
"Eeeuungghh aauuhhh...."
Tiara melenguh dan memegangi kepalanya, ia membuka mata lalu menatap sekitar dengan kondisi yang masih lemas. Tiara merasa heran, pasalnya ia merasa asing dengan tempat ia berada saat ini. Apalagi, ia tak dapat mengingat kejadian apa yang baru menimpanya tadi. Tiara pun berusaha bangkit, tapi entah kenapa kepalanya terasa sangat berat untuk digerakkan dan membuatnya menyerah.
Disaat Tiara menoleh ke bawah, ia baru sadar kalau kondisi tubuhnya polos tanpa pakaian yang menutupi. Kini Tiara hanya mengenakan selimut tebal sebagai penutup, tentu saja Tiara sangat syok dan coba berpikir keras mengenai apa yang terjadi padanya sebelum ini. Seingatnya, Tiara hanya pergi bekerja seperti biasa dan pulang dari kantor ketika pekerjaan disana telah selesai kala itu.
"Hah? Kenapa aku telanjang kayak gini, siapa yang udah lakuin ini semua? Maksudnya apa sih, dia mau apa coba?" gumamnya sambil terisak.
Ya Tiara tidak dapat menahan air matanya lagi, ia menangis dan meratapi nasib buruk yang terus saja menimpa hidupnya. Dimulai dari pengkhianatan sang suami, sampai sekarang ini ia dilecehkan oleh seseorang yang ia tak tahu siapa. Lebih buruknya lagi, ia juga tidak bisa mengingat apa-apa saja yang terjadi padanya sebelum ini.
Tiara pun terus mencengkram selimut di tubuhnya, isak tangis tak dapat dihentikan karena Tiara sungguh merasa sedih sekaligus kecewa pada apa yang baru saja terjadi padanya. Ia tak tahu siapa orang yang tega melakukan ini, namun yang pasti Tiara mengutuk siapapun dia karena telah membuat hidupnya semakin menderita.
Tak lama kemudian, ia mendengar suara pintu dibuka dari luar. Sontak Tiara mengangkat kepalanya untuk memastikan siapa yang datang, dan betapa syoknya ia ketika mengetahui bahwa Galen lah yang masuk kesana dan tersenyum ke arahnya. Pria itu mendekat, lalu membuat Tiara semakin ketakutan disertai gelengan kuat seolah tak mempercayainya.
"Hey Tiara! Aku senang kamu udah sadar, lama banget sih kamu tidurnya. Pasti kamu lelah banget ya setelah apa yang kita lakukan semalam? Luar biasa, aku juga menikmati kok!" ucap Galen.
"Apa yang kamu lakukan, mas? Kenapa kamu giniin aku?" tanya Tiara dengan tegas.
Galen tersenyum saja dan berhenti tepat di samping tubuh wanita itu, ia terduduk di atas nakas dekat Tiara sambil terus memandangi wajahnya. Galen memang telah melakukan tindakan keji terhadap mantan istrinya itu, semuanya ia lakukan semata-mata untuk membuat Tiara mau menurut padanya dan membiarkan ia memiliki Askha.
"Mas, jawab pertanyaan aku! Apa sih yang kamu mau, ha? Kenapa kamu harus ngelakuin ini, apa kamu udah gak punya hati nurani?" sentak Tiara.
"Sssttt, kamu jangan banyak bicara dulu! Kamu itu masih lemas, mending lanjut tidur deh!" ujar Galen.
"Cukup mas!" Tiara yang kesal, langsung bangkit dan terduduk di ranjangnya sambil terus memegangi selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Wow! Kamu mau apa, hm?" tanya Galen.
Tatapan tajam Tiara ke arah Galen tak membuat pria itu gentar, sebab Galen telah berhasil menguasai tubuh Tiara semalam dan kini pastinya ia juga akan dapat dengan mudah melakukan itu. Meski ada pengaruh obat yang ia campurkan ke dalam minuman milik Tiara, tapi tetap saja Galen memang memiliki tenaga yang jauh lebih kuat dari Tiara.
"Kamu benar-benar keterlaluan mas, kamu tega ngelakuin ini semua ke aku! Kita ini udah gak ada hubungan apa-apa, tapi kenapa kamu sampai harus begini sih?" sentak Tiara.
"Ya maaf, aku gak tahan sih lihat kamu yang malah makin cantik dan seksi. Mungkin semenjak kamu ada main sama pak Adrian," cibir Galen.
Deg
__ADS_1
Tiara tersentak dan membelalakkan matanya, ia menggeleng pelan sembari mengelak dari tuduhan pria itu. Berulang kali sudah Tiara coba menjelaskan pada Galen, bahwa diantara dirinya dengan Adrian tidak ada hubungan apa-apa. Akan tetapi, Galen terus saja berkata seperti itu seolah tahu kalau Tiara tengah menyembunyikan sesuatu darinya.
"Sumpah mas, aku gak pernah ada main sama sekali sama pak Adrian! Kenapa sih kamu selalu aja tuduh aku kayak gitu? Aku ini bukan kamu, yang sukanya main sama perempuan lain di luar sana. Camkan itu mas!" tegas Tiara.
"Hahaha, kamu kira aku percaya? Enggak Tiara, aku akan tetap cari bukti perselingkuhan kalian supaya aku bisa kasihkan itu semua ke bu Salma dan kamu dipecat dari kerjaan kamu!" ancam Galen.
Tiara menggeleng pelan, "Mau kamu tuh apa sih mas? Kenapa kamu selalu ganggu hidup aku selama ini? Harusnya kamu biarin aku hidup tenang sama Askha dong mas, kamu sendiri aja kan udah bisa hidup bahagia sama si pelakor itu!" ucapnya.
"Oh ya? Kamu kira aku bahagia gitu? Enggak Tiara, enggak. Aku tersiksa, aku gak bisa bertemu dengan anak kandung aku sendiri selama hampir sepuluh tahun. Aku tersiksa Tiara!" ucap Galen.
"Itu kan salah kamu sendiri mas, kenapa kamu gak coba datangi Askha waktu dia kecil?" ucap Tiara.
Galen tersenyum dan bergerak mendekat ke arah Tiara, ia cengkram rahang wanita itu dengan kuat seraya mengusap wajahnya. Tubuh Tiara meremang dan merasakan sensasi yang aneh ketika Galen menyentuhnya, apalagi wajah mereka saat ini sudah sangat dekat dan bisa saja Galen melakukan apapun yang dia inginkan dari Tiara kali ini.
"Asal kamu tahu Tiara, aku sudah berulang kali coba menemui Askha sewaktu dia masih kecil. Tapi, mama Dira selalu halangi aku. Jadi kalau kamu pikir aku gak sayang dan gak perduli sama Askha, kamu salah besar Tiara!" ucap Galen.
Tiara amat syok mendengarnya, ia baru tahu kalau selama ini ternyata Nadira lah yang menghalangi Galen untuk menemui putranya. Namun, Tiara yakin kalau Nadira pasti memiliki alasan yang jelas dibalik perlakuannya itu. Kini Tiara tak mau menyalahkan siapapun, terlebih ia tahu Galen juga sudah berkhianat darinya dengan wanita lain.
"Apapun alasan kamu mas, tetap aja aku gak akan mau berikan Askha ke kamu. Lagipula, Askha pasti juga lebih milih aku dibanding kamu," ucap Tiara.
"Ck, segitu yakinnya kamu ya? Okay Tiara, aku bakal buktiin ke kamu kalau aku bisa ambil Askha dari kamu. Sekarang, kamu nikmati aja semua yang akan aku lakukan ke kamu!" ucap Galen.
Galen pun mendorong tubuh Tiara sampai terbaring di ranjang seperti semula, ia tarik selimut yang menutupi tubuhnya dan membuat tubuh polos Tiara terekspos. Saat itu juga Tiara menjerit keras, berteriak minta tolong dan memohon pada Galen agar mau melepaskannya. Tapi bukannya menurut, Galen justru memotret setiap anggota tubuh Tiara dan mengancam akan menyebarkannya.
"Aku akan sebarkan foto-foto kamu ini ke media sosial Tiara, sebagai ancaman supaya kamu mau menuruti permintaan aku!" ucap Galen.
Deg
•
•
Cyra datang ke rumah neneknya seorang diri sepulang dari sekolahnya, ia turun dari ojek yang ia tumpangi itu dan bergegas memasuki halaman rumah yang besarnya seperti istana itu. Cyra sengaja datang kesana kali ini, supaya ia dapat meminta bantuan kepada Nadira agar mau membujuk mama dan papanya yang hendak bercerai itu.
