
...Chapter 179: Terburu-buru....
..."Bagaimana kalau kita punya anak sebanyak ini?" tanya Dashie....
... Dia merasa kagum sekaligus agak berpikir ulang untuk menyetujui jalan pemikiran gadis yang ada di sebelah kanannya itu....
..."Mombie" jawab Hoshie....
... Berada di ruang kesehatan rumah sakit khusus ruang untuk balita dan anak-anak....
... Tatapan serius....
..."Tunggu. Apa kau ingin punya anak dariku?" tanya Hoshie....
... Membalas tatapan serius dari Hoshie....
..."Ini hanya sebuah permisalan. Kenapa kau anggap serius?" tanya Dashie....
... Dia dan pertanyaan yang masih banyak tersimpan didalam pikirannya itu....
..."Kenapa. Tak mau?" tanya Hoshie....
..."Denganku?" tanya Hoshie....
..."Ayo menikah sekarang?" tanya Hoshie....
... Dia hanya merespon geleng-geleng kepala ketika mendapatkan banyak pertanyaan ini....
... Fokus dengan pekerjaan menunggu nomor antrian bagi para anak-anak yang akan mendapatkan vaksinasi campak bersama para wali mereka....
... Dia yang ngambek....
..."Padahal aku ingin menikah sekarang" kata Hoshie....
..."Ku kira kau sangat sibuk" kata Dashie....
..."Pasti Jarrel yang cerita" kata Hoshie....
... Sebuah ide untuk Hoshie....
..."Itu bagus untuk mu. Oh ya, aku punya kenalan yang ahli dalam bidang itu. Kau mau aku kenalkan padanya?" tanya Dashie....
..."Siapa?" tanya Hoshie....
..."Kau ingat … ?" tanya Dashie....
... Dia tidak merespon bukan berarti dia tidak butuh tapi kenapa harus orang itu dan lagi dari segi penampilan mereka berdua saling mengejar satu sama lain....
... Masih belum merespon dengan gestur tubuh terlihat tidak begitu ingin mendengar nama seseorang yang disebutkan oleh Dashie....
... Raganya tergoncang oleh Dashie yang menggerakkan bahu kanan Hoshie berulang dengan kedua tangan....
..."Denger nggak sih?" tanya Dashie....
..."Dengar. Tapi, jangan Shawn juga" kata Hoshie....
... Dashie berhenti mengguncang raga Hoshie....
... Penasaran....
..."Kenapa dengan Shawn?" tanya Dashie....
... Jujur....
..."Nanti. Dia ngerebut kamu dari aku gimana" kata Hoshie....
... Ngambek....
..."Terserah" kata Dashie....
... Membela diri....
..."Iya. Iya, nanti aku kabarin dia kalau aku benar-benar butuh bantuannya" kata Hoshie....
... Dia yang akhirnya mengalah....
..."Jangan ngambek lagi. Ini nggak lucu" kata Hoshie....
... Tiba-tiba langsung seneng lagi....
..."Beneran?" tanya Dashie....
..."Iya. Iya" jawab Hoshie....
... Dia yang kembali usil....
... Menatap mata Dashie....
..."Kau tidak memeluk ku?" tanya Hoshie....
... Pelan....
... Menepuk bahu depan Hoshie disebelah kiri....
... Agak ngambek lagi....
..."Kamu pikir ini sinetron" kata Dashie....
... Hoshie....
..."Kamu dapat obat resep dokter lagi?" tanya Hoshie....
..."Ya. Bagaimana dengan rawat jalan mu?" tanya Dashie....
... Menunjukkan nomor antrian pemeriksaan medis....
..."Ini. Aku tinggal nunggu nomor antrian ku dipanggil" jawab Hoshie....
..."Oh ya. Apa gangguan tidurmu sudah mulai membaik?" tanya Hoshie....
... Mengangguk....
..."Ehmm" jawab Dashie....
..."Bagaimana dengan mu?" tanya Dashie....
..."Ada. Ini tidak langsung menyembuhkan akan tetapi perlahan ada perubahan yang ku pikir akan terus lanjutkan pengobatan ini" kata Hoshie....
..."Baguslah" kata Dashie....
... Teringat akan sesuatu hal tentang opini orang lain....
... Dengan senyumnya yang tak mengartikan kebencian atau rasa jijik kepada orang disebelahnya itu ia lakukan sebisa mungkin senatural mungkin bagaimana seharusnya ia bersikap dengan orang yang bisa dibilang bisa membuatnya seketika sudah sepantasnya siapapun orang itu yang mengenal sesungguhnya sisi bagian terdalam yang sudah disimpan begitu rapat agar orang lain mau menerimanya tanpa harus melihat dan mengungkit masa lalunya yang tergolong cukup berat bahkan sulit untuk diterima oleh siapapun entah apa yang bisa diungkapkan tentan orang semacam Hoshie....
