
"Hah??"
Galen langsung bangkit dari tempat duduknya, membuat suasana disana tegang seketika. Ciara pun tampak sangat panik, ia khawatir akan ada keributan hanya karena pengakuan Libra. Bahkan Libra sendiri juga amat khawatir, tapi meski begitu Libra berusaha tetap tenang karena ia rasa tidak ada waktu lain untuk mengungkap semuanya.
"Jadi, selama ini kamu bilang mau jagain Ciara itu cuma omong kosong ya om? Padahal nyatanya kamu malah pacarin Ciara, huh dasar!" geram Galen.
"Eee Galen, a-aku ngelakuin itu juga karena aku cinta sama Ciara. Tapi, aku beneran kok jagain dia. Aku gak pernah sama sekali menyakiti dia, kamu bisa percaya sama aku Galen!" ucap Libra lirih.
"Iya kak, om Libra yang selama ini lindungi aku dari kejahatan om Davin," sahut Ciara.
Nadira tiba-tiba menyela obrolan mereka untuk meredam ketegangan, "Sudah sudah, kalian gak perlu ributin masalah itu! Mama setuju kok sama hubungan Ciara dan Libra, menurut mama Libra memang lelaki yang pantas untuk Ciara," ujarnya.
"Iya ma, aku sependapat sama kata-kata mama. Selama ini aku lihat om Libra kelihatan baik dan tulus banget tau sama Ciara, pasti dia bakal bisa bikin Ciara bahagia deh!" timpal Tiara.
Mendengarnya, sontak membuat Libra serta Ciara tersenyum bersama-sama. Namun, ada satu yang masih membuat mereka ragu. Ya tentu saja Galen, pria itu tampak masih tak suka dengan hubungan Libra dengan Ciara. Sepertinya Galen tidak setuju jika adiknya memiliki hubungan dengan Libra, karena terlihat dari raut wajahnya saat ini.
"Heh! Kalau kamu mau memiliki adik saya, ayo kita duel sekarang juga! Kalau kamu menang, maka saya akan merestui kalian. Tapi kalau kamu kalau, enyah kamu dari kehidupan Ciara!" tantang Galen.
Deg
Satu keluarga itu dibuat tak berkutik dengan ucapan yang dilayangkan Galen, bahkan Nadira sendiri seolah tak percaya jika putra dari selingkuhan suaminya dulu bisa bersikap seperti itu dan menantang adik angkatnya untuk berduel. Tentu saja Nadira sangat tidak setuju, karena apa yang dikatakan Galen benar-benar di luar nalar.
"Galen, kenapa kamu bicara seperti itu? Apa kamu tidak punya malu?" ujar Nadira menegur putranya.
"Kenapa ma? Apa aku salah? Aku cuma gak suka kalau om Libra pacaran sama Ciara, seenaknya aja dia kayak gitu!" ucap Galen tegas.
"Kamu itu gak berhak melarang hubungan mereka, memangnya siapa kamu?" sentak Nadira.
__ADS_1
Saat itu juga Nadira merasa menyesal telah mengatakan kalimatnya barusan, ia langsung spontan menutupi mulutnya dan berharap Galen tidak perlu memperpanjang masalah ini. Namun, kemudian Galen malah tersenyum menatap ke arah mamanya itu serta yang lain secara bergantian. Sontak Nadira pun merasa heran dibuatnya, ia tak mengerti apa maksud Galen tersenyum seperti itu.
"Iya ma, aku itu gak suka Ciara pacaran sama om Libra. Ya tapi kalau emang om Libra serius, nikahin dong Ciara!" ucap Galen menjelaskan.
"Hah? Maksud kakak?" heran Ciara.
"Kenapa Ciara? Ini kakak udah kasih restu loh, kakak gak mau kamu pacaran jadinya lebih baik ya kalian nikah aja!" ucap Galen.
"Ish kakak, aku tuh masih sekolah. Seenaknya aja kalo ngomong kakak mah," ucap Ciara cemberut.
