Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 123. Terluka parah


__ADS_3

Keenan yang sedang berada di dalam mobilnya dan tengah menuju rumah, tanpa sengaja melihat dua mobil yang tidak asing di matanya itu melaju dengan kecepatan tinggi melewatinya. Keenan pun terlihat penasaran dibuatnya, ia berpikir keras sampai akhirnya berhasil mengetahui siapa pemilik mobil yang tadi ia temui itu.


Ya Keenan tahu betul, bahwa itu merupakan mobil milik Nadira yang dahulu sering digunakan untuk menjalankan misi. Namun, Keenan heran mengapa Nadira melajukan mobilnya secepat itu dan apa yang membuatnya sampai seperti itu. Kini Keenan memilih menghentikan mobilnya sejenak, lalu berputar balik untuk mengejar mobil Nadira.


Keenan khawatir jika terjadi sesuatu pada Nadira nantinya, meski ia belum tahu apa yang hendak dilakukan Tiara saat ini. Keenan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, berusaha mengikuti mobil Nadira yang sudah menjauh di depan sana. Akan tetapi, usahanya justru membuatnya hampir bertabrakan dengan mobil yang tiba-tiba muncul di depannya dari sebuah gang.


Ciiittt


Reflek Keenan menginjak rem secara mendadak, untungnya ia masih bisa menghentikan mobilnya sebelum terjadi tabrakan parah disana. Pria itu terlihat begitu panik, nafasnya tersengal-sengal dan sulit baginya untuk bisa menenangkan diri. Ia melihat ke depan, lalu mobil milik Nadira sudah tak tampak di matanya saat ini.


"Aaarrrgghhh sial! Saya jadi kehilangan jejak deh, gimana ini ya? Saya khawatir banget sama bu Nadira, beliau pasti sedang ada masalah!" gumam Keenan sembari memukul setirnya.


Disaat Keenan tengah marah-marah sendiri, pemilik mobil yang tadi nyaris ia tabrak itu keluar dari mobilnya dan tampak menghampirinya. Ternyata pengemudi mobil itu adalah seorang wanita, dan kini wanita itu terlihat begitu emosi padanya karena kejadian tadi yang nyaris membuatnya tertabrak.


Karena ingin bertanggung jawab dan menyelesaikan masalahnya, Keenan pun turun dari mobil untuk menemui wanita tersebut. Mereka saling berhadapan, tanpa banyak basa-basi wanita itu langsung saja menyampaikan amarahnya kepada Keenan dengan kalimat kasar.


"Heh! Lo punya mata gak sih, ha? Bisa-bisanya lu bawa mobil sekencang itu di jalan raya, hampir aja mobil lu tadi nabrak gue!" geram si cewek.


"I-i-iya mbak, saya minta maaf. Tadi saya sedang mengejar seseorang yang saya kenali, makanya saya melaju dengan kencang. Lagian mbak sendiri sih yang main masuk gitu aja, harusnya lihat kanan kiri dulu mbak!" ucap Keenan berusaha tenang.


"Mbak? Nama gue Cleo, dan gue ini baru lulus kuliah!" sentak si cewek.


"Oh iya, halo mbak Cleo! Selamat ya atas kelulusannya!" ucap Keenan disertai senyum tipisnya.


Cleo yang mendengar itu seketika merasa emosi, ia menggeram kesal dan melangkah semakin dekat ke arah Keenan dengan satu tangan terkepal disertai rahang yang gemetar. Cleo tidak terima dengan kelalaian Keenan dalam mengemudi tadi, sehingga kini Cleo berniat meminta tanggung jawab dari pria yang sudah berusia dua kali lipat darinya.


"Lo udah tua tapi songong banget ya? Bukannya ngaku salah, malah kayak gitu!" cibir Cleo.


Keenan tersenyum dan mengernyitkan dahinya, ia heran mengapa Cleo terlihat semarah itu serta mengatakan dirinya tidak mau mengakui kesalahan. Padahal, sedari tadi Keenan hanya terdiam lalu menyapa Cleo dengan ramah dan baik. Keenan juga tak menyangka jika gadis jaman sekarang tidak mempunyai sopan santai, bahkan dengan orang yang lebih tua saja berani bersikap seperti itu.


