
TOK TOK TOK...
Nadira yang tengah membawa secangkir kopi di tangannya tampak terkejut ketika mendengar suara ketukan pintu dari arah luar, sontak ia mempercepat langkahnya menuju sofa tempat dimana suaminya berada untuk segera menyerahkan kopi tersebut. Nadira juga penasaran siapa yang datang ke rumahnya di sore hari menjelang malam seperti ini.
Setelah memberikan kopinya kepada Gavin, kini Nadira bergegas menuju pintu untuk mengecek siapa yang datang. Namun, langkahnya terhenti saat tiba-tiba Libra muncul dari arah belakang dan memanggilnya. Nadira pun terpaksa berhenti lalu menoleh ke arahnya dengan bingung, sedangkan Libra terus berjalan mendekati kakaknya sambil juga penasaran pada suara ketukan pintu di luar.
"Mbak, itu siapa yang ketuk-ketuk pintu kayak gitu? Berisik banget sih, aku aja yang lagi tiduran di kamar sampai keganggu," ucap Libra keheranan.
Nadira menghela nafasnya, "Huft, ini juga mbak lagi mau ngecek ke luar. Eh kamu malah panggil mbak tadi, jadinya mbak belum sempat lihat siapa yang datang," ucapnya.
"Iya maaf mbak, abisnya aku penasaran sih. Yaudah, biar aku aja ya yang cek?" ucap Libra.
"Yakin kamu? Bukannya kamu lagi tiduran tadi di kamar?" tanya Nadira memastikan.
Libra mengangguk dengan yakin, "Iyalah mbak, cuma buka pintu doang mah gak nyampe lima menit kali. Lagian kan tiduran mah bisa nanti lagi, udah biar aku aja yang ke depan," jawabnya.
"Okay, kalo gitu mbak mau balik ke tempat suami mbak ya? Kamu tolong lihat siapa yang datang, kalau dia tamu ya suruh masuk aja!" ujar Nadira.
"Siap mbak!" ucap Libra patuh.
Nadira pun berbalik menuju sofa dan membiarkan Libra yang menggantikan tugasnya, ia menghampiri suaminya kembali yang tengah asyik duduk di sofa sembari menonton tv dan menikmati secangkir kopi buatannya tadi. Wanita itu langsung terduduk di sebelahnya, membuat Gavin hilang fokus dan beralih menatapnya sambil tersenyum.
"Loh sayang, kamu kenapa kok datang-datang cemberut begitu? Lagi ada masalah, hm?" tanya Gavin penasaran.
"Umm, aku cuma bingung aja kenapa sampai sekarang Ciara belum datang. Padahal dia janji loh mas mau pulang kesini hari ini, aku aja udah masakin makanan kesukaan dia," jawab Nadira.
"Oalah, kamu sabar aja sayang! Mungkin Ciara masih di rumah Galen, jadi nanti dia kesini nya bareng sama Galen," ucap Gavin menenangkan.
"Bisa jadi sih, tapi kalau ternyata dia gak jadi datang kesini gimana mas? Apa aku telpon Galen aja kali ya?" ucap Nadira.
"Terserah kamu, eh tapi kenapa gak coba telpon Ciara langsung aja?" ucap Gavin.
"Udah mas, tapi gak nyambung. Daritadi aku telponin nomornya selalu gak aktif, makanya aku mau coba telpon Galen sekarang," ucap Nadira.
"Okay, yaudah kamu telpon aja Galen sekarang!" ucap Gavin sambil tersenyum.
Nadira menganggukkan kepalanya, lalu mulai mengeluarkan ponsel miliknya dan mencoba menghubungi nomor Galen. Sedangkan Gavin menunggu saja di sampingnya sembari terus mengusap wajah sang istri bermaksud membuatnya tenang agar tidak panik lagi.
__ADS_1
•
•
Ceklek
Sementara itu, Libra yang tadi keluar untuk membuka pintu, dibuat terkejut ketika melihat sosok gadis cantik tengah berdiri di hadapannya dengan membawa koper di tangannya dan tersenyum ke arahnya. Tentu saja Libra tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini, ia pun menganga lebar dan tak bergerak selama beberapa detik.
"Halo sayang! Libra, kamu kenapa bengong aja? Kamu gak suka lihat kedatangan aku disini?" tanya si gadis yang tak lain ialah Bella, kekasihnya.
"Hah? Eee bu-bukan begitu sayang, a-aku cuma gak nyangka aja kalau kamu datang kesini. Kenapa kamu gak ngabarin aku dulu sih sayang? Tau gitu kan aku bisa jemput kamu tadi," ujar Libra dengan gugup.
Bella tersenyum lebar dibuatnya, "Sengaja sayang, aku kan mau kasih surprise ke kamu," ucapnya.
"Duh, apaan sih pake acara surprise segala? Ini kan bukan hari ulang tahun aku, harusnya kamu kabarin aku dong sayang!" ucap Libra.
"Ih gapapa sayang, lagian kamu kok kayak gak suka gitu sih lihat aku disini?" ucap Bella cemberut.
"Kata siapa? Aku suka kok, aku senang banget malah!" Libra langsung mendekat dan memeluk kekasihnya itu dengan erat.
Sontak Bella tersenyum lebar dan membalas pelukan Libra itu dengan suka hati, mereka tampak saling melepas rindu yang telah lama mereka rasakan karena tidak saling bertemu. Libra pun cukup senang dengan kehadiran kekasihnya disana, meski ia masih sedikit tak menyangka akan hal itu.
Bella mengakhiri pelukan dan memandang wajah Libra sembari menangkup nya, ia terus mengelus wajah kekasihnya itu sambil sesekali mengecupnya. Sedangkan Libra hanya fokus menatap wajah Bella yang menurutnya lebih cantik dari biasanya, lelaki itu sungguh senang dan tidak ingin berhenti memandang kecantikan kekasihnya itu.
"Ih kamu juga tambah ganteng tau, aku jadi gemes sama kamu! Jangan-jangan kamu abis perawatan ya disini?" ujar Bella.
"Hahaha, udah yuk kita masuk aja ke dalam! Aku mau kenalin kamu ke kakak aku," ajak Libra.
"Ah boleh," Bella mengangguk setuju.
Libra pun membantu membawakan koper milik Bella itu ke dalam rumah, mereka langsung saja melangkah bersama-sama memasuki rumah itu untuk menemui Nadira serta Gavin.
•
•
Disisi lain, Galen serta Tiara masih meneruskan pencarian mereka terhadap Ciara yang dikabarkan diculik. Mereka benar-benar khawatir setelah mendengar kabar dari Cleo serta Anin tadi, maka dari itu Galen pun memutuskