
...Chapter 191: Diam menatap....
..."Kenapa kau baru mengatakan ini?" tanya Ghazi....
..."Lihat sekarang sudah jam setengah delapan pagi" kata Ghazi....
... Gadis dengan setelan olahraga merah juga atasan berlengan panjang dan bawahan celana panjang serta sepatu sneakers putih serta bertali putih....
..."Kau cantik bahkan ketika tidak memakai riasan" kata Xie....
... Hoshie sudah memberikan kode jangan mengatakan kalimat itu....
..."Aku tidak suka kalimat itu" kata Ghazi....
..."Kenapa adikku yang cantik?" tanya Xie....
... Meraih tangan Ghazi....
... Memberikan satu buah stroberi yang belum dipotong dalam ukuran besar....
... Ghazi akan memakannya....
..."Jangan ingatkan aku dengan Oryn lagi" kata Ghazi....
..."Duduklah" kata Xie....
... Duduk dikursi disebelah kanan Dashie....
... Makan buah stroberi pemberian dari Xie....
..."Ini manis. Terima kasih" kata Ghazi....
... Menatap adiknya yang sedang istirahat duduk bersandar di ranjang pasien setelah selesai sarapan pagi....
..."Itu terlalu malam untuk seorang gadis keluar dari rumah. Sorry, kakak baru mengatakannya padamu" kata Xie....
... Melirik ke arah Nora yang sedang makan buah stroberi di sebelah kiri Hoshie....
..."Aku. Aku kebetulan sedang mengunjungi rekan kerjaku disini" kata Nora....
..."Dan kebetulan melihat ada Hoshie di sekitar rumah sakit lalu aku mengikuti kemana dia pergi" kata Nora....
..."Sorry. Aku sudah bersekutu dengan Xie" kata Nora....
... Hoshie yang menyibukkan diri tidak ikut campur dalam pertengkaran anggota keluarga ini lebih tepatnya mencari aman....
..."Sebentar lagi aku juga akan segera pulang" kata Dashie....
..."Ya. Ini juga sedang bersiap" kata Hoshie....
... Dia dengan tas milik Dashie yang sudah dikalungkan di lehernya sejak tadi pergi ke arah Dashie sebentar untuk mengambilkan ponselnya di atas meja dekat ranjang tempat tidur pasien....
... Mereka berdua juga sudah bersiap akan pergi....
... Hoshie membantu Dashie yang akan keluar dari ruangan tersebut....
..."Aku tidak selemah itu" kata Dashie....
... Melepas tangannya dari pundak bagian belakang kanan atas Dashie....
... Menggoda....
..."Sandarkan kepalamu padaku" kata Hoshie....
..."Jangan manja" kata Dashie....
... Dia tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh gadis yang ada di sebelah kanannya itu lalu meraih lengan tangannya dengan keakraban dia tunjukkan tanpa basa-basi di depan tiga orang dibelakang mereka....
... Masih merasa bersalah....
..."Sekarang?" tanya Ghazi....
... Xie mengangguk....
..."Pulang?" tanya Ghazi....
... Dashie yang sudah tidak terdapat jarum infus di tangan siap untuk perjalanan pulang. ...
... Merasa bersalah....
..."Ini gimana sih. Aku seperti tidak berguna sama sekali" kata Ghazi....
... Menenangkan suasana hati adiknya....
..."Kau sudah sarapan apa belum?" tanya Xie....
... Suara lucu....
..."Belum" jawab Ghazi....
... Menggiring adiknya itu untuk keluar dari dalam ruang rawat inap tersebut....
..."Aku akan cari menu breakfast di sepanjang perjalanan barangkali ada yang kamu suka" kata Xie....
... Melewati pintu kamar....
..."Pilih yang kamu suka" kata Xie....
... Nora yang sedang mengirim pesan kepada seseorang ada disebelah kiri pacarnya yang sedang mengajak bicara adik perempuannya yang belum berhenti ngambek....
... Dashie dan Hoshie....
..."Kau ingin pulang dimana?" tanya Hoshie....
..."Di tempat tinggalku saat ini. Kenapa?" tanya balik Dashie....
..."Oke" kata Hoshie....
... Berdering ponsel milik Hoshie lalu segera dia mengangkat panggilan telepon dari seseorang dan percakapan itu didengar langsung oleh Dashie bahwa dia harus segera pergi ke tempat usahanya sekarang juga....
... Izin....
..."Kau tidak pergi. Mereka terdengar sangat membutuhkanmu?" tanya Dashie....
... Memohon....
..."Aku tidak mau jauh dari sayangku" kata Hoshie....
... Jadi marah....
..."Sayangku. Sayangku, kau juga butuh makan!" kata Dashie....
