Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 100. Ada masalah?


__ADS_3

Kini Libra serta Ciara telah tiba di lokasi bulan madu mereka yang indah dan sesuai request alias permintaan dari Ciara, mereka pun bergegas menuju hotel yang sudah dipesan oleh Libra sebelumnya. Setibanya disana, mereka langsung merebahkan diri menikmati kenyamanan kamar hotel yang luar biasa dan belum pernah Ciara rasakan. Tak lupa mereka juga membereskan barang-barang mereka disana, karena setidaknya mereka akan menginap disana selama lima hari sebelum pulang ke Indonesia.


Setelah acara beres-beres dan bersih-bersih selesai, Ciara meminta suaminya itu untuk membawanya berkeliling di area sekitar hotel. Libra menurut saja, karena dia memang mengajak Ciara kesana untuk memberi kebahagiaan bagi wanita itu. Ya tentu kini mereka keluar dari hotel, lalu berkeliling menikmati area hotel yang indah dan mempesona itu.


Ciara juga mengajak Libra ke taman bunga di dekat hotel itu, mereka terduduk berdua pada kursi yang tersedia lalu tak lupa mereka saling merangkul satu sama lain dan tersenyum bahagia. Ciara begitu menikmati momen disana, ia pun mengeluarkan ponselnya dan mengajak Libra berpose disana dengan gaya bermacam-macam. Tak ada penolakan dari Libra, pria itu dengan polosnya menuruti permintaan Ciara dan ikut berfoto disana.


"Dad, pindah kesana yuk! Air mancurnya bagus deh itu, aku mau kita foto disana biar lebih kelihatan keren!" ajak Ciara.


Libra manggut-manggut setuju, mereka sama-sama beranjak dari kursi dan Ciara langsung menarik lengan Libra dengan cepat membawanya ke tempat air mancur itu berada. Tanpa banyak basa-basi, Ciara kembali mengeluarkan ponselnya dan mengajak Libra untuk berfoto. Ada banyak foto yang ia ambil disana, dengan latar air mancur tentunya Ciara terlihat sangat bahagia.


"Tuh kan dad, bagus banget tau foto disini. Aku jadi pengen ajak mama sama papa kesini deh, mereka pasti senang banget. Atau mungkin, aku ajak kak Galen aja kali ya?" ujar Ciara.


Libra yang gemas, langsung mencubit dua pipi istrinya itu. "Iya iya sayang, udah kamu gausah mikirin mereka dulu!" ucapnya pelan.


"Ah daddy mah iseng banget deh, aku gak suka tau dicubit kayak gitu kan sakit! Cubitan daddy itu juga kasar, nih pipi aku jadi merah!" cibir Ciara.


"Enggak tuh, perasaan aku cubit biasa aja," elak Libra.


Ciara yang kesal langsung membuang muka, dan pergi begitu saja menjauhi suaminya sambil terus berfoto-foto di area sekitar air mancur. Libra menggeleng saja melihat tingkah lucu istrinya, ia hanya bisa diam mengamati Ciara dari tempatnya saat ini dan membiarkan Ciara berlaku sesukanya. Bahkan, pria itu malah mencari tempat duduk dan terduduk disana sejenak sembari mengawasi Ciara.


"Ahaha, Ciara itu gemesin banget sih. Saya sampai gak percaya kalau dia sudah jadi istri saya, karena kelakuannya masih seperti bocah SMA," gumam Libra di dalam hatinya.


Setelah puas berfoto-foto disana, Ciara yang merasa lelah langsung menghampiri Libra kembali dan mengajak pria itu untuk pergi makan siang. Tentu saja Libra menurut, sebab sedari tadi juga ia tengah menahan lapar karena memang sudah waktunya jam makan siang tiba. Mereka pun sama-sama pergi menuju restoran di hotel tersebut, dan Ciara yang sudah tak tahan langsung berjalan lebih dulu.


