Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 56. Sama-sama malu


__ADS_3

Ciara langsung beranjak dari kursinya dan berniat untuk pergi mencari pamannya, akan tetapi bik Vita yang khawatir pun mencoba mencegah gadis itu. Tentu bik Vita tidak mau jika sampai terjadi sesuatu kepada Ciara nantinya, apalagi ia tahu kalau sebelum ini Ciara pernah juga diculik dan membuat semua orang panik serta kerepotan.


"Eh non, jangan non! Non Ciara disini aja ya sama bibik, nanti pasti den Libra pulang kok!" ujar Vita.


Ciara menggeleng, "Enggak bik, aku khawatir banget sama om Libra dan aku harus cari dia sekarang!" ucapnya kekeuh.


"Oh ternyata kamu cemas banget ya sama saya?"


Gadis itu amat terkejut mendengar suara yang mirip pamannya tiba-tiba muncul di telinganya, ia coba memastikan dengan cara menoleh mencari asal suara. Dan benar saja, Ciara melihat pamannya yang ternyata sudah pulang dan kini tengah melangkah ke arahnya sambil tersenyum lebar. Sontak wajah Ciara berubah merah lantaran ia tak menyangka kalau Libra akan mengetahui semuanya saat ini.


Sementara Libra sendiri sudah berada tepat di dekat gadis itu, ia terus menatapnya dengan intens dan memberikan senyum tipisnya. Terlihat Ciara berusaha menyembunyikan wajahnya dari pria itu, sungguh Ciara amat malu dan tidak ingin pamannya merasa percaya diri kalau Ciara begitu cemas padanya tadi. Namun, dengan sigap Libra menarik wajah Ciara dan mencengkeramnya cukup kuat.


"Kok malah buang muka sih? Wajah saya disini loh Ciara, harusnya kamu lihat kesini bukan kesana! Katanya kamu cemas sama saya, nih saya udah disini peluk dong sayang!" ucap Libra menggoda.


Ciara mengernyitkan dahinya lalu menyingkirkan tangan sang paman dari wajahnya secara paksa, jantung gadis itu berdebar cukup kencang seperti biasa ketika berhadapan langsung dengan Libra dari jarak yang cukup dekat. Seketika bayangan mengenai percintaan mereka semalam, terlintas di kepala Ciara dan itu membuat wajahnya semakin bersemu malu serta tak berani menoleh lagi.


"Hey Ciara! Kenapa kamu mendadak jadi diam gini sih? Terus itu mukanya kenapa merah kayak gitu, hm?" goda Libra.


Sontak Ciara reflek memegangi pipinya dan langsung membalikkan seluruh tubuhnya karena malu, Libra terkekeh saja dengan apa yang dilakukan gadis itu saat ini. Sedangkan bik Vita juga tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum lebar akibat melihat momen manis Ciara dan Libra di depannya saat ini, tapi kemudian bik Vita pamit pada kedua orang itu karena ia tidak ingin mengganggu mereka.


Akhirnya setelah bik Vita pergi ke dapur, Libra pun mendekati Ciara dan memutar tubuh gadis itu secara paksa agar menghadap ke arahnya. Tak lupa ia juga menahan kedua bahu Ciara agar gadis itu tidak bisa bergerak, Ciara pun terdiam merunduk karena dirasa sudah tak mampu melakukan apa-apa lagi selain pasrah menerima keadaan.


Perlahan Libra menarik dagu gadis itu hingga mendongak sempurna, ia juga memajukan tubuhnya lebih dekat dengan Ciara sampai diantara mereka nyaris tidak ada jarak. Jantung Ciara semakin berdegup kencang, matanya terpejam karena tak berani membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Akan tetapi, tiba-tiba saja Libra malah mencubit gemas hidung gadis itu berulang kali sampai membuat sang empu protes.


"Ihhh om Libra sakit tau! Apa-apaan sih om?" Ciara merasa kesal dan memukul dada bidang sang paman dengan kasar sembari menunjukkan ekspresi merengutnya yang justru menambah kesan imut.


"Hahaha, suruh siapa kamu pake merem segala? Kamu mikir saya mau apain kamu, ha?" goda Libra.


"Ish, aku tuh takut aja tadi! Lagian om sendiri ngapain dekat-dekat aku? Udah sana jauhan, nanti kalau dilihat bik Vita berabe tau!" ucap Ciara.

__ADS_1


"Gapapa, biarin aja dia tahu. Toh kita emang udah pernah lebih intim dari ini kan?" ujar Libra.


"Om, tapi gak kayak gini juga kali. Aku gak mau kalau om terang-terangan ngelakuin itu ke aku, gak boleh om!" pinta Ciara.


"Iya Ciara, saya tahu kok. Yaudah, kamu tidur gih dah malam ini!" ucap Libra.


Ciara menggeleng, "Nanti aja, aku mau temenin om makan malam dulu. Pasti om lapar kan abis pergi lama? Omong-omong om darimana aja sih?" ucapnya sambil menarik kursi untuk pamannya.


"Eee ada deh, udah kamu gak perlu tahu!" ucap Libra tersenyum tipis dan terduduk disana.


Ciara pun mengerucutkan bibirnya mendengar kata-kata pria itu barusan, sedangkan Libra tampak menggeleng perlahan dan melamun mengingat kejadian pagi tadi dimana dirinya memergoki Bella kekasihnya selingkuh dengan lelaki lain. Ya setelah itu, Libra yang dikuasai emosi langsung pergi menuju jembatan dan nyaris ingin meloncat jika tidak teringat pada wajah Ciara yang tiba-tiba muncul di kepalanya.