... Tertawa sedikit dalam senyum tipis itu....
... Melepas lengan Dashie....
..."Oke. Aku pergi" kata Hoshie....
..."Berikan tasku" kata Dashie....
... Memberikan tas milik Dashie yang dikalungkan pada lehernya sendiri diberikan kepada pemiliknya. ...
... Berbisik....
..." … " ...
..."Hoshie!" kata Dashie....
... Dia berlari lebih cepat menuju tempat usahanya meninggalkan mereka dengan berbalik sebentar ke arah Dashie sambil melambaikan tangan kanannya itu....
... Senyum itu tertinggal untuk Dashie....
... Husband material....
..."Summer in my heart" kata Dashie....
... Hoshie pergi....
... Ghazi merangkul adiknya itu....
... Xie terdengar mengajak ngobrol kekasihnya yang kini mendorong dirinya semakin dekat kepada gadis itu agar berhenti memberi jarak sejak pertemuan kembali mereka setelah beberapa hari....
..."Sorry. Maaf untuk semuanya" kata Xie....
... Wanita dengan setelan blouse berwarna cappucino dengan alas kaki sepatu tak bertali....
..."Ehmmm" jawaba Nora....
..."Setelah ini kau akan berangkat kerja lagi?" tanya Xie....
... Cuek....
..."Begitulah" kata Nora....
..."Kau tidak istirahat?" tanya Xie....
..."Ini hari pertama bengkel beroperasi lagi" kata Nora....
..."Tak ada yang ingin kau katakan lagi padaku?" tanya Xie....
..."Tak ada" jawab Nora....
..."Bagaimana kalau aku antar kau sekalian berangkat kerja kebetulan kita juga satu arah?" tanya Xie....
... Masih cuek....
__ADS_1
..."Kita beda arah" jawab Nora....
... Obrolan ringan yang terdengar samar-samar bagi kedua adiknya yang ada berjalan didepan kedua pasangan ini memberi makna keduanya sedang tidak akur....
... Lirikan dari Ghazi....
... Berbisik kepada Dashie....
..."Apa mereka sering seperti ini?" tanya Ghazi....
... Helaan nafas pendek....
..."Ini tidak ada apa-apanya" kata Dashie....
..."Mamah bilang akan membuatkan makanan untuk kita" kata Ghazi....
..."Itu merepotkan sekali" kata Dashie....
... Heran dengan jawaban yang diberikan oleh Dashie....
... Belum paham si kakak kembarnya itu....
... Helaan nafas panjang....
..."Kau tidak akan tahu bagaimana rasanya jadi aku" kata Dashie...
... Terkesan dipaksa untuk paham....
..."Begini rasanya jadi Dashie" kata Ghazi....
... Kesal lucu....
..."Sudahlah. Kau malah meledek" kata Dashie....
... Sadar....
..."Kau dan Hoshie tidak jauh berbeda" kata Ghazi....
... Tentang dia dan Hoshie....
..."Itu hanya kebetulan saja. Jangan dibawa serius" kata Dashie....
... Waktu berjalan mundur....
... Pukul setengah enam pagi di sebuah lapangan basket dekat tempat tinggal Nawa....
..."Ku dengar Nawa tinggal disini?" tanya Jeje....
... Sambil memasukkan bola basket ke keranjang....
..."Ya" jawab Yellow....
... Bola masuk ke keranjang lalu ditangkap lagi oleh Yellow....
... Melakukan dribble....
... Melempar bola kepada Soft....
..."Terima ini!" kata Yellow....
... Soft menerima bola dari Yellow....
... Jeje berlari mengejar Soft....
..."Dia bilang akan datang kemari juga" kata Jeje....
... Soft memasukkan bola ke keranjang....
... Bola gagal masuk ke dalam keranjang....
... Jeje menangkap bola tersebut....
..."Ambil ini. Aku akan istirahat sebentar" kata Jeje....
... Menerima bola basket....
... Soft ikut istirahat setelah tiga puluh menit sudah bermain bola basket bersama....
... Yellow duduk di sebelah kiri Jeje....
..."Tak ada yang lain selain Nawa?" tanya Yellow....
..."Dia bilang ada temannya yang satunya lagi juga ikut" kata Jeje....
..."Tapi kok dia lama sampainya?" tanya Yellow....
..."Dia tak berniat kemari. Dia sedang asik joging" kata Jeje....
... Orang yang mereka bertiga bicarakan datang dengan kondisi seperti seseorang yang baru selesai jogging pada umumnya....
... Tatapan tidak rela....
... Tiba-tiba meraih wajah Nawa agar tetap menghadap ke arahnya....
..."Apa?" tanya Nawa....
