Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 93. Berbalik mengancam


__ADS_3

Terry langsung mengejar mobil milik Davin yang membawa Bella itu dengan kecepatan tinggi, Terry tampak tidak terima jika Bella pun turut menjadi korban dari kemesuman Davin seperti Ciara beberapa waktu yang lalu. Maka dari itu, Terry pun hendak menyelamatkan Bella karena sejak pertama kali bertemu dengan wanita itu Terry entah kenapa seolah merasakan rasa yang aneh. Ya mungkin saja, Terry telah jatuh cinta kepada Bella.


"Saya gak boleh kehilangan jejak, Bella harus diselamatkan dari si mesum itu!" gumam Terry.


Aksi kejar-kejaran pun terjadi, Davin yang sadar bahwa mobil yang dikendarai Terry itu hendak mengejarnya pun mulai mempercepat laju. Meski dalam keadaan mabuk, namun Davin berhasil mengendalikan mobilnya dengan baik sehingga Terry cukup kesulitan menyalipnya. Bahkan situasi yang tak diinginkan terjadi, ya mobil Terry nyaris saja oleng dan menabrak truk yang baru keluar dari gang.


Ciiittt


Tentu saja Terry reflek menginjak remnya dengan kuat, sehingga ia berhasil menghindar dari kepala truk yang berada di hadapannya itu. Nafas pria itu langsung tersengal-sengal karena maut hampir saja mendekatinya, untungnya ia tepat waktu menginjak rem dan tidak jadi menabrak truk yang tiba-tiba muncul tanpa aba-aba itu.


"Haish, hampir aja saya nabrak! Sekarang saya jadi kehilangan jejak mobil cowok itu deh, gimana ya caranya saya bisa temuin mereka?" gumam Terry tampak kebingungan.


Akhirnya karena tak memiliki pilihan lain, Terry terpaksa melajukan mobilnya ke arah lurus dan berharap dapat menemukan dimana Davin serta Bella. Ya meski Terry tidak tahu saat ini ia harus kemana, lantaran kejadian tadi telah membuat dirinya kehilangan jejak. Tapi baru saja ia hendak melaju, sebuah mobil kembali muncul di depannya dan membuat Terry terkejut.


Tiiiinnnn


Klakson panjang dibunyikan, Terry terlihat sangat kesal dan sampai memukul setirnya untuk melampiaskan rasa kesalnya itu. Namun, kemudian seorang wanita keluar dari mobil di hadapannya itu bersama seorang lelaki. Seketika Terry terbelalak, sebab Ciara dan Libra lah yang datang dan kini tengah melangkah ke dekatnya.


Dengan senang hati Terry keluar dari mobilnya, menghampiri Ciara serta Libra disana sambil tersenyum renyah karena sejak kelulusan Terry sudah jarang sekali bertemu dengan Ciara. Meski Terry sadar dirinya sudah tidak dapat memiliki Ciara, namun bagaimanapun ia tetap bahagia karena kembali melihat Ciara dan bertemu dengannya.


"Ciara, kamu ternyata yang cegat saya tadi? Ada apa hm?" tanya Terry dengan ramah.


"Eee iya pak, sekali lagi aku minta maaf ya kalau tadi kelakuan kami bikin bapak terganggu! Tapi, aku itu penasaran kenapa bapak bawa mobilnya ngebut banget tadi? Bapak lagi kejar siapa?" jelas Ciara.


"Hah??" Terry tersentak kaget, rupanya Ciara melihat langsung tadi saat dirinya melaju kencang demi mengejar mobil milik Davin.


"Iya pak Terry, anda sebenarnya kenapa tadi? Kami lihat jelas loh mobil anda itu melaju kencang sekali, pasti sedang ada seseorang yang anda kejar kan?" sahut Libra menyerobot.


Terry tersenyum lebar, "Iya pak Libra, Ciara. Saya tadi memang sedang mengejar seseorang," ucapnya.


"Siapa itu pak?" tanya Ciara sangat penasaran.


"Paman kamu Ciara, Davin. Saya gak sengaja ketemu dia di bar tadi, makanya saya kejar dia," jawab Terry.


