
Ciara mendatangi apartemen Libra dengan tergesa-gesa dan wajah panik, ia takut jika Davin ataupun Bella mengikutinya sampai kesana karena ingin memastikan semuanya aman. Ia pun bergegas mengetuk pintu sambil meneriaki nama Libra dan berharap pria itu segera membukanya, betul saja Libra langsung membuka pintu untuk menemui gadisnya yang sudah menunggu di depan sana.
Begitu Libra muncul, Ciara yang begitu bahagia langsung saja memeluk kekasihnya itu dengan erat seolah tak ingin melepasnya. Ya Ciara bertindak seperti itu, karena ia menyesal telah berpikir yang tidak-tidak pada Libra sebelumnya. Kini Ciara sudah tahu, kalau sebenarnya Libra tidak melakukan apa-apa dengan Bella malam itu dan semuanya hanya rekayasa wanita itu bersama Davin semata.
"Aku kangen banget sama om, aku senang bisa ketemu om lagi!" ucap Ciara.
Libra yang mendengar itu hanya bisa diam dan kebingungan, ia tak mengerti apa yang membuat Ciara sampai seperti itu saat ini. Padahal sebelumnya gadis itu saja menolak untuk bertemu dengan dirinya, bahkan ketika Libra datang ke rumahnya Ciara malah pergi begitu saja memasuki kamarnya dan tidak mau menemui pria itu.
Libra pun melepaskan pelukannya dan menatap lekat wajah gadisnya itu, "Ada apa sayang? Kenapa kamu tiba-tiba datang terus peluk aku kayak gini?" tanyanya keheranan.
"Emang kenapa sih om? Kamu gak mau kalau aku peluk ya? Ohh, jangan-jangan kamu pengennya dipeluk sama kak Bella gitu?" ucap Ciara merengut.
"Hah? Gak gitu sayang, aku tuh heran aja sama kamu. Kemarin pas aku ke rumah, kamu gak mau temuin aku dan malah masuk kamar. Terus sekarang kok kamu malah datang kesini?" ujar Libra.
"Ya justru itu, aku mau minta maaf sama kamu. Aku kan kemarin udah bikin kamu sedih," ucap Ciara.
"Lah berarti kamu gak ngambek lagi nih sama aku? Udah mau ngobrol dan pelukan sama aku ya?" tanya Libra memastikan.
Ciara mengangguk perlahan, "Iya sayang, aku pengen peluk kamu terus rasanya," jawabnya.
"It's okay, aku bakal turuti kemauan kamu." Libra pun menuruti kemauan gadisnya itu, lalu memeluknya dengan erat disana.
"Tapi sayang, sebenarnya kemarin tuh kamu kenapa marah banget sih sama aku?" tanya Libra penasaran.
"Kamu serius nih nanya begitu? Kamu lupa kesalahan kamu malam itu sama kak Bella, hm?" ucap Ciara membalikkan pertanyaan kekasihnya.
"Apa? Ja-jadi kamu sudah tahu itu sayang?" ujar Libra terkejut bukan main.
Ciara kembali mengangguk, "Iya om, aku tahu banget kejadian malam itu diantara kamu dan kak Bella," ucapnya.
Deg
Libra terkejut bukan main mendengar pengakuan yang diucapkan gadisnya barusan, sungguh ia tak menyangka kalau ternyata Ciara memang telah mengetahui semua tentang dirinya dan Bella. Namun, Libra pun terus berusaha meyakinkan Ciara kalau malam itu ia tidak melakukan apapun pada Bella dan ia yakin akan itu.
"Ciara sayang, kamu percaya sama aku ya! Malam itu aku gak ngapa-ngapain kok sama Bella, aku berani sumpah sayang!" ucap Libra tegas.
Ciara tersenyum dibuatnya, "Kamu gausah khawatir sayang, justru aku kesini ya karena aku udah tahu semua kebenarannya," ucapnya.
"Maksud kamu gimana sayang? Tahu kebenaran soal apa?" tanya Libra terheran-heran.
"Loh emangnya pesan suara yang aku kirim ke kamu, belum sampai ya? Padahal seingat aku, tadi aku udah kirim loh," ujar Ciara keheranan.
