Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 200: Jeda tiga detik.


__ADS_3

...Chapter 200: Jeda tiga detik....


... Pukul dua belas lebih empat puluh enam menit....


... Menarik lengan kanan Grady keluar dari ruangan menariknya ke arah depan rumah....


..."Kamu mau apa dariku?" tanya Rumy....


... Kesal....


..."Katakan sekarang dan setelah itu jangan pernah muncul didepanku lagi" kata Rumy....


... Masih sempat mengajak bercanda....


..."Kau yakin?" tanya Grady....


... Helaan nafas panjang....


... Seakan dia tanpa mengatakan hal itu juga sudah mengartikan kalau dia malas bicara dengan orang didepannya itu....


... Tanpa basa-basi....


..."Kau ingin kembali denganku?" tanya Grady....


... Menit menit yang menyebalkan bagi gadis didepannya itu....


..."Aku janji akan meninggalkan semua pacar-pacar ku" kata Grady....


... Langsung saja agar masalah ini selesai....


..."Apa kau tidak lelah dengan semua ini?" tanya Rumy....


... Santai....


..."Kau?" tanya Grady....


... Duduk di lantai di depan rumah sebagai batas antara lantai rumah dengan lantai halaman rumah yang di semen kasar....


... Menunduk lalu kemudian melihat ke wajah Grady....


..."Ayo kita akhiri semua ini" kata Rumy....


..."Aku lelah dengan permainan ini" kata Rumy....


... Senyum tanpa dosa....


..."Tapi, aku tidak" kata Grady....


... Mempertahankan pendapat diri sendiri....


..."Tapi, aku iya" kata Rumy....


..."Masih banyak gadis diluar sana yang lebih cantik dariku. Tapi, kenapa seakan aku sebagai princess mu?" tanya Rumy....


..."Terserah kau mau setuju ini atau tidak. Kita sudah berakhir" kata Rumy....


... Dia akan bangun dan pergi tapi Grady menahan tangan kanan Rumy dengan kuat agar tidak pergi....


... Menghempas tangan Grady dari lengannya....


... Tangan Grady terhempas tidak lagi menahan Rumy untuk pergi. ...


..."Aku hanya ingin kita kembali" kata Grady....


..."Tak ada kesempatan untukku?" tanya Grady....


... Jujur....


..."Ya. Aku memang masih menyukaimu jadi aku ingin menghentikan semua ini" kata Rumy....


..."Aku sudah memiliki orang lain" kata Rumy....


... Memperjelas....


..."Dimana dia. Kenapa dia belum kembali?" tanya Grady....


... Bangun dari duduknya lalu pergi meninggalkannya pergi tidak ke arah rumah tapi mengambil jalan lain ke arah timur dari arah rumahnya yang menghadap ke arah barat....


... Grady juga pergi dengan mengambil arah jalan lain yaitu ke arah selatan menuju jalan raya dengan motor sport birunya itu....


... Sedangkan untuk Rumy mengambil jalan lain lewat belakang menuju ke arah rumahnya mengingat pekerjaan yang tidak bisa ditinggal....


... Tidak begitu jauh dari rumah Rumy seseorang dengan pakaian kasual ada didalam sebuah mobil dengan kaca mobil hitam terlihat dari luar sedang mengawasi gadis yang sudah ditebak olehnya berbalik arah akan kembali ke arah rumahnya kembali....


..."Apa tak ada rekan kerja untukku?" tanya Hot....


..."Dia masih seperti remaja normal pada umumnya" kata Hot....


... Tentang Ved....


..."Ada apa dengan bangsa Blacwhe itu. Dia bukan tipe orang yang mudah dekat dengan orang lain" kata Hot....


... Rumy dan keluhannya....


... Dia memutar jalan dengan jarak yang ditempuh sekitar empat puluh meter untuk sampai di belakang rumah....


... Membuka dengan kunci rumah yang diambil di saku celana panjang berwarna khaki dengan kaos berlengan panjang berwarna hitam polos dengan kerah leher berbentuk bulat hitam melingkar....


... Dia berhasil membuka kunci bagian belakang rumah lalu masuk kedalam setelah itu menguncinya lagi dari dalam rumah....


... Melewati area mencuci pakaian....


..."Apa dia akan datang setiap hari. Hidupnya memang sesantai itu" kata Rumy....


..."Sesantai dan semudah itu merepotkan hidup orang lain" kata Rumy....


... Berhenti tiba-tiba....


... Berbalik ke arah belakang merasa ada seseorang yang sedang mengawasi....


... Di dalam isi pikiran menilai diri sendiri....


..."Hey. Kau bukan orang penting, mengapa ada yang mengincar mu?" tanya Rumy....