Deg


Sontak Ciara terkejut, ia sama sekali tak menyangka kalau yang tadi dikejar oleh Terry adalah Davin. Jika saja Ciara tahu akan itu, pasti Ciara pun akan turut membantu Terry untuk mengejar Davin. Ya sebab saat ini gadis itu amat membutuhkan Davin, ia tidak mau pria itu terus berkeliaran di luar karena bisa membahayakan dirinya ataupun Libra.




Keesokan harinya, Bella terbangun saat sinar matahari mengenai tepat di wajahnya dan membuat wanita itu tersadar. Seketika ia terkejut, karena saat ini ia berada di dalam mobil dan dalam kondisi yang berantakan serta tubuh yang terasa sakit. Terlebih begitu ia menoleh ke samping, ada Davin disana yang masih terpejam dengan kondisi berantakan.


Bella pun berpikir mengenai kejadian semalam yang dirinya alami, dan ya wanita itu mengingat betul jika semalam ia melakukan permainan panas bersama Davin dalam kondisi mabuk. Namun, ia tak habis pikir bagaimana bisa mereka melakukannya di dalam mobil dan tepat pada tengah hutan. Tentu saja jika ia sadar semalam, maka mungkin ia tidak akan mau menuruti kemauan Davin itu.


"Heh Davin! Sadar kamu, jangan tidur terus! Ini sudah pagi, kamu harus tanggung jawab atas apa yang kamu lakuin ke aku!" seru Bella seraya mendorong tubuh Davin di sebelahnya.


"Eengghh.." Davin tersadar dan membuka matanya, ia spontan terduduk tegak sambil mengucek mata memastikan keadaan sekitar.


"Hah Bella? Ini kita kenapa bisa ada disini? Ka-kamu abis lakuin apa ke saya? Kok kita sama-sama berantakan kayak gini?" kaget Davin.


Plaaakk

__ADS_1


"Gausah pura-pura lupa deh kamu! Semalam kan kamu udah perkosa aku, dasar cowok mesum!" umpat Bella sembari menampar wajah pria itu.


"Perkosa kamu?" Davin menganga terkejut, tapi kemudian ia memegangi kepalanya dan mencoba mengingat kejadian malam tadi.


Benar saja, Davin pun tersenyum puas setelahnya karena telah berhasil mengingat semua itu. Davin tampak senang lantaran ia bisa menyalurkan hasrat yang selama ini ia pendam, meskipun rasa milik Bella sudah tidak seenak gadis-gadis perawan di luar sana. Akan tetapi, dapat menikmatinya saja sudah membuat Davin puas kali ini.


"Hahaha, kita melakukannya suka sama suka Bella. Kamu tidak bisa bilang kalau saya memperkosa kamu!" ucap Davin.


"Ish, iya aku tahu. Tapi, semalam itu aku dalam kondisi mabuk. Harusnya kamu antar aku pulang, bukan malah bawa aku ke hutan kayak gini terus diperkosa!" sentak Bella.


"Maaf, saya gak bisa tahan diri. Kamu sendiri yang mancing saya sih, lagian kita kan sama-sama enak semalam," ucap Davin terkekeh.


"Ah tau ah, sekarang ayo kita pergi dari sini! Aku gak mau nanti ada binatang buas, terus mereka lihat kita dan makan kita disini! Kamu sih ada-ada aja, ajakin bikin anak kok di tengah hutan dasar gak modal!" ucap Bella kesal.


"Okay, pakai dulu pakaian kamu dengan rapih!" suruh Davin masih sambil terkekeh.


Bella memutar bola matanya dan mulai merapihkan kembali pakaiannya itu, sedangkan Davin terlihat senyum-senyum melirik ke arah si wanita yang baru semalam ia pakai. Jujur Davin ingin mengulanginya, tetapi dia tidak mau memaksa Bella karena tahu kalau wanita itu sangat licik dan bisa saja nanti ia berada dalam situasi yang bahaya.


"Udah, sekarang ayo jalan! Lain kali aku gak mau kejadian semalam terulang lagi!" tegas Bella.


