Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 187. Cyra kekeuh


__ADS_3

Ciara menutup pintu serta menguncinya dan mendorong Cyra terduduk di atas ranjang, kini Ciara berada di kamar putrinya itu dengan tampang kesal yang menandakan betapa emosinya Ciara. Ya wajar saja Ciara seperti itu, karena Cyra masih saja mau dekat dengan Davin saat ini. Padahal, Ciara sudah berulang kali meminta pada Cyra untuk menjauh dari Davin dan melupakan pria tua yang mesum itu.


Cyra sendiri hanya bisa pasrah ketika mamanya itu menarik lengannya tadi dan membawanya masuk ke dalam kamar, ia terima jika Ciara memang ingin memarahinya saat ini. Meski begitu, Cyra tentu akan sulit untuk bisa menuruti kemauan mamanya dengan menjauh dari Davin. Entah apa alasannya, sejak ia kenal dengan pria itu maka hidupnya terasa lebih ceria dan banyak hal-hal yang indah.


"Kamu jawab mama sekarang, kenapa kamu masih aja dekat sama om Davin! Mama kan udah bilang sama kamu berulang kali, jauhi dia karena dia bukan orang baik sayang!" tegas Ciara.


"Ma, mama itu sebenarnya ada masalah apa sih sama om Davin? Kenapa mama kekeuh banget bilang om Davin jahat? Padahal, kenyataannya om Davin baik banget tuh dan dia malah perhatian banget sama aku!" ujar Cyra.


"Kamu gak tahu apa-apa soal om Davin, Cyra. Kamu itu udah terkena pengaruh buruk dia, pokoknya kamu harus menjauh dari dia!" sentak Ciara.


Cyra menggeleng dan bangkit dari posisinya, ia tatap wajah mamanya dengan tegas seolah menandakan kalau ia tak akan mau menurut. Ya Cyra merasa jika Ciara salah dalam menilai Davin, karena menurutnya Davin adalah orang yang baik. Hanya saja, Cyra memang belum mengetahui apa yang dilakukan Davin sebelumnya kepada Ciara.


"Aku gak mau, ma. Aku udah ngerasa nyaman ada di dekat om Davin, lagian om Davin itu lebih perhatian sama aku kok dibanding mama atau papa!" ucap Cyra dengan tegas.


Ciara benar-benar heran dengan sikap keras kepala putrinya itu, ia tak tahu apa yang sudah dikatakan Davin sampai Cyra bersikap seperti itu. Sulit sekali bagi Ciara untuk memberitahu Cyra, gadis itu memang sudah terlalu dekat Davin. Ciara pun sangat khawatir, ia tidak mau jika putrinya sampai menjadi korban dari Davin yang selanjutnya.


"Kamu kenapa keras kepala banget sih, Cyra? Apa kamu lebih percaya sama om Davin, dibanding mama kamu sendiri?" tanya Ciara.


"Maaf ma, bukannya aku gak percaya sama mama. Aku itu udah dekat banget sama om Davin, dan sejauh ini aku gak pernah dapat perlakuan buruk apapun tuh dari dia," ucap Cyra.


"Ya itu karena kamu masih baru kenal sama dia, kamu belum tahu apa-apa tentang dia. Mama ini udah kenal sama om Davin, jauh dari sebelum kamu lahir sayang! Kamu percaya sama mama, dia itu bukan orang yang baik!" tegas Ciara.


"Udah cukup ya ma, aku gak mau debat terus karena masalah ini! Aku capek ma!" pinta Cyra.


"Yaudah, kamu nurut sama mama!" ucap Ciara.

__ADS_1


Namun, lagi-lagi Cyra tetap kekeuh dan tidak mau menuruti kemauan mamanya. Ya Cyra malah ingin pergi begitu saja dari sana meninggalkan mamanya itu, akan tetapi dengan cekatan Ciara berhasil menahan Cyra untuk tetap disana. Kini Ciara mencengkram kuat lengan putrinya, menatap tajam ke arahnya dan kembali mendorong gadis itu.