Sepasang suami-istri itu pun duduk bersama di dalam restoran, memesan makanan mereka dan memakannya dengan penuh nikmat sampai tak ada satupun yang tersisa. Setelah merasa kenyang, mereka kini keluar dari restoran dan beralih ke kamar untuk beristirahat mengingat hari sudah terlalu terik dan tidak cocok jika mereka pergi keluar.




Ketika hari menjelang sore, barulah Ciara kembali mengajak Libra pergi ke luar menikmati momen liburan mereka. Ya kali ini Ciara memaksa suaminya untuk pergi ke pantai, karena memang pada situasi seperti ini yang paling sesuai adalah berlibur di pantai yang indah sembari menikmati terbenamnya matahari dan deburan ombak yang besar disana.


Lagi-lagi Libra hanya bisa menurut dengan permintaan istrinya, karena tujuannya membawa Ciara kesana adalah untuk membahagiakan Ciara tentu. Mereka pun bergegas pergi ke pantai, menggunakan mobil yang telah Libra sewa. Libra sengaja menyetir sendiri, sebab ia tak mau ada orang lain yang akan mengganggu momen mereka bermesraan nantinya.


Sesampainya di pantai, terlihat Ciara begitu bahagia dan langsung merentangkan kedua tangannya sembari menatap langit. Suasana disana memang cukup ramai, tetapi tetap saja Ciara amat bahagia karena bisa menginjakkan kaki disana. Ciara pun mengajak Libra berkeliling, keduanya bermain pasir serta air laut yang bergerak menyentuh kaki-kaki mereka saat sedang berjalan itu.


"Aw dad, airnya dingin banget ya! Terus pasir disini juga lebih halus daripada yang pernah aku datangi," ucap Ciara tampak antusias.


Libra tersenyum menatap wajah istrinya, "Ya sayang, kamu nikmati aja semua ini! Pokoknya selama satu Minggu ke depan, kamu bebas mau minta apa aja dari aku sayang!" ucapnya.


Ciara sangat senang mendengarnya, ia berjinjit lalu mengecup pipi Libra sebagai hadiah. Sontak Libra reflek memegangi pipinya, menatap wajah Ciara dengan ekspresi kaget dan kemudian memeluk wanita itu secara tiba-tiba.


"Ih dad, jangan peluk-peluk malu tau dilihat orang!" Ciara memprotes tindakan suaminya itu dan berusaha melepaskan diri.


"Emang kenapa sih gak boleh? Aku itu suami kamu, jadi aku berhak dong peluk kamu!" ucap Libra.

__ADS_1


"Huft, iya iya deh aku ngalah. Tapi dad, kita berenang dulu yuk agak ke tengah!" ajak Ciara.


"Eits, emang kamu bisa berenang sayang?" tanya Libra penasaran.


"Eh jangan salah dad! Gini-gini aku jago tahu berenangnya, lihat aja nih!" jawab Ciara dengan pede.


Ciara berhasil melepaskan diri dari pelukan suaminya, dan kini wanita itu berjalan mendekati air laut yang pasang itu karena ingin mencoba menunjukkan pada Libra bahwa ia ahli dalam berenang. Sedangkan Libra hanya mengikuti dari belakang, memantau aksi istrinya itu sambil senyum-senyum tipis.


"Hati-hati sayang, jangan jauh-jauh loh nanti keseret ombak bahaya!" teriak Libra memperingati istrinya.


Ciara tak memperdulikannya, wanita itu terlalu bahagia bermain dengan air di sekitarnya yang memang jarang ia rasakan. Libra pun terkekeh melihatnya, lalu mendongak ke langit dan melihat matahari yang sudah mulai ingin terbenam. Sontak saja Libra langsung menghampiri istrinya, memberitahu bahwa momen yang ia tunggu-tunggu sedari tadi akan segera tiba kali ini.


Setelahnya, mereka berdua kini sama-sama terdiam menatap ke langit. Tak lupa juga Libra merangkul pundak istrinya itu supaya tidak kelayapan kemana-mana lagi, ya keduanya pun menikmati momen matahari terbenam yang terlihat sangat indah di atas sana. Banyak orang juga yang turut menyaksikan itu dari belakang mereka, sungguh ini merupakan momen yang sangat indah bagi Ciara.