"Dengar ya Cleo, saya ini gak songong loh. Justru daritadi kamu tuh yang gak bisa tenang, santai aja kali ngomongnya gausah pake urat kayak gitu!" ucap Keenan dengan tegas.


"Cih, suruh siapa lu gak mau minta maaf sama gue! Lo itu udah salah tadi, hampir aja mobil lu nabrak mobil gue!" sentak Cleo.


"Iya iya, okay saya minta maaf. Sekarang kamu juga harus minta maaf sama saya, karena kamu sudah berani membentak saya! Saya ini seusia bapak kamu loh, harusnya hormat dong!" ucap Keenan.


"Gue gak perlu minta maaf sama lu, udah ah gue mending pergi dari sini!" ketus Cleo.


Cleo langsung membalikkan tubuhnya dan berniat pergi dari sana untuk kembali ke mobilnya, namun tiba-tiba Keenan mendekat dan mencengkram lengannya dengan kuat seolah tak membiarkan gadis itu untuk pergi. Sontak Cleo terkejut, ia tidak tahu apa yang diinginkan Keenan sampai berani menyentuhnya seperti itu.


"Apaan sih om? Lepasin tangan gue deh, gausah sembarangan nyentuh orang kayak gitu!" geram Cleo tampak emosi.


"Hey, kamu itu pernah diajarin sopan santun gak sih sama orang tua kamu! Ayo, minta maaf sama saya sekarang!" sentak Keenan.


"Dih, gue gak mau! Disini lu yang salah kok, bukan gue!" ucap Cleo dengan tegas.


Keenan tersenyum menyeringai, tangannya itu dengan cepat mencengkram kuat lengan si gadis sampai membuat Cleo meringis menahan sakit. Cleo pun terlihat keheranan, matanya menatap wajah Keenan dengan bingung sembari meminta dilepaskan. Namun, sepertinya Keenan tak perduli dan malah semakin mencengkram nya kuat.

__ADS_1


"Awhh aduh sakit tau, lepasin dong om! Ish, gue teriak nih kalo gak dilepasin!" kesal Cleo.


Tak ada jawaban dari Keenan, membuat Cleo semakin kesal dan berusaha melepaskan diri dengan sekuat tenaga. Akan tetapi, usahanya itu sia-sia lantaran tenaga Keenan sangat kuat dan tidak bisa dilawan olehnya. Cleo pun hendak berteriak meminta pertolongan, akan tetapi Keenan juga dengan cepat menutup mulut gadis itu.


"Mmpphh mmpphh!!"


"Kamu diam Cleo! Sebelum kamu mau minta maaf sama saya, saya gak akan lepaskan kamu dan juga kamu jangan harap untuk bisa lepas dari saya sekarang!" kecam Keenan.


Cleo melotot tak percaya, jantungnya semakin berdebar kencang dan merasakan ketakutan yang amat sangat akibat ucapan pria itu. Tentu Cleo tidak mungkin berdiam saja jika Keenan berniat untuk menangkapnya, apalagi membawanya pergi dari sana menuju tempat yang misterius.


"Hayo, kamu mau minta maaf atau enggak? Saya gak main-main loh, asal kamu tahu saya ini pernah bekerja sebagai kaki tangan seorang mafia besar! Saya sudah paham seperti apa kerja mereka," ucap Keenan menyeringai.


Lagi-lagi Cleo dibuat ketakutan ketika mendengar ucapan Keenan, ia langsung menganggukkan kepalanya pertanda ia mau menuruti apa yang diminta oleh lelaki itu. Akhirnya Keenan tersenyum, melepaskan mulut Cleo dan membiarkan gadis itu untuk berbicara seperti yang diinginkannya.


"Yasudah, ayo cepat kamu minta maaf sama saya sekarang!" titah Keenan.


Cleo menundukkan wajahnya sembari menelan saliva dengan susah payah, gadis itu merasa gugup dan kebingungan. Pasalnya, Cleo memang belum pernah berhadapan dengan orang tua seperti Keenan di jalanan seperti ini. Cleo pun terlihat gelagapan, ia bingung harus mulai berbicara darimana agar Keenan tidak marah.


