
...Chapter 128: Akhirnya, dia melihatku....
..."Apa kau sudah mengetahui ini sejak lama?" tanya Xie....
..."Bisa dibilang begitu" kata Ten....
..."Ini semua salahku yang tidak menjaganya" kata Xie....
... Ten sejujurnya ingin secepat mungkin menghapus ingatan tentang adiknya yang mengalami perubahan yang tidak bisa dilihat dari kebanyakan orang-orang yang ada disekelilingnya yang hidup secara normal tapi ia juga ingin mengetahui apa yang belum diketahui dari Xie yang telah mengetahui masalah ini....
... Mencari apakah ia juga termasuk dari bangsa Xoco sama seperti adiknya....
..."Apakah dia sudah mengetahui keberadaan bangsa Xoco?" tanya Ten....
..."Apa dia juga sudah mengetahui bangsa Blacwhe juga?" tanya Ten....
... Mencari alasan penyebab apa yang membuat kakaknya bisa mengetahui siapa sisi lain dari Dashie menjadi sebuah pertanyaan dari banyak pertanyaan yang sudah ada di dalam akal pikiran yang juga berpikir akan sangat berbahaya untuknya mengetahui hal ini yang bisa kapan saja bisa merenggut nyawanya hanya dengan menunggu waktu....
... Ten yang masih ada di dalam cafe milik Xie meneguk kembali dalam satu tegukan ice coffee....
..."Apakah ini akan berdampak kepada masa depannya?" tanya Xie....
..."Apa yang kau tahu lagi tentang adikku?" tanya Xie....
... Dia dari banyak pertanyaan yang sudah diajukan kepada Ten yang membuatnya hanya cukup menjawab dengan satu kalimat saja....
..."Aku harus pulang. Kita bisa lanjutkan nanti" kata Ten....
... Ini akan berbahaya jika ia mencari segala informasi yang berkaitan dengan bangsa Xoco maupun Blacwhe....
... Dia dengan kemeja panjang biru tanpa jasnya yang kini ada ditangan adik perempuan Xie dibawa pulang....
... Ten yang sudah melihat segala ingatan tentang bangsa Blacwhe sejak peristiwa yang ada di dekat tempat tinggal Dashie sekarang hingga kini selesai mengajak bicara adiknya dalam satu meja....
... Xie terlihat dalam dua detik terdiam lalu semua aura ditangannya yang bergerak menyebar aura miliknya mengarah tepat kepada Xie menyeluruh memutar tanpa bisa dilihat oleh orang-orang disana selain dirinya yang baru saja menyebarkan aura hitam dan putih terus berputar dalam waktu dua detik berhasil menghapus ingatan itu....
..."Dia akan hidup normal seperti biasa" kata Ten....
... Di rumah sakit....
... Ada banyak paket datang setelah beberapa saat sekitar sepuluh menit kemudian masuk kedalam ruangan rawat medis Rumy juga Ved....
... Ghazi yang senang tidak terkira dengan paket yang ia terima dari seseorang....
... Dari paket yang ia terima langsung dibuka dari kemasan produk kecantikan yang ia terima juga dengan bonus album original tanda tangan dari penyanyi dan aktor yang menjadi brand ambassador produk yang ia terima....
... Semua melihat ekspresi rasa gembira tiada terkira dari Ghazi....
... Dari arah keduanya melihat siapa aktor yang menjadi brand ambassador....
... Sebuah iklan yang baru beberapa menit lalu muncul di semua media baik secara online maupun offline....
..."Aku sudah menerima hadiah darimu" kata Ghazi....
..."Aku juga sudah mengirim ke alamat Oryn" kata Hoshie....
..."Terima kasih. Kita berdua sayang Hoshie" kata Ghazi....
... Terdengar manis tapi berapa usia mereka bersikap seperti itu didepan banyak orang....
... Akhirnya Ghazi sadar bagaimana harus bersikap didepan banyak orang....
..."Sorry. Aku telah mengganggu kalian" kata Ghazi....
... Tapi tetap saja dia sangat senang dengan kiriman paket yang diberikan oleh Hoshie dengan produk yang baru launching itu bukan apa-apa tapi salah satu permintaan dari salah satu sahabatnya untuk menjadikan aktor yang ada di dalam produk iklan yang ada didepan mereka sebagai brand ambassador produk tersebut. ...