"Hah? Pesan suara apa sih sayang? Daritadi aku gak dapat pesan apa-apa kok," ucap Libra.
Sontak Ciara terkejut mendengarnya, gadis itu tak percaya kalau ternyata rekaman yang tadi ia kirim ke nomor Libra justru belum diterima olehnya. Ia pun tampak bingung kali ini, dan coba mengecek ulang ponselnya untuk melihat pesan yang tadi ia kirim. Dan betapa kagetnya Ciara, rupanya gadis itu telah salah mengirim pesan karena panik tadi.
•
•
Tling
__ADS_1
Arka yang baru terbangun dari tidurnya, kaget ketika ponsel miliknya berbunyi. Pria itu pun beranjak dari ranjangnya untuk mengecek siapa yang mengirim pesan padanya, ia melangkah menuju nakas lalu mengambil ponsel itu dari atas sana. Mata Arka terbelalak, ketika ia melihat pesan suara yang dikirim oleh Ciara padanya beberapa saat lalu.
Disaat Arka menyetel rekaman suara tersebut, ia langsung terkejut lantaran rekaman itu berisi obrolan Davin dan Bella yang membahas tentang kejadian malam bersama Libra. Tentu saja Arka terbelalak, ia bingung darimana Ciara bisa mendapat rekaman tersebut dan kenapa gadis itu mengirim rekaman itu kepadanya bukan ke nomor Libra.
"Jadi ternyata emang ini semua cuma akal-akalan mereka, kasihan dong Ciara kalau begini! Gue harus ketemu sama dia, tapi kira-kira dia lagi dimana ya sekarang?" gumam Arka.
TOK TOK TOK...
Tiba-tiba saja, ada yang mengetuk pintu kamarnya dan membuat Arka terkejut lalu spontan meletakkan ponselnya kembali di atas nakas. Arka pun bergegas melangkah menuju pintu dan membukanya untuk menemui seseorang di luar sana, begitu pintu dibuka ia terkejut karena ternyata yang berdiri di depannya saat ini merupakan Kanaya alias kekasihnya.
"Eh kamu sayang, tumben kamu datang ke rumah aku tapi gak ngabarin dulu. Ada apa sih, kangen ya sama aku?" ujar Arka menggoda wanita itu.
Kanaya tersenyum menatap kekasihnya, "Emangnya kalau aku kesini harus ngabarin kamu dulu ya? Apa gak boleh pacar kamu sendiri, datang ke rumah kamu?" ucapnya.
"Kok kamu mikirnya gitu sih sayang? Ya boleh lah, tapi aku kaget aja lihat kamu. Terus ini kamu mau masuk ke kamar aku apa gimana?" ujar Arka.
"Ish, ngaco aja kamu! Mama kamu cuma bolehin aku naik buat panggil kamu, abis itu ya kita sama-sama turun ke bawah ayo! Kamu juga kebo banget sih, masa jam segini baru bangun!" ucap Kanaya.
"Hahaha, maklum lah sayang semalam kan aku begadang push rank sampe glory," kekeh Arka.
"Oh gitu ya, call aku gak diangkat tapi kamu malah main game. Emang dasar kamu pacar yang gak perduli sama pacarnya sendiri!" cibir Kanaya.
"Hehe, maaf ya sayang? Itu aku diajakin temen aku kok, si Wahyu loh!" elak Arka.
Kanaya yang kesal pun tampak cemberut dan memalingkan wajahnya sembari melipat kedua tangan di depan, sedangkan Arka bergegas mendekat untuk membujuk gadis itu agar tidak terus marah padanya. Ya berbagai upaya dilakukan Arka kali ini, sampai akhirnya ia berhasil membuat Kanaya tersenyum kembali akibat ulahnya.
"Udah ah udah, kamu gausah godain aku terus! Yuk kita ke bawah, aku bawain kamu makanan yang aku masak sendiri nih!" ucap Kanaya tersipu.
"Yeu dasar kamu!"