"Eee gu-gue...."


"Aku!" Keenan menyela dan memberi perintah Cleo untuk merubah tutur katanya.


"I-i-iya, maksudnya aku." Cleo mengganti ucapannya sesuai permintaan pria itu.


"Aku minta maaf ya om? Aku udah gak sopan sama om tadi, tolong lepasin aku om dan biarin aku pulang! Kalau enggak, nanti orang tua aku nyariin loh om," sambungnya dengan wajah memelas.


Keenan terkekeh dibuatnya, ekspresi serta ucapan gadis itu benar-benar berhasil membuat pria itu gemas dan tidak tahan saat melihatnya.




Tiara menatap tajam ke arah dua orang itu, ia juga mencari-cari dimana keberadaan suaminya yang sangat ia khawatirkan. Tiara pun tampak semakin maju mendekati Jessica dan juga Bagas, ia bertanya pada keduanya mengenai sosok Galen yang saat ini memang menjadi tawanan mereka.


"Jessica, dimana kamu sembunyikan suami saya? Kamu bilang kamu mau serahin dia ke saya, kenapa sekarang mas Galen gak ada disini?" tanya Tiara.


"Kamu serahkan dulu berkas perusahaan milik Galen itu ke kami, Tiara!" sela Bagas.


"Hah? Kamu pikir saya bodoh? Saya gak akan serahkan ini semua, sebelum saya bertemu dan melihat langsung kondisi suami saya!" tegas Tiara.


"Baiklah."


Bagas tampak memeluk tangannya seolah memberi kode, benar saja karena tak lama kemudian muncul dua sosok pria dari atas tanah tinggi di sebelahnya yang terlihat membawa seorang lelaki dalam kondisi lemas. Tiara melihatnya, ia langsung menyadari bahwa lelaki itu adalah Galen alias suaminya.


"Mas Galen!" Tiara berteriak dan hendak menghampiri sang suami, tetapi ditahan oleh Bagas juga Jessica.


"Tunggu dulu Tiara, kamu baru boleh temuin dia begitu kamu serahkan berkas itu ke kami!" ucap Bagas.

__ADS_1


"Haish, ambil ini!" Tiara langsung memberikan berkas di tangannya itu kepada Bagas.


Lagi-lagi Bagas menahan langkah Tiara yang ingin menghampiri suaminya, ya Bagas meminta Tiara untuk sabar karena lelaki itu ingin memastikan sejenak apakah dokumen yang diberikan Tiara barusan benar atau palsu. Tiara pun menurut, ia tidak bisa apa-apa selain mengikuti arahan Bagas.


"Gimana? Apa benar dokumen itu asli?" tanya Jessica pada kekasihnya, tentu saja Bagas menjawab dengan anggukan disertai senyuman.


Kini Jessica dan Bagas kompak menatap ke arah Tiara sambil tersenyum puas, mereka senang karena ternyata Tiara tidak membohongi mereka karena dokumen itu memang benar milik Galen. Setelah itu, Tiara langsung berniat menghampiri Galen disana karena ia telah menyerahkan dokumen tadi.


Kali ini tidak ada halangan lagi dari Jessica maupun Bagas, tetapi terlihat Bagas memberi kode pada salah seorang anak buahnya yang memegang Galen disana. Dan saat itu juga, kedua anak buahnya mendorong tubuh Galen hingga jatuh terguling ke bawah sampai berhenti di jalur aspal.


Tiara yang melihat itu sontak terkejut, begitu juga dengan Leon serta Liam. Tiara pun berteriak histeri, dengan cepat ia menghampiri suaminya itu lalu menangis karena melihat kondisi Galen yang begitu lemah dan dipenuhi luka. Ya Galen juga sudah tak sadarkan diri, banyak darah di area wajahnya sampai membuat Tiara begitu syok.


"Mas, mas bangun mas! Jangan tinggalin aku, kasihan Askha kalau harus kehilangan suaminya mas!" rengek Tiara.