... Oryn yang menerima paket sama dengan pacarnya....
..."Kau sungguh. Thank's" kata Oryn....
... Oryn Mason yang ada di ruang para staf di area event pameran sendiri sedang istirahat sebentar setelah memeriksa area pameran event....
... Aka yang tentu marah dengan obrolan yang ia dengar tentang Hoshie yang juga dekat dengan Ghazi yang merupakan saudara kembar dari adiknya, Dashie....
..."Mengapa mereka sampai sedekat itu?" tanya Aka....
..."Apa yang tidak kuketahui tentang mereka berdua?" tanya Aka....
... Rasa curiga yang timbul dengan dendam yang masih ada didalam diri Aka yang belum terbalaskan kepada kedua orang yang dianggap juga sudah mempermainkan dirinya kembali hadir sebagai pemanas bara api didalam hati dan pikiran....
... Ved memperhatikan Aka yang menutupi rasa ketidaksukaan terhadap orang lain tidak bisa untuknya tidak bisa membaca isi hati dan pikiran dari teman masa kecilnya ini....
..."Kau bisa bantu aku mengerjakan pekerjaan ku?" tanya Ved....
... Berbalik kepada Ved....
..."Aku akan membuang ini terlebih dulu" kata Aka....
... Dia pergi untuk membuang mangkuk satu kali pakai yang ia pakai tadi sebagai wadah sup yang belum habis dimakan akan dibuang ketempat sampah yang ada di luar ruangan itu....
... Ved tetap memperhatikan kemana Aka pergi hingga pergi ke wastafel dekat kamar mandi yang tersedia untuk mencuci tangan seperti yang sedang dilakukan oleh Aka mencuci kedua tangannya dengan tujuh langkah cara mencuci tangan dengan sabun anti bakteri yang juga disediakan oleh pihak rumah sakit....
... Dia juga mengambil beberapa helai tisu untuk mengelap kedua tangan hingga kering....
... Membuang tisu yang baru ia pakai ke tempat sampah yang juga disiapkan tidak jauh dari samping bawah wastafel....
... Duduk kembali di dekat Ved di kursinya semula....
..."Apa yang bisa kubantu?" tanya Aka....
..."Kau boleh tidur" kata Ved....
... Ved sudah mulai dengan obat yang mulai bekerja yang membuatnya menjadi mengantuk berbaring diatas tempat tidur rawat pasien....
... Aka tidur di kursinya di sebelah kanan tempat Ved sedang mulai akan tidur....
... Ghazi melihat perhatian yang diberikan kepada Aka cukup istimewa dilakukan oleh Ved yang masih dalam kondisi sakit....
__ADS_1
..."Dia memang tetangga ku yang baik" kata Ghazi....
... Ghazi dengan album musik yang ia dapat belum juga selesai dengan rasa senang dan terima kasihnya kepada Hoshie....
... Pesan terkirim kepada Hoshie....
..."Kapan-kapan kita nonton konsernya bareng" ...
... Balas Hoshie tanpa basa-basi....
..."Selera musik kita beda" ...
... Mengirim pesan kepada Ghazi lagi....
..."Pergi bersama Tuan Oryn Mason saja" ...
... Aktor sekaligus penyanyi yang menjadi brand ambassador di produk kosmetik ibunya adalah penyanyi kesukaan dari mereka berdua tentu Hoshie tidak ingin mengganggu keseruan menonton konser aktor sekaligus penyanyi itu seperti yang pernah mereka tonton di tour konsernya tahun lalu....
... Di tempat kos kosan Nawa....
... Berbaring di tempat tidur milik Nawa...
... Hoshie sedang melihat progres penjualan produk baru yang baru saja launching dengan brand ambassador yang dipilih oleh Ghazi....
... Dia terlihat bersemangat sekali dengan tingkat penjualan yang terus bergerak naik....
... Nawa yang melepas jaketnya setelah menaruh tas dan helmnya dalam satu tempat yang sama ditaruh dibagian meja belajar yang berada sisi kanan didepan kursi yang bersandar di depan meja....
... Nawa melihat Hoshie yang memiliki dua sisi yang berbeda yaitu satu sisi dia sedang sedih dan satu sisinya lagi dia sangat senang....
... Ia sudah membawa baju ganti lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri....
