
Saat Ciara keluar dari kamar rawat Terry, ia terkejut karena ternyata Libra masih ada di depan sana dan seolah tengah menunggunya. Gadis itu pun bergerak menghampiri pamannya yang terduduk disana, ia menegurnya hingga membuat pria itu terkejut lalu spontan menatap wajahnya. Libra sontak bangkit dan terlihat agak kesal, tapi kemudian pria itu malah tersenyum sembari mengusap wajah Ciara.
"Om, kenapa om gak pulang? Kan tadi aku udah bilang, om anterin aku aja biar aku yang tungguin kakak sama pak Terry disini. Om pasti ada kesibukan kan?" ucap Ciara.
Terry menggeleng dan meraih tangan gadis itu, "Enggak, aku gak sibuk kok. Lagian kata mbak Dira, kamu itu tetap harus sekolah Ciara. Kamu lupa ya kalau hari ini hari sekolah? Udah sana kamu ganti baju gih, aku dah bawain seragamnya!" ucapnya.
"Hah? Terus kalau aku sekolah, yang jagain kak Galen sama pak Terry siapa, om?" tanya Ciara.
"Tenang aja, ada aku disini. Toh mbak Dira sama Tiara juga sudah datang, jadi kamu gak perlu ikut nemenin kakak kamu itu," jawab Libra.
"Ya tapi kasihan pak Terry, om. Dia sendirian disini gak punya siapa-siapa," ucap Ciara.
Wajah Libra langsung berubah masam saat Ciara menyebut nama Terry, bahkan ia melepas tangan gadis itu dan membuat sang empu keheranan. Tampak sekali memang Libra tidak menyukai saat Ciara terus-terusan membicarakan Terry, baginya itu sama sekali bukan kesenangan.
"Biarin aja sih, dia kan udah besar. Sekarang kamu ikut aku ke sekolah, gak ada penolakan Ciara!" ucap Libra dengan nada seperti emosi.
Ciara mengernyit heran dibuatnya, "Om kenapa sih? Kok kayak gak suka gitu pas aku bahas pak Terry? Dia itu yang udah tolong aku semalam loh, kalau bukan karena dia mungkin aku udah dibawa sama om Davin," ucapnya.
"Iya iya, si Terry itu yang tolong kamu. Tapi, kamu gak mesti kan harus jagain dia selama di rumah sakit? Ingat Ciara, kamu juga punya kepentingan sendiri!" ucap Libra tegas.
"Yaudah, om biasa aja dong ngomongnya gausah ngegas gitu!" ketus Ciara.
"Siapa yang ngegas? Aku biasa aja kok," elak Libra.
"Tau ah!" gadis itu terlihat kesal dan pergi begitu saja melewati pamannya dengan membawa tas berisi baju seragamnya yang tadi diberikan Libra.
"Loh, hey Ciara! Kamu kenapa ngambek sih?" teriak Libra yang tak digubris oleh gadis itu.
Karena khawatir, Libra memilih mengejar Ciara ke toilet dan menunggunya di luar sampai gadis itu selesai berganti pakaian. Libra juga bingung pada dirinya sendiri, mengapa belakangan ini ia malah seperti tak suka saat Ciara membahas Terry di hadapannya.
•
•
__ADS_1
Singkat cerita, Ciara telah tiba di sekolahnya bersama Libra yang mengantar menggunakan mobil pribadi miliknya. Tampak kalau gadis itu masih kesal dengan sikap Libra saat di rumah sakit tadi, itu sebabnya Ciara memutuskan untuk langsung turun dan cepat-cepat pergi dari sana. Namun, Libra justru menahannya dengan cara mencekal lengan gadis itu cukup erat dan kuat.
"Tunggu dulu Ciara! Mau kemana sih kamu buru-buru amat? Gak ada bilang makasih atau pamit dulu gitu sama aku? Hey, aku ini om kamu loh harusnya kamu hormat sama aku!" ujar Libra.
"Apa sih om? Kenapa om jadi nyebelin kayak gini sekarang? Aku bete sama om, lepasin tangan aku!" geram Ciara.
"Hey, bete kenapa sih? Emang aku ngelakuin apa coba sampai bikin kamu bete kayak gitu? Karena aku paksa kamu sekolah? Ini bukan kemauan aku Ciara, tadi mbak Dira yang minta. Mama kamu sendiri loh," ucap Libra membela diri.
"Bukan itu, tapi sikap om pas di rumah sakit tadi yang bikin aku kesel!" ucap Ciara.
"Hah yang mana? Ohh soal kamu mau jagain si Terry, tapi aku larang? Yah elah Ciara, masa karena itu aja kamu jadi ngambek sama aku? Segitunya ya kamu perduli sama Terry?" ucap Libra.
"Ya iyalah, pak Terry kan udah banyak bantu aku. Gak kayak om yang katanya perduli sama aku, tapi malah bisanya marah-marah aja!" ucap Ciara.
Jleb
Ucapan Ciara barusan seakan menusuk jantungnya, Libra benar-benar dibuat menggeleng dengan kelakuan ponakannya itu. Rasanya Libra ingin marah saja pada gadis itu, tetapi ia sadar kalau itu hanya akan membuat situasi makin runyam. Akhirnya Terry memilih mendekati Ciara dan menangkup wajahnya sambil memberikan tatapan tajam.
"Ih om ngapain sih? Aku mau turun sekarang, nanti keburu bel masuk om!" kesal Ciara.
Ciara memutar bola matanya sembari menggerakkan bibir seolah meledek pria itu, tentunya Libra semakin terpancing dibuatnya. Tanpa diduga, Libra langsung memegang bibir Ciara dan menepuknya pelan sampai sang empu merintih. Sontak saja Ciara berontak, tetapi dengan sigap Libra menahan pergerakan gadis itu.
"Hayo siapa yang nakal? Bandel banget sih jadi ponakan, gak mau nurut sama omnya! Untung aja kamu anak mbak Dira, kalau bukan pasti aku udah hajar kamu!" ucap Libra mengancam.
"Apaan sih om? Lepasin aku ah, sakit tau om!" Ciara terus berontak hingga akhirnya Libra mengalah dan melepaskan tubuh gadis itu.
Setelahnya, Ciara pun bergegas turun dari mobil lalu berlari masuk ke dalam sekolahnya. Libra terkekeh saja melihatnya, memang Ciara terlihat sangat menggemaskan dan dapat membuat siapapun yang melihatnya merasa terpesona. Itulah yang menjadi penyebab Davin begitu terobsesi pada Ciara.
•
•
Disisi lain, Bella datang ke rumah sakit dengan maksud menemui kekasihnya yang berasa disana. Setelah bertanya pada suster, gadis itu langsung menuju ruangan tempat Galen dirawat sembari tersenyum membayangkan wajah Libra saat diberikan makanan kesukaannya kali ini.
__ADS_1
Begitu tiba disana, Bella pun mengetuk pintu sambil mengucap salam sebagai adab saat mendatangi tempat seseorang. Tak butuh waktu lama, pintu itu segera terbuka memperlihatkan Tiara yang keluar dari dalam ruang tersebut. Sontak Tiara menatap heran ke arah wanita di hadapannya, ya mereka memang belum pernah bertemu sebelumnya.
"Eh, halo!" Bella menyapa Tiara dengan ramah dan memberikan senyum manisnya.
"I-i-iya, halo juga! Kamu siapa ya? Terus cari siapa disini? Ini kamar suami saya loh, dan saya belum pernah lihat kamu tuh," tanya Tiara penasaran.
"Ah iya, kenalin aku Bella! Aku ini pacarnya mas Libra, dia bilang katanya lagi disini jagain ponakannya yang sakit," jawab Bella mengenalkan dirinya di hadapan Tiara.
"Oh kak Bella? Iya iya, om Libra pernah ada cerita sama aku sih tentang kamu. Maaf ya tadi aku agak curiga sama kamu?" ucap Tiara merasa tidak enak.
"Kenalin, aku Tiara! Aku istri keponakannya om Libra yang lagi dirawat disini," sambungnya seraya mengulurkan tangan ke arah Bella.
"Iya gapapa, oh gitu salam kenal ya." Bella dan Tiara kini saling berjabat tangan dalam rangka perkenalan diri, sambil tentunya Bella terus melirik ke sekitar.
"Eee omong-omong mas Libra nya ada kan ya di dalam? Aku mau ketemu nih sama dia," tanya Bella pada Tiara.
"Yah sayang banget, om Libra tadi tuh pergi nganterin Ciara ke sekolah. Mungkin udah sekitar setengah jam yang lalu, tapi gak tahu deh dia bakal balik kesini atau enggak," jawab Tiara.
"Hah? Ciara itu siapa ya? Kenapa mas Libra harus antar dia ke sekolah?" tanya Bella penasaran.
"Iya, Ciara itu keponakan om Libra juga. Mereka cukup dekat kok, makanya tadi om Libra anterin Ciara ke sekolah. Ya buat jaga-jaga juga sih, karena kemarin kan Ciara sempat diculik," jelas Tiara.
Bella manggut-manggut mengerti, namun ada sedikit rasa kesal di dalam hatinya karena tahu kalau kekasihnya selama ini cukup dekat dengan wanita lain, meskipun ia tahu wanita itu adalah keponakan Libra sendiri. Ya tapi perasaan tetaplah perasaan, Bella tak bisa bohong kalau dia sangat tidak menyukai Libra dekat dengan wanita lain.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...•...
...•...
__ADS_1
Ga bosan-bosan ingetin kalian, mampir juga ya ke novel baru aku & bantu ramaikan!
Makasih semua♥️