
Ciara pun pergi menemui Tiara yang sedang bersantai seorang diri di taman belakang rumah, Ciara merasa kasihan saat melihat Tiara begitu bersedih setelah berpisah dengan suaminya. Ciara tentu dapat merasakan apa yang tengah dirasa oleh Tiara saat ini, karena bagaimanapun dirinya juga merupakan seorang wanita.
Kini Ciara turut membawakan minuman serta cemilan untuk Tiara, rencananya ia akan mengajak Tiara berbincang singkat di saung dekat sana dan membahas perihal Galen. Selain itu, Ciara juga berniat untuk menghibur Tiara dan membuat Tiara terbiasa dengan hidup barunya yang akan terasa sulit karena tidak ada sosok suami.
"Kak Tiara, daripada bengong sendirian aja kayak gitu mending kita ke saung yuk! Nih aku udah buatin minuman favorit kamu sama cemilan yang enak, kita kesana aja biar lebih santai dan adem juga!" ucap Ciara menegur iparnya itu.
Tiara sempat menoleh karena terkejut dengan suara Ciara yang tiba-tiba muncul, tapi kemudian ia kembali memalingkan wajahnya dan menunjukkan ekspresi seolah-olah tidak suka dengan apa yang ditawarkan Ciara tadi. Rasanya Tiara masih sulit untuk berbicara dengan orang lain, apalagi saat ini ia masih dalam keadaan bersedih.
"Aku tahu kak Tiara pasti sedih banget pisah dari kak Galen, tapi aku yakin kakak bisa melupakan semua masalah kakak ini dan hidup bahagia bersama Askha!" bujuk Ciara.
"Maaf Ciara, aku mohon kamu jangan ikut campur ya!" pinta Tiara dengan ketus.
"Hah? Tapi kak, aku kan cuma pengen hibur kakak dan ajak kakak ngobrol. Emang salah ya? Oh apa karena aku adiknya kak Galen?" heran Ciara.
Tiara menggeleng perlahan, "Bukan begitu, aku ini gak mau diganggu sama siapapun sekarang. Aku butuh waktu untuk tenangin diri aku, jadi lebih baik kamu pergi ya Ciara!" ucapnya.
"Kak, sendirian itu emang menyenangkan. Tapi di situasi kakak yang sekarang, alangkah baiknya kalau kakak ditemani sama seseorang!" ucap Ciara.
Tiara benar-benar jengkel dengan pemaksaan yang dilakukan Ciara padanya, akhirnya mau tidak mau Tiara terpaksa mengiyakan ajakan Ciara dan pergi lebih dulu menuju saung di depan sana. Tentu saja Ciara amat senang, tanpa basa-basi lagi Ciara langsung bergegas mengikuti langkah kaki Tiara dan membawa nampan tersebut kesana.
__ADS_1
Setibanya di saung, Ciara pun meletakkan minuman serta makanan yang ia bawa disana dan mempersilahkan Tiara menyantapnya. Namun, Tiara hanya tersenyum tipis dan terduduk pelan disana sembari menatap sekitar. Lagi-lagi yang ada di dalam bayangannya adalah sosok Galen, apalagi sekarang Tiara masih berada di rumah keluarga mantan suaminya itu.
Tak lama kemudian, sesuatu yang tidak terduga terjadi disana. Ciara dan juga Tiara sama-sama dikejutkan dengan kemunculan sosok pria yang mengenakan kacamata tengah berdiri di hadapan mereka berdua, pria itu menyapa keduanya lalu tersenyum dengan lebar. Sontak mereka menoleh secara bersamaan, lalu kompak membelalak melihat kehadiran sosok tersebut.
"Halo Ciara, halo Tiara!" sapaan itu dilayangkan oleh si pria disertai senyuman lebarnya.
Ciara dan juga Tiara pun sama-sama berdiri menatap ke arah pria itu dengan wajah bingung, mereka tak mengerti mau apa Gavin datang kesana menemui kedua wanita itu. Ya pria itu merupakan Gavin, alias suami kedua Nadira yang juga adalah ayah sambung dari Ciara sekaligus mertua Tiara.
