
Bruuukkk
Davin terjatuh akibat pukulan bertubi-tubi yang diberikan Galen padanya, pria itu kini tertidur dengan posisi miring dan memegangi dadanya yang terasa sesak. Sedangkan Galen dengan tatapan tajam terus melangkah mendekati pamannya sambil mengepalkan kedua tangan, rupanya emosi Galen belum reda karena ia ingin membalas dendam pada Davin atas perlakuan pria itu ke adiknya selama ini.
"Ayo bangun om! Ayo lawan saya, kita bertarung habis-habisan malam ini! Saya ingin tahu, seberapa hebat om Davin ini. Atau om cuma berani dengan perempuan lemah seperti Ciara?" tantang Galen.
"Hahaha, kamu jangan sombong dulu Galen! Saya belum kalah, sebaiknya kamu berhati-hati karena saya bisa saja menghabisi kamu disini!" ujar Davin.
"Saya gak perduli dengan omong kosong om itu! Cepat bangun om, jangan jadi pengecut yang cuma besar dalam berbicara! Tunjukkan kalau om memang kuat!" ucap Galen lantang.
Davin justru terkekeh dibuatnya, Galen yang terpancing langsung mempercepat langkahnya seolah hendak memukul Davin kembali. Akan tetapi, Galen lengah dan tak memperhatikan belakangnya. Sehingga dengan mudah Surya mampu melumpuhkan pria itu menggunakan balok kayu yang ia pukul ke arah punggung Galen dengan keras.
Bugghhh
Satu pukulan saja sudah berhasil membuat Galen lemas seketika, pria itu memegangi punggungnya dengan satu tangan dan perlahan ambruk ke bawah karena rasa sakitnya. Ia melirik ke samping dan dapat melihat keberadaan Surya yang tertawa puas sembari menenteng balok kayu besar di tangannya, lalu tampak juga Davin bangkit kembali setelah mendapat bantuan dari rekannya itu.
"Sial! Dasar licik!" umpat Galen lirih yang sudah mulai tidak kuat menahan diri lagi.
"Hahaha, sekarang siapa yang lemah Galen? Kamu itu terlalu ceroboh, kamu kira saya ini lemah padahal nyatanya kamu lah yang lemah!" ucap Davin puas.
"Benar itu, kamu bukan apa-apa Galen jika dibandingkan dengan kita berdua. Jadi, kamu salah kalau melawan kita!" sahut Surya.
"Kalian memang kurang ajar! Lihat saja, saya akan balas kalian semua!" geram Galen.
"Oh ya? Silahkan saja Galen, lakukan apa yang bisa kamu lakukan sekarang! Bahkan, bunuh saja saya kalau memang kamu bisa! Jangan jadi orang lemah, Galen!" tantang Davin.
"Hahaha, ayo bangun! Bukannya tadi kamu menggebu-gebu ingin menghabisi kami, ha?" ujar Surya disertai tawa lebarnya.
Davin berjongkok di hadapan Galen dan menatap wajah ponakannya itu sambil tersenyum, "Galen Galen, seharusnya kamu dukung saya untuk dapatkan cinta adik kamu, bukan malah seperti ini! Asal kamu tahu, saya ini sangat mencintai Ciara, saya tidak bisa jauh dari dia!" ucapnya lirih.
"Omong kosong! Om gak cinta sama Ciara, kalau emang om cinta harusnya om gak lakuin semua ini ke Ciara! Dari mulai om menyebarkan video syur itu, sudah terbukti kalau memang om hanya terobsesi dengan Ciara!" ucap Galen lantang.
"Terserah kamu, ayo Surya pukul lagi dia dan buat dia pingsan supaya memudahkan kita untuk membawa dia dari sini!" perintah Davin.
"Siap!" Surya dengan senang hati maju mendekat dan mengangkat balok kayu di tangannya itu bersiap untuk memukul Galen kembali sesuai perintah.
"Gimana ini? Saya gak boleh nyerah, saya harus kuat!" batin Galen tampak ketakutan saat melihat balok besar itu menuju ke arahnya.
•
__ADS_1
•
"Ih lepas! Lepasin aku!" Ciara terus berontak dan meronta-ronta saat salah seorang anak buah Davin itu membawanya paksa ke dalam rumah tersebut.
Mereka kini berada tepat di hadapan Libra serta anak buah Davin yang lainnya, sontak saja Libra terkejut ketika melihat Ciara sudah tertangkap dan berada dalam bahaya. Orang yang menangkapnya itu juga meminta Libra untuk menyerah dan berhenti berkelahi, atau dia akan melukai Ciara dengan tangannya sendiri.
"Ciara, kamu kenapa kesini? Aku kan sudah minta kamu tetap di mobil!" ujar Libra.
"Hiks maaf om, aku tadi cuma mau bantu om buat tolong kak Galen!" jawab Ciara sambil terisak.
"Jangan banyak bicara! Menyerah sekarang dan berlutut! Atau aku habisi gadis ini di depan kamu saat ini juga!" ancam orang itu sembari menguatkan cengkeramannya pada leher Ciara.
"Akh jangan!" Ciara meringis sakit saat lehernya dicekik sangat kuat.
"Baiklah, saya menyerah. Tapi tolong, kamu lepaskan Ciara dan jangan lukai dia! Saya tidak mau Ciara kenapa-napa," ucap Libra.