... Tujuh menit kemudian Nawa sudah selesai mandi dengan setelan tie dye abu-abu setelan baju dan celana berlengan pendek....
... Mengeringkan kepala dengan handuk putih....
..."Kapan kau tidak sibuk?" tanya Nawa....
..."Ini" kata Hoshie....
..."Kau tetap saja sibuk" kata Nawa....
... Melihat ke luar jendela sambil memakai toner di wajah lalu melambaikan tangan kanannya kepada Po yang sedang belajar di meja belajarnya....
..."Kau sedang menyapa siapa?" tanya Hoshie....
..."Pacarku" jawab Nawa....
... Hoshie tidak terlalu penasaran tapi juga tetap ingin menanyakan hal ini....
..."Yang mana?" tanya Hoshie....
... Berhenti sejenak mengeringkan rambut kepala sambil masih melihat Po....
..."Yang itu" kata Nawa....
..."Oh, dia. Aku ingat" kata Hoshie....
... Hoshie yang terlihat senang sambil melihat layar ponsel....
..."Kalian tidak bertengkar lagi?" tanya Nawa....
..."Siapa?" tanya balik Hoshie....
..."Kau dan Kakak itu" kata Nawa....
..."Siapa namanya?" tanya Hoshie....
..."Kak Dashie" kata Nawa....
..."Tidak. Kami tidak bertengkar lagi" kata Hoshie....
..."Kalian belum jadian kan?" tanya Nawa....
... Tidak dijawab oleh Hoshie....
... Berbeda dengan dirinya yang menyaksikan sebuah pertengkaran yang sudah pasti membuat orang yang Hoshie sayang sudah tidak memiliki pacar lagi....
... Hoshie yang terlihat datar tanpa emosi menyembunyikan sisi dirinya yang sedang menertawakan kisah hidupnya sendiri....
... Hoshie yang pusing bagaimana harus bersikap di depan wanita yang ia sayang besok pagi....
..."Kau mau minum?" tanya Hoshie....
..."Minum. Minum apa?" tanya Nawa ...
... Sedikit menjelaskan....
..."Ya minum Bira atau sejenisnya" kata Hoshie....
... Dia yang berkata tanpa kebohongan....
..."Kemarin. Aku minum bir sedikit sepulang sekolah lalu apa yang terjadi?" tanya Nawa....
..."Apa?" tanya Hoshie....
..."Hampir mati" kata Nawa....
... Dia yang baru saja pulih setelah tak sadarkan diri pingsan dirumah sakit beberapa hari yang lalu....
..."Terdengar lumayan menakutkan" kata Hoshie....
..."Kau coba saja. Aku ingin tahu reaksimu pasti lebih keren" kata Nawa....
... Menghela nafas....
..."Aku tetap ingin minum" kata Hoshie....
__ADS_1
... Agak sedikit kesal....
..."Kau punya banyak dirumah mu itu" kata Nawa....
..."Didekat sini aku punya kenalan. Kau bisa ikut minum denganku" kata Hoshie....
..."Katamu aku harus jadi murid baik" kata Nawa....
... Dia dengan tugas-tugas sekolah dan tempat lesnya lagi yang menumpuk diatas meja....
... Nawa kembali dengan pensil dan buku-bukunya yang ia buka di halaman yang ia harus kerjakan....
... Tiga menit berlalu....
... Menengok ke arah Hoshie....
..."Dia langsung tidur" kata Nawa....
... Kembali dengan tugas sekolah yang harus ia kerjakan....
... Hoshie sudah tertidur sedangkan untuk Dashie yang tidak bisa tidur memilih untuk melakukan meditasi....
... Di rumah Po....
... Jendela masih tertutup sejak ia masuk ke kamarnya....
... Tepatnya didalam kamar gadis remaja itu. ...
... Dia baru saja selesai menyelesaikan mengerjakan tugas sekolah....
... Melihat ke arah Nawa....
... Semua tak ada yang terlihat aneh juga selain itu ia melihat berpindah ke arah jendela kamar lain di gedung di sebelah rumahnya itu. ...
..."Semua masih normal normal saja" kata Po....
... Merapikan buku-bukunya lagi kedalam rak buku....
..."Tunggu" kata Po....
... Dia mendengar suara aneh seperti percikan air yang jernih terdengar ditelinganya....
... Menoleh ke arah luar....
