Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 169. Ulang tahun Cyra


__ADS_3

Singkat cerita, malam indah itu tiba dan banyak orang sudah berkumpul di rumah Cyra untuk merayakan hari ulang tahun gadis itu. Tak disangka memang waktu berjalan begitu cepat, sehingga kini Cyra telah berusia 14 tahun. Cyra sendiri juga tak menyangka dengan ini semua, karena akhirnya Cyra sudah bukan lagi seorang anak kecil yang dulu suka menangis dan membuat susah orangtuanya.


Cyra pun sudah mengenakan gaun dengan warna favoritnya, yakni merah muda. Gadis itu tampak begitu anggun dan cantik, sehingga Askha serta Daiva yang turut hadir disana merasa kagum dengan kecantikan Cyra. Mereka bertiga masih berada di dalam kamar Cyra, bersiap untuk merayakan pesta ulang tahun Cyra yang ke empat belas dan menikmati semua yang sudah disiapkan.


"Cyra, kamu cantik banget loh! Aku sampai kagum lihat kamu tau, rasanya kamu beda dari biasanya dan gak seperti Cyra yang aku kenal!" ucap Daiva memuji sepupunya itu.


Sontak Cyra tersipu dibuatnya, ia memandangi dirinya sendiri di depan cermin sembari memegang gaun yang ia kenakan. Tampilannya saat ini memang mirip seperti seorang putri kerajaan, sehingga tak heran jika Daiva terus memujinya. Bahkan, Askha sendiri tidak sanggup mengalihkan pandangannya dari tubuh indah sang sepupu.


"Benar kata Daiva, gue aja sampai terpana gini lihat kecantikan lu Cyra!" sahut Askha.


"Haish, ini pada kenapa sih kalian berdua? Aku tuh biasa aja tau, gausah lebay deh! Kalian pasti sengaja kan mau bikin aku salting? Padahal, aku ini gak secantik yang kalian bilang. Malahan mungkin lebih jelek," ucap Cyra tampak tidak pede.


"Eh kata siapa? Lo itu cantik banget malam ini Cyra, gue akui itu! Lo gausah minder deh jadi orang, udah secantik ini masih aja minder!" tegas Askha.


Cyra tersenyum tipis dan menggaruk rambutnya, ia tak tahu harus percaya atau tidak pada perkataan kedua sepupunya barusan itu. Selama ini mereka memang jarang memuji kecantikannya, terutama Askha yang selalu meledeknya. Namun, entah mengapa di malam ini mereka tiba-tiba kompak mengatakan bahwa ia sangatlah cantik.


TOK TOK TOK...


Tiba-tiba saja, pintu kamar itu diketuk dari luar dan membuat ketiganya terkejut. Cyra yang penasaran langsung saja menyuruh seseorang di luar itu untuk masuk ke dalam, dan ternyata begitu pintu dibuka rupanya Ciara lah yang ada disana. Sontak Cyra spontan beralih menatap mamanya, ia tersenyum lebar lalu mendekat ke arah sang mama.


"Eh mama, aku senang banget mama datang! Nih, mereka berdua itu daritadi ngeledekin aku terus tau ma!" ucap Cyra merengek sambil memeluk mamanya.


Ciara reflek menatap satu persatu wajah Askha serta Daiva dengan bingung, ia tak mengerti mengapa Cyra berkata seperti itu barusan. Sedangkan Askha dan Daiva terlihat panik, mereka langsung membantah kata-kata Cyra dengan cepat. Ya karena mereka tak ingin jika Ciara salah paham, lalu mengira mereka sudah berbuat jahat pada Cyra.


"Eh enggak kok tante, aku sama Daiva gak pernah ngeledekin Cyra kok. Justru kita ini muji dia, kita bilang dia cantik loh," ucap Askha membela diri.


"Iya tante, kita berdua mah anak baik-baik kok. Yakali kita ngatain Cyra yang notabene emang cantik banget, dia itu cuma salah paham aja tante!" sahut Daiva yang ikut merasa cemas.