... Dia yang belum sadar sedang melihat ke arah Eir belum ke arah mereka bertiga....
..."Ada apa?" tanya Nawa....
..."Patuh. Diam, jangan bergerak!" kata Eir....
... Patuh....
... Tetap menatap wajah sahabat perempuannya itu....
... Ditarik dengan cepat tangan kiri Nawa lalu dibawa pergi oleh gadis di depannya sekarang....
... Berbalik ke arah start awal mereka memulai aktivitas jogging....
... Mereka berjalan lebih cepat agar menjauh dari ketiganya untuk Eir yang bersikap dengan alami menjelaskan bahwa pria yang dia bawa pergi adalah miliknya dan tak boleh memberikan kesempatan sekecil apapun untuk orang lain memiliki atau bahkan menyapa....
... Jarak mereka sudah sepuluh langkah jauhnya lalu remaja laki-laki ini berbalik melihat ke arah lapangan basket yang terbuka untuk umum tempat dua teman satu sekolahnya ada disana....
... Dia melihat seseorang yang seharusnya tidak dilihat di awal pagi ini....
..."Paham kan sekarang?" tanya Eir....
... Mengangguk pelan lalu pergi dengan tangan masih digandeng oleh Eir pergi terus menjauh dari mereka yang masih terheran dengan sikap mereka berdua ini....
... Tujuh belas langkah sudah menjauh hingga dua puluh langkah jarak diantara mereka yang sudah cukup untuk Eir melepas genggaman tangannya dari sahabatnya itu....
..."Ayo kita beli sesuatu sebelum pulang" kata Eir....
... Masuk ke dalam sebuah toko makanan dan minuman....
... Eir memperhatikan setiap detail yang dilakukan oleh remaja laki-laki itu....
... Nawa dengan sigap memilih makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi terutama disukai oleh sahabatnya itu....
..."Jika seperti ini, aku bahkan bisa jatuh cinta padamu" kata Eir....
... Mengambil makanan yang juga diambil dari toko tersebut lalu pergi ke bagian kasir....
... Nawa yang jadi merasa bersalah dengan sikap perhatiannya terhadap Eir....
... Dua menit kemudian Eir sudah dengan makanan yang dibeli sendiri....
..."Aku lebih suka kau yang dingin dan cuek tidak seperti ini" kata Eir....
... Makanan dan minuman yang dipilih oleh Nawa kemudian dibawa di meja kasir....
... Beberapa menit kemudian Nawa sudah dengan makanan yang dia beli....
... Duduk sebentar di tepi sungai di kursi panjang yang tersedia disana untuk para pejalan kaki....
... Akan mendapatkan bantuan dari Nawa....
..."Aku bisa membukanya sendiri" kata Eir....
... Gadis itu membuka botol air mineral yang akan dia minum....
... Mengingat seseorang....
..."Kau ini terlalu baik apalagi orang yang belum kembali itu" kata Eir....
..."Kau belum melupakan orang itu. Aku jadi heran apa hebatnya dia" kata Eir...
... ...
... Bicara sesuai kenyataan....
..."Cantikan juga aku" kata Eir....
... Meminum air mineral dari dalam botol dengan menggunakan tangan kanan....
..."Kau mau jadi pacarku?" tanya Naw....
... Kaget....
... Tersedak....
..."Astaga!" kata Eir....
..."Ini dia. Pertahankan ini" kata Eir....
__ADS_1
... Heran....
..."Jeezz" kata Nawa....
... Meminum air mineral yang sama ditempat yang berbeda dengan yang diminum oleh Eir. ...
... Minum satu tegukan dari air dalam botol....
..."Justru aku takut akan jatuh cinta padamu" kata Nawa....
..."Terus saja menggodaku itu lebih baik daripada sikapmu yang tadi" kata Eir....
... Bersandar....
... Wajah sedih ...
... Melirik ke arah Nawa....
... Nawa balik melirik....
..."Sudah ku bilang tadi aku bisa jatuh cinta padamu" kata Nawa....
..."Sayang kau menyukai orang lain juga" kata Nawa....
..."Jangan buat alasan. Kau memang tidak menyukaiku" kata Eir....
... Realita....
..."Kau menyukai orang lain" kata Eir....
..."Mengapa cintaku bertepuk sebelah tangan?" tanya Eir....
... Jujur....
..."Syukurlah. Itu bagus untukmu" kata Nawa....
... Menyemangati....
..."Itu juga bagus untukmu" kata Eir....
... Mengingat lagi sebuah nama dari salah satu sahabat mereka....
... Hening....
... Udara tidak secerah pagi kemarin bisa dibilang cukup mendung....
