Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 78. Tidak tahu tempat


__ADS_3

Keesokan harinya, Libra mendatangi kantor polisi tempat Davin ditahan kemarin, pria itu sengaja ingin menengok kondisi Davin yang baru saja ditangkap sekaligus ingin mengejeknya. Ya Libra hendak melakukan balas dendam pada Davin, sebab apa yang dilakukan Davin kemarin pada Ciara sangat-sangat mengundang emosi. Jika saja Libra tidak datang, maka pasti Ciara sudah habis menjadi santapan dari pria mesum tersebut yang sangat menyebalkan.


Tak lama kemudian, Davin datang bersama seorang polisi yang mengawalnya. Libra tersenyum menatap ke arah pria itu, lalu mereka duduk berhadapan dengan saling menunjukkan ekspresi yang berbeda. Davin tampak tak menyukai kehadiran Libra disana, sedangkan Libra justru terkekeh kecil melihat kondisi Davin saat ini. Terlihat jelas wajah Davin yang penuh luka, sepertinya Davin baru saja mendapat pelajaran dari para tahanan lain.


"Hahaha, itu muka kenapa mas? Kena hajar sama tahanan lain ya gara-gara mas masuk penjara karena hampir memperkosa ponakan sendiri?" kekeh Libra mengejek pria itu.


"Diam kamu Libra! Mau apa kamu kesini? Saya tidak ingin bertemu kamu sekarang!" geram Davin.


"Sebentar Davin, ada yang ingin saya perlihatkan ke kamu loh. Saya yakin kamu pasti akan sangat terkejut melihatnya nanti," ucap Libra menyeringai.


"Apa maksud kamu?" tanya Davin penasaran.


Libra tersenyum saja, kemudian mengambil ponsel miliknya dari saku celana dan membuka galerinya. Lalu, Libra pun menunjukkan sebuah video yang berisi dirinya beserta Ciara semalam. Davin sontak terperangah, tak menyangka jika Libra lah yang telah memanfaatkan momen semalam dan melakukan tindakan tidak benar pada tubuh Ciara.


"Sial! Apa yang kamu lakukan bodoh? Berani sekali kamu menyentuh tubuh Ciara!" geram Davin.


"Hahaha, baru segini saja kamu sudah emosi Davin. Bagaimana kalau saya tunjukkan permainan panas saya semalam dengan Ciara, hm? Omong-omong, makasih ya karena berkat obat yang kamu kasih ke Ciara jadinya saya bisa ngelakuin ini!" ujar Libra.


"Kurang ajar! Apa yang sudah kamu lakukan ke Ciara? Saya tidak terima, akan saya bunuh kamu Libra!" Davin amat emosi dan hendak memukul Libra dengan kedua tangannya.


Namun, polisi lebih dulu menahannya karena tak ingin terjadi keributan. Akhirnya polisi juga membawa Davin kembali ke sel, meski pria itu tak terima dan terus berteriak mengancam akan membunuh Libra dengan tangannya sendiri. Libra tentu tidak takut, ia hanya tersenyum santai seolah puas dengan reaksi yang ditunjukkan Davin tadi.


"Davin Davin, saya yakin kamu akan membusuk di penjara dalam waktu yang lama!" gumam Libra.

__ADS_1


Setelahnya, Libra ikut pergi dari sana berniat kembali menemui gadisnya yang sudah sangat ia rindukan. Ya meski baru beberapa jam tidak bertemu, tetapi rasanya Libra sudah tidak tahan lagi ingin bertemu dengan kekasihnya itu. Libra pun memutuskan mendatangi sekolah gadis itu, walau saat ini jam pulang belum tiba dan masih menyisakan beberapa jam lagi bagi para murid untuk pulang.




Sesampainya di sekolah, pria itu bergegas turun dari mobil sembari menyisir rambutnya. Saat ditanya mengenai keperluannya, Libra hanya menjawab kalau dirinya ingin menemui seseorang di dalam sana. Satpam yang berjaga disana pun tidak bisa menahan keinginan pria itu, karena tahu bahwa Libra adalah adik dari Nadira selaku ibu Ciara.


Libra tampak menyusuri lorong sekolah itu, suasana sangat sepi karena para murid masih mengikuti pelajaran di masing-masing kelas. Namun, Libra tak kehilangan akal untuk bisa menemui Ciara saat ini juga. Dirinya amat merindukan gadis itu, dan tidak bisa menunda-nunda lagi. Akhirnya Libra mengirim pesan ke nomor Ciara, yang berisi kalau ia meminta Ciara keluar kelas dan menemuinya di toilet.