Ciara tersenyum dibuatnya, ia lalu menatap sang putri dan mengusap rambutnya dengan lembut. Ciara tahu kalau Cyra hanya salah mengira, karena sebenarnya Daiva dan juga Askha kompak mengatakan bahwa Cyra sangat cantik. Terlebih, pakaian yang dikenakan gadis itu malam ini sungguh indah untuk dipandang.




Akhirnya Cyra bersama Ciara dan kedua sepupunya keluar dari kamar, mereka pun pergi menuju ruang tamu yang mana disana sudah terdapat beberapa undangan yang hadir menunggu pesta dimulai. Cyra tampak begitu senang, malam ini acara ulang tahunnya pasti akan berlangsung meriah dan banyak tamu indahan disana.


Satu persatu tamu yang hadir mulai melangkah menghampiri Cyra dan memberikan selamat kepada gadis itu atas hari jadinya, kebanyakan dari mereka merupakan teman satu sekolah Cyra yang tentu saja datang karena undangan darinya. Tak hanya itu, para saudaranya juga turut hadir disana menyaksikan bagaimana Cyra merayakan ulang tahunnya.


"Selamat ulang tahun ya Cyra, semoga kamu sehat selalu dan makin sukses! Hadiahnya udah aku taruh di tempat khusus kado, sekali lagi selamat ya!" ucap salah seorang dari mereka.


"Aamiin, makasih loh atas doanya! Thanks juga karena kamu udah mau datang!" ucap Cyra.


"Sama-sama Cyra, kita kan temenan. Masa iya aku gak datang di acara yang penting banget buat kamu ini?" ucap temannya itu.


Cyra tersenyum senang mendengar ucapan temannya barusan, namun kemudian ia malah melihat Celo yang juga turut hadir disana. Senyum di wajahnya pun seketika hilang, mengingat kelakuan buruk yang sudah dilakukan Celo sebelumnya. Cyra tak mengerti, bagaimana bisa Celo datang kesana tanpa undangan darinya.


"Halo Cyra! Selamat ulang tahun ya, duh lu cantik banget deh!" ucap Celo dengan sok ramah.

__ADS_1


"Hm, thanks ya!" ucap Cyra singkat.


Melihat ekspresi yang berbeda dari wajah Cyra, sontak Askha dapat menebak bahwa Cyra tidak menyukai keberadaan Celo disana. Hanya saja, Askha belum bisa mengetahui apa yang terjadi diantara kedua gadis itu. Askha pun berpikir keras, ia mengira kalau diantara Cyra dan Celo sedang terjadi perselisihan atau bahkan permusuhan.


"Cyra, kita ke tempat kuenya aja yuk! Sebentar lagi prosesi tiup lilin sama potong kue dimulai, kamu harus siap-siap!" ajak Askha.


"Waw kue, pasti enak tuh!" celetuk Celo.


"Iya dong enak, kamu kalau mau cobain jangan lupa bawa piringnya ya!" ucap Cyra dengan senyum sinisnya.


"Oke Cyra, sekali lagi selamat ulang tahun ya! Semoga sukses selalu!" ucap Celo.


"Aamiin." Cyra dan yang lainnya kompak mengaminkan ucapan Celo itu.


Setelah itu, Cyra bersama keluarganya pergi menuju tempat pemotongan kue dan bersiap untuk memulai acara. Cyra tampak sangat senang saat ini, ia tidak sabar ingin segera meniup lilin lalu memotong kue yang sudah tersedia disana. Apalagi, kue miliknya itu sangat besar dan merupakan impiannya sejak lama untuk bisa mempunyai kue sebesar itu.


Akan tetapi, ada sesuatu yang mengganjal di hati Cyra saat ini. Ya sedari tadi ia tak melihat ayahnya disana, sehingga Cyra pun terus celingak-celinguk ke kanan dan kiri mencari keberadaan sang ayah. Cyra tidak ingin memulai pesta, kalau ayahnya itu tidak datang. Padahal, sebelumnya Libra sudah berjanji akan hadir di acara ulang tahunnya malam ini.