..."Ayo kita bangun. Sepertinya hujan akan turun" kata Eir....
... Dia beranjak bangkit dari tempat duduknya saat ini....
... Dari arah belakang datang seseorang langsung merebut makanan yang dibawa oleh Nawa yang dibelinya barusan dari toko di dekat mereka....
..."Berikan ini padaku!" kata Ans....
... Satu kantong plastik penuh dengan yogurt dan makanan sehat lainnya....
... Akan pergi bergegas menuju tempat duduk menggeser paksa Nawa agar berpindah tempat ke arah lebih ke kanan karena dia akan duduk disebelah kirinya....
... Mendekatkan wajahnya ke arah wajah Nawa....
... Kaget....
..."Apa?" tanya Nawa....
..."Kau lumayan juga" kata Ans....
... Berpindah ke arah bagian lain dari bagian tubuh temannya itu mengarah ke bagian leher....
... Eir....
... Tidak bisa berkata-kata....
..."Kau wangi bahkan ketika sedang berkeringat" kata Ans....
... Seketika menjauh lalu minuman yogurt milik Nawa dengan sedotan kecil yang dimasukkan dengan cepat....
... Menghela nafas panjang....
..."Lanjutkan saja!" kata Gan....
... Dia yang juga baru saja selesai jogging bersama dengan gadis disebelah kiri Nawa....
... Cuek dengan serius mengatakan hal ini....
..."Kenapa kau tidak sekalian menghabisi ku?" tanya Nawa....
... Makin tidak mudah untuk dicerna arah pembicaraan mereka....
... Lirikan ketakutan kepada Gan....
..."Aku tadi ingin melakukan itu tapi aku takut dengan orang itu" kata Ans....
..."Kenapa takut?" tanya Nawa....
... Melirik ke orang yang sama seperti sebelumnya ia lakukan kepada Gan....
..."Aku sudah bilang. Aku takut dengan orang itu" kata Ans....
... Penasaran....
..."Lakukan saja. Aku siap kapanpun kau mau" kata Nawa....
..."Aku ingin menghabisimu tapi aku sudah tidak tertarik lagi" kata Ans....
... Serius menekan suaranya mendekat ke arah Ans....
..."Aku sudah menunggu lama" kata Nawa....
..."Sungguh. Tapi, takut" kata Ans....
..."Kenapa harus takut?" tanya ...
...Nawa....
..."Kau akan mengambil nyawaku lebih awal" kata Ans....
... Memperhatikan warna wajah Nawa yang jauh lebih pucat dari biasanya....
... Menyentuh pipi Nawa....
..."Kenapa dengan wajahmu?" tanya Ans....
... Memaksa melepas tangan Ans dari wajah Nawa....
... Tatapan jahat....
... Ans langsung patuh....
... Gan mengambil tempat duduk disebelah kanan Ans memaksa Nawa bergeser lagi ke arah kanan yang sudah disiapkan oleh Eir setelah melihat mereka datang di menit-menit awal....
..."Kalian sudah berhasil melenyapkan ku" kata Nawa....
..."Saat ini juga" kata Nawa....
... Dia dengan potongan buah yang dia makan sambil melihat momen ini tak habis pikir dengan obrolan yang baru saja didengar oleh ketiga orang didepannya sekarang....
... Gan dengan lembut memperlakukan gadis yang dia sayang seperti membersihkan makanan di sekitar mulut Ans ketika sedang memakan potongan buah mangga dengan tisu....
..."Ulurkan tanganmu" kata Gan....
... Dia mengulurkan tangannya lalu remaja laki-laki itu melipat kaos berlengan panjang putih yang dikenakan gadis tersebut....
... ...
... Tiba-tiba Ans memeluk Gan....
..."Janji jangan pergi" kata Ans....
... Terkejut....
..."Ya. Sudah banyak orang disini" kata Gan....
... Usil....
... Dengan polosnya....
..."Kalau tak ada orang disini memangnya kalian mau apa?" tanya Eir....
... Nawa yang juga ikutan usil....
..."Aku yang kerja tapi dia yang dapat" kata Nawa....
... Kedua tangan yang tidak menerima pelukan ini terlihat tidak menyentuh bagian tubuh gadis yang sedang memeluknya itu....
... Melepas pelukannya dari pelukan yang dia berikan kepada Gan....
..."Cemburu yang terselubung" kata Nawa....
... Dia diantara paham atau tidak paham membalas keusilan mereka berdua dalam berkomentar....
... Heran....
... Diam menatap keduanya dengan wajah polos seperti Eir tadi lakukan....
..."Kalian tidak mencobanya?" tanya Ans....
__ADS_1
... Datar....
..."Harga pangan mahal" kata Nawa....