Disaat Tiara sedang mengalami kesedihan yang amat sangat, Leon dan juga Liam berlari mengejar Jessica maupun Bagas yang melarikan diri sesudah berhasil mendapatkan dokumen itu. Leon berhasil mencegah Jessica sebelum wanita itu menaiki mobilnya, ia menarik lengannya tepat saat Jessica hendak membuka pintu mobil.


"Kamu mau kemana? Saya gak akan biarkan wanita jahat seperti kamu lepas!" geram Leon.


Jessica tampak ketakutan saat Leon mencengkram tangannya dengan kuat dan tidak membiarkan ia untuk kabur dari sana, bahkan Leon juga memaksa Jessica agar mau ikut dengannya. Sedangkan Bagas sudah berhasil masuk ke dalam mobilnya, pria itu langsung memacu kendaraannya dengan cepat tanpa memperdulikan kekasihnya disana.




Ciara dan Libra tengah menikmati hiburan musik di sebuah tempat yang tidak jauh dari rumah mereka, ya kebetulan Libra memang ingin memanjakan Ciara malam ini agar wanita itu tidak lagi memikirkan hal-hal yang di luar nalar. Sampai kapanpun, Libra tak mungkin mau menikah lagi dan menduakan cintanya kepada Ciara.


Keduanya tampak begitu puas dengan penampilan grup band di atas panggung itu, ya karena Ciara juga sangat mengidolakan band itu. Sepanjang acara, mereka terus meloncat-loncat kegirangan menikmati alunan musik yang indah. Ciara sampai lupa jika dirinya saat ini tengah mengidap sakit yang parah, karena mungkin terlalu asyik sendiri.


Libra yang memang tidak tahu apa-apa, hanya membiarkan Ciara melakukan apa yang dia inginkan. Tidak mungkin Libra melarangnya, sebab ia sudah bertekad kalau malam ini ia akan membuat Ciara bahagia dan melupakan rencana buruknya yang memintanya untuk menikah lagi.


Namun, tak lama kemudian Ciara merasakan pusing yang amat sangat pada bagian kepalanya. Pandangannya juga sudah mulai kabur, disertai keringat yang menetes di area wajahnya. Tubuh Ciara melemas seketika, membuat wanita itu sulit untuk menahan dirinya saat ini.


"Akh! Aku kenapa ya? Apa karena penyakit yang aku derita?" batin Ciara.


Sontak Libra merasa terkejut ketika melihat istrinya tiba-tiba terdiam tanpa bergerak sedikitpun, Libra pun penasaran dan langsung mendekap tubuh Ciara dari samping untuk memastikan kondisinya. Libra khawatir terjadi sesuatu pada sang istri, sehingga ia meminta Ciara untuk menepi sejenak.


"Sayang, kamu kenapa? Ada yang sakit atau apa sayang?" tanya Libra dengan nada cemas sembari menangkup wajah istrinya.


Ciara menggeleng lemas, wanita itu sudah tak mampu menahan dirinya lagi untuk tetap kuat. Ya setelahnya, Ciara pun kehilangan kesadaran dan pingsan tepat di dalam pelukan suaminya. Libra tentu sangat panik, ia langsung berlari menggendong tubuh Ciara dan membawanya ke dalam mobil untuk segera menuju rumah sakit.


Karena sudah terlanjur cemas, Libra memilih membawa Ciara ke rumah sakit yang paling dekat dari tempatnya saat ini. Libra pun menghentikan mobilnya, lalu membopong tubuh Ciara dan berteriak memanggil bantuan. Barulah Ciara dibawa menggunakan brankar dorong oleh Libra beserta perawat yang ada disana, Ciara pun segera diperiksa oleh dokter dengan ditemani Libra di sisinya. Dan saat itu, Ciara juga telah sadarkan diri.


"Dok, gimana kondisi istri saya dok?" tanya Libra yang terlihat begitu mencemaskan istrinya.


Dokter itu tersenyum, ia beralih menatap wajah Ciara yang terbaring lemah disana sambil bersiap menanyakan sesuatu.


"Kapan terakhir kamu menstruasi?" ujar dokter itu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2