Cyra kini mendekati mamanya dan bertanya mengenai sang ayah yang tidak ada di sekitar sana, Cyra khawatir jika ayahnya akan kembali mangkir dari pesta ulang tahunnya. Seketika kesenangan yang ia rasakan menghilang, sebab gadis itu hanya menginginkan kehadiran dua orangtuanya di malam yang amat membahagiakan bagi dirinya.


"Ma, papa mana? Kok gak ada disini?" tanya Cyra pada mamanya.


Deg




Disaat yang sama, dua orang wanita seksi datang menghampirinya dan terduduk di dekatnya. Mereka berdua kompak menggoda Libra, membuat pria itu merasa tegang dan bergairah. Sentuhan lembut diberikan oleh mereka secara bersamaan, bahkan kedua wanita itu juga sengaja memamerkan bongkahan kenyal milik mereka yang besarnya luar biasa dan menggugah selera.


"Hmm, kalian seksi sekali! Gak seperti istri saya, dia sudah kusut dan tidak menggairahkan lagi!" ucap Libra yang dalam pengaruh alkohol.


Kedua wanita itu sontak tersenyum, mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk terus menggoda Libra. Ya tentu keduanya akan membuat Libra tergoda, lalu mau bermain bersama mereka sampai puas. Itulah pekerjaan mereka, mencari pelanggan yang bisa memberikan mereka uang banyak sekaligus kepuasan.


"Kamu gak perlu khawatir ganteng, kita bakal puasin kamu kok kalau kamu mau!" goda si wanita.


"Sure, saya pasti mau dipuasin sama kalian. Ayo, kita sama-sama raih kepuasan malam ini! Saya sudah tidak tahan lagi!" racau Libra.


"Kita ke kamar ya ganteng?" ucap si wanita.


Libra mengangguk saja, dan dengan bantuan kedua wanita itu Libra pun berhasil bangkit dari sofa lalu bersiap untuk pergi. Para wanita itu memapah tubuh Libra secara perlahan, membawanya menuju kamar yang ada disana untuk memuaskan hasrat mereka. Selain itu, mereka pastinya juga akan meminta imbalan berupa uang dalam jumlah banyak.


"LIBRA!!" tanpa diduga, sebuah teriakan seorang pria terdengar dan mengejutkan ketiganya.


Libra yang dalam kondisi mabuk, masih dapat mengenali siapa pria yang berdiri di hadapannya saat ini. Ya pria itu adalah Davin, sepertinya Davin tidak senang dengan apa yang dilakukan Libra dan akan menyadarkan Libra disana. Bagaimanapun, Davin tahu betul bahwa Libra adalah suami dari Ciara yang merupakan wanita tercintanya.


"Dasar sialan kamu Libra! Jadi ini kerjaan kamu di belakang Ciara, ha? Berani sekali kamu menyakiti Ciara, benar-benar kurang ajar!" ucap Davin dengan penuh emosi dan kekesalan.

__ADS_1


Libra justru tersenyum mendengarnya, Davin yang melihat itu sontak mengepalkan tangannya seolah bersiap untuk menghajar Libra disana. Kondisi Libra memang sudah tidak tertolong lagi, bahkan untuk bisa berdiri tegak saja ia sudah kesulitan. Minuman yang ia konsumsi sudah begitu banyak, sehingga Libra mulai kehilangan kesadarannya.


"Anda tahu apa tentang rumah tangga saya? Kalau anda ada di posisi saya, pasti anda juga akan melakukan hal yang sama!" ucap Libra.


"Apa maksud kamu, ha? Saya ini bukan orang jahat seperti kamu, saya akan selalu setia dengan Ciara dan tidak akan mungkin mengkhianati dia! Apapun kondisinya, kelakuan kamu ini tidak dibenarkan Libra!" ucap Davin lantang.


