Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 43. Traktiran


__ADS_3

Ciara kini memasuki sekolahnya, ia langsung disambut oleh Anin dan juga Cleo yang tampak begitu mencemaskan dirinya. Ya kemarin mereka berdua memang sempat keliling mencari Ciara yang diculik dan berusaha menemukannya, sehingga mereka sangat bahagia karena kali ini Ciara telah selamat dan bisa kembali ke sekolah bertemu dengan mereka tanpa ada luka sedikitpun.


Tentunya kedua gadis itu langsung kompak memeluk sohib mereka yang amat mereka sayangi itu, siapa sih yang tidak senang berteman dengan Ciara di sekolah. Ciara pun juga sama senangnya seperti mereka, sebab gadis itu sadar kalau Anin serta Cleo adalah sahabatnya yang paling setia dan selalu ada untuknya saat senang maupun susah.


"Duh Ciara, kita tuh senang banget tau lihat lu bisa balik sekolah lagi kayak gini!" ucap Anin sesudah melepas pelukannya.


"Iya betul tuh Ciara, gue sama Anin beneran cemas banget deh sama lu kemarin. Syukurnya kita bisa lihat lu lagi sekarang dengan keadaan selamat, kita senang banget deh Ciara!" sahut Cleo.


"Makasih ya guys, kalian udah perduli sama aku. Aku bangga punya sahabat kayak kalian," ucap Ciara.


"Ah biasa aja, eh btw lu kok langsung masuk sekolah sih? Emangnya lu gak trauma atau apa gitu? Biasanya orang kalo abis diculik kan pasti bawaannya takut ngapa-ngapain gitu," heran Anin.


"Tadinya sih aku gak mau sekolah, tapi bukan karena takut. Aku niatnya mau temenin kakak aku di RS, eh tapi om aku malah maksa aku buat pergi sekolah. Yaudah deh karena gak bisa nolak, akhirnya aku setuju aja sama permintaan dia," jelas Ciara.


"Ohh, terus berarti tadi lu diantar sama om lu yang ganteng dan cool itu ya? Ah sayang banget gue gak sempat lihat dia!" ucap Anin merengut.


"Yeh dasar gatel lu! Pamannya Ciara masa mau diembat juga? Yang itu tuh buat gue tau!" cibir Cleo.


"Ngarep lu! Om Libra tuh khusus buat Anin seorang, lu mah gak cocok!" balas Anin.


Disaat mereka sedang asyik berbincang, tiba-tiba seseorang memanggil nama Ciara dan membuat ketiga gadis itu kompak menoleh ke arahnya karena terkejut. Rupanya terdapat dua orang pria yang tengah melangkah mendekati mereka, ya keduanya adalah Reno dan Seno yang merupakan anggota komunitas band di sekolah itu.


"Hai Ciara! Katanya kemarin kamu sempat diculik ya, benar gak sih?" tanya Reno pada Ciara.


"Eee ka-kalian tahu darimana? Perasaan aku gak ada kasih tahu ke siapa-siapa deh soal aku diculik, apa jangan-jangan ini ulah kamu ya Anin, Cleo?" ucap Ciara.

__ADS_1


"Hah? Ki-kita.." sontak baik Anin maupun Cleo sama-sama terkejut ketika Ciara menatap mereka dan bertanya seperti itu.


"Iya Ciara, emang kita yang sebarin berita lu diculik ke grup sekolah kemarin. Ya soalnya kita panik banget, makanya kita minta semua buat doain keselamatan lu," sela Cleo.


"Hm, kalian itu kebiasaan deh. Kenapa sih mesti sebarin ke orang-orang segala?" kesal Ciara.


"Ciara, gapapa kali. Justru bagus kalau banyak yang tahu, artinya banyak juga orang yang bisa mendoakan kamu," ucap Seno.


"Iya sih, tapi kan aku gak mau ngerepotin siapapun itu termasuk kalian," ucap Ciara.


"Kamu itu gak pernah ngerepotin kita kok, justru kita bakalan sedih banget kalau sampai kamu kenapa-napa. By the way, kamu baik-baik aja kan ini? Gak ada yang luka?" ujar Reno.


