Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 37. Ditipu


__ADS_3

Galen tiba di lokasi tempat Davin berada dengan membawa dua koper besar berisi uang satu milyar permintaan dari pamannya tersebut, pria itu pun terdiam sejenak di dalam mobil sembari menatap ke arah luar yang mana terlihat sebuah rumah besar tetapi seperti tak berpenghuni. Galen sangat yakin kalau di dalam sana lah pamannya menyembunyikan Ciara, dan ia harus bisa membebaskan gadis itu.


Akhirnya Galen mengabari Davin bahwa ia sudah sampai dengan cara mengirim pesan singkat, ia menunggu sesaat di dalam sana sembari memastikan keadaan sekitar. Setelah dipastikan aman, Galen turun dari mobilnya dan menenteng dua koper itu menuju lebih dekat ke halaman rumah besar tersebut sesuai perintah pamannya, meski Galen merasa agak ragu untuk melakukan itu.


Namun, demi Ciara tentunya Galen rela melakukan apapun. Bahkan Galen tidak akan ragu untuk menukar nyawanya dengan adiknya itu, karena bagi ia keselamatan Ciara adalah yang nomor satu. Semua itu karena papanya, yakni Albert telah menitipkan Ciara padanya dan ia harus menjaga Ciara dengan sepenuh hati.


Krieekk


Terdengar suara gerbang dibuka, Davin pun muncul dari dalam sana dan menemui keponakannya yang tengah melangkah itu. Davin mengembangkan senyumnya ketika melihat Galen menenteng dua koper di tangannya, tentu saja karena ia yakin di dalam koper tersebut berisi uang sejumlah lima milyar yang tadi ia minta.


"Hahaha, baguslah kamu sudah datang Galen! Om tunggu-tunggu loh daritadi, untung aja om belum pindahin Ciara tadi," ujar Davin.


Galen menghentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah sang paman, "Dimana Ciara, om? Tolong bebaskan dia! Saya sudah bawa apa yang om minta, jadi sekarang saya minta om tepati kata-kata om untuk melepaskan Ciara!" ucapnya tegas.


"Tidak semudah itu Galen, kamu harus serahkan dulu uang itu ke saya! Baru nanti saya akan berikan Ciara ke kamu, jadi ayo cepat berikan uang itu!" ucap Davin.


Tanpa ragu, Galen menyeret dua koper di tangannya dan mendorongnya sedikit ke arah pamannya. Davin sontak tersenyum lebar, ia menahan dua koper itu dan membukanya untuk melihat isinya. Seketika Davin membulatkan matanya, karena ternyata memang benar di dalam koper tersebut terdapat uang dalam jumlah sangat banyak.


"Bagaimana om? Apa saya sudah bisa bertemu dengan adik saya?" tanya Galen.


Davin menutup kembali koper itu sambil terkekeh kecil, "Ahaha, ya tentu Galen. Sebentar ya?" ucapnya seraya merogoh saku celananya.


Galen mengernyit heran, "Apa maksud om?" tanyanya tak mengerti.


Lalu, tampak Davin menyerahkan ponsel milik Ciara yang menampakkan foto gadis itu tengah nyaris tak berbusana. Sontak saja Galen tak terima, ia langsung meraih ponsel tersebut dan menghapus foto itu dari sana. Sedangkan Davin tertawa saja melihat reaksi Galen saat ini, seolah-olah Davin memang sengaja ingin mengerjai ponakannya itu.


"Apa maksud om? Kenapa om cuma serahin hp Ciara? Dimana Ciara sekarang om? Saya minta om lepaskan adik saya itu dan jangan apa-apain dia, om!" tegas Galen.


"Hadeh, itu kan saya sudah serahkan Ciara ke kamu, eh malah dihapus. Berarti kita sudah impas dong? Udah ya saya pergi dulu?" ucap Davin.

__ADS_1


"Tunggu om!" teriak Galen dengan lantang dan penuh emosi.


Davin mengurungkan niatnya, ia kembali menatap wajah Galen disertai senyuman seringainya. "Ada apa lagi, Galen? Masih kurang, hm?" ujarnya.