"Diam saja anda Davin! Asal anda tahu, Ciara itu sudah tidak menarik lagi. Saya bosan dengan dia, dan saya ingin mencari pengalaman lain!" ucap Libra.


"Dasar biadab!" Davin mengumpat kasar.


Bugghhh


Akhirnya emosi Davin tak tertahankan, ia memukul Libra dan menghajar Libra secara membabi buta di hadapan banyak orang.




Tiara tiba di depan rumah Ciara dan bersiap untuk menghadiri pesta keponakannya, ia tampil anggun dengan gaun miliknya dan membawa serta hadiah yang akan ia berikan kepada Cyra nanti. Tiara sangat tidak sabar ingin menemui Cyra di dalam sana, karena ia turut merasa senang sebab malam ini adalah malam ulang tahun Cyra yang ke-14.


Akan tetapi, langkah Tiara terhenti saat tiba-tiba Galen juga muncul disana bersamaan dengan dua putra kembarnya. Tentu saja Tiara sangat geram melihatnya, apalagi ia tahu kalau dua lelaki yang ada bersama Galen adalah putra Jessica. Sampai saat ini, Tiara masih mengira jika mereka itu merupakan putra Galen dan juga Jessica.


"Tiara, akhirnya kita ketemu lagi disini. Kebetulan banget aku selalu pengen ada di dekat kamu, karena itu bikin aku teringat sama masa-masa indah kita dulu," ucap Galen tersenyum lebar.


Tiara sangat malas menanggapi kata-kata pria itu, ia pun memalingkan wajahnya dan menghela nafas singkat. Sedangkan Galen memberi kode pada kedua putranya untuk pergi lebih dulu, barulah setelah itu Galen kembali bergerak mendekat ke arah Tiara dan berhenti tepat di hadapannya dengan senyuman lebar yang ia berikan.


"Kamu gausah pura-pura gitu, aku tahu kamu juga senang kan ketemu sama aku! Walaupun kita udah pisah lumayan lama, tapi aku yakin di hati kamu masih ada nama aku. Gak mungkin kamu bisa melupakan aku Tiara," ucap Galen lagi.


"Hah? Kamu gak salah tuh bicara kayak gitu, hm? Kege'eran banget sih kamu jadi orang, aku ini udah sepenuhnya moveon ya dari kamu!" elak Tiara.


"Ahaha, masa iya sih? Gimana bisa kamu moveon sebelah itu dari aku? Apa semenjak kamu kerja di kantor pak Adrian, terus jadi simpanan laki-laki itu?" ucap Galen sengaja meledek wanita itu.


Deg


Apa yang diucapkan Galen barusan amat membuat Tiara kesal, tentu Tiara tak terima karena Galen menganggap dirinya sebagai simpanan Adrian. Semua itu tidak benar, karena pada nyatanya Tiara tak pernah menjadi simpanan bosnya itu. Sangking emosinya, Tiara sampai menampar wajah Galen dengan kasar dan mengejutkan pria itu.


Plaaakk


Saat itu juga Galen tersentak sembari memegangi pipinya, ia tatap wajah Tiara seolah tak percaya dengan apa yang dilakukan wanita itu. Galen kemudian tersenyum, ia yakin Tiara emosi karena memang Tiara telah menjadi simpanan Adrian. Dari awal Galen sudah mencurigai itu, sebab hubungan Tiara dan Adrian tampak sangat dekat.


"Kamu tampar aku, itu artinya dugaan aku benar dong Tiara? Kamu jahat banget sih, masa kamu tega jadi simpanan bos kamu sendiri? Apa kamu lakuin ini karena mau balas dendam? Toh dulu kamu pernah diselingkuhin kan sama aku," kekeh Galen.


"Jaga bicara kamu ya Galen! Aku gak pernah lakuin itu, kamu jangan fitnah aku kayak gitu! Aku ini gak sama kayak kamu, yang tukang selingkuh dan gak pernah puas sama satu pasangan!" sentak Tiara.


Galen terdiam saja memandangi wajah Tiara, ia senang ketika melihat Tiara emosi seperti itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2