"Aku mau terus begini dad, semoga pernikahan kita gak ada masalah ya!" ucap Ciara seraya membenamkan wajahnya pada bahu sang suami.


Cup


Satu kecupan singkat diberikan Libra tepat pada puncak kepala istrinya, lalu membisikkan sesuatu di telinga Ciara yang mengaminkan ucapan wanita itu.




Singkatnya, mereka kini kembali ke hotel tempat dimana mereka menginap. Suasana hari sudah malam, selain itu Ciara pun juga telah puas mengisi harinya dengan berjalan-jalan di luar bersama suaminya. Tampak juga wanita itu sudah kelelahan, mungkin karena sedari tadi ia terlalu aktif akibat kesenangan yang amat sangat. Itu sebabnya Libra memutuskan mengajak Ciara kembali ke hotel, dan tentu saja Ciara menyetujui utusan itu.


"Eh Libra, Ciara, kalian berdua nginep disini juga? Oh waw aku gak nyangka banget kita bisa ketemu disini loh, padahal kita kan gak janjian ya!" ucap Gita begitu sumringah.


Libra ikut tersenyum dibuatnya, "Ahaha, iya Gita. Aku emang ajak Ciara kesini untuk kita bulan madu berdua. Kamu sendiri lagi apa ya disini?" ucapnya.


"Ya aku mau liburan lah, emangnya kamu pikir cuma yang udah nikah aja yang bisa liburan gitu? Aku kan juga pengen menikmati suasana di negara ini, soalnya lagi viral kan dimana-mana!" jawab Gita.


"Bener sih, tapi gak nyangka aja kalau kita bakal ketemu dan satu penginapan disini," ujar Libra.


"Iya itu dia, aku senang deh Libra. Btw, selamat menjalani bulan madu ya! Cepat-cepat tuh hadirin keponakan buat aku!" kekeh Gita.


"Kamu doain aja, ini juga kita kan kesini mau usaha untuk itu!" ucap Libra seraya melirik istrinya.


Seketika Libra sadar, ada yang tak beres dari ekspresi wajah Ciara saat ini begitu ia melihatnya. Ya memang Ciara masih terlihat kesal, sebab wanita itu merasa Libra terlalu berlebihan saat bersikap dengan Gita barusan. Akibatnya, Ciara pun terus menampilkan wajah cemberut dan ekspresi tak suka dengan keberadaan Gita.


"Eee yaudah ya Gita, aku sama istri aku mau balik ke kamar dulu? Kasihan soalnya istri aku ini capek banget kayaknya abis jalan-jalan dari tadi siang, sorry ya gak bisa lama-lama!" ucap Libra pamit.


Gita mengangguk paham, "Iya gapapa, aku paham kok Libra. Oh ya, omong-omong kamu itu ada di kamar berapa?" ujarnya.


"Kamar 312."

__ADS_1


Gita terbelalak kaget mendengarnya, "Serius? Aku di kamar 313 nih loh," ucapnya sembari menunjukkan kunci kamar hotel miliknya.


Deg


Seketika Libra terbelalak, begitu juga dengan Ciara yang bertambah emosi mendengar itu. Bagaimana bisa kamar mereka bersebelahan seperti itu, pastinya Gita dan Libra akan terus bertemu nantinya dan Ciara tidak mau itu terjadi. Ini adalah momen bahagia untuknya, seharusnya Libra tidak lebih dekat dengan wanita lain selain dirinya.


"Oh waw, kebetulan banget ya bisa sebelahan gini! Yaudah, kalo gitu nanti kamu hubungi aku aja kalau butuh bantuan atau apapun itu!" ucap Libra.


"Oke Libra, kamu sama Ciara duluan aja! Aku mau kesana dulu sebentar," ucap Gita.