Akhirnya mereka berdua sama-sama melangkah menuruni tangga dengan saling merangkul dan tersenyum satu sama lain, ya Arka sangat bahagia kali ini karena dia didatangi oleh Kanaya yang merupakan kekasih tercintanya. Mereka pun bergerak menuju meja makan, yang mana disana telah bersiap sosok Topan bersama istrinya.
•
•
Kini Davin dan Bella tengah berada di sebuah bar yang menjadi saksi bisu atas kejadian malam dimana Bella menjebak Libra, ya keduanya tampak bersulang penuh kemenangan karena merasa telah berhasil membuat hubungan Libra dan Ciara renggang lalu sebentar lagi akan hancur dan berpisah untuk selama-lamanya.
Sudah hampir dua jam penuh mereka berada disana dan menikmati minuman yang mereka pesan, bahkan Bella juga terlihat sudah mulai kehilangan kesadarannya akibat minuman itu. Namun, entah mengapa wanita itu seperti ketagihan dan tidak ingin berhenti meminum minuman yang menjadi favoritnya sejak dahulu itu.
"Hahaha, sebentar lagi aku bakal mendapatkan hati kamu kembali Libra sayang! Tunggu saja waktunya, aku pasti akan merebut kamu dari si Ciara sialan itu!" racau Bella disertai tawa yang menggelegar.
"Kamu betul Bella, saya pun juga akan merebut Ciara dari Libra. Lalu, kita berdua bisa sama-sama mendapatkan orang yang kita cintai. Kamu itu memang partner saya yang terbaik, saya senang bisa bekerjasama dengan kamu!" ujar Davin.
"Tentu saja, aku ini kan orang yang licik dan pandai. Aku bisa mendapatkan semua yang aku inginkan, bagaimanapun caranya!" ucap Bella.
"Hahaha, ayo kita bersulang lagi dan nikmati malam yang indah ini!" ucap Davin mengangkat gelasnya.
Bella mengangguk, kemudian turut mengangkat gelas yang ia pegang untuk bersulang dengan Davin yang sudah lebih dulu mengangkatnya. Setelah itu, mereka tertawa bersamaan sebelum akhirnya menenggak minuman itu sampai habis. Bella pun semakin hilang kendali, ia terus tertawa keras dan mulai melemas sampai bersandar di pundak Davin.
"Mmhhh aku mau minum lagi, aku mau minum yang banyak! Aku suka ini!" racau Bella.
__ADS_1
"Ya Bella, minum lah lagi! Habisi semuanya sayang!" Davin yang senang malah kembali menuangkan minuman itu ke gelas milik Bella.
Mereka terus meminum minuman tersebut sampai keduanya mulai hilang kendali, Bella bahkan sudah tidak mampu duduk dengan tegak lagi dan terus bersandar pada bahu Davin. Tanpa sadar, Bella yang mabuk pun malah mendongak lalu menarik wajah Davin ke dekatnya. Wanita itu melihat bahwa Davin adalah Libra, sehingga tanpa berpikir panjang ia langsung saja memakan bibir pria tersebut.
"Mmpphh.."
Tidak ada penolakan dari Davin, pria itu juga sudah kepalang tanggung dan malah menahan tengkuk milik Bella agar pagutan mereka tidak terlepas. Kedua tangannya juga telah bergerilya ke seluruh tubuh Bella, mengusap serta merabanya sampai membuat sang empu melenguh di dalam ciuman panas mereka itu.
"Aku sayang kamu, Libra. Aku cinta banget sama kamu, aku mau memiliki kamu seutuhnya sayang!" racau Bella sembari mengusap bibir milik Davin yang ia anggap sebagai Libra.
"Saya juga, mari kita nikmati malam ini sayang!" ucap Davin yang mulai tergoda.
Bella tersenyum seraya menganggukkan kepalanya, lalu perlahan mereka bangkit dengan Davin yang memapah tubuh Bella. Ya pria itu membawa Bella keluar dari bar dalam keadaan mabuk, lalu mereka sama-sama masuk ke mobil dan hendak menuju hotel terdekat untuk bisa saling berbagi kepuasan satu sama lain.