..."Apa itu hantu?" tanya Rumy....


... Melihat atas langit dengan dinding tinggi dengan keamanan pecahan kaca tajam yang tertancap diatasnya sengaja dipasang disaat pembangunan rumah....


..."Aku melihatnya lagi" kata Rumy....


... Melihat lagi aura dari bangsa Blacwhe yang menghilang perlahan ketika gadis ini berbalik ke arah belakang....


... Berbalik ke arah kemana dia akan pergi ke ruangan depan rumah....


... Dia dan kejujuran....


..."Aku harap dia tidak mau menyetujui persyaratan ku" kata Rumy....


..."Gaji sebesar itu. Dia memang ngajak ribut" tanya Rumy....


... Tentang Aka....


..."Ditambah lagi ada wanita itu" kata Rumy....


..."She's crazy" kata Rumy....


..."Dan opiniku ini menggiring orang lain untuk membencinya" kata Rumy....


... Melewati ruang tengah setelah melewati ruang makan rumah....


... Dari tempat Rumy berjalan sudah terdengar suara-suara mesin-mesin komputer dan orang-orang yang sibuk dengan bisnis mereka....


... Dia berjalan cepat sedang berusaha untuk menghampiri seseorang yang ada disana yang ia anggap sebagai seseorang yang selama ini ditunggu akhirnya kembali....


... Menepuk bagian pundak belakang sebelah kanan remaja laki-laki dengan tinggi seratus tujuh puluh delapan didepannya sekarang....


..."Bloom!" panggil Rumy....


... Berbalik ke arah Rumy dan ternyata orang lain....


..."Sorry" kata Rumy....


... Dia adalah salah satu pengunjung di warung internet....


... Seorang remaja dengan kaos oversize berbahan tebal berwarna orange dengan celana jeans kasual berwarna abu-abu....


... Dan dia pergi setelah diajak bicara oleh Rumy pergi ke arah salah satu meja komputer yang baru saja disewa olehnya....


... Onyx yang juga masih ada didepan layar komputer melihat situasi yang tidak nyaman ini sekali lagi....

__ADS_1


..."Kau tidak akan duduk?" tanya Onyx....


... Tersadar....


... Dia duduk kembali bersandar di kursi ukir yang sebelumnya digunakan olehnya dengan buku yang tadi juga dibaca oleh pemilik wajah yang pura-pura baik-baik saja dan nyatanya tidak....


... Memegang mouse hitam yang tersambung dengan komputer lalu melihat ke arah Rumy....


..."Bocah itu sudah menyihir mu" kata Onyx....


... Agak sedikit kesal tapi juga kasihan ekspresi wajah temannya itu....


..."Bagaimana kalau dia tidak kembali?" tanya Onyx....


... Rumy masih dengan buku yang dia genggam....


..."Kau tidak bisa jawabkan. Aku tidak bisa bayangkan jika itu terjadi padanya" kata Onyx....


... Dia dengan tatapan lurus ke arah luar....


... Sadar....


..."Aku juga tidak bisa berharap apapun jika dia kembali" kata Rumy....


..."Aku sadar aku bukan siapa-siapa" kata Rumy....


... Jadi serba salah....


... Memberikan potongan buah apel berwarna merah muda segar dengan menggunakan garpu....


..."Ambil ini" kata Onyx....


... Belum menerima buah apel dari. Onyx....


... Kedua mata yang menahan air mata di kedua pelupuk mata sangat jelas menggambarkan seseorang sedang sedih....


..."Rumy sedang sedih. Sudah jangan sedih lagi" kata Onyx....


... Menerima buah apel dari temannya itu....


... Melihat buah yang ada di tangan kanan Onyx....


..."Kau memang milikku" kata Rumy....


..."Terima kasih" kata Rumy....


..."Sudah berusaha mengambil hatiku" kata Rumy....


... Geleng-geleng kepala....


..."Astaga. Kenapa kamu percaya diri sekali" kata Onyx....


... Tidak mau kalah dalam berpendapat dengan orang didepannya itu....


..."Harus. Apalagi jika bicara dengan mu" kata Rumy....


... Mengalah....


..."Sudahlah. Makan semua buah-buahan itu" kata Onyx....


..."Semua buah-buahan itu sengaja ku potong untuk mu" kata Onyx....


... Masih percaya diri....


..."Sudah ku bilang berhenti mengambil hatiku" kata Rumy....


... Menunjuk lalu menyentuhnya dengan jari telunjuk tangan kanan ke arah pelipis kepala sebelah kanan temannya itu....


... Diam....


..."Kenapa?" tanya Rumy....


..."Terserah kau sajalah" kata Onyx....


... Berhenti menunjuk ke arah kepala Rumy dan kembali melihat layar komputer....


... Mengalihkan pembicaraan....


... Sambil memegang mouse mengarah kursor ke arah beberapa arah tabel dilayar....


..."Kau tidak jalan-jalan?" tanya Onyx....


... Belum percaya....


..."Bohong. Bilang saja kamu takut nanti banyak cowok yang naksir" kata Onyx....


... Jujur....


..."Itu kamu tahu tapi aku adalah pilihan terakhir mereka" kata Rumy....


... Onyx melihat ke arah Rumy....


... Mengambil potongan buah kiwi di piring putih yang sama....


..."Menyedihkan bukan?" tanya balik Rumy....


..."Kenapa kau selalu insecure?" tanya Onyx....


... Realita....


..."Benarkan. Siapapun mereka pasti mencari pasangan yang sempurna" kata Rumy....


... Sadar diri lagi....


..."Lihat aku" kata Rumy....


..."Aku takut jika nantinya aku akan hancur sendirian" kata Rumy....


... ...


... Heran....


..."Hancur sendirian?" tanya Onyx....


..."Apa yang kamu tonton setiap hari hingga jadi seperti ini?" tanya Onyx....


... Benar adanya....


..."Sama dengan mu" kata Rumy....


..."Aku hanya bertanya kenapa kau tidak jalan-jalan" kata Onyx....


..." … tapi jawabanmu seperti wanita yang sudah melewati banyak masalah" kata Onyx....


... Tatapan menakutkan dari Rumy untuk Onyx....


... Remaja laki-laki ini mundur gestur tubuhnya menjauh dari gadis remaja yang berubah moodnya lagi....


..."Sekarang apalagi?" tanya Onyx....


..."Kenapa kau disini. Seharusnya kau pergi jalan-jalan dan tidak bekerja?" tanya Rumy....


... Jujur....


..."Aku ingin bertemu denganmu. Kau puas!" kata Onyx....


... Masih menganggap itu adalah sebagai candaan seperti biasa....


... Tatapan serius belum berhenti....


..."Thank you" kata Rumy....


... Onyx juga tahu kalau kata-katanya hanya dianggap sebagai obrolan biasa dan sudah terbiasa....


..."Pantas saja kau tidak pernah peringkat kelas" kata Onyx....


... Tidak marah sekaligus percaya diri tingkat dewa....


..."Iya" kata Rumy....


..."Baca bukumu lagi" kata Onyx....


... Dia kembali ke arah layar komputer dan terdengar suara dari beberapa pengunjung warnet yang memesan minuman dan makanan....


... Rumy akan beranjak pergi dari tempat duduknya lalu Onyx mencegahnya untuk pergi....


..."Aku saja" kata Onyx....


... Rumy kembali di tempat duduknya sekarang sedangkan untuk Onyx pergi menemui para pengunjung yang memanggil mereka....

__ADS_1


... Waktu berjalan mundur....


... Pukul dua belas lebih dua puluh menit....


... Dia akan segera kabur tapi tidak bisa karena sudah terperangkap oleh penglihatan seseorang yang datang dalam jarak dua puluh meter sudah terlihat sadar bahwa dirinya sebagai target orang lain....


..."Ada apa dengan orang itu" kata Hoshie....


... Jarak yang semakin dekat yang dimaksud oleh Hoshie mengajaknya bicara dalam mode tanpa suara....


... Menggunakan identitas milik Ren....


..."Apa aku terlihat akan menghabisi mu?!" kata Stud....


... Tujuh langkah lagi pria dengan kemeja hitam dasi hitam pula dari bawahan celana formal juga sepatu hitam dengan situasi istirahat yang digunakan untuk menemui orang yang tidak seakrab itu sebagai teman apalagi sahabat....


... Wajah malas untuk diajak bicara....


..."Ada perlu apa?" tanya Hoshie....


..."Kau benar-benar akan keluar dari organisasi itu?" tanya Stud....


... Diam beberapa detik, berpikir....


..."Ya. Lalu, apa masalahmu?" tanya Hoshie....


... Tanpa basa-basi....


..."Aku menggantikan tugasmu" kata Stud....


... Dengan santai menjawab, dan dia bertanya "Kenapa kau mau?"....


... Datar suara terdengar dari lisan Stud....


..."Apa kau pernah gagal menjalankan misi seperti itu?" tanya Hoshie....


... Dia belum tahu maksud dari arah pembicaraan orang di sisi kanannya itu tentang siapa orang dan misi apa yang dia maksud....