Libra mengangguk setuju, ia pun segera mengajak istrinya pergi dari sana dengan cara merangkulnya serta berusaha membujuknya. Ya sampai saat ini, Ciara masih saja diam dengan wajah cemberut pertanda bahwa wanita itu belum bisa memaafkan apa yang terjadi disana tadi.




Hari berganti, dan kini Libra baru saja keluar dari kamarnya berniat untuk pergi ke restoran di bawah sana yang memang disediakan oleh pihak hotel. Ya Libra akan membawakan makanan itu khusus untuk Ciara nanti, sebab Ciara tidak ingin diajak makan di restoran dan malah memilih berdiam diri di kamar sambil terbaring dengan wajah cemberut.


Libra sendiri tak mengerti apa yang membuat Ciara sampai seperti itu hingga kini, padahal ia sudah berulang kali meminta maaf padanya dan membujuk wanita itu untuk tidak terus marah. Namun, usahanya selalu gagal dan malah membuat Ciara semakin emosi serta mendiamkannya. Jujur saja Libra kecewa, karena seharusnya momen ini bisa ia manfaatkan untuk lebih romantis dengan sang istri.


Disaat ia hendak melangkah menuju lift, tiba-tiba pintu kamar di sebelahnya terbuka dan memperlihatkan sosok Gita yang keluar dari sana. Sontak Libra menghentikan langkahnya, karena Gita memang sengaja memanggil nama pria itu. Ya mereka lalu saling berhadapan, Libra cukup syok melihat penampilan Gita saat ini yang begitu berbeda dibanding biasanya.


"Hai Libra! Good morning!" sapa Gita sembari menghampiri pria itu dan mengunci pintunya.


Libra terdiam selama beberapa detik di tempatnya, sampai kemudian Gita mendekatinya dan menepuk pundaknya bermaksud menyadarkan pria itu. Ya Libra pun tersadar, lalu tambah terkejut ketika melihat Gita sudah berada di dekatnya kini.


"Hah? Gita, kamu ngapain berdiri di depan aku kayak gini?" tanya Libra sembari mengucek-ngucek matanya.


"Ahaha, kamu tuh yang ngapain ngelamun aja disini? Aku sapa kok bukannya jawab malah diam aja, dasar kamu!" cibir Gita.


"Oh ya ya, maafin aku." Libra terlihat begitu gugup dan terus mengerutkan keningnya.


"Kamu itu lagi kenapa sih Libra? Kelihatannya kamu banyak masalah ya, ada apa sih? Cerita aja deh sama aku, biar kamu gak stress terus kayak gini!" ucap Gita.


"Ceritanya nanti aja di bawah yuk! Kebetulan aku mau cari sarapan buat Ciara, soalnya dia kayaknya lagi gak enak badan," ucap Libra.


"Oh gitu, ya ampun kasihan banget sih Ciara! Pasti gara-gara itu ya kamu jadi gak fokus begini? Emang Ciara sakit apa sih, Libra?" ucap Gita penasaran.


Libra menggeleng perlahan, lalu mengajak Gita berjalan menuju lift karena ingin cepat-cepat sampai di restoran bawah sana demi bisa mendapatkan makanan untuk Ciara. Gita menurut saja kali ini, keduanya pun melangkah berdampingan dan mulai memasuki lift yang kosong dan hanya ada mereka berdua disana.


"Umm Libra, kamu sama istri kamu lagi baik-baik aja kan?" tanya Gita tiba-tiba.


Libra tersentak mendengarnya dan spontan menatap wajah Gita dengan tatapan dingin, "Maksud kamu apa ya bicara seperti itu? Memangnya kamu kira aku sama Ciara lagi bermasalah gitu?" ucapnya.


Gita pun merasa kaget melihat reaksi Libra saat ini, ia tak menyangka jika Libra akan sangat marah padanya hanya karena ia menanyakan itu. Sungguh Gita menyesal, seharusnya tadi ia lebih berhati-hati lagi dalam berbicara agar tidak membuat Libra menjadi emosi seperti sekarang ini.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2