Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 30. Siapa penculiknya?


__ADS_3

Dengan panik, Anin bersama Cleo mendatangi rumah Galen untuk melaporkan kejadian penculikan terhadap sahabat mereka, Ciara. Ya mereka sudah tidak memiliki rencana lain setelah gagal mengikuti mobil penculik itu, akhirnya mereka memilih datang ke rumah Galen dan akan menceritakan semua yang terjadi pada Ciara ke pria itu. Beruntungnya juga mereka berhasil memotret mobil milik si penculik, sehingga mereka kini memiliki sedikit petunjuk.


Tanpa menunggu lama, kedua gadis itu segera mengetuk pintu dan memanggil-manggil nama kakak dari sahabat mereka agar seseorang di dalam sana bisa segera membuka pintu. Mereka berdua sudah sangat panik dan mengkhawatirkan kondisi Ciara, apalagi mereka tidak tahu apa yang terjadi pada Ciara saat ini dan apakah gadis itu akan baik-baik saja selama di tempat penculikan.


Ceklek


"Loh Anin, Cleo?" Tiara membuka pintu dan menemui kedua gadis itu disana, ia terlihat bingung saat melihat wajah panik dari Anin serta Cleo.


"Eh kak Tiara, kak kita mau bicara sama kak Galen, kak!" ucap Anin panik.


"Hah? Emangnya ada apa Anin? Kenapa kalian kelihatan panik begitu? Coba cerita baik-baik sama aku, tapi tenangin diri kalian dulu!" ucap Tiara.


"Iya kak, ada hal penting yang mau kita bicarakan sama kak Galen. Ini semua mengenai Ciara, dia dalam bahaya kak!" ucap Anin.


"Apa? Maksud kamu gimana? Apa yang terjadi sama Ciara?" tanya Tiara cemas.


"Eee Ci-ciara..." Anin tampak gugup dan mendadak ragu untuk bercerita pada Tiara mengenai kondisi yang menimpa Ciara saat ini.


"Ada apa? Kenapa sama Ciara? Ayo dong cerita yang jelas supaya aku gak cemas!" sentak Tiara menekan dua gadis itu.


"Tapi kak, boleh gak kalau kita bicaranya sekalian sama kak Galen juga? Biar semuanya jelas dan kita juga bisa cepat ambil tindakan," pinta Anin.


Tiara mengangguk cepat, "Iya iya, bisa kok. Sebentar ya aku panggil dulu mas Galen di dalam?" ucapnya.


"Iya kak." Anin dan Cleo kompak menganggukkan kepala mereka.


Tapi disaat Tiara hendak masuk kembali ke dalam rumahnya, Galen justru muncul karena merasa penasaran mendengar suara gaduh dari luar rumah tadi. Tentu saja Tiara pun mengurungkan niatnya dan meminta suaminya itu untuk menemui Cleo serta Anin di depan sana sesuai permintaan kedua gadis tersebut tadi.

__ADS_1


"Mas, ayo kamu ikut aku ke depan ya! Itu Anin sama Cleo mau bicara sama kamu," pinta Tiara.


"Oh ya? Ada apa emangnya sih sayang? Kenapa mereka mau bicara sama aku?" tanya Galen dengan wajah heran dan bingung.


"Udah ayo buruan ikut sama aku!" Tiara langsung memaksa Galen suaminya untuk keluar.


Akhirnya Galen pun menemui Anin dan juga Cleo di depan rumahnya, pria itu menatap heran ke arah mereka yang terlihat begitu cemas dan khawatir. Galen sungguh penasaran dan ingin tahu apa sebenarnya yang sedang dikhawatirkan oleh kedua gadis itu saat ini.


"Ada apa Anin, Cleo? Katanya kalian mau bicara sama saya, memangnya ada apa sih?" tanya Galen terlihat sangat penasaran.


"Eee iya nih kak, kita mau menyampaikan sesuatu ke kak Galen soal Ciara. Kita benar-benar khawatir banget sama Ciara saat ini kak, makanya kita berdua datang kesini buat ketemu kakak," ucap Anin.