"Papa, kenapa papa kesini? Aku kira papa lagi berangkat kerja loh, biasanya kan jam segini papa ada di kantor," ucap Ciara keheranan.
"Hmm, ya Ciara. Papa lagi galau aja sekarang, makanya papa samperin kalian disini," ucap Gavin.
Tiara mengernyitkan dahinya, "Galau kenapa pa? Yang baru cerai kan aku sama mas Galen, kok jadi papa ikutan galau juga?" tanyanya keheranan.
Deg
•
•
__ADS_1
Setelah menusuk dan membuat Libra tak sadarkan diri, dokter Syifa kini berhasil melarikan diri dari pria tersebut dan kabur menggunakan mobilnya. Wanita itu tidak mau tentunya jika tertangkap oleh para polisi dan berakhir di penjara, karena ia masih ingin hidup bebas lalu menggapai impiannya untuk merebut Libra dari Ciara.
Akan tetapi, terlihat mobil-mobil polisi mulai mengejar dan mengikutinya dari belakang. Jumlah mereka lumayan banyak karena dokter Syifa berstatus sebagai buronan yang harus segera ditangkap, apalagi tadi wanita itu sudah sangat jelas menusuk perut Libra sampai membuat Libra pingsan dan tergeletak di jalan.
Tentu Syifa sangat panik melihat banyaknya mobil polisi yang sedang membuntutinya, ia tidak mau tertangkap dan berusaha menambah kecepatan demi bisa menghindari kejaran mereka. Bunyi sirine semakin menambah kepanikan dirinya, dengan sigap ia mengendarai mobil seperti seorang pembalap dan menyalip beberapa kendaraan di depannya tanpa perduli pada apapun lagi.
"Aku gak boleh ketangkap sama mereka, aku harus kabur sekarang juga!" ucap Syifa.
Tanpa diduga, sebuah mobil bak muncul secara tiba-tiba dari tikungan sebelah kiri dan hendak masuk ke jalan utama. Syifa yang kaget langsung membanting setir ke kanan demi menghindari mobil tersebut, akan tetapi ia malah kehilangan kendali dan membuat mobilnya terperosok ke danau yang ada di dekat sana.
Para polisi pun turun dari mobil masing-masing, lalu mereka semua memastikan sendiri bahwa mobil milik Syifa memang tercebur ke dalam danau yang sunyi itu. Mereka langsung memberi laporan kepada sang komandan, sekaligus meminta bantuan pada tim penyelamat untuk bisa membantu menolong Syifa yang tercebur bersama mobilnya.
"Halo! Kami butuh bantuan, buronan yang kami kejar terjatuh ke dalam danau dengan mobil yang dia kenakan. Kirim beberapa pasukan sekarang kesini!" ucap polisi itu di telpon.
Setelahnya, mereka mulai bergerak dan mencari cara serta mencoba menyelamatkan Syifa yang pastinya sangat merasa panik di dalam sana. Biar bagaimanapun, para polisi itu tidak mau jika sampai Syifa kenapa-napa atau bahkan meninggal. Syifa memang harus bertanggung jawab atas apa yang sudah ia lakukan, gadis itu tidak bisa pergi begitu saja tanpa diberi hukuman.
Sementara Syifa sendiri masih berusaha keluar dari dalam mobilnya, ia berhasil melepaskan sabuk pengaman yang dikenakannya lalu mencoba mendorong pintu mobil tersebut. Akan tetapi, karena tekanan air danau yang kuat membuat Syifa kesulitan untuk membuka pintu atau memecahkan kaca mobilnya.
Lambat laun Syifa mulai kehabisan nafas, ia tidak kuat lagi menahan nafas selama itu dan mobilnya juga sudah semakin dalam memasuki danau. Syifa pun tak tahu harus melakukan apa, ia hanya bisa pasrah sembari berdoa meminta keselamatan. Ia pun sadar akan kelakuan jahatnya selama ini, apalagi ia lah yang sudah membunuh Gita dan juga membohongi Ciara beberapa waktu lalu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...