Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 54. Kecewa


__ADS_3

Ciara kini memilih datang ke kantin dan duduk disana sambil memesan minuman, ya jujur ia tak tahu lagi harus kemana selain kesana karena hanya kantin lah tempat yang paling nyaman dan aman bagi setiap murid yang diusir dari kelasnya. Meski baru pertama kali, tapi Ciara tak terlihat begitu sedih karena ia tidak ingin terlalu memperpanjang masalah yang akan membuatnya sulit fokus.


Gadis itu terduduk santai di tempat favoritnya, suasana disana cukup sepi dan hanya ada beberapa murid yang entah bolos atau diusir juga seperti dirinya. Namun, suasana inilah yang dibutuhkan Ciara agar ia bisa menenangkan diri tanpa takut ada gangguan atau kembali dimarahi oleh guru saat di kelas tadi yang sampai membuatnya ketakutan.


Ciara pun menyedot santai minumannya sembari melirik ke kanan dan kiri, sesekali ia mengambil nafas panjang untuk menambah ketenangan diri. Tapi tak lama kemudian, seseorang justru datang dan membuatnya cukup terkejut. Apalagi orang itu muncul secara tiba-tiba dari belakang dan langsung ikut duduk di sebelahnya dengan santai.


"Hai Ciara! Kamu kenapa bisa ada disini? Bukannya ini jam pelajaran ya? Harusnya kamu di kelas belajar," tanya orang itu tiba-tiba.


Sontak Ciara terbelalak kaget, "Eh pak Terry, sa-saya gak bolos kok pak. Saya kesini karena saya diusir sama bu Lisa, saya juga gak boleh ikut pelajaran dia sampai selesai nanti," jawabnya gugup.


Ya orang itu adalah Terry, guru magang disana yang juga sekaligus mantan laki-laki yang ditemui Ciara melalui aplikasi dating online. Terry juga lah yang sebelumnya mengikuti Ciara dari atas sampai ke kantin ini, sebab Terry begitu heran ketika melihat Ciara keluar dari kelasnya dan terlihat sangat sedih seperti orang yang habis dimarahi.


"Oh kamu diusir, yaudah kamu tenang aja ya Ciara! Lagian saya kan juga tadi gak nuduh kamu bolos tau, saya percaya sama kamu," ucap Terry.


"Eee i-i-iya pak, terus bapak sendiri ngapain disini? Ini kan masih waktu pelajaran, harusnya bapak ngajar dong di kelas. Oh atau bapak nih yang jangan-jangan bolos ya?" ucap Ciara.


Terry terkekeh sembari memegangi keningnya, "Hahaha, ya enggak lah Ciara. Saya ini lagi gak ada mata pelajaran, makanya saya bisa kesini. Kamu itu ada-ada aja deh," ucapnya.


"Hehe, aku mana tau jadwal pelajaran bapak itu kapan aja. Yaudah, terus kenapa bapak mesti duduk disini? Kan ada tempat duduk yang lain tuh masih pada kosong juga," ucap Ciara heran.


"Emang gak boleh ya saya duduk disini?" tanya Terry memancing.


"Bu-bukan gitu, aku gak enak aja kalau nanti dilihat orang lain kita lagi duduk berduaan kayak gini. Yang ada malah timbul salah paham dan jadi gosip yang enggak-enggak," jawab Ciara.


Terry tersenyum menatapnya, "Okay, saya paham kok maksud kamu. Yasudah, habis ini saya pindah dan duduk di sebelah sana," ucapnya.


"I-i-iya pak, maaf ya?" lirih Ciara.

__ADS_1


"Gapapa." Terry menuruti saja kemauan gadis itu, akhirnya ia bangkit dan beranjak pergi menuju meja di sebelahnya sambil terus menatap ke arah Ciara.


Ciara pun memandangi saja wajah Terry dari tempat duduknya, sampai tiba-tiba seseorang datang mengejutkannya dengan cara menepuk pundaknya dari belakang. Tentu saja Ciara terkejut, ia bergegas menoleh dan menemukan Seno disana yang baru selesai olahraga. Bahkan tubuh pria itu masih terlihat berkeringat karena aktivitas beratnya tadi.


"Hai Ciara! Kok kamu disini? Lagi gak ada kelas apa gimana?" tegur Seno.


"Umm, iya kak." Ciara terpaksa berbohong, sebab ia tidak ingin Seno tahu kalau dirinya diusir.