..."Aku sedang malas membuat masalah" kata Hoshie....


... Heran....


..."Lelucon mu tidak lucu" kata Stud....


..."Nggak usah cerita. Pada akhirnya, aku nggak bisa bantu" kata Hoshie....


..."Aku juga tidak butuh bantuan mu" kata Stud....


... Kesel....


..."Terus, kenapa kemari?" tanya Hoshie....


... Tambah ngeselin....


..."Katanya nggak mau buat masalah" kata Stud....


... Keduanya dengan mode tidak bisa membaca pikiran masing-masing....


... Melihat lantai bawah dari atas mall lantai empat tempat mereka ada disana bersandar di dinding kaca dengan bagian atas berbahan sejenis besi ringan....


..."Kau sedang dekat dengan mantan ku?" tanya Hoshie....


..."Mantan mu banyak yang jelas namanya siapa?" tanya Stud....


... Si Perasa....


..."Semakin baik semakin diremehkan" kata Hoshie....


... Membela diri....


..."Mantan mu juga banyak" kata Hoshie....


... Hening....


... Mempersilahkan suara-suara orang-orang yang ada di sekitar mereka terdengar....


... Pura-pura tidak tahu tentang siapa yang sedang didekati oleh salah satu bangsa Blacwhe ini....


..."Apa dia cantik?" tanya Hoshie....


... Jujur....


..."Semua wanita didekatmu sangat cantik" kata Stud....


..."Jangan ambil Dashie ku" kata Hoshie....


..."Semakin kau mencegahnya maka semakin ingin ku rebut" kata Stud....


..."Bercanda mu selalu lucu" kata Hoshie....


... Datar sambil melihat ke arah bawah lantai pertama pusat perbelanjaan tersebut....


... Jujur....


... Nada suara datar....


..."Berapa kali kau gagal menjalankan misi?" tanya Stud....


..."Tidak pernah" jawab Hoshie....


... Senyum sinis....


..."Kau lebih gila dari ku" kata Stud....


... Berbalik arah lalu berjalan pergi meninggalkan Hoshie dengan langkah tidak terburu-buru....


... Lambaian tangan dari pemilik raga membelakangi Hoshie....


..."Siapa yang sedang menjadi targetnya kali ini?" tanya Hoshie....


... Dia dan sandwich dengan isian daging salmon yang di grill yang belum di makan di kedua tangan masih dalam kemasan karton....


... Hoshie baru mulai memakan makan siangnya itu bersama dengan air mineral dari dalam botol yang masih tertutup belum dibuka segelnya....


... Duduk di kursi panjang di sisi kanan dengan arah menghadap di toko di depannya sekarang....


... Makan siang....


... Hening untuk dirinya sendiri menikmati makan siang sendirian di waktu istirahat setelah bekerja....


... Datang didengar oleh kedua indera pendengarannya pelan samar tapi semakin jelas dua suara yang berbeda didengar sedang mengobrol serius disalah satu tempat masih di bagian ruang bagian dalam tempat dia berada....


..."Apa aku cocok dengan gadis ini?" tanya Ved....


... Dia menunjukkan foto seorang gadis remaja kepada orang yang sedang bersantai di salah satu cafe....


... Mengamati foto yang ditunjukkan oleh Ved....


... Dia dengan gaun putih serta blazer hitam serta sepatu hitam dengan gelang kaki kecil manis warna emas terlihat sedang duduk menyilang....


..."Dia kampungan sekali" kata Aka....


... Mendorong ponsel kepada pemiliknya setelah melihat foto Rumy ada didalam ponsel sahabatnya itu....


... Jujur....


..."Jelas kau lebih baik darinya. Jika dilihat dari segi manapun" kata Ved....


..."Kalau sudah tahu. Kenapa kau menyukainya?" tanya Aka....


... Ved sedang bertanya jika hal itu bisa terjadi di antara dirinya dengan Rumy....


... Bukan berarti niat berteman dengan seseorang akan pasti berakhir dengan rasa suka....


..."Dia teman Dashie kan. Please, jangan dia" kata Aka....


..."Serius ini?" tanya Ved sekali lagi....


... Tidak dipedulikan oleh lawan bicaranya itu....


..."Asalkan kau tahu gadis sepertinya bisa kau dapatkan lebih dari sepuluh" kata Aka....


..."Apa kau sudah mengenalnya jauh lebih lama dari ku?" tanya Ved....


... Dia dengan isi opininya itu....


..."Dalam sekali lihat" kata Aka....


... Jeda tiga detik....

__ADS_1


..."Dia memang kampungan dan lebih mirisnya lagi tidak selevel dengan kita" kata Aka....


__ADS_2