Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 133. Ngidam


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, kini Libra sudah pulang ke rumah bersama istrinya yang dengan setia selalu menemaninya kapanpun dan dimanapun. Libra pun sangat senang karena akhirnya ia bisa kembali ke rumah itu setelah sekian lama beristirahat di rumah sakit, meski selama disana pula Libra masih bisa bersama Ciara dan menikmati momen berdua.


Keduanya pun sama-sama terduduk di sofa, Ciara terus saja membenamkan wajahnya pada bahu sang suami yang memang sangat ia sayangi dan juga cintai. Libra sendiri tak berhenti mengusap puncak kepala sang istri, sesekali pria itu juga memberikan kecupan lembut disana yang membuat Ciara merasa begitu disayangi.


"Aku sayang banget sama kamu Ciara, makasih ya kemarin kamu selalu setia temenin aku di rumah sakit! Padahal, kamu juga kan harus jaga kondisi kamu yang lagi hamil," ucap Libra lembut.


Ciara mendongak ke arah suaminya, ia tersenyum lebar seraya menganggukkan kepalanya dan membuat Libra begitu gemas. Tak ada yang bisa mengalahkan kecantikan Ciara di mata Libra, walau banyak sekali wanita-wanita cantik di luar sana yang ia temui dan bahkan coba menggodanya. Termasuk, tentu saja salah satunya adalah dokter Syifa.


"Umm mas, gak tahu kenapa tiba-tiba aku kok ngerasa pengen banget makan kue putu ya?" ucap Ciara dengan wajah merengut.


"Hah? Kue putu?" Libra terkejut mendengarnya.


Ciara manggut-manggut kecil dan membuat Libra makin gemas, wanita itu terus mengusap area perutnya dan mengatakan kalau ia sangat menginginkan kue putu. Libra pun terkekeh saat itu juga, baru kali ini dia melihat istrinya bersifat seperti anak kecil dan itu amat menggemaskan.


"Yaudah iya iya, aku suruh Rey dulu ya buat beliin kue putunya?" ucap Libra memberi usul.


Ciara menggeleng dan malah menahan tangan Libra yang hendak mengambil ponselnya, tentu saja Libra keheranan dengan sikap Ciara yang seperti itu dan tak mengerti mengapa Ciara melakukannya. Libra pun fokus menatap wajah wanita itu, senyuman terukir di wajahnya disertai dahi yang mengernyit tanda bingung.


"Loh kamu kenapa geleng-geleng begitu sayang? Katanya tadi mau kue putu, giliran aku pengen suruh Rey buat beliin kamu malah gak mau. Heran deh aku sama kamu sayang," ucap Libra.


"Ih aku itu maunya kamu sendiri yang beliin sayang, bareng sama aku gitu. Terus nanti kita makan sama-sama deh di tempat kue putunya," ucap Ciara merengek.


"Hadeh, ribet banget ya kamu? Lagian kenapa bisa tiba-tiba kamu kepengen kue putu sih? Udah kayak orang lagi ngidam aja," heran Libra.


"Nah, mungkin emang aku lagi ngidam mas. Kayaknya ini kemauan calon anak kita deh mas, makanya kamu harus turutin biar nanti dia gak ngiler kalo udah lahir!" ucap Ciara sambil tersenyum.

__ADS_1


Libra pun tidak bisa berbuat banyak disaat Ciara sudah merayunya seperti itu, ia akui kalau ia adalah pria yang lemah di hadapan istrinya. Langsung saja Libra bangkit dari sofa, lalu mengajak Ciara untuk pergi mencari kue putu yang diinginkannya. Ciara tampak tersenyum bahagia, karena sebentar lagi keinginannya akan segera dituruti.


Namun tanpa diduga, suara penjual kue putu terdengar lebih dulu melewati depan rumah mereka. Sontak Libra memiliki ide untuk membeli saja dagangan penjual itu agar tidak terlalu lama mencarinya di luar sana, dan kali ini Ciara menurut walau rautnya agak sedikit kecewa. Ya sebenarnya Ciara juga ingin pergi berdua dengan Libra mengelilingi kota, tapi mau gimana lagi sekarang yang ia prioritaskan adalah calon anaknya.


"Nah itu ada kang kue putu yang lewat, kita beli disini aja ya sayang! Kamu ambil piring gih, biar aku yang ke depan temuin abangnya!" ucap Libra.


"Iya mas iya.." Ciara berbalik dan pergi ke dapur dengan gerakan malas, sedangkan Libra terkekeh lalu melangkah ke arah luar untuk memanggil penjual kue putu di depan rumahnya.


