Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 196: Jeda.


__ADS_3

...Chapter 196: Jeda....


..."Apa saya bisa bekerja disini?" tanya Yellow....


... Dia berada didekat sebelah sisi kanan teman satu sekolahnya sendiri....


... Proses interview segera dilakukan di salah satu meja cafe sesaat setelah Gan pergi untuk melanjutkan bekerja....


... Beberapa pertanyaan diajukan oleh Xie selaku Owner tempat gadis remaja di depannya sekarang sedang melakukan sesi wawancara kerja....


... Sedangkan untuk pemilik Owner sedang menilai apakah remaja putri ini layak untuk menjadi karyawannya....


... Rumy dan Grady....


... Dia sedang berada dalam lift yang sama dengan remaja laki-laki yang dia kenal dan sedang berusaha sebisa mungkin untuk tidak berinteraksi banyak dengannya saat ini....


... Di dalam ruang lift yang sedang berfungsi membawa para pengunjung pusat perbelanjaan menuju ke nomor lantai yang mereka inginkan....


... Menunggu untuk mereka sampai ke lantai pertama....


... Mereka berdua ada di barisan belakang di antara keenam orang disana termasuk mereka berdua yang tidak terlihat akrab diusahakan dari salah satu diantara keduanya....


... Berbisik....


..."Kau benar tidak mau denganku?" tanya Grady....


... Masih tidak mau menghiraukan apa yang dikatakan oleh remaja laki-laki yang juga seumuran dengannya itu....


... Menggoda....


..."Kau tidak melihatku" kata Grady....


... Suara berbisik masih dipertahankan oleh remaja ini....


..."Lihat aku!" kata Grady....


..."Aku ingin melihat matamu yang indah itu" kata Grady....


... Gadis remaja yang sedang digoda olehnya masih tidak menghiraukan remaja laki-laki yang terus mengajaknya akrab seperti tidak pernah ada masalah yang pernah ditimbulkan olehnya....


... Tiba di lantai satu....


... Dua orang keluar lebih awal kemudian disusul keduanya keluar lebih dulu Rumy lalu Grady....


... Rumy dan Grady sudah melewati pintu lift setelah itu datang orang lain yang masuk ke dalam lift tersebut....


... Pintu lift tertutup kembali sedangkan untuk Grady belum mau berhenti untuk mengejar Rumy yang pergi ke area parkir khusus kendaraan roda dua....


... Menarik pergelangan tangan Rumy sebelah kanan....


..."Rumy!" panggil Grady....


... Gadis itu berhenti kemudian berbalik menghadap ke arah Grady....


... Sedikit ketus....


..."Baiklah. Kau ingin bicara denganku, silahkan" kata Rumy....


..."Kau masih marah denganku?" tanya Grady....


... Mulai tambah emosi....


..."Kau pikir sendiri!" kata Rumy....


... Dia merespon lebih lembut dari sebelumnya....


..."Jangan begini dulu kita juga adalah sepasang kekasih" kata Grady....


..."Sepasang kekasih?" tanya Rumy....


... Tidak membentak tapi menekan nada suaranya lirih terdengar....


..."Lucu sekali. Sejak kapan?!" kata Rumy....


..."Iya. Kau yang bilang kan?" tanya balik Grady....


... Rumy....


... Merelaksasi suasana hati dan pikirannya....


... Tak habis pikir dengan apa yang baru saja didengar oleh gadis remaja ini dari lisan seseorang yang tidak ingin lagi dilihatnya secara lebih lama ada didepannya sekarang....


..."Hanya aku yang menganggapnya sebagai pacar. Bagaimana denganmu?" tanya balik Rumy....


... Menghempas tangan Grady dari tangan Rumy....


... Dia akan pergi tapi Grady berjalan lebih cepat dan menghentikan langkahnya yang berhenti kembali....


... Grady ada di depan Rumy sekarang....


..."Kau masih menunggu pacarmu itu?!" kata Grady....


..."Kau masih menganggap dia lebih baik dariku?!" kata Grady....


... Hening lima detik....


..."Kau tidak bisa jawabkan?" tanya Grady....


... Menegaskan posisi keduanya di mata Rumy....


..."Dia sama denganku dan kau tahu itu" kata Grady....


... Rumy melewati Grady yang sudah mulai tidak terkendali dengan kata-katanya itu....