"Kamu kenapa susah banget sih dibilangin? Mau jadi apa kamu, ha? Apa kamu mau dilecehkan juga sama om Davin seperti mama dulu, iya?" sentak Ciara.


Deg


Cyra melotot seketika, ia terkejut mendengar pengakuan mamanya tentang Davin.




Kini Askha tengah bersama Laura di sebuah cafe tempat biasa mereka sering berduaan, ya sepasang kekasih itu tampak sangat mesra kali ini dan saling menikmati minuman masing-masing. Laura bahkan tak melepaskan lengan Askha dari genggamannya, gadis itu sepertinya tidak ingin berpisah dengan Askha walau hanya sebentar.


Laura sebenarnya sangat ingin melakukan hal yang lebih intim bersama Askha, tapi pria itu selalu saja menolak ajakannya. Padahal, Laura sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menggoda Askha dan memintanya melakukan itu. Akan tetapi, sepertinya iman Askha cukup kuat karena sampai sekarang Askha masih bertahan dari godaan kekasihnya.


"Wah boleh tuh, kita terus mau ngapain di rumah kamu?" tanya Askha.


"Ya terserah kamu aja," jawab Laura.


Askha pun mencoba memikirkan sesuatu yang mengasyikkan kali ini, ia sejujurnya tahu apa niat Laura sebenarnya mengatakan itu. Namun, Askha berusaha membuat pikiran Laura berubah dan tidak lagi terpaku pada adegan dewasa. Askha tak tahu apakah ia masih bisa menahan dirinya nanti, itulah sebabnya Askha selalu menolak ajakan Laura.


"Umm, gimana kalau kita main monopoli nanti?" ucap Askha mengusulkan.


Laura terkejut mendengarnya, "Hah? Aku sih maunya sesuatu yang lebih dewasa gitu sayang, gimana?" ucapnya sambil tersenyum menggoda.

__ADS_1


"Oh okay, kita bahas saham gimana?" ujar Askha.


"Ish, kamu mah nyebelin!" Laura yang kesal sontak mencubit paha Askha dengan kuat.


"Akh akh, awhh sakit tau!" Askha merintih dibuatnya.


Laura tampak kecewa karena Askha tak mengerti apa yang ia inginkan, padahal ia sudah memberi kode pada pria itu. Kini Laura pun melepaskan cengkeramannya pada lengan pria itu, lalu membuang muka dan meminum minumannya. Laura tak tahu harus bagaimana lagi cara untuk membujuk lelaki itu kali ini.


"Sayang, kamu ngambek ya? Aku udah berusaha semaksimal mungkin loh ini, kayak dokter di tv ikan terbang itu. Kamu hargai dong!" ucap Askha.


"Kamu diam ah sayang! Aku bete sama kamu, abisnya kamu selalu aja gak ngerti!" sentak Laura.


Askha menggeleng perlahan, ia tak mengerti mengapa gadis itu selalu saja memaksa dirinya untuk melakukan hal dewasa. Askha semakin tidak bisa menahan diri, bagaimanapun juga ia adalah pria normal yang memiliki gairah. Jika saja mereka sudah lulus sekolah, maka Askha tak akan berpikir dua kali untuk melakukan hal itu.


"Kamu dong yang ngertiin aku sekali-sekali, sayang! Aku bukannya gak mau ngelakuin itu, tapi kamu kan tau sendiri kalau aku tuh belum bisa ambil kesucian kamu sekarang. Kita ini masih sama-sama sekolah loh sayang," bujuk Askha.


"Nyenyenye, ya begitu aja terus alasan kamu mah! Tau ah aku bete!" kesal Laura.


"Duh duh duh, jangan ngambek gitu ah sayangku cintaku!" Askha mendekat dan langsung merangkul pundak Laura dengan kuat.


"Ih apa sih? Lepasin aku ah Askha!" rengek Laura.


Namun, Askha tak mendengarkan permintaan gadis itu dan malah semakin merayunya agar tidak terus merengut seperti itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2