... Balas menatap....
..."What's wrong?" tanya Hoshie....
... Menggelengkan kepala sambil tersenyum....
... Padahal didalam hati dan pikiran gadis ini dia berada dalam pilihan apakah akan tetap terus berada didekatnya atau tidak sebuah keputusan yang butuh banyak pertimbangan....
..."Apa alasanku menerima semua opini itu?" tanya Dashie....
__ADS_1
... Bimbang....
... Bertanya kepada diri sendiri....
..."Benarkah. Orang yang sekarang didekat ku adalah orang seperti itu?" tanya Dashie....
..."Apakah aku telah dibutakan dengan cinta?" tanya Dashie....
..."Apakah aku terlalu mudah menerima atau memaafkan kesalahan orang lain?" tanya Dashie....
..."Apakah aku juga selanjutnya?" tanya Dashie....
... Dia juga berpikir diantara keduanya sudah tidak ingin membahas lagi kisah asmara yang telah lalu itu tak ada topik pembahasan yang mereka utarakan kepada Dashie baik itu dari pihak wanita ataupun laki-laki....
... Dia berpikir ulang lagi mengenai permasalahan ini....
..."Apakah itu terlalu menyakitkan untuk keduanya?" tanya Dashie....
..."Maaf" kata Dashie....
..."Aku hanya terlalu takut dengan aku yang bisa terlalu naif ini" kata Dashie....
... Dashie juga sulit untuk menanyakan informasi yang ia dapat dari seseorang mengenai mereka dari pihak wanita sendiri yang memilih untuk tidak mengaktifkan nomor ponsel ataupun akun sosial medianya yang ia ketahui untuk mendapatkan kepastian informasi yang ia dapat dari orang lain....
... Sedikit rasa curiga dengan alasan apa sahabatnya itu kini lebih sering menghindar jika akan dihubungi lewat nomor ponsel ataupun akun sosial media yang dia punya seakan semua tertata bahwa dia ingin menghilang secara perlahan dari bagian kehidupan seseorang yang membuat gadis ini sedih adalah ia juga takut bahwa orang lain yang ia hindari termasuk adalah dirinya sendiri....
..."Ahhh. Kenapa dia penuh misteri begini?" tanya Dashie....
... Hoshie....
... Dia yang tidak lupa kalau wanita yang dia suka adalah salah satu bangsa Xoco yang membuatnya tidak bisa semudah itu melihat isi hati dan pikiran seperti yang ia lakukan sebelumnya terlebih didalam diri Dashie yang baru bisa ia ketahui bahwa dia adalah bangsa Xoco....
..."Bisa mengetahui hal ini pun adalah keberuntungan untuk ku" kata Dashie....
... Entah apa yang membuatnya jadi begini....
..."Terserah kalau dia bangsa Xoco ataupun Blacwhe. Aku untukmu" kata Hoshie....
... Terdengar nama yang dipanggil oleh salah satu suster yang bertugas di bagian spesialis bedah yang baru saja memanggil nama Hoshie....
... Dia mendapatkan giliran untuk mendapatkan pemeriksaan medis setelah mengantri satu jam lebih dua puluh menit di ruang tunggu pasien di depan ruang spesialis bedah yang berdekatan dengan ruang Dokter spesialis balita dan anak-anak yang berjarak satu ruang dari ruang tugas dokter spesialis paru-paru di rumah sakit yang sama....
... Hoshie pergi ke ruang dokter spesialis bedah sedangkan untuk Dashie ada disana bersama dengan balita dan anak-anak yang tidak bersama dengan wali mereka yang sedang bekerja....
... Menunggu kakak laki-lakinya yang memberi pesan singkat bahwa ia akan pergi ke rumah sakit sebentar untuk menemui adiknya itu....
... Dia mencari adik perempuannya itu yang memberitahukan kepada kakak laki-lakinya ini dimana dia berada sekarang....
..."Aku melihatmu. Aku segera datang" kata Xie....
... Dia menemui adiknya disana duduk disebelah kanan Dashie sebuah tempat duduk yang tadi digunakan oleh Hoshie duduk ditempat yang sama....
..."Malam ini aku juga lembur. Kau dan Ghazi boleh tidur dirumah ku lagi" kata Xie....
..."Lembur lagi?" tanya Dashie....
..."Ya. Iya, terus mau gimana" kata Xie....