"Hah? Ada apa sama Ciara? Cepat jelaskan ke saya!" ujar Galen mulai panik.


"Anu itu kak tadi.." Anin yang gugup tampak melirik ke arah Cleo seolah meminta bantuannya.


Deg!


"Apa??" tentu saja Galen sangat terkejut mendengarnya, matanya terbelalak seolah hendak copot karena tak percaya dengan apa yang disampaikan oleh kedua gadis itu.




Disisi lain, Ciara yang baru sadar dari pengaruh obat bius kini perlahan mulai membuka matanya. Gadis itu mengerjap menatap sekitar dengan wajah bingung serta kepala yang terasa begitu berat, bahkan seluruh tubuhnya seperti amat sakit dan membuatnya tidak bisa bergerak walau sedikitpun.


Sesaat kemudian, Ciara juga menyadari kalau saat ini tubuhnya dalam kondisi terikat kuat dan mulutnya yang tertutupi oleh kain. Ciara pun tidak dapat berbuat banyak, tubuhnya terasa sangat lemas dan sulit baginya untuk berontak dari ikatan tersebut. Apalagi ia baru saja sadar dari pengaruh obat bius dengan dosis yang amat tinggi.

__ADS_1


"Awhh aku dimana? Aku belum pernah lihat tempat ini sebelumnya," gumam Ciara dalam hati.


Ya Ciara sungguh merasa bingung dan asing ketika ia melihat ke sekelilingnya dan menyadari ia berada di sebuah tempat yang cukup aneh dan sepi, tempat itu seperti sebuah gudang kosong yang sudah lama tidak dipakai. Hanya ada beberapa barang-barang usang disana, bahkan dapat ia rasakan juga betapa kotornya lantai di tempat itu.


"Apa aku diculik ya? Duh, kenapa aku ditempatin disini sih? Mana gerah banget lagi, gak ada kipas apa ya?" Ciara terus merengek di dalam hatinya dan merasa tidak nyaman disana.


Tak lama kemudian, Ciara mendapati sebuah cahaya yang muncul dari arah depannya. Gadis itu melihat seseorang melangkah memasuki ruangan itu dan menghampirinya, sontak Ciara semakin panik karena ia yakin kalau orang itulah yang sudah menculiknya dan membawanya ke tempat seperti ini.


"Halo Ciara yang manis!" pria itu menyapanya dan terus berjalan mendekat ke arahnya.


"Mmpphh mmpphh!!" Ciara sangat panik dan berusaha berontak dari kursi, tetapi usahanya sia-sia karena tenaganya yang lemah.


"Hahaha, kamu tidak mungkin bisa lepas dari situ sayang. Sudah ya kamu diam saja dan jangan buang-buang tenaga, lebih baik kamu simpan tenaga kamu untuk permainan kita di ranjang nanti!" ucap lelaki itu yang kini sudah berdiri tepat di hadapan Ciara.


Ciara melotot lebar begitu sosok pria yang berbicara dengannya telah berada di depannya, namun gadis itu masih belum mengetahui siapa dia karena pria itu mengenakan masker. Ya Ciara pun semakin dibuat penasaran siapa yang sudah menculiknya dan membawanya ke tempat kotor seperti itu, ia yakin sekali pasti orang tersebut memiliki maksud tertentu dalam menculiknya kali ini.


"Kamu pasti penasaran ya siapa saya? Mau tahu, hm?" ujar si lelaki sambil sedikit membungkuk dan menatap wajah Ciara dari dekat.


Ciara hanya bisa manggut-manggut dengan mata melotot lebar, sontak si pria kembali menegakkan tubuhnya dan bersiap-siap melepas masker yang ia kenakan. Setelah masker itu dilepas, betapa kagetnya Ciara saat mengetahui bahwa pria di hadapannya itu adalah orang yang sangat ia kenal dan semakin membuatnya ketakutan.


"Bagaimana Ciara? Kamu sudah tahu kan sekarang siapa saya? Apa perasaan kamu saat melihat saya, cantik?" ucap si pria sambil tersenyum tipis.


"Om Davin??" batin Ciara amat syok.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2