Ciara mengangguk perlahan sembari menundukkan wajahnya, "Iya aku gapapa, thanks ya atas keperdulian kalian?" ucapnya lirih.


"Sama-sama Ciara, maaf banget semalam kita gak bisa bantu kamu lolos dari si penculik. Soalnya kita berdua gak tahu kamu ada dimana," ucap Reno.


Gadis itu tersenyum mendengar kekhawatiran yang diungkapkan kedua pria tersebut, "It's okay, aku paham kok. Sekali lagi makasih ya udah perduli sama aku?" ucapnya.


"Ya itu pasti dong Ciara, kita kan satu sekolah jadinya kita bakal khawatir banget kalau terjadi sesuatu sama kamu," ucap Reno.


"Ehem ehem.." suara deheman Anin mengacaukan perbincangan ketiga manusia tersebut, sontak Ciara serta yang lain pun kompak salah tingkah dan menggaruk kepala mereka masing-masing.


"Asyik banget sih ngobrolnya kalian ini, sampai gue sama Cleo dicuekin gitu aja," cibir Anin.


"Eee aku gak cuekin kalian kok, aku cuma jawab perkataan kak Reno sama kak Seno aja," elak Ciara.

__ADS_1


"Iya Nin, lu gausah iri gitu lah dan anggap lu dicuekin sama kita! Gini aja deh, gimana kalau kalian bertiga kita traktir di kantin? Ya anggap aja sebagai syukuran karena Ciara udah selamat," ucap Seno memberi usul.


"Hah traktir? Wah jelas kita setuju banget lah, gue mau ditraktir sama kalian berdua! Ayo deh langsung aja kita ke kantin sekarang!" ucap Anin antusias.


"Anin, kamu tuh gak tahu malu banget ya? Enggak deh enggak, aku gak setuju kalau kalian traktir kita. Lagian buat apa sih pake acara syukuran segala? Udah deh gausah yang kayak gitu," tolak Ciara.


"Loh lu kenapa sih, Ciara? Ayolah jangan nolak rezeki! Jarang-jarang tahu kita ditraktir sama senior kayak gini," ucap Anin.


"Iya Ciara, terima aja dong!" sahut Cleo.


Ciara terdiam sejenak untuk berpikir apakah ia harus menerima tawaran kedua pria itu atau tidak, karena jujur Ciara hanya tidak ingin terjadi salah paham nantinya yang membuat ia kembali dirundung seperti saat Hanum melakukan itu. Karena yang ia tahu, Seno dan Reno adalah dua pria idola para wanita di sekolah tersebut.


"Gimana Ciara, kamu mau kan terima tawaran kita? Ini cuma sekali kok, besok-besok belum tentu kita bakal traktir kalian lagi," tanya Reno.


"Umm, sebenarnya sih aku gak mau, kak. Aku takut ngerepotin kalian, ya tapi karena teman-teman aku bilang pengen, yaudah aku setuju aja deh sama usul kalian," jawab Ciara agak ragu.


"Yes! Gitu dong Ciara, thanks banget ya!" ucap Anin tampak bergembira.


"Yeay asyik makan gratis deh!" timpal Cleo.


Kelakuan dua gadis itu membuat Ciara menggelengkan kepalanya karena malu, lalu akhirnya mereka semua sama-sama melangkah menuju kantin untuk menikmati traktiran dari Reno dan juga Seno. Tentunya Anin serta Cleo tampak sangat bersemangat, mereka terlihat tidak sabar ingin segera menikmati makanan sepuasnya.


Dan tanpa diketahui oleh kelimanya, dari arah yang tak jauh tampak sepasang mata tengah memperhatikan mereka. Dengusan kesal disertai rahang bergetar menandakan betapa emosinya gadis itu saat ini, satu tangannya juga terkepal dan terangkat ke atas seolah menahan emosi yang mulai memuncak saat melihat pria idamannya dekat dengan Ciara di depan matanya saat ini.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2