"BANG BELI BANG!!" suara teriakan Libra terdengar sampai ke telinga Ciara yang sedang berada di dapur itu.




Disisi lain, Jessica selesai menyiapkan makan malam untuknya dan juga Galen di meja. Ia pun berniat memanggil lelaki itu ke luar dan mengajaknya menikmati santapan yang sudah ia sediakan disana, dan tampak Galen memang tengah duduk seorang diri di kursi rodanya sembari menatap langit malam yang dihiasi bintang.


"Mas Galen!" Jessica memanggil pria itu, dan reflek Galen pun menoleh ke arahnya dengan wajah kaget.


"Ya Tiara?" Galen mengira yang datang adalah Tiara istrinya, tetapi begitu ia menoleh ternyata di hadapannya saat ini adalah Jessica dan bukan Tiara.


Galen pun menunduk seketika dan wajahnya kembali terlihat murung karena ia telah salah duga, ia baru teringat kalau dirinya dan Tiara sudah berpisah beberapa waktu lalu. Sekarang ini yang tinggal bersamanya adalah Jessica, wanita selingkuhan yang sudah membuat hubungan rumah tangganya dan Tiara hancur berantakan.


"Jessica, ma-maaf tadi aku salah kira! Aku terlalu rindu sama Tiara istri aku itu, sampai-sampai aku kira kamu itu Tiara," ucap Galen gugup.


"Iya gapapa mas, aku paham kok soal itu. Gak mudah tentu melupakan orang yang kita cintai, apalagi kamu sama Tiara kan udah lumayan lama saling bersama-sama," ucap Jessica tersenyum.

__ADS_1


"Ah ya, ada apa kamu panggil aku tadi?" tanya Galen dengan wajah penasaran.


"Gak ada kok, itu aku cuma pengen kasih tahu kalau aku udah siapin makan malam buat kita. Ayo mas kita makan dulu!" jawab Jessica.


"Terimakasih ya Jessica, kamu udah mau rawat aku!" ucap Galen.


Jessica hanya tersenyum mendengar ucapan terimakasih dari mulut Galen barusan, kemudian Jessica beralih melangkah ke belakang kursi roda Galen lalu mendorongnya perlahan menuju meja makan yang sudah dipersiapkan banyak makanan. Galen menurut saja, lagipula sedari tadi dirinya juga sudah merasakan lapar.


Saat sampai di meja makan, Jessica segera menyiapkan makanan itu ke dalam piring kosong serta mengajak Galen menikmati semuanya. Galen begitu senang melihat banyaknya makanan yang ada disana, apalagi dari aromanya saja sudah membuat hidung Galen terpesona dan makin tidak sabar menikmati semua itu.


"Mas, silahkan dimakan! Semoga kamu suka ya sama masakan yang aku buat!" ucap Jessica.


Galen mengangguk perlahan, lalu mulai menikmati makanan yang dibuat oleh Jessica itu dengan sangat lahap. Baru suapan pertama saja, Galen sudah langsung merasa terkejut karena masakan Jessica sangat mirip dengan rasa masakan dari Tiara. Seketika Galen kembali teringat pada mantan istrinya itu, dan air mata pun mulai menetes.


"Kenapa Galen? Kamu kok tiba-tiba nangis kayak gitu, makanannya gak enak ya? Masakan aku gak sesuai sama ekspektasi kamu ya?" heran Jessica.


"Ah eee bu-bukan begitu Jessica, ini saya kagum aja karena rasa masakan kamu enak banget. Kamu belajar darimana sih bisa sampai seenak ini? Baru sekarang loh saya ngerasain makanan kayak gini," ucap Galen sambil tersenyum.


"Oalah, ya syukurlah kalau kamu suka! Aku cuma belajar dari mama dulu, gak ikut les masak atau apalah itu. Tapi kadang aku suka nonton video tutorial masak juga di sosmed," jawab Jessica.


"Hahaha, pantas enak banget. Yaudah, kamu juga makan dong!" ucap Galen.


Jessica mengangguk setuju, ia mengambil makanan untuknya sendiri dan ikut menikmati masakannya sendiri dengan tak kalah lahap. Rupanya Galen tak berbohong padanya, masakan yang ia buat memang begitu nikmat. Ya walau Jessica masih ragu, apakah masakannya lebih nikmat dari milik Tiara atau justru masih kalah jauh dibandingkan wanita itu.


"Maafin aku mas Galen, kayaknya sulit buat aku menggantikan posisi Tiara di hati kamu!" gumam Jessica dalam hati.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2