Namun tanpa sadar, tampak seseorang yang tak lain ialah Terry melihat kejadian tersebut. Terry pun sangat syok dengan apa yang dilihatnya, wanita yang sebelumnya pernah ia temui itu ternyata sedang dibawa oleh Davin ke dalam mobilnya dalam keadaan tak sadar. Tentu saja Terry khawatir, ia akhirnya memutuskan mengejar mobil tersebut demi menyelamatkan Bella dari jeratan Davin.
"Loh itu kan Bella, dia kenapa bisa sama pamannya Ciara? Apa jangan-jangan si Davin biadab itu juga suka mengincar wanita lain, selain Ciara?" gumam Terry kebingungan.
"Ini gak bisa dibiarin, saya harus kejar mereka dan selamatkan Bella!" sambungnya.
•
•
Terry langsung mengejar mobil milik Davin yang membawa Bella itu dengan kecepatan tinggi, Terry tampak tidak terima jika Bella pun turut menjadi korban dari kemesuman Davin seperti Ciara beberapa waktu yang lalu. Maka dari itu, Terry pun hendak menyelamatkan Bella karena sejak pertama kali bertemu dengan wanita itu Terry entah kenapa seolah merasakan rasa yang aneh. Ya mungkin saja, Terry telah jatuh cinta kepada Bella.
"Saya gak boleh kehilangan jejak, Bella harus diselamatkan dari si mesum itu!" gumam Terry.
Aksi kejar-kejaran pun terjadi, Davin yang sadar bahwa mobil yang dikendarai Terry itu hendak mengejarnya pun mulai mempercepat laju. Meski dalam keadaan mabuk, namun Davin berhasil mengendalikan mobilnya dengan baik sehingga Terry cukup kesulitan menyalipnya. Bahkan situasi yang tak diinginkan terjadi, ya mobil Terry nyaris saja oleng dan menabrak truk yang baru keluar dari gang.
Ciiittt
Tentu saja Terry reflek menginjak remnya dengan kuat, sehingga ia berhasil menghindar dari kepala truk yang berada di hadapannya itu. Nafas pria itu langsung tersengal-sengal karena maut hampir saja mendekatinya, untungnya ia tepat waktu menginjak rem dan tidak jadi menabrak truk yang tiba-tiba muncul tanpa aba-aba itu.
"Haish, hampir aja saya nabrak! Sekarang saya jadi kehilangan jejak mobil cowok itu deh, gimana ya caranya saya bisa temuin mereka?" gumam Terry tampak kebingungan.
Akhirnya karena tak memiliki pilihan lain, Terry terpaksa melajukan mobilnya ke arah lurus dan berharap dapat menemukan dimana Davin serta Bella. Ya meski Terry tidak tahu saat ini ia harus kemana, lantaran kejadian tadi telah membuat dirinya kehilangan jejak. Tapi baru saja ia hendak melaju, sebuah mobil kembali muncul di depannya dan membuat Terry terkejut.
Tiiiinnnn
Klakson panjang dibunyikan, Terry terlihat sangat kesal dan sampai memukul setirnya untuk melampiaskan rasa kesalnya itu. Namun, kemudian seorang wanita keluar dari mobil di hadapannya itu bersama seorang lelaki. Seketika Terry terbelalak, sebab Ciara dan Libra lah yang datang dan kini tengah melangkah ke dekatnya.
Dengan senang hati Terry keluar dari mobilnya, menghampiri Ciara serta Libra disana sambil tersenyum renyah karena sejak kelulusan Terry sudah jarang sekali bertemu dengan Ciara. Meski Terry sadar dirinya sudah tidak dapat memiliki Ciara, namun bagaimanapun ia tetap bahagia karena kembali melihat Ciara dan bertemu dengannya.
"Ciara, kamu ternyata yang cegat saya tadi? Ada apa hm?" tanya Terry dengan ramah.
"Eee iya pak, sekali lagi aku minta maaf ya kalau tadi kelakuan kami bikin bapak terganggu! Tapi, aku itu penasaran kenapa bapak bawa mobilnya ngebut banget tadi? Bapak lagi kejar siapa?" jelas Ciara.
"Hah??" Terry tersentak kaget, rupanya Ciara melihat langsung tadi saat dirinya melaju kencang demi mengejar mobil milik Davin.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...