Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 236. Mama hamil?


__ADS_3

Cyra, Ciara dan Libra datang ke kantor polisi untuk melaporkan kasus penjualan ilegal yang dilakukan Celo terhadap Cyra tentunya. Tak hanya itu, mereka kesana juga dengan membawa sejumlah barang bukti, termasuk rekaman suara ketika Celo dengan jelas mengakui perbuatannya itu. Kini tak ada lagi ampunan bagi Celo maupun Rila, ya mereka berdua telah resmi dilaporkan oleh Cyra karena gadis itu merasa bahwa Rila tidak pantas untuk diampuni.


Setelah semua selesai, kini mereka sama-sama pergi dari kantor polisi dan tampak tersenyum satu sama lain. Cyra juga tak berhenti menggandeng tangan mama serta papanya itu, meski saat ini ia tahu kalau keduanya telah berpisah. Jujur Cyra ingin momen seperti ini terus terjadi, tapi apa boleh buat ia juga tidak bisa melakukan apa-apa karena semua sudah menjadi takdir sang kuasa.


"Ma, pa, kita makan bareng-bareng yuk! Aku lapar nih, anggap aja ini buat syukuran kita karena udah berhasil laporin teman-teman aku itu ke kantor polisi," ucap Cyra memberi usul.


"Ah boleh tuh, papa setuju sama usul kamu sayang. Gimana Ciara, kamu mau juga kan makan sama aku dan Cyra sekarang?" ucap Libra antusias.


"Umm..." Ciara tampak berpikir kali ini.


Sejujurnya Ciara sangat tidak ingin menerima ajakan putrinya itu, apalagi ketika ia mengingat bagaimana buruknya kelakuan Libra di masa lalu. Namun, entah mengapa saat ia melihat wajah Cyra yang begitu memelas rasanya ia tak tega jika tidak menuruti kemauan putrinya itu. Terlebih, sekarang ini Cyra baru saja tertimpa masalah yang cukup besar.


"Ayolah ma, sekali ini aja! Aku kan cuma pengen kita kumpul lagi walau sebentar, karena pasti bakal sulit buat kita kayak gini lagi," ucap Cyra.


"Iya iya sayang, mama setuju juga kok. Mama mau ikut makan bareng sama kalian, ini semua karena mama sayang sama kamu. Jadi, kamu jangan pernah bohongin mama lagi ya!" ucap Ciara.


"Hehe, iya ma. Makasih ya mama udah mau nurutin kemauan aku!" ucap Cyra memeluk mamanya.


"Sama-sama, sayang." balas Ciara.


Keduanya berpelukan disana dan saling tersenyum satu sama lain, sedangkan Libra tampak terdiam mengamati karena tak mungkin ia juga ikut memeluk kedua wanita itu. Meski, rasanya Libra ingin mengulang momen dulu saat ia dan Ciara masih menjadi pasangan suami-istri yang romantis dan saling berbagi perhatian.


"Yaudah, kita pergi sekarang yuk! Kamu mau makan apa Cyra?" ucap Ciara pada putrinya.


"Eee aku lagi kepengen sushi, ma. Mama sama papa mau juga kan? Udah lama loh kita gak makan sushi bareng," jawab Cyra sambil tersenyum.


"Ohh, iya mama mah setuju aja asalkan anak mama ini bahagia," ucap Ciara.


"Iya sama, papa juga setuju. Sushi itu kan juga enak, jadi gak ada salahnya kalau kita sama-sama makan itu. Tapi, Cyra harus janji ya gak boleh bandel lagi dan harus nurut sama mama!" ucap Libra.


Cyra tampak mengernyitkan dahinya, "Kok cuma sama mama sih? Aku juga kan harus nurut sama papa," tanyanya.

__ADS_1


Libra hanya tersenyum dan tidak tertarik untuk menjawab pertanyaan putrinya, sontak hal itu mengundang rasa penasaran yang amat sangat di dalam diri Cyra. Entah kenapa rasanya Cyra curiga kalau papanya tengah menyembunyikan sesuatu saat ini, namun ia tidak tahu pasti apakah dugaannya itu benar atau meleset.


"Maafin papa, papa belum bisa cerita ke kamu sekarang sayang! Tapi, papa janji secepatnya papa akan beritahu kamu!" batin Libra.


Akhirnya mereka bertiga pun pergi dari sana dan bergegas menuju restoran sushi sesuai kemauan Cyra tadi, ketiganya tampak tersenyum penuh bahagia dan melupakan sejenak masalah yang ada.




Sementara itu, Tiara yang hendak pergi untuk berbelanja dikejutkan dengan keberadaan Galen di depan pintu pagar rumahnya. Tentu saja Tiara amat bingung saat ini, pasalnya ia tak mengira kalau Galen akan datang sepagi ini. Selain itu, Tiara juga malas sekali meladeni sosok Galen yang terus saja berusaha mengganggu kehidupan pribadinya.