Galen yang emosi bergerak menghampiri Davin dan langsung memukul wajah pamannya itu sampai sang empu terjatuh ke jalan dengan tangan memegangi pipinya, Galen sudah tidak bisa lagi menahan diri karena ia merasa telah ditipu dan dikerjai oleh pamannya itu saat ini.


Bugghhh




Disisi lain, Libra masih belum bisa mencerna mengapa Ciara berada di rumah Nadira saat ini. Sedangkan sebelumnya Tiara mengatakan jika Ciara tengah diculik oleh pamannya dan berada dalam bahaya, maka dari itu Libra pun mendekati Ciara untuk meminta penjelasan darinya terkait semua ini.


Nadira serta Gavin juga ikut terkejut saat Libra mengatakan jika Ciara diculik, pasalnya sedari tadi mereka berdua tak mendapat kabar apapun dari Galen maupun Tiara mengenai kondisi Ciara. Ya sehingga mereka santai-santai saja disana tanpa khawatir memikirkan gadis itu.


"Ciara, benar kamu diculik sayang? Jawab mama!" tanya Nadira sembari menangkup wajah putrinya.


"Eee papa sama mama gausah khawatir ya? Aku kan sekarang ada disini, berarti tandanya aku gak diculik dong?" ucap Ciara.


"Tapi tadi Tiara telpon aku, dia bilang kamu lagi diculik dan dalam bahaya. Malahan penculiknya itu minta uang tebusan lima milyar, dan sekarang Galen juga lagi menuju kesana," sela Libra.


"Apa? Kak Galen pergi mau temuin om Davin buat cari aku dan bawa uang lima milyar, om?" kaget Ciara.


"Hah? Om Davin?" Nadira sontak terkejut.


"Eee..." Ciara pun dibuat gugup dan kebingungan harus menjelaskan bagaimana.


"Ceritakan ke kami Ciara, ada apa sebenarnya! Kenapa kamu sebut nama om Davin barusan? Apa ini semua ada sangkut pautnya dengan orang itu? Dia yang menculik kamu, iya?" tanya Gavin.

__ADS_1


"Pa, a-aku..."


"Ayo kamu jelaskan sekarang sayang! Mama benar-benar khawatir loh sama kamu dan kakak kamu!" potong Nadira.


"Ma, kayaknya kita harus cepat-cepat susulin kak Galen deh! Soal ini bisa aku jelasin nanti, sekarang kita harus bisa tolong kak Galen sebelum dia tiba di tempat om Davin!" ucap Ciara.


"Iya mbak, Ciara benar. Kamu tahu lokasinya kan Ciara?" ujar Libra.


Gadis itu mengangguk pelan, "Iya tahu kok, aku baru aja habis dari sana. Dan aku yakin kak Galen sekarang juga pasti ada disana," jawabnya.


"Okay, ayo kita kesana!" ajak Libra.


"Tunggu! Biar papa ikut sama kalian, papa yang akan bereskan si Davin itu!" pinta Gavin.


"Mama juga ikut!" sahut Nadira.


"Jangan ma! Ini bahaya buat mama, mending mama tunggu disini aja! Aku sama papa dan om Libra yang akan kesana," ucap Ciara.


"Tapi sayang, mama juga khawatir sama kakak kamu. Mama kepengen tahu kondisi dia sekarang gimana," ucap Nadira.


"Iya aku ngerti ma, tapi sebaiknya mama tetap disini. Aku gak mau mama jadi incaran om Davin juga nanti," ucap Ciara.


"Sayang, kamu nurut aja ya! Kamu di rumah, nanti aku minta Tiara buat kesini temani kamu. Gapapa kan?" ucap Gavin.


"Yaudah deh mas, kalian hati-hati ya! Jangan sampai ada yang kenapa-napa!" ucap Nadira.


Ciara, Libra dan Gavin kompak mengangguk. Lalu, mereka bertiga bergegas keluar dari rumah untuk menuju mobil, Libra dengan Ciara naik ke mobil milik pria itu, sedangkan Gavin seorang diri menyetir di belakang mereka.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2