... Dia pergi melewati beberapa baris motor yang terparkir di area parkir terlihat Grady tidak mengejarnya lagi masih disana memperhatikan gadis yang dia suka menaruh barang belanjaannya di bagian samping kanan motor dikaitkan di sebuah besi lalu pergi dengan skuter warna kuningnya itu....


... Dia terlihat keluar dari dalam area parkir pusat perbelanjaan....


..."Apa tidak ada kesempatan untukku?" tanya Grady....


... Muncul dengan cepat seseorang di depannya....


... Kaget....


..."Astaga!" kata Grady....


... Menyentuh bagian depan tubuhnya dengan tangan kanan dengan gerak ingin melarikan diri dari orang tersebut....


... Berjalan tanpa ragu mengarah ke arah orang di depannya....


..."Kenapa kau takut?" tanya Hoshie....


... Bicara realita....


..."Kenapa kau hanya berani dengan anak kecil saja?" kata Grady....


... Memperjelas posisi mereka....


... Sejenak melihat ke arah lain ke bagian sisi kanan atas bagian langit ruang parkir....


..."Anak kecil. Ya, kau memang anak kecil" kata Hoshie....


... Tatapan lurus mengarah ke arah orang yang sama lagi....


... Serius....

__ADS_1


... Tatapan ingin membunuh menekan suara lirih terdengar oleh remaja laki-laki ini....


..."Tapi, kau bangsa Blacwhe!" kata Hoshie....


..."Posisi kita tak jauh beda dan kau tahu itu" kata Hoshie....


... Berhenti melangkah dengan tangan kiri masuk ke saku celana bagian depan sebelah kiri juga akan menghajar remaja itu tapi tertahan karena dia sadar usianya jauh lebih dewasa dengan remaja laki-laki di depannya sekarang....


... Dia kembali dengan sikap percaya dirinya dihadapan Hoshie....


..."Kenapa kau selalu ingin menghabisi ku?" tanya Grady....


... Emosi....


..."Siapa yang selalu membuat adikku dalam masalah?" tanya Hoshie....


... Membela diri....


..."Kenapa kau sangat percaya diri sekali?" tanya Grady....


... Terus membela diri....


..."Padahal bukan aku saja bangsa Blacwhe didunia ini" kata Grady....


... Tambah ngotot bahwa argumennya benar....


..."Alihkan fokus mu ke arah lain. Jangan hanya aku saja" kata Grady....


... Tegas....


..."Kau pikir aku tidak banyak kerjaan. Hah!" kata Hoshie....


... Melihat kenyataan di lapangan yang dilakukan oleh Hoshie....


..."Lalu apa yang kau lakukan sekarang?" tanya Grady....


... Jadi emosi ketika menghadapi remaja laki-laki ini....


..."Kau sedang berpura-pura. Ini bukan sifatmu" kata Hoshie....


... Menekan nada suaranya....


..."Atau aku yang akan memaksamu untuk mengakui apa yang kamu ketahui" kata Hoshie....


... Menantang dengan tanpa rasa takut....


... Membusungkan dadanya di depan Hoshie dengan sikap kekanak-kanakan yang jelas itu hanya tameng untuk menyembunyikan sifat aslinya itu....


... Teriak....


..."Lakukan saja!" kata Grady....


... Rasanya akan membuang waktu jika berdebat dengan orang semacam remaja laki-laki ini jika terus dilanjutkan ketika orang yang ada di depannya itu belum mau mengatakan hal yang seharusnya diceritakan kepada Hoshie....


... Dia pergi dari hadapan Grady....


..."Menghilang pergi lalu datang lagi. Dia memang seperti itu" kata Grady....


..."Membuat syok orang lain saja" kata Grady....


... Teringat akan sesuatu yang ditinggal di suatu tempat....


... Akan berbalik tapi dibatalkan karena sudah waktunya dia pergi ke suatu tempat yang berbeda dari tempat semula dia bersama dengan pacarnya tadi yang saat ini sudah keluar dari dalam kafe setelah membayar tagihan pembayaran makanan yang dia dan pacarnya pesan....


... Nawa....


..."Apa yang kau cemaskan darinya. Kalian sama-sama cantik" kata Nawa....


... Serius....


... Memberikan satu pilihan lain untuk sahabatnya itu....


..."Misalnya, aku. Mungkin?" tanya Nawa....


... Datar menjawab tidak bersemangat sambil membaca makalah yang ada di tangan kiri dengan pensil biru sebagai bagian luarnya ada di tangan sebelah kanan....


..."Kau tidak menyukai ku. Aku lebih sadar akan hal itu" kata Eir....


