Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 74. Dihukum


__ADS_3

Libra masih dalam perjalanan menuju sekolah untuk menjemput Ciara alias kekasihnya, ya ia memang datang sedikit terlambat dikarenakan ia tak tahu jika Ciara pulang lebih cepat. Tiba-tiba saja, ponsel miliknya berdering saat ia sedang fokus mengendarai mobilnya. Libra pun mengangkat telpon itu sejenak tanpa menghentikan laju mobil, ia tak ingin jika Ciara menunggu terlalu lama disana.


Saat diangkat, rupanya yang menghubunginya barusan adalah Vian, orang suruhannya yang bertugas memantau tiap pergerakan Ciara. Vian memberitahu padanya kalau saat ini Ciara sudah pergi bersama seorang pria, dan tentu saja Libra langsung menggeram kesal sambil memukul setir mobil untuk melampiaskan kekesalannya. Libra tak habis pikir pada Ciara, mengapa gadis itu masih saja sulit untuk dibilangin dan terus membantah.


Akhirnya Libra semakin memacu mobilnya dengan cepat, ia juga meminta Vian untuk mengirimkan lokasi keberadaan Ciara saat ini melalui ponselnya agar ia bisa menyusul kesana. Ya Libra juga telah memasang alat GPS pada kalung yang dikenakan Ciara, meski tanpa sepengetahuan gadis itu. Libra sengaja melakukannya, karena ia amat mengkhawatirkan gadisnya yang selalu dalam bahaya sebab Davin masih belum ditangkap.


Setelahnya, Libra pun mengikuti arah lokasi yang dikirimkan Vian padanya tadi. Libra sangat penasaran siapa kiranya laki-laki yang berani membawa gadisnya pergi seperti itu, sungguh ia tak terima dan berjanji akan memberi hukuman pada siapapun orang yang berani mengganggu gadisnya. Libra tentu tidak ingin sesuatu terjadi pada Ciara, dan ia akan melakukan segala cara untuk melindungi gadis tercintanya itu dari bahaya.


Sesampainya di tempat yang ia tuju, Libra bergegas turun dari mobilnya untuk mencari dimana Ciara. Pria itu amat heran, karena cafe yang sekarang ia datangi begitu sepi dan hampir tidak ada pengunjung sama sekali, kecuali satu buah mobil yang terparkir di depan sana. Libra kini tahu bahwa semua ini adalah ulah Davin, maka dari itu ia langsung menghubungi Vian kembali untuk meminta bantuannya menangkap Davin di dalam sana.


📞"Halo Vi! Telpon polisi sekarang, susul saya di cafe Cendana!" ucap Libra memerintah.


📞"Baik bos!" balas Vian dengan sigap.


Lalu, Libra yang sudah tak sabar memilih masuk ke dalam cafe untuk melihat apa yang sedang dilakukan Davin bersama Ciara. Namun, tanpa diduga ia malah ditahan oleh dua orang pria kekar yang berjaga di depan pintu. Tampaknya mereka sengaja ditugaskan oleh Davin untuk berjaga disana, tentunya agar tidak ada siapapun yang mengganggu kebersamaan Davin dan Ciara saat ini.


"Heh! Lo mau kemana? Cafe ini udah dibooking, lu gak bisa masuk!" ujar salah seorang dari mereka dengan tegas dan lantang.


Libra mengernyit keheranan, "Dibooking siapa? Saya cuma mau ketemu pacar saya di dalam, tolong kalian jangan halangi saya!" ucapnya kesal.


"Tidak bisa, lu mending balik atau cari tempat lain jangan disini!" sentak orang itu.


Libra menggeleng pelan, "Saya gak akan pergi dari sini, karena saya ingin masuk ke dalam! Kalian minggir, atau saya akan habisi kalian satu persatu!" ucapnya tegas.


"Kurang ajar!"


Karena kesal, kedua orang bertubuh kekar itu pun maju menyerang Libra secara membabi buta. Libra berusaha melawan dan menghindari pukulan mereka, perkelahian pun tidak dapat dihindarkan kali ini. Awalnya Libra mampu menghadapi mereka berdua, tapi lama-kelamaan dirinya sudah tak kuat lagi dan terjatuh ke jalan karena pukulan mereka.


Bruuukkk


"Hahaha, sudah sana lu pergi dan jangan macam-macam disini!" ujar orang itu.


"Akh sialan! Kemana sih Vian, kenapa lama banget dia datengnya?" gumam Libra dalam hati.

__ADS_1


•


•


Sementara itu, di dalam sana Davin sudah semakin jahil pada Ciara yang terpengaruh obat panas pemberiannya. Ciara juga sudah tak sadar diri lagi, ia begitu menikmati cumbuan Davin di area wajah serta lehernya. Bahkan kancing bajunya sudah terlepas semua akibat ulah pria itu, tangan-tangan Davin pun terus bergerilya di seluruh tubuhnya.


Karena sudah tak tahan lagi, Davin menarik dagu Ciara dan berniat melahap bibir gadis itu. Pertama-tama, ia kecup sekilas bibir yang membuat dirinya sulit lupa itu sebagai pembuka. Ciara tersenyum dibuatnya, tentu saja Davin senang karena ia tahu kalau Ciara sangat menyukai dirinya diperlakukan seperti itu.


"Kamu manis banget sayang, ini yang bikin om susah moveon dari kamu!" goda Davin.


"Iya om, aku juga suka bibir om. Udah om, jangan lama-lama! Aku gak sabar pengen coba main sama om!" ucap Ciara sensual.