"Iya iya Bella, kamu gausah bawel deh! Semalam aja kamu teriak-teriak minta terus, sekarang pake sok-sokan kayak gitu!" cibir Davin.


"Berisik! Aku gak mau Libra tahu soal ini, nanti yang ada dia makin benci sama aku!" ucap Bella.


Davin mengiyakan saja ucapan wanita itu, kemudian dengan segera ia mulai melajukan mobilnya keluar dari hutan tersebut. Ya Davin memang sengaja memilih tempat itu untuk dijadikan sarana bermain mereka semalam, karena jika mencari hotel maka akan terlalu lama dan resiko ketahuan oleh Terry maupun yang lain juga semakin besar.




Namun, Davin sepertinya tak ingin berpisah dengan Bella secepat itu. Kini Davin juga ikut turun dari mobilnya dan mengejar Bella, bahkan mencekal lengan wanita tersebut agar tidak dapat pergi. Bella pun terpaksa berdiam diri menatap wajah si lelaki, meski dia sudah sangat jengkel dan ingin segera menjauh dari Davin saat ini.


"Tunggu dulu Bella, saya masih mau bicara sama kamu!" pinta Davin.


"Kenapa lagi sih Davin? Kurang apa semalaman kita udah main sampai kamu keluar empat kali? Aku capek Vin, aku mau istirahat!" kesal Bella.


"Saya tahu Bella, makanya saya mau temenin kamu di dalam. Barangkali kamu lemas dan butuh bantuan saya, ya kan?" tawar Davin.


"Dih gak mau, nanti kamu malah macam-macam lagi sama aku di dalam. Lagian aku gak lemas kok, aku udah kuat!" tegas Bella menolak.


"Masa kuat? Buktinya kamu masih keringetan gitu, minimal kamu tawarin saya minum juga lah karena saya kan udah antar kamu kesini!" ucap Davin.


"Haish, banyak maunya ya kamu! Yaudah iya, ayo kamu ikut aku ke dalam!" ujar Bella pasrah.


Davin tersenyum lebar mendengarnya, dengan senang hati tentu ia menerima ajakan wanita itu dan melangkah masuk bersamanya ke dalam rumah tersebut. Akan tetapi, langkah mereka terhenti saat tiba-tiba saja Ciara serta Libra muncul di hadapan mereka dan membuat keduanya terkejut bukan main lalu sampai tak berkutik sama sekali.


"Halo om! Senang bertemu dengan om dan kak Bella disini, kalian baik-baik aja kan?" ucap Ciara menyapa keduanya dengan senyuman lebar.


"Ci-Ciara, bagaimana kamu bisa ada disini? Apa yang kamu lakukan?" tanya Davin dengan gugup.


"Kenapa sih om? Takut? Aku kesini cuma mau bahas kebusukan kalian berdua, supaya kalian berhenti berbuat jahat lagi. Om gak capek apa, om kan udah masuk penjara dua kali loh? Apa om gak kapok gitu?" ucap Ciara tanpa rasa takut sedikitpun.


Davin menggeleng dibuatnya, "Maksud kamu apa sih Ciara? Memangnya kamu ada bukti kalau kami punya kebusukan?" ucapnya pura-pura.

__ADS_1


"Oh jelas punya, om pikir rekaman kemarin sudah hilang? Aku masih punya bukti itu om, dan aku juga udah kasih tahu rekaman itu ke om Libra kemarin. Jadi, kalian berdua sekarang mengaku saja!" ucap Ciara tegas.


"Sialan! Apa yang harus kami akui? Kami tidak melakukan kesalahan apa-apa kok," ucap Bella.


"Kamu masih saja mau mengelak, Bella. Padahal Ciara sudah mendapatkan bukti dari ucapan kalian berdua kemarin, memang dasar tidak tahu diri!" geram Libra.


"Libra, aku itu tidak—"


Belum sempat Bella menyelesaikan ucapannya, Ciara sudah lebih dulu menyetel rekaman suara obrolan dari Bella dan Davin sebelumnya. Seketika Davin serta Bella terkejut bukan main mengetahui bahwa rekaman itu memang masih ada di tangan Ciara, tentu saja mereka berdua terlihat cemas dan kebingungan kali ini karena aksi Ciara tersebut.