"Cepat berlutut dan angkat kedua tangan kamu!" perintah orang itu.
Mau tidak mau, Libra terpaksa menurut dan mengikuti semua perkataan orang itu demi keselamatan Ciara. Kini Libra sudah berlutut dengan kedua tangan terangkat, lalu orang itu juga memerintahkan teman-temannya yang lain untuk mengikat tangan Libra seperti yang mereka lakukan pada Terry sebelumnya.
"Ikat dia, jangan sampai dia lepas! Biar saya yang bawa gadis ini ke bos, saya yakin bos pasti senang," ucap orang itu sambil tertawa.
Sementara Ciara sudah dibawa pergi oleh orang tadi untuk menemui Davin serta Surya, tampak Libra terus memandangi Ciara dengan wajah sedihnya. Libra benar-benar tak terima jika sampai Ciara terluka karena orang itu, tetapi saat ini ia hanya bisa pasrah dan mengalah demi kebaikan Ciara yang berada dalam bahaya.
"LEPASKAN LIBRA!" tiba-tiba saja, mereka dikejutkan dengan suara lantang yang datang dari arah pagar.
Sontak mereka semua melihat ke asal suara dan menemukan Gavin berdiri bersama pasukan polisi yang amat banyak dengan membawa senjata asli, tentunya orang-orang itu tampak ketakutan dan merasa dalam bahaya. Akhirnya mereka mengangkat tangan tanda menyerah, sedangkan Libra menghela nafas lega setelah kedatangan Gavin dengan polisi-polisi tersebut.
"Huh syukurlah, aku senang mas Gavin sudah datang! Kalian semua sekarang tidak bisa apa-apa lagi, menyerah lah!" ucap Libra tersenyum lega.
Para pasukan Davin itu langsung berlutut di depan Gavin dan menyerahkan diri, polisi pun mulai memborgol mereka satu persatu agar tidak dapat melawan. Sedangkan Gavin kini mendekati Libra dan membebaskan pria itu dari ikatan yang ada di tangannya.
"Mas, Ciara dalam bahaya mas! Kita harus cepat selamatkan dia!" ucap Libra panik.
"Apa??" Gavin benar-benar terkejut mendengarnya, pantas saja tadi ia tidak melihat keberadaan gadis itu di mobilnya.
•
•
__ADS_1
Ciara kini dibawa paksa untuk menemui Davin dan Surya di halaman belakang rumah itu, betapa terkejutnya Ciara saat ia mendapati kakaknya tengah tergeletak di bawah dan dengan kejamnya Surya hendak memukul kembali tubuh kakaknya itu menggunakan balok kayu yang amat besar.
Sontak Ciara membulatkan matanya, entah kekuatan darimana tiba-tiba Ciara berhasil berontak dan melepaskan diri dari dekapan pria di belakangnya. Tanpa banyak bicara, Ciara langsung berlari ke arah Galen sambil berteriak untuk mencegah Surya melakukan apa yang dia ingin lakukan.
"BERHENTI!!" suara teriakan Ciara itu mengagetkan Davin serta Surya, mereka menoleh ke arah Ciara secara bersamaan dan kompak terkejut.
"Cukup om, jangan sakiti kak Galen! Aku gak mau kak Galen kenapa-napa, tolong lepasin dia! Kak Galen gak ada sangkut pautnya sama masalah kita om, aku mohon!" rengek Ciara.
Davin tersenyum seringai melihat keberadaan Ciara disana, "Baguslah Ciara sayang, akhirnya kamu kembali kesini!" ucapnya tampak bahagia.
"Ciara, untuk apa kamu datang kesini? Kamu mau membahayakan diri kamu sendiri, ha? Lebih baik kamu lari, pergi Ciara!" sentak Galen yang masih berusaha menahan rasa sakitnya.
"Enggak, aku gak akan tinggalin kakak! Aku kesini buat tolong kakak," ucap Ciara lantang.
"Kakak gak butuh pertolongan kamu, Ciara! Cepat kamu pergi dan jangan perdulikan kakak!" pinta Galen.
Ciara menggeleng disertai isakan tangisnya, "Aku akan tetap disini kak, demi kakak. Bahkan aku rela menukar tubuh aku, supaya kakak bisa selamat!" ucapnya tegas.
"Kamu jangan gila Ciara! Itu gak benar!" ujar Galen.
Prok prok prok
Davin melangkah mendekati Ciara sambil bertepuk tangan dan tersenyum lebar, "Wah wah wah, sungguh drama yang menarik! Om jadi terharu lihat keromantisan kalian," ucapnya meledek.
Disaat mereka sedang asyik berbincang, Surya yang sadar tampak melihat keberadaan polisi di depan sana dan berjumlah cukup banyak. Sontak saja Surya merasa panik, tidak mungkin tentunya ia tidak panik jika mengetahui polisi ada di rumahnya dan akan menangkapnya nanti.
"Gawat! Kenapa bisa ada polisi disini? Apa gadis itu datang bersama polisi?" batin Surya ketakutan.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...•...
...•...
...SIAPA YANG DUKUNG OM DAVIN BERSATU SAMA CIARA? MAU GAK KALAU MEREKA BERLAYAR SETELAH INI & HIDUP BAHAGIA?...
...♥️♥️...
__ADS_1