Galen serta Tiara kompak terkekeh mendengarnya, sedangkan Nadira merasa lega karena ternyata ucapan Galen tadi hanya candaan semata. Nadira juga merasa tenang lantaran Galen tidak menganggap kata-kata yang tadi ia lontarkan sebagai kalimat yang menyakiti hatinya, untung saja pria itu tak terlalu mempermasalahkannya.
Sementara Libra kembali menatap Ciara dengan satu tangan merogoh kantong untuk mengambil sesuatu, rupanya ia sudah menyiapkan sebuah cincin disana yang ia beli sebelumnya. Libra pun seolah siap untuk melamar Ciara di hadapan keluarganya saat ini, yang tentunya hal itu sama sekali tidak diduga oleh Ciara sebelumnya.
"Ciara..." panggilan Libra itu membuat sang gadis terkejut, kemudian menoleh ke arahnya.
"Ciara, setelah mendapat restu dari keluarga kamu. Sekarang giliran aku yang mau tanya ke kamu, apa kamu mau menikah sama aku dan menjadi bagian dari hidup aku, Ciara?" ucap Libra dengan tulus.
"Hah? Om serius ngomong begitu? Om ngelamar aku sekarang?" kaget Ciara.
Libra menganggukkan kepalanya, "Iya Ciara, aku gak pernah main-main sama usapan aku," ucapnya tegas.
"Tapi om, aku..."
Ucapan Ciara terputus saat tiba-tiba Libra menarik satu tangannya dan mendongak menatap wajah gadis itu dengan serius, Ciara sontak terdiam lalu menatap bingung ke arah Libra yang seperti mengharapkan sesuatu. Sejujurnya Ciara juga sangat mencintai Libra dan ingin menikah dengannya, tetapi Ciara belum dapat melakukan semuanya.
"Ciara, aku tahu kamu belum siap. Tapi, seenggaknya kamu jawab dulu pertanyaan aku tadi biar aku bisa tenang dan gak perlu cemas lagi mikirin hubungan kita!" ucap Libra.
__ADS_1
"Iya sayang, kamu kasih tahu aja jawaban kamu ke kita sekarang!" sahut Nadira ikut bicara.
"Umm a-aku...."
•
•
Disisi lain, Bella mendatangi tempat dimana Davin ditahan setelah mendapatkan informasi dari seseorang. Wanita itu terlihat tersenyum mengejek begitu melihat Davin muncul bersama seorang polisi, mereka pun duduk berdampingan disana dan Davin tampak tak menyukai kehadiran Bella di tempat itu karena ia sudah tak lagi mengharapkan sesuatu pada wanita tidak berguna itu.
"Mau apa kamu kesini? Saya sudah tidak memerlukan perempuan bodoh seperti kamu lagi di hidup saya!" geram Davin.
Bella tersenyum mendengarnya, "Hadeh, anda masih menyalahkan saya atas kegagalan anda? Hey dengar ya, semua itu terjadi karena kebodohan anda sendiri! Saya sudah bilang, jangan gegabah! Tapi apa? Anda tidak mau mendengarkan saya," ucapnya.
"Diam kamu! Kalau saja waktu itu kamu tidak menyelamatkan Libra, mungkin sekarang saya sudah berhasil melenyapkan dia dan saya bisa hidup bahagia bersama Ciara!" bentak Davin.
Deg
Seketika Bella terperangah mendengar pengakuan pria itu, ia tak mengira kalau ternyata orang yang hendak mencelakakan Libra kala itu adalah Davin. Jika saja ia tahu tentang itu sedari dulu, maka pasti Bella tidak akan tinggal diam dan melabrak pria itu saat itu juga. Namun meski semua sudah berlalu, tetap saja Bella masih tidak terima dengan itu.
"Apa maksud anda? Jadi, orang yang waktu itu ingin menabrak Libra adalah anda?" tanya Bella.
Davin terkekeh kali ini, "Hahaha, iya saya orangnya. Saya yang mengendarai mobil itu, dan saya hampir saja berhasil memusnahkan pria itu jika kamu tidak datang dan mengacaukan semuanya!"
"Kurang ajar!" Bella beranjak dari tempat duduknya dengan perasaan emosi seraya menatap si pria.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...