... Melirik sebentar kepada adiknya itu....
... Terdiam diantara heningnya ruang tunggu pasien yang cukup ramai untuk berobat di pagi ini....
... Xie sebagai seorang kakak yang sudah lebih lama dekat dengannya lebih dari seseorang yang saat ini dekat dengan adiknya itu....
... Ingin bertanya bagaimana kabarnya hari ini saja sudah sulit karena begitu banyak kesibukan pekerjaan yang selalu harus dikerjakan untuk mengejar target perusahaan yang harus dipenuhi sebagai karyawan yang tergolong baru di dalam perusahaan tempatnya bekerja sekarang....
..."Kau ingin ngomong apa. Kenapa terus diam begini?" tanya Dashie....
... Memegang kepala atas adik perempuannya itu dengan lembut dengan tangan kanannya itu....
..."Aku tidak ingin bicara banyak hari ini. Jalani harimu dengan baik" kata Xie....
... Melepas tangannya dari kepala adiknya lalu segera beranjak bangun dari tempat duduknya lalu mengajak bicara Dashie....
..."Kakak pergi kerja lagi" kata Xie....
... Dia pergi dengan meninggalkan kalimat sederhana untuk Dashie tanpa banyak kata yang biasa ia dengar keluar dari lisan kakak laki-lakinya itu....
... Sambil melihat kakaknya pergi dari arah belakang semakin bertambah jauh jarak diantara keduanya....
..."Apa dia sedang punya banyak masalah?" tanya Dashie....
..."Ini terasa aneh. Ada apa denganku?" tanya Dashie....
... Berpikir lagi sudah beberapa jam terlewati dan kekasihnya tidak lagi mengirim pesan ataupun menelepon dirinya seperti yang di terima dari segala keluhan yang ia dapat dari pacarnya membuat dia jauh lebih khawatir dengan hubungan mereka....
..."Apakah ini juga akan dialami oleh Nora yang juga sama seperti mantan kekasihnya yang lain?" tanya Dashie....
... Dia menelepon kekasih kakak laki-lakinya itu....
..."Nomor ponselnya masih aktif" kata Dashie....
... Tidak diangkat....
... Xie....
... Di dalam perjalanan keluar dari dalam lantai pertama rumah sakit....
... Dia yang masih harus lembur hari ini tidak bisa berbicara dengan pacarnya lagi dalam beberapa hari meski sangat mudah untuk keduanya untuk saling terhubung baik secara online maupun offline sudah berusaha untuknya datang juga menemui dan menunggu didepan tempat tinggalnya sekarang tapi hasilnya nihil dengan informasi yang didapat dari pemilik kost kosan yang dia temui tetap sama dengan jawaban sudah beberapa hari penghuni dari orang yang Xie maksud belum juga pulang....
..."Aku akan meneleponmu lagi nanti" kata Xie....
... Di sekolah....
... Dari depan ruang kelas Nawa....
... Ada Ans bersebelahan dengan Nawa....
... Ans....
... Menyilangkan kedua tangan diatas perut sambil melihat ke arah lapangan basket tempat para anak-anak sedang berlatih koreografer....
... Melirik keliru sedikit ke arah Nawa....
..."Kau serius sekali!" tanya Ans....
..."Biasa saja" kata Nawa....
... Usil dan sinis lirikannya lagi kepada Nawa....
..."Itu kau bilang biasa saja" kata Ans....
..."Matamu indah bahkan dengan lirikan itu" kata Nawa....
... Dari arah lapangan sepakbola dari sana langsung seseorang melirik dengan tatapan yang tidak jauh berbeda dengan tatapan teman satu kelas di sebelah kanannya itu....
... Nawa yang masih dalam pantauan Si Ketua kelas....
...Menggerutu Nawa....
..."Mereka memang tak ada lawan" kata Nawa....
... Keusilannya belum berakhir....
__ADS_1
..."Apa ada yang kau suka lagi?" tanya Ans....
... ...
... Rileks....
..."Tak ada" jawab Nawa....
... Terlalu percaya diri....
..."Mereka semua cantik tapi lebih cantikan aku" kata Ans....
... Dia si usil....
..."Menurut ketua kelas?" tanya Nawa....
..."Berhenti mengalihkan topik pembicaraan kita" kata Ans....
..."Katakan saja siapa yang kau suka sekarang?" tanya Ans....
... Jujur....
..."Aku hanya sedang mengingat seseorang" kata Nawa....
... Kesal....
..."Siapa dan siapa lalu siapa?" tanya Ans....
... Menambahkan dengan kejujuran logika yang berbicara....
