
Ciara baru sampai di rumah setelah pulang sekolah tadi, ia bersama pamannya kini melangkah masuk ke dalam rumah besar tersebut dengan senyum merekah di wajah masing-masing. Jujur Ciara selalu merasa bahagia dan nyaman ketika bersama Libra seperti sekarang ini, bahkan sebentar saja tidak bertemu dengannya membuat Ciara tidak bisa tenang dan selalu cemas memikirkan pria itu.
Baru saja Ciara mengalihkan wajahnya menatap pamannya itu, tetapi Libra lebih dulu merengkuh pinggang gadis itu dan mencium lehernya. Ciara pun melenguh dibuatnya, ia reflek menggigit bibir serta meremas rok yang ia kenakan sebagai bentuk kenikmatan yang ia alami. Padahal Libra hanya melakukan itu, namun rasanya Ciara benar-benar menikmati semua itu dan seolah ingin lebih.
"Mmhhh om, aku belum mandi tau. Om jangan cium-cium aku dulu, gak enak aku kalau om malah kebauan nanti!" ucap Ciara berusaha mendorong tubuh pamannya agar menjauh.
Namun, bukan Libra namanya jika menurut begitu saja pada apa yang dikatakan Ciara. Ya pria itu justru semakin mempererat pelukannya pada pinggang ramping Ciara dan terus menciumi ceruk leher sang ponakan yang membuatnya tergila-gila, Ciara sendiri juga dibuat merem melek kali ini akibat perlakuan pamannya yang tidak diduga-duga itu.
"Bau kamu itu justru bikin saya makin suka, Ciara. Lagian walau kamu keringetan begini, kamu tetap wangi dan kelihatan makin cantik loh. Makanya saya gak bisa tahan diri," ucap Libra sensual.
"Om cukup, aku takut bik Vita lihat kita dan salah paham! Aku mohon!" pinta Ciara memelas.
Akhirnya Libra terpaksa menahan diri dan mengakhiri semua itu sampai disana, Libra menjauh tapi tidak melepaskan pelukannya. Tampak sorot mata pria itu juga terus mengarah ke aset bagian atas tubuh sang gadis, yang memang selalu membuatnya tergoda dan hilang akal. Jika saja disana tidak ada bik Vita, mungkin Libra akan terus menancap gas menggarap tubuh Ciara lebih jauh.
"Om, udah ya aku mau mandi dulu? Abis itu katanya om minta ditemenin jalan kan?" ucap Ciara gugup
Libra tersenyum sembari mengusap rambut gadis itu, "Iya sayang, kalo gitu kita mandi bareng yuk!" ucapnya yang membuat Ciara terkejut.
"Hah maksudnya??" tanya Ciara memastikan.
"Iya, kita mandi bareng. Kamu mandi di kamar kamu, terus saya di kamar saya. Begitu aja masa gak paham sih?" jawab Libra santai.
__ADS_1
"Ohh, a-aku kira anu.." Ciara tampak merasa malu karena pikiran kotornya tadi.
"Anu apa? Oh kamu kepengen kita mandi berdua gitu ya maksudnya?" Libra justru dengan sengaja menggoda gadis itu.
Sontak Ciara semakin bersemu dibuatnya, wajah gadis itu sudah sangat merah bagai udang rebus akibat perkataan Libra barusan. Libra sendiri terkekeh saja melihat reaksi ponakannya itu, lalu dengan sengaja ia melepas pinggang Ciara dan berjalan lebih dulu meninggalkannya. Ya Libra pun melangkah menuju kamarnya, sedangkan Ciara masih tetap diam disana karena malu.
"Ih Ciara, kamu harusnya jangan mikir yang enggak-enggak kayak gitu tadi! Tuh kan om Libra jadi tinggalin kamu, dia pasti jijik deh sekarang dan gak mau dekat-dekat lagi sama aku!" gumam Ciara di dalam hatinya terus merasa bersalah.
Perlahan Ciara melangkahkan kakinya menyusul sang paman, ia menaiki tangga lalu masuk ke dalam kamar dan buru-buru menutup pintu. Tak lama kemudian, Libra memunculkan wajahnya dari balik pintu kamarnya dan memandang ke arah kamar Ciara yang sudah tertutup rapat. Libra terkekeh kecil sembari menutupi mulutnya, barulah kemudian dia kembali masuk dan juga mengunci pintu.
