel yang ia masuki berniat untuk menemui seseorang yang dia kenal dan pernah sangat dekat dulu....


... Di meja resepsionis....


..."Saya ingin bertemu dengan Nona Callie" kata Hoshie....


... Menunggu di lantai bawah di sebuah kursi panjang di dekat meja resepsionis sebuah hotel....


... Sepuluh menit kemudian Callie datang....


... Wanita bergaun putih bergaya vintage dengan tas putihnya datang dengan langkah kaki beralas sepatu berhak tinggi berwarna khaki....


... Dia tidak lupa dengan pemilik gelang kaki itu....


... Hoshie bangun dari sofa yang ia tempati menghampiri gadis mantan kekasihnya itu....


..."Ada yang ingin kau katakan?" tanya Callie....


... Dia sedang berusaha tetap mempertahankan rasa tulusnya itu....


..."Terima kasih" kata Hoshie....


..."Maaf sekali lagi … " kata Hoshie....


... Callie tak banyak merespon dia mendengarkan permintaan maaf dari seseorang tanpa harus menanggapi apa yang seharusnya ia lakukan karena dia tidak bisa memaafkan orang lain sebelum ia memaafkan dirinya terlebih dahulu....


..."Maaf?" tanya Callie....


..."Aku yang seharusnya meminta maaf" kata Callie....


..."Meminta maaf kepada diriku sendiri" kata Callie....

__ADS_1


... Dia pergi meninggalkan Hoshie yang melihat seseorang yang pernah ia sayang kini bukanlah untuknya lagi dan bukanlah jalannya lagi....


__ADS_2