..."Tidak mungkin aku. Aku tidak pantas untukmu" kata Ans....
... Rileks....
..."Apa harimu sangat sibuk. Kamu terdengar sangat serius sekali" kata Nawa....
... Dia dengan nada suara yang tetap tidak menunjukkan keakraban....
..."Entahlah. Aku juga sangat menjengkelkan bagi sebagian orang" kata Ans....
... Sama-sama jujur....
..."Baguslah jika kau mengakuinya" kata Nawa....
... Melihat ke arah Ans lalu berbicara sedikit menekan....
..."Kau tahu alasanku mau berteman denganmu. Inilah alasannya" kata Nawa....
... Tidak percaya....
..."Kebanyakan pria akan membenciku karena sikap sombong ku ini" kata Ans....
..."Bahkan seseorang bisa saja berbuat jahat tanpa berpikir panjang dengan alasan bahwa aku pantas mendapatkan semua itu" kata Ans....
... Dia yang langsung paham isi hati dari lawan bicaranya ini....
..."Siapa yang sudah melakukan itu padamu. Katakan saja, aku akan menghajar nya untuk mu?" tanya Nawa....
... Dia dengan senyum kesedihannya itu....
..."Lupakan kata-kata ku aku sudah terbiasa" kata Ans. ...
... Pesimis....
..."Sepertinya, aku memang pantas mendapatkan hal itu" kata Ans....
... Dia dengan ekspresi tidak terima dengan perlakuan terhadap wanita yang ada di depannya sekarang....
..."Kenapa orang lain berhak bahagia tapi kau tidak. Katakan?" tanya Nawa....
..."Sudahlah. Aku lelah, aku hanya ingin sendiri" kata Nawa....
... Menatap penuh kasih sayang....
... Dia dengan penuh perhatian menyentuh sisi wajah sebelah kiri Ans dengan tangan kanannya itu....
... Ans juga menatap Nawa dengan tatapan mata mendalam mulai memberikan kepercayaan kepada remaja di depannya sekarang....
..."Lihat aku. Aku takkan pernah membiarkan siapapun menyakitimu" kata Nawa....
..."Apakah aku harus percaya padamu tapi ini terlalu terburu-buru. Ini benarkan?" tanya Ans....
... Melepas tangannya dari wajah gadis ini....
... Memegang kedua tangan dengan tatapan masih sama tidak berubah penuh kepedulian yang ia buat untuk gadis remaja dengan necklaces bergaya coker berwarna hitam dengan charm hati berwarna silver....
..."Hentikan semua ini. Itu yang kau mau" kata Nawa....
... Meyakinkan lagi dengan niat tulusnya itu....
..." … dan kau belum percaya padaku tapi percayalah aku sedang berusaha menjadi seseorang yang kau butuhkan" kata Nawa....
..."Apakah kau tahu apa yang aku butuhkan?" tanya Ans....
... Penuh percaya diri....
..."Katakan itu. Aku akan mewujudkannya untuk mu" kata Nawa. ...
... Melepas genggaman tangan Nawa....
... Berbalik namun tetap disana tidak pergi....
... ...
..."Maaf. Aku belum siap dengan perasaan ku untuk mu" kata Ans....
... Dia yang sudah ada disana sejak mereka memulai percakapan intens menyaksikan apa yang sudah mereka bicarakan....
... Mendekat....
... Berjalan dengan bandana hitam di kepala setelah melakukan sesi olahraga bersama teman-temannya sambil minum air mineral dari dalam botol....
... Selesai minum lalu menutup penutup botol air mineral yang ia bawa lagi....
... Dia semakin dekat dengan mereka berdua lalu menarik tangan Ans dengan sedikit terlihat kasar bagi seorang wanita....
..."Kau masih saja bicara dengan penipu itu" kata Gan....
... Keduanya saling melihat Nawa....
... Membela sahabatnya itu....
..."Tapi, dia tak seburuk yang kau kira" kata Ans....
..."Kata siapa. Dia tetaplah Nawa yang kita kenal" kata Gan....
... Nawa....
... Dia tidak terima dengan opini yang ia terima mengenai penilaian orang lain terhadap dirinya....
... Satu pukulan tinju akan melayang kepada Gan lalu segera ditangkap oleh tangan kanan Si Ketua kelas....
..."Aktingmu cukup bagus. Kita lanjutkan lagi besok" kata ketua kelas....
__ADS_1
... Melepas tangan Ans lalu pergi ke kelas meninggalkan keempat temannya yang masih harus berlatih dalam drama yang akan mereka mainkan beberapa hari yang akan datang....