... Sesuatu dengan darah keluar dari dalam mulutnya jatuh terus kebawah menatap dari luar jendela kamar....
... Saling melihat satu sama lain dengan wujud mereka yang berbeda....
..."Brakkkk!"...
... Suara keras menabrakkan diri makhluk itu ke arah jendela kamar....
... Retak kaca jendela kamar gadis remaja ini....
... Po terdiam dalam ketakutan tak bisa bergerak sama sekali dengan seluruh tubuhnya yang gemetar....
... Dia dengan senyum dari wajahnya yang berambut lebat menyeluruh keseluruhan area wajah dengan pakaian hitam berumbai rusak seperti jubah yang menutupi seluruh raga terbawa angin terbang bersama diri siap menghabisi nyawa seseorang yang ia temui....
... Rasa penasaran sebagai arti dari tatapan mata makhluk menakutkan yang ada di depannya terbang menjauh lalu menghilang dalam sekejap....
... Jendela kamar yang entah mengapa kembali dengan semula menyatu retakan-retakan kaca yang sebelumnya ada bersama dengan hadirnya asap hitam bercampur putih bekerjasama memberi perlindungan di luar rumah gadis itu terlihat dari jendela kamarnya muncul memperbaiki kaca jendela yang retak lalu kembali seperti tidak pernah rusak sama sekali....
..."Apa dia menganggap semu ini hanya permainan?" tanya Po....
..."Dia hampir saja membuat jantung manusia berhenti berdetak" kata Po....
... Nawa masih terlihat ada disana dengan jendela yang tertutup tapi dengan tirai terbuka sehingga bisa dilihat dari Po saat ini ada didepan jendela kamarnya sendiri....
..."Ok. Aku anggap saja itu adalah hantu dan hanya aku yang bisa melihatnya" kata Po....
... Ini ia simpulkan dengan alasan meski ia baru saja mendapatkan serangan menakutkan dari seorang hantu tapi tidak ada reaksi yang terlihat dari Nawa yang berada tidak jauh juga dari letak rumahnya saat ini....
... Dia tetap dengan aktivitas belajar didalam kamar kosnya dengan lampu yang menyala terang....
... ...
... Hening tenang dihari menjelang tengah malam untuk mendengar suara di sekitar....
... Ia melihat ke arah bawah rumah berlantai yang ia tempati melihat para pemilik toko-toko yang berada disekitar rumahnya yang sudah mulai menutup toko mereka....
... Terlihat juga cukup banyak tidak terlalu ramai kondisi jalan dengan orang-orang yang lewat dijalan yang ia lihat menuju ke arah Utara dan Selatan saling berpapasan dengan arah tujuan berbeda....
..."Ini aneh sekali. Apakah mereka tidak melihat dan mendengar kejadian tadi?" tanya Po....
... Menjambak rambut kepalanya sendiri dengan kedua tangan untuk menyadarkan bahwa ini hanya mimpi....
..."Arggghh" ...
..."Ada apa dengan dunia yang ku lihat?" tanya Po....
... Gelas yang berisi coffe tinggal separuh lagi akan habis terminum....
..."Aku tidak perlu minum kopi lagi. Kejadian tadi sudah membuatku sulit untuk tidur" kata Po....
... Mengangkat arah mata kedepan dari melihat cangkir kopi yang ada di tangan. ...
... Dia melihat makhluk itu berhasil menembus jendela kamar berhenti dengan wajah bergerak dengan daging mengelupas seperti benda yang hidup dalam gerakan menyentuh wajah gadis remaja ini....
... Dia melihat matanya yang tak bergerak hanya fokus lurus menembus dalam melihat mata gadis ini....
... Berlari....
... Berteriak....
... Tidak sempat untuk dilakukan makhluk itu siap mengambil darah sekaligus aura milik gadis ini tanpa perlu sebuah mantra....
... Darah dari wajah gadis ini mengalir terambil dari bagian daging wajah sebelah kiri terus terambil dengan mudah oleh bagian daging bersama saraf bercampur darah berbau busuk yang mengelupas dari wajah makhluk yang membuat Po tak bisa bergerak tetap disana tak bisa melarikan diri dengan darah dan aura yang terus terambil dengan mudah....
__ADS_1
... Air matanya mengalir melewati pipi sebelah kanannya lalu ia meledak....
... Darah dan daging berhamburan didepan mata....