"Bagaimana kak Bella? Apa sekarang kamu masih mau mengelak?" tanya Ciara meledek.


"Kurang ajar!" Bella mengumpat pelan dibuatnya.


"Hahaha, sekarang kamu gak bisa ngelak lagi Bella. Termasuk juga anda Davin, karena semua ini sudah jelas dan menyatakan kalau kalian telah bekerjasama untuk menjebak saya!" ucap Libra.


"Dan satu lagi, aku juga ada bukti kelakuan kalian berdua di bar semalam. Kalau kalian masih punya niat untuk mengacaukan hubungan kami, maka aku tidak akan segan-segan untuk menyebarkan foto itu ke media sosial!" ancam Ciara.


"Foto apa yang kamu maksud? Jangan coba-coba mengancam kami ya Ciara!" geram Bella.


Ciara tersenyum saja mendengarnya, lalu membuka galeri foto di ponselnya dan menunjukkan sebuah foto yang ia dapat semalam kepada kedua orang itu. Sontak Bella menganga lebar ketika melihat langsung foto dirinya bercumbu dengan Davin di ponsel gadis itu, bahkan Davin sendiri juga tak percaya jika Ciara bisa mendapatkan foto itu.


"Lancang sekali kamu, cepat hapus foto itu!" sentak Bella sembari berusaha merebut ponsel milik Ciara dari tangannya.


"Ahaha, kamu mau apa Bella? Kamu gak mungkin bisa hapus foto ini," kekeh Ciara.


"Jangan macam-macam kamu Ciara! Kamu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa, cepat hapus foto itu sekarang juga!" geram Bella.


"Kamu yang tidak tahu aku siapa, Bella. Kalau kamu mau mengganggu hubungan aku dan om Libra, maka inilah yang akan kamu dapatkan! Aku bisa memviralkan foto ini, dan satu kota bahkan negara akan terkejut melihat seorang yang mereka banggakan ini melakukan hal seperti itu!" ucap Ciara kembali mengancam Bella dengan santai.


"Kamu benar-benar kelewatan Ciara, awas saja aku tidak akan membiarkan kamu hidup bahagia!" ucap Bella tidak main-main.


"Kamu yang kelewatan Bella!" sela Libra.


Kedua mata Bella beralih menatap ke arah Libra, ia terkejut melihat Libra yang begitu marah kali ini. Siapa yang sangka jika sosok Libra bisa memiliki emosi seperti itu, bahkan dia terlihat sangat mengerikan saat sedang marah begitu. Ciara sendiri pun terlihat kaget ketika tiba-tiba Libra menyela, lalu membentak Bella dengan kerasnya.


"Kamu itu sudah kelewatan, dengan bekerjasama dengan orang ini maka kamu sama saja sudah membuat aku marah Bella. Aku gak nyangka, kamu itu ternyata benar-benar keterlaluan!" ucap Libra.


"Apa perduli aku? Kamu sendiri aja udah kecewain aku, jadi wajar kalau aku begini!" ucap Bella.


"Hah? Aku ngecewain kamu? Kamu gak salah tuh bilang begitu, ha? Justru kamu yang udah bikin aku kecewa Bella!" ucap Libra.


"Sudahlah, tidak perlu diperpanjang lagi! Ciara, tolong hapus foto itu! Saya janji tidak akan mengganggu hubungan kalian!" ucap Davin.


Ciara menggeleng kali ini, "Gak bisa om, foto ini akan tetap aku simpan sebagai jaminan kalau om dan kak Bella gak akan ganggu kami lagi!" ucapnya.


"Itu betul, jadi kalian harus menepati janji kalian itu! Karena jika tidak, maka foto itu akan kami sebar dengan cepat!" sahut Libra.


Davin dan Bella terdiam tak berkutik kali ini, mereka sudah benar-benar bingung harus bagaimana. Apa yang dilakukan Ciara saat ini, telah berhasil membuat kedua manusia itu menurut dan tidak bisa melawan mereka lagi.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2