"Of course baby, aku akan bikin kamu melayang dan terbang ke angkasa!" ucap Davin.


"Hhmmmpphh..." gadis itu mengerang saat Davin langsung menyerang bibirnya, melahap dengan buas sembari menekan tengkuknya.


"Mari kita gapai surga dunia bersama, Ciara!" ujar Davin tepat di telinga gadis itu.


Mereka terus bercumbu disana dengan sangat panas, keduanya sama-sama menikmati ciuman itu dan semakin merasa gila. Tangan Davin juga terus m3r3mas bagian d4d4 Ciara bermaksud memberikan kenikmatan, gadis itu melenguh di sela-sela ciuman mereka. Tanpa basa-basi lagi, Davin bergegas melepaskan baju seragam yang sudah tak terkancing itu dari tubuh ponakannya.


"CIARA!!" tiba-tiba saja, pintu cafe didobrak dari luar dengan sangat kasar sampai terlepas dan mengejutkan pasangan mesum itu.


Deg


Libra membelalakkan matanya saat melihat apa yang ada di dalam pandangannya kali ini, pria itu sungguh tak menyangka kalau Ciara bisa bercumbu dengan Davin disana. Libra sontak menggeleng, amarahnya memuncak dan kedua tangannya sudah terkepal kuat seolah hendak menghabisi Davin saat itu juga karena sudah berani menyentuh gadisnya.


"Om Libra?" di tengah rasa aneh yang menjalar pada seluruh tubuhnya, Ciara masih dapat melihat bahwa yang datang saat ini adalah kekasihnya.


Davin ikut menoleh dan menyeringai ke arahnya, "Hahaha, mau apa kamu kesini Libra? Mau lihat saya dan Ciara bermesraan, iya? Baguslah, sini kamu duduk di dekat kami!" ujarnya.


"Kurang ajar kamu Davin!" Libra yang emosi langsung bergerak maju mendekati pria bejat itu.


Bugghhh

__ADS_1


Tanpa banyak berpikir, Libra melayangkan pukulan keras ke arah wajah Davin setelah menarik kerah bajunya. Davin sampai tersungkur di atas sofa memegangi wajahnya yang lebam, sedangkan Ciara sontak beranjak dari duduknya dan syok melihat amarah Libra pada Davin. Gadis itu menutup mulut dengan kedua tangan, tak habis pikir ketika Libra terus memukuli Davin secara membabi buta.


"Bos, stop bos! Tahan!" Vian serta beberapa polisi yang sudah datang disana kompak bergerak menahan tindakan emosi yang dilakukan Libra pada Davin. Mereka tak ingin jika sampai Libra membunuh nyawa Davin saat ini.


"Haaahhh lepasin saya, saya harus habisi dia! Lepas!" Libra berontak karena emosi sudah menguasai dirinya.


"Tenang bos, jangan main hakim sendiri! Biar polisi yang urus orang ini," ucap Vian.


"Aaarrrgghhh dasar sialan!!" akhirnya Libra mengalah dan menuruti ucapan anak buahnya itu.


"Pak polisi, cepat tangkap dia dan masukkan dia ke dalam sel! Jangan pernah biarkan dia lepas pak, karena dia sangat berbahaya!" titah Vian.


"Baik!"


Polisi-polisi itu pun mendekat dan memborgol tangan Davin, mereka membawa Davin keluar dari tempat itu menuju mobil yang terparkir di luar. Namun, tampak Davin masih bisa tersenyum puas menatap wajah Libra yang sangat emosi. Meski rencananya berhasil digagalkan oleh Libra, tetapi Davin bertekad kalau dia tidak akan berhenti sampai disana dan akan terus berusaha memisahkan Libra dari Ciara.


Setelah Davin pergi, Libra yang sudah tenang beralih menatap Ciara di sebelahnya. Nafasnya terengah-engah, ia sungguh terkejut melihat kondisi Ciara saat ini yang begitu menggoda. Tampak Ciara terus meracau tidak jelas dan mengerang sembari meraba tubuhnya sendiri, dari situ Libra yakin kalau Davin sudah mengerjai gadisnya. Ia bersumpah tak akan pernah memaafkan kelakuan Davin.


"Bos, kita harus bawa non Ciara ke rumah sakit! Sepertinya kondisinya sangat memprihatinkan," ucap Vian memberi usul.


Libra menggeleng pelan, "Tidak, kamu pergi saja! Biar Ciara jadi urusan saya, saya akan bawa dia ke apartemen saya karena ada yang ingin saya lakukan padanya!" ucapnya lirih.


"Oh begitu, baik bos. Kalau gitu saya susul polisi ke kantor ya?" pamit Vian.


"Ya."


Vian pun pergi sesudah berpamitan pada bosnya, sedangkan Libra kini mendekati gadisnya dan terlihat begitu kesal. Ia menyesali tindakan Ciara yang begitu mudah percaya pada Davin, rasanya ia ingin sekali memberi hukuman pada gadis itu agar dia bisa mengerti betapa khawatirnya ia.


"Awas kamu Ciara, saya akan berikan hukuman untuk kamu!" geram Libra.


"Mmhhh panass.." racau Ciara yang makin tak tertahankan, membuat mata Libra terbelalak saat itu juga melihat lekuk indah tubuh gadis itu.


Tanpa berpikir panjang, Libra bergegas menggendong tubuh Ciara ala bridal style dan membawanya keluar dari cafe itu. Ia meletakkan tubuh Ciara di kursi mobilnya, terlihat gadis itu masih terpejam dengan mulut meracau dan tangan yang sudah bergerak kesana-kemari.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2