..."Kau tipe orang tidak mudah dibohongi" kata Nawa....


... Melihat ke arah Nawa....


..."Kau bisa menjadi partner kerjaku di masa depan" kata Eir....


... Baru sadar....


..."Ini alasan mu mau berteman denganku" kata Nawa....


... Memuji....


..."Siapa yang tidak mau berteman denganmu?" tanya Eir....


... Fokus ke bagian materi makalah yang belum dipahami oleh sahabatnya itu....


... Mengambil makalah yang dipegang oleh Eir....


..."Mana yang belum kau pahami lagi?" tanya Nawa....


... Senyum kemenangan....


... Melihat bagian yang digaris bawahi oleh Eir dari halaman yang dilihat oleh Nawa selanjutnya....


..."Ini hampir semua?" tanya Nawa....


... Menghela nafas....


..."Sungguh. Kemana semua uang yang kau bayar untuk sekolahmu" kata Nawa....


... Dia yang tidak peduli dengan perkataan orang lain....


..."Kau mau mengajariku atau tidak?" tanya Eir....


... Hasil analisis....


..."Apa kau seputus asa ini. Dengarkan penjelasan ku" kata Nawa....


... Eir mode murid baik....


... Nawa menjelaskan satu persatu bagian materi yang belum dipahami oleh sahabat perempuannya itu....


... Melihat temannya belum paham lalu mengulanginya lagi dari materi yang dia jelaskan meski akhirnya sering terjadi seperti ini....


..."Aku sudah mengulanginya dua kali. Kau belum paham juga?" tanya Nawa....


..."Ya" jawab Eir....


... Helaan nafas panjang....


..."Mungkin cara mengajar ku yang sulit dipahami" kata Nawa....


..."Oke. Sekali lagi" kata Nawa....


... Menjelaskan lagi materi yang ingin diketahui dan dipahami oleh sahabat perempuannya lebih pelan secara mendetail dan terperinci....


... Yellow sudah mendapatkan izin untuk bekerja di kafe yang sama dengan tempat kerja Gan....

__ADS_1


... Dia yang sedang mengawasi jalannya bisnis sedang mengawasi satu persatu karyawannya yang sedang bekerja terutama beberapa karyawan baru termasuk juga dengan Yellow....


... Dia bersandar sebentar di dinding dekat mesin pembuat kopi melihat layar ponselnya yang tidak terdapat pesan atau panggilan dari seseorang seperti biasanya dilakukan oleh kekasihnya di tiap menit atau minimal satu jam setelahnya....


... Mengirim pesan secara online satu kali....


... Terkirim....


... Tidak di read....


... Mengirim pesan lagi tapi tidak dibaca lagi setelah berhasil terkirim lagi....


... Kepada diri sendiri....


..."Apa ini rasanya kalau perhatianmu tak dibalas?" tanya Xie....


... Gan yang sedang membuat salah satu menu secara bergantian dengan jumlah empat cup membuatnya sesuai antrian menu yang sudah para pelanggan pesan mengantri di depan mesin pembuat kopi....


... Melihat bosnya yang tidak dalam kondisi bersahabat....


... Sesuatu yang berwarna merah muda berbentuk hati keluar dari dalam diri Xie secara perlahan lalu retak kemudian terpisah saling mengejar setelah tidak mendapatkan perhatian yang biasa diterima oleh orang yang dia sayang....


... Tanpa sengaja mendengar keluhan dari seseorang yang ada tidak terlalu jauh dari tempatnya membuat menu minuman dan makanan. ...


... Analisis Si Ketua kelas tentang atasannya itu....


..."Ini tidak biasanya. Siapa wanita yang sudah membuatnya seperti ini?" tanya Gan....


..."Terakhir, dia bahkan sangat senang ketika putus dengan pacarnya itu" kata Gan....


... Masih menjalankan pekerjaan sambil berbalik membicarakan diri sendiri ketimbang memikirkan orang lain....


..."Huft" kata Gan....


..."Pikirkan dirimu sendiri yang belum sukses ini" kata Gan....


... Dia dengan pekerjaan yang menumpuk di tiap menit dengan para pengunjung yang datang di kafe yang buka di libur pagi ini....


..."Kadang aku iri dengan orang-orang itu. Mereka bisa bersantai dengan nyaman di akhir pekan … " kata Gan....


..."Tapi, tidak dengan aku" kata Gan....


... Senyum semangat itu hadir lagi menjadi semangat untuk diri sendiri....