Ya Galen memang sengaja datang kesana untuk menemui Tiara, karena ia tahu kalau saat ini Tiara tengah mengandung anaknya. Itulah alasan Galen membawa tentengan di tangannya, Galen begitu perduli dengan Tiara maupun calon anak di dalam kandungan wanita itu.


"Hai Tiara, selamat pagi! Maaf ya kalau aku ganggu kamu, aku cuma mau pastiin kondisi kamu baik-baik aja kok Tiara!" ucap Galen dengan ramah.


Tiara menghela nafasnya, "Huft, mau apa lagi sih kamu kesini mas?" tanyanya dengan ketus.


"Ck, kamu gak perlu lakuin itu mas! Aku bisa kok urus bayi ini sendiri, seperti dulu ketika aku mengurus Askha. Aku gak butuh bantuan dari kamu mas," ucap Tiara menolak mentah-mentah.


"Ahaha, kamu pasti gengsi ya buat terima pemberian aku ini?" ucap Galen malah menggodanya.


Tiara benar-benar heran dengan sikap mantan suaminya itu, ia juga tak mengerti mengapa Galen terus saja mengusik hidupnya. Memang benar saat ini ia tengah mengandung anak pria itu, tetapi tentu ia tak mau terus-terusan berhubungan dengan Galen yang sudah merusak hidupnya dan membuat ia tidak lagi hidup nyaman seperti dulu.


"Udah lah Tiara, kamu terima aja pemberian aku! Aku ikhlas kok kasih semua ini buat kamu, lagian aku tuh gak mau bayi kita kenapa-napa sayang!" ucap Galen sambil tersenyum lebar.


"Cukup ya mas, jangan bawa-bawa bayi kita lagi! Kamu pergi sekarang, aku gak mau lihat muka kamu disini mas!" sentak Tiara.


"Bayi? Apa maksudnya, ma?"


Deg

__ADS_1


Betapa terkejutnya Tiara ketika tiba-tiba Askha sudah berdiri di dekatnya dan berbicara seperti itu padanya, ia menggeleng tak percaya karena ternyata Askha telah mendengar ucapannya bersama Galen tadi. Tentu saja Tiara bingung harus menjelaskan apa pada putranya itu, karena tak mungkin jika ia mengaku yang sejujurnya kepada Askha.


"Ma, jawab aku ma! Apa mama lagi hamil sekarang? Kenapa bisa, ma?" ucap Askha begitu penasaran.


"Ya Askha, kamu benar. Mama kamu ini sedang mengandung anak papa, kamu sebentar lagi akan punya seorang adik," ucap Galen menyela.


Deg


Tak hanya Askha, bahkan Tiara sendiri terkejut saat Galen mengatakan itu pada putranya. Kelakuan Galen sungguh di luar nalar, Tiara sampai tak mengira jika Galen akan berani berbicara seperti itu di hadapan putranya. Ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi saat ini, karena Galen memang sepertinya sengaja hendak membuat runyam semuanya kali ini.


"Apa benar begitu, ma? Mama lagi hamil anak papa? jawab aku ma, jangan diam aja! Aku mau tau semuanya!" ucap Askha kembali.


"Sa-sayang, kamu jangan dengerin papa kamu ya! Dia itu gak jelas," ucap Tiara.


"Loh loh, udah sih kamu jujur aja sama Askha, sayang! Bilang kalau kamu emang hamil anak aku, gak ada yang perlu ditutup-tutupi lagi sekarang dari Askha! Biarin dia tau!" ucap Galen.


"Diam kamu mas! Kamu itu kenapa sih selalu aja bikin aku sakit hati?" sentak Tiara.


Galen terdiam dan menundukkan wajahnya, ia menuruti permintaan Tiara untuk tidak berbicara kembali saat ini. Namun, hal itu tak merubah keyakinan Askha bahwa mamanya sedang hamil dan ia sebentar lagi akan memiliki seorang adik.


"Berarti benar ya ma, mama emang lagi hamil sekarang?" tanya Askha lagi.


Tiara menggeleng dibuatnya, ia mendekati Askha dan memeluk putranya itu disertai air mata yang membasahi wajahnya. Tiara tak bisa lagi berbohong saat ini, terlebih Galen telah mengatakan semuanya kepada Askha mengenai kehamilan itu. Bahkan, Askha pun juga tampak kasihan pada mamanya dan tidak tega karena Galen terus menyakitinya.


"Mama yang tenang ya, mama gausah sedih! Ada aku kok disini, aku bakal selalu belain mama dan lindungi mama apapun yang terjadi!" ucap Askha.


Galen yang melihat itu hanya tersenyum, ia bangga pada putranya karena telah tumbuh menjadi sosok anak yang berbakti dan tidak ada satupun dari sikapnya yang diikuti oleh putranya itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2