•
•
Akan tetapi, semua itu sirna karena rasa buang air yang makin mencuat. Libra pun berjalan masuk ke dalam toilet yang ada di kamarnya, ia melakukan kegiatan itu secara singkat dan lalu langsung keluar karena berniat untuk melanjutkan mimpinya. Ya Libra kembali tergeletak di atas ranjang, berusaha menutup mata serta menggunakan selimut yang tebal agar mimpinya kembali lagi.
Tapi itu tak semudah yang ia bayangkan, karena nyatanya tertidur kembali setelah terbangun adalah hal yang lumayan sulit dilakukan. Begitu juga dengan Libra, pria itu malah terbangun kembali dan terduduk di atas kasur sambil mengacak-acak rambut penuh kesal karena gagal melanjutkan tidurnya. Ia justru merasa haus, sehingga memilih bangkit dan berdiri kembali untuk mengambil minuman.
"Duh, minuman di gelas habis lagi! Terpaksa deh ke dapur buat ambil minum, huft!" gumamnya lirih.
Akhirnya Libra melangkah keluar kamarnya dengan mata masih mengantuk, ia terus menguap sembari mengucek-ngucek matanya dan menuruni tangga sambil membawa gelas kosong di tangan. Begitu tiba di dapur, pria itu bergegas mengambil air putih yang tersedia dan menuangnya ke dalam gelas yang ia bawa tadi sampai terisi penuh. Kemudian, tentunya ia meminum semua air itu dengan lahap.
__ADS_1
"Huh lega! Tapi, rasanya saya jadi susah buat tidur lagi nih. Gimana ya? Masa iya saya begadang aja? Mana masih jam satu lagi," ujar Libra kebingungan.
Karena tidak ada pilihan lain, pria itu memilih kembali ke atas dan berniat memasuki kamarnya untuk mencoba melanjutkan tidurnya walau ia rasa akan sangat sulit. Namun, begitu melewati kamar tidur Ciara tiba-tiba Libra merasa ingin berhenti karena penasaran seperti apa Ciara saat sedang tertidur. Ya sebab malam ketika mereka tidur berdua, Libra tidak bisa fokus melihat wajah Ciara karena terus memperhatikan gunung milik gadis itu.
"Kira-kira Ciara kalau tidur itu mulutnya nganga apa enggak ya? Ah saya jadi penasaran, masuk aja deh siapa tahu gak dikunci!" ucap Libra usil.
Ceklek
Perlahan Libra membuka pintu kamar gadis itu, dan ternyata memang tidak terkunci. Sontak Libra menyeringai, lalu memasuki kamar tersebut yang masih terang karena Ciara memang tidak bisa tidur dalam kondisi gelap. Tak lupa Libra menutup kembali pintu, barulah ia menghampiri Ciara yang masih tertidur pulas disana dengan balutan selimut.
Libra tersenyum melihat Ciara yang justru bertambah cantik saat sedang tidur, niatnya mengusili gadis itu dengan memfotonya pun tidak jadi karena menurutnya percuma saja. Ya tidak ada gunanya ia mengambil foto Ciara saat ini, pasalnya gadis itu malah tertidur dalam keadaan cantik dan tak seperti manusia pada umumnya.
"Duh, kamu itu manusia atau bidadari sih Ciara? Saya sampai bingung lihatnya, lagi tidur aja kamu masih bisa secantik ini. Saya jadi pengen tidur di sebelah kamu seperti waktu itu," gumam Libra.
Tanpa berpikir panjang, Libra naik ke atas ranjang itu dengan perlahan-lahan agar tak mengusik tidur ponakannya. Pria itu masuk ke dalam selimut yang sama dengan Ciara, kemudian tangannya melingkar di pinggang sang gadis dan merapatkan tubuhnya. Ia benamkan wajah pada leher gadis itu, sampai lama-kelamaan rasa kantuk mulai menyerangnya dan ia pun ikut tertidur disana.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...•...
__ADS_1
...•...
...SEKARANG KASIH YANG HAPPY² DULU, ABIS ITU BARU DEH ADA BENCANA YANG BIKIN SEDIH🥲...