Saat ini Ciara sedang asyik mendengarkan penjelasan dari gurunya, tapi kemudian ponsel miliknya bergetar menandakan ada pesan yang masuk. Dengan berhati-hati Ciara membuka pesan itu dan membacanya, ia terkejut karena ternyata Libra berada di sekolahnya dan memintanya untuk turun menemui pria itu.


Karena tak memiliki pilihan lain, Ciara terpaksa menuruti kemauan pamannya itu. Ia pun memikirkan cara untuk memberi alasan pada gurunya, ia berkata ingin pergi ke toilet sehingga gurunya pun dengan senang hati memberi izin. Setelahnya, gadis itu langsung melangkah keluar kelas dan menuju tempat dimana Libra berada.


Sambil terus celingak-celinguk menatap sekitar, Ciara hendak memastikan kalau tidak ada siapapun yang mengikutinya. Kini Ciara memasuki toilet di lantai bawah sesuai perkataan pamannya, dan benar saja disana sudah terdapat sosok Libra yang telah menunggunya. Sontak Ciara pun bergerak mendekat ke arah pria itu, begitu juga dengan Libra yang tersenyum dan mengusap wajahnya.


"Mmhhh lepas om, jangan kayak gini ini di sekolah! Nanti ada yang lihat bisa repot, yang ada kita dituduh berbuat mesum loh!" protes Ciara.


Namun, Libra seolah tak perduli dan malah mempererat pelukannya pada Ciara. Pria itu sepertinya memang sangat merindukan Ciara, sehingga ia tidak menggubris perkataan Ciara yang terlihat sangat panik. Ya tentu Ciara tak ingin jika ada yang melihat mereka nanti, lalu salah paham dan malah mengira yang tidak-tidak.


"Aku gak perduli sayang, aku ini kangen banget sama kamu dan aku pengen lampiaskan itu dengan peluk kamu selama mungkin!" ucap Libra tegas.


"Iya aku ngerti om, tapi gak gini juga kali. Om kan masih bisa peluk aku di rumah nanti, udah ya om lepasin aku? Aku takut ada yang ke toilet terus lihat kita nanti," ucap Ciara panik.

__ADS_1


"Sebentar dulu sayang, kamu nikmati aja deh pelukan hangat dari aku!" ucap Libra.


"Om, yuk deh kita ke kantin aja ya! Kalau lama-lama disini aku takut khilaf dan terjadi sesuatu yang gak diinginkan," ucap Ciara memaksa.


Libra tersentak lalu melepas pelukannya dan menatap wajah Ciara dengan serius, ia mengernyit tanda heran karena tak mengerti apa yang dimaksud oleh Ciara. Sedangkan gadis itu spontan menutupi mulutnya menggunakan kedua tangan, tapi dengan cepat juga Libra menarik tangan Ciara dan menggenggam telapak tangannya dengan kuat.


"Kamu bicara apa tadi? Memangnya kamu pengen ya khilaf sama aku disini, hm? Udah mulai nakal ya kamu Ciara?" goda Libra.


"Apa sih om? Gak gitu maksud aku! Aku tuh—mmpphh..."


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Libra yang sudah tak tahan langsung saja melahap kasar bibir gadisnya itu dan mendorongnya sampai menyentuh dinding kamar mandi. Tak lupa kedua tangan Ciara ditaruh di atas kepala gadis itu sendiri sembari digenggam dengan kuat, tak ada perlawanan dari Ciara karena memang Libra begitu pintar memancing gairahnya selama ini.


Tanpa diduga, tiba-tiba saja seseorang muncul disana dan terkejut melihat pemandangan itu. Ya siapa yang mengira, kalau ternyata di dalam toilet itu tengah ada sepasang kekasih yang asyik bercumbu. Tentu saja gadis yang tak lain Cleo itu reflek menutup mata dan berteriak kecil, membuat Ciara serta Libra menghentikan aktivitasnya.


"Aaaaa mataku ternodai..." teriakan Cleo itu didengar jelas oleh Ciara, gadis itu pun terbelalak dan langsung mendorong tubuh Libra dengan kuat sampai ciuman mereka terlepas.


"Hah Cleo??"


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...•...

__ADS_1


...•...


...HEHE LAGI ASYIK-ASYIKNYA MALAH KEPERGOK SAMA ORANG NIH, PADAHAL OM LIBRA BARU MAU NGELAKUIN YANG LEBIH HOT😋...


__ADS_2