"Ohh, aku boleh duduk disini gak sama kamu?" tanya Seno meminta izin.


"Bo-boleh kok, duduk aja!" jawab Ciara gugup.


"Thanks!" tanpa basa-basi lagi, Seno langsung duduk tepat di sebelah Ciara dan tersenyum ke arahnya.


Sontak hal itu membuat Terry merasa iri, tampak ketidaksukaan terpancar dari tatapannya saat melihat Seno duduk bersebelahan dengan Ciara dan terlihat begitu mesra. Ada rasa cemburu yang amat sangat di dalam hatinya, meski Terry sadar kalau Ciara memang tercipta bukanlah untuknya.




Namun, Ciara tak berhasil menemukan siapa-siapa lagi di sekitar sana selain kakaknya. Akhirnya Ciara pasrah saja dan menghampiri Galen dengan wajah cemberut, melihatnya membuat Galen sedikit heran karena tak biasanya Ciara seperti itu. Galen langsung menangkup wajah adiknya itu dan mengusapnya lembut, ia sungguh penasaran dan coba bertanya pada sang gadis apa yang terjadi dengannya.


"Hey, kamu kenapa? Kok tiba-tiba muka kamu jadi sedih gitu? Gak senang ya kalau kakak yang jemput kamu?" tanya Galen penasaran.


Ciara menggeleng masih dengan bibir mengerucut, ia tak menjawab apa-apa dan sungguh amat membuat Galen makin heran serta kebingungan dengan tingkah adiknya itu. Tak kehabisan akal, Galen kali ini memeluk Ciara sangat erat sambil mengusap punggung gadis itu dan sesekali mengecup keningnya untuk menenangkan Ciara.


"Kalau kamu emang gak senang dijemput sama kakak, yaudah deh kakak pulang aja. Kamu nanti bisa pesan taksi atau ojek ya? Kakak juga mau balik ke kantor abis ini," ujar Galen.

__ADS_1


"Ih apaan sih kak?!" Ciara tersentak dan mencegah kakaknya pergi.


Galen pun tersenyum dibuatnya, "Nah gitu dong ngomong sayang, daritadi diem aja udah kayak orang bisu. Terus kamu kenapa malah sedih gitu pas lihat kakak? Kamu gak suka atau gak mau dijemput kakak, iya?" ucapnya.


"Gak gitu kak, aku tuh sedih karena tadi aku diusir sama guru aku dari kelas dan gak boleh ikut pelajaran dia," jawab Ciara sambil kembali memeluk kakaknya.


Galen mengernyit kaget, "Apa? Kok bisa sih kamu diusir gitu? Emangnya kamu ngelakuin kesalahan apa sayang?" tanyanya heran.


"Eee tadi..." Ciara terlihat bingung, tidak mungkin jika ia jujur kalau tadi di kelas ia melamun membayangkan peristiwa malam tadi bersama Libra, sang paman.


"Tadi apa? Hayo kamu pasti bikin salah kan makanya bisa sampe diusir gitu?" sela Galen.


Ciara justru panik dan kebingungan harus menjawab apa, seketika ia menyesal karena sudah berbicara seperti itu kepada Galen. Sekarang pria itu pun tampak sangat ingin tahu apa yang terjadi dengannya saat di kelas tadi, Ciara berusaha menjauh menghindari kakaknya dan mengalihkan pembicaraan. Namun, Galen kembali menahannya bahkan mencengkram lengannya dari samping.


"Eits, mau kemana? Ngaku cepet kamu ngapain tadi! Adik kakak ini udah mulai nakal ya? Kamu lupa apa yang kakak bilang, hm?" ujar Galen.


"Akh kak, aku gak ngapa-ngapain kok beneran!" ucap Ciara berbohong.


"Masa sih? Udah jujur aja deh sama kakak, gak bakal kakak marahin kok!" ucap Galen memaksa.


"Umm ya sebenarnya aku tadi melamun waktu pelajaran bu Lisa, terus dia marah deh dan usir aku," ucap Ciara lirih.


"Hm, ya pantes kamu diusir. Udah yuk sekarang kita pulang, gausah sedih lagi!" ucap Galen.


Ciara mengangguk, kemudian mereka pun masuk ke dalam mobil bersama-sama dan segera melaju pergi pulang ke rumah. Sebetulnya Ciara ingin menanyakan Libra pada Galen, tetapi gadis itu tampak ragu karena takut kakaknya malah akan menaruh curiga padanya nanti.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2