... Berteriak di dalam hati dan pikiran....


..."Akhir pekan ku adalah uang!" kata Gan....


..."Uang dan uang!" kata Gan....


... Dia memberikan pesanan yang dibuat kepada salah satu pelanggan yang sedang menunggunya dengan tote bag yang berisi sandwich yang sudah dibuat olehnya....


... Berjalan dengan cepat menghampiri meja tempat kerja Gan....


... Dia yang sedang sibuk tidak pura-pura....


... Sengaja berbicara seperti ini agar didengar oleh bosnya....


..."Sayang, aku sedang sibuk" kata Gan....


... Jadi melayang. ...


... Tambah ceria....


..."Sayang?" tanya Ans....


..."Kau mau pesan apa nanti aku buatkan tapi kau harus mengantri" kata Gan....


... Melihat antrian yang cukup banyak....


... Melihat lagi sisi lain dari bagian ruangan cafe dengan kondisi yang bisa dibilang ramai untuk di pagi menuju ke waktu siang hari....


... Tatapannya teralihkan ke salah satu teman sekolahnya yang juga ada disana dengan membaca isi pikirannya yang tidak sesuai dengan apa yang diperlihatkan kepada orang lain....


..."Apa aku harus bertindak sejauh itu?" tanya Ans....


... Melihat dua orang yang juga dikenal olehnya juga....


..."Mereka juga ada disini" kata Ans....


... Memperhatikan Si Ketua Kelas lagi....


... Gan....


... Dia sedang cepat mengambil tujuh cup tempat minum berukuran sedang untuk minuman yang akan dibuat untuk pelanggan yang antri selanjutnya....


... Berpikir ulang....


..."Aku balik lagi nanti" kata Ans....


... Xie melihatnya....


... Dia pergi tanpa ada obrolan lagi melewati lagi bos dari orang yang dia sayang itu....


... Ans melewati pintu masuk sebelah barat seperti disaat dia masuk kedalam kafe....


..."Aku ingin kembali di masa-masa itu" kata Xie....


... Dalam beberapa detik....


... Gan memperhatikan Ans dengan isi pikirannya yang berubah ketika melihat teman sekolahnya yang lain....


... Kembali menyelesaikan pekerjaannya langsung seperti biasa dengan para pelanggan yang semakin bertambah mengantri di depan meja....


... Owner kafe ini lalu pergi berjalan menuju tempat karyawannya yang sedang sibuk membuat blueberry rose float....


... Dia mengambil apron yang tersedia menggantung di bagian dinding di dekat lemari penyimpanan es setelah itu juga memakai sarung tangan yang digunakan sama persis yang digunakan oleh karyawannya yang sedang bekerja membuat minuman yang dipesan oleh salah satu pelanggan kafe....


... Di tempat berbeda seseorang sedang mengikuti kemana orang yang diawasi olehnya pergi dari setiap gerak terus diperhatikan oleh orang tersebut dalam mode tidak terlihat....


... Mengetuk meja salah satu ruang yang disana juga ada orang lain yang bisa disebut dengan kekasihnya itu....


... Dia geram dengan rasa emosi ingin sekali menghabisi segera orang yang sedang bermesraan dengan kekasihnya belum berhenti hingga dia muak akan hal yang dilihatnya kapan akan segera berakhir....


..."Dia selalu menghina orang lain betapa hinanya orang itu" kata Soft....


..."Tapi lihatlah. Dia" kata Soft....


... Realita....


..."Dia hanya pintar menutupi segala jejak itu dengan tameng keluarganya yang kaya" kata Soft....


..." … dan yang selalu menjunjung nilai moral itu" kata Soft....


..."Dia bahkan lebih menjijikan daripada aku" kata Soft....


... Berdiri didepan jendela tanpa terlihat oleh keduanya melihat luar jendela yang kembali hujan dengan sangat lebat berbalik lagi dengan dua orang itu yang belum mengakhiri saling menerima dan memberi cinta masih dengan busana yang lengkap saling berciuman....


... Soft memanggil nomor ponsel pacarnya langsung disana dihadapan mereka....


... Dia berhenti melakukan hal itu lalu melihat layar ponsel....


... Dia dengan menggunakan identitas milik Ren lagi....


..."Tunggu sebentar" kata Stud....

__ADS_1


... Dia pergi ke luar dari ruangan salah satu hotel yang merupakan milik wanita di depan gadis remaja ini....


__ADS_2