"Kamu sudah menyelamatkan saya, Ciara. Kalau bukan karena ingatan saya tentang wajah kamu, mungkin sekarang saya sudah tidak ada di sebelah kamu dan gak bisa lagi hibur kamu," gumam Libra di dalam hatinya.




Tak hanya Libra, bahkan Ciara sendiri pun sama terkejutnya dengan sang paman. Terlebih ia yang saat ini hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuhnya, meski tidak dapat tertutup sepenuhnya karena ada beberapa bagian yang masih terekspos dan dapat dilihat oleh pamannya itu. Ciara sontak menggunakan kedua tangannya untuk menambal celah yang masih terbuka, ia tak mau jika Libra mencuri-curi pandang terhadap asetnya disana.


"Ih om! Ngapain om masuk ke kamar aku? Kalau mau kesini tuh ketuk pintu dulu dong om, gak sopan banget sih!" sentak Ciara.


"Eh Ciara, ma-maaf saya gak tahu kalau kamu sudah bangun dan baru mandi! Tadi saya mau bangunin kamu, tapi ternyata kamu sudah bangun duluan. Maafin saya ya Ciara kalau saya lancang?" ucap Libra gugup dan bingung.


"Oh gitu, yaudah iya gapapa. Tapi, sana om keluar dulu! Aku mau pake baju om, gak mungkin kan om mau disitu terus sampai aku selesai?" ucap Ciara.


"Eee i-i-iya Ciara, sekali lagi saya minta maaf ya? Kalo gitu saya tunggu kamu di luar, nanti begitu selesai kamu langsung keluar aja temui saya di meja makan!" ucap Libra masih grogi.


"Iya om." Ciara mengangguk perlahan dan kemudian terduduk di kursi riasnya.

__ADS_1


Libra yang melihat itu hanya bisa menelan ludah, sungguh penampilan Ciara saat ini amat menggoda imannya. Akan tetapi, tidak mungkin Libra mendekati gadis itu dan melakukan hal yang tidak benar padanya. Meski Libra sudah pernah mencium seluruh tubuh bagian atas Ciara, namun bukan berarti Libra juga bisa merasakan yang bawah.


Setelah Libra keluar dan menutup pintu kamarnya, Ciara pun menghela nafas lega karena ternyata pamannya itu tidak nekat melakukan hal di luar nalar seperti sebelumnya. Padahal tadi Ciara sudah amat ketakutan, terlebih kejadian malam itu masih belum hilang dari pikirannya. Ciara juga tidak tahu apa yang merasuki dirinya, sampai-sampai ia malah menginginkan lebih dari sang paman.


"Hadeh Ciara, kayaknya otak kamu itu perlu dicuci deh biar pikirannya gak kesana mulu. Kalau sampai om Libra tahu yang ada di pikiran aku tadi, duh pasti dia bakal godain aku habis-habisan!" gumam Ciara.


Gadis itu pun bergegas memakai pakaiannya, kemudian berdandan sederhana karena ia hanya akan berangkat ke sekolah. Setelah semua selesai, barulah Ciara beranjak dari kursinya dan mengambil tas serta perlengkapan sekolahnya yang lain. Tak lupa Ciara juga menyemprotkan minyak wangi ke baju seragamnya berkali-kali sampai tercium wangi.


Kini Ciara menghampiri pamannya yang sudah berada di meja makan dan tengah menunggunya, gadis itu pun tersenyum sambil menyapa sang paman dengan lembut. Sontak Libra terkejut, pria itu sebelumnya memang sedang melamun memikirkan Ciara sampai-sampai tak sadar kalau gadis yang ia bayangkan sudah ada di dekatnya.


Libra nyaris saja terjatuh dari kursinya jika Ciara tidak memeganginya, pria itu sepertinya benar-benar terkejut dengan kehadiran Ciara disana. Apalagi sedari tadi dirinya memang tengah membayangkan kejadian saat di kamar tadi, jujur Libra belum dapat melupakan bagaimana bentuk tubuh Ciara yang mulus dan seksi itu.


"Hayo, om mikirin apa aja daritadi? Masa aku sapa pelan aja kaget sih?" ujar Ciara.


"Eee gak ada kok, tadi saya kaget aja karena kamu munculnya tiba-tiba. Udah sini kamu duduk, kita sarapan dulu sebelum berangkat!" ucap Libra.


"Iya om, tapi beneran om gak mikirin apa-apa?" tanya Ciara sedikit menggodanya.


"Udah deh Ciara, kalau kamu begitu terus lama-lama saya gak tahan dan malah cium kamu lagi nih seperti waktu itu!" ucap Libra kesal.


Deg!


Ciara terkejut, kemudian memilih duduk di sebelah pamannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan olehnya. Ciara pun juga berpura-pura mengambil piring dan menuang nasi, padahal saat ini di dalam hatinya masih berdebar-debar akibat perkataan Libra tadi. Sedangkan Libra sendiri terus saja memandangi gadis itu tanpa berkedip.


"Saya makin cinta sama kamu Ciara," lirih Libra.


Lagi-lagi Ciara dibuat kaget dengan ucapan pamannya, gadis itu reflek menoleh dan menatap wajah Libra karena tak percaya pada apa yang baru saja dikatakan pamannya itu. Libra sendiri juga menutup mulutnya, tak menduga jika Ciara dapat mendengar ucapannya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2