Saat disana, Cyra pun disambut dengan ramah oleh para penjaga yang bertugas di rumah tersebut. Ia diajak masuk oleh salah seorang pelayan di rumah itu, lalu dibawa menemui Nadira yang sedang bersantai sendirian di sofa ruang tamu. Tentu saja Cyra langsung menyapa dan mendekati neneknya itu, membuat Nadira reflek menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Oma!" Cyra berteriak memanggil neneknya dan bergerak cepat mendekatinya.
"Eh Cyra sayang, cucu oma yang cantik." Nadira begitu terkejut dan bahagia melihatnya, ia dengan senang hati menyambut cucunya itu dan memeluk tubuh Cyra dengan erat.
"Aku kangen banget sama oma!" ucap Cyra di dalam pelukannya.
"Mmhhh, oma juga kangen sama kamu sayang. Kangen banget!" balas Nadira sembari mengusap lembut punggung cucunya.
Setelahnya, mereka saling berpandangan dan Nadira pun menangkup wajah cucunya itu. Nadira juga meminta Cyra duduk di sampingnya, namun ia tak berhenti merangkul serta mengecupi pipi cucunya yang sangat ia rindukan itu. Nadira tak menyangka Cyra akan datang hari ini, karena biasanya gadis itu selalu mengabari jika ingin menemuinya.
"Kamu sendirian sayang? Mama papa kamu kemana emangnya, mereka gak ikut kesini temuin oma?" tanya Nadira penasaran.
Cyra menggeleng seraya menggembungkan pipinya, membuat Nadira makin gemas dan terus mencubit pipi cucunya itu. Cyra tampak begitu sedih, karena teringat dengan perkataan mama papanya kala itu yang mengatakan ingin bercerai. Tentu sebagai seorang anak, Cyra tak akan setuju apabila kedua orangtuanya berpisah seperti itu.
"Aduh aduh, cucu oma yang cantik ini kenapa? Kok mendadak cemberut begini sih, hm? Ada apa sayang? Kamu lagi ada masalah ya makanya datang kesini?" tanya Nadira lagi.
Kali ini Cyra mengangguk, tapi masih tetap bungkam dan belum mau membuka mulutnya.
"Nah kan, kamu emang ada masalah apa sayang? Cerita sini sama oma, siapa tau oma bisa bantu! Atau kalau enggak, kan mungkin aja kamu bakal tenang dengan cerita ke oma. Apa kamu dijahatin sama teman sekolah kamu?" ucap Nadira.
"Bukan oma, tapi aku sedih karena papa sama mama mau cerai. Aku gak mau mereka pisah oma, aku gak mau!" ucap Cyra terisak.
"Apa? Cerai? Kamu kok bicaranya begitu sih sayang, emang kamu dengar darimana kabar ini? Siapa yang bilang ke kamu kalau mama papa kamu mau cerai, ha?" Nadira terkejut bukan main.
"Gak ada yang bilang kok oma, aku dengar sendiri waktu mama sama papa bertengkar di kamar. Aku dengar kalau mama mau gugat cerai papa," ucap Cyra yang air matanya semakin menumpuk.
"Ya ampun! Kok bisa sih Ciara bilang begitu? Sayang, kamu tenang dulu ya cantik! Ini semua kan belum pasti," bujuk Nadira.
"Tetap aja aku takut oma, aku gak mau mama papa cerai seperti orangtuanya kak Askha. Aku takut banget oma, aku mau keluarga aku tetap utuh!" ucap Cyra merengek.
"Sssttt, iya iya oma akan usaha buat bantu kamu ya sayang! Udah ya jangan nangis, okay!" ucap Nadira.
Cyra terus menangis di dalam pelukan omanya, bahkan Nadira sampai kesulitan untuk membuat Cyra berhenti menangis. Gadis itu sepertinya sangat syok dan bersedih, Nadira pun yakin kalau Cyra tidak salah dengar kali ini. Oleh sebab itu, pastinya Nadira akan menemui Ciara nanti dan bertanya pada putrinya itu mengenai apa yang terjadi.
"Aku harus temui Ciara, ini ada apa sih memangnya? Kenapa bisa sampai mereka mau cerai kayak gini? Kasihan Cyra, aku gak tega banget lihat cucu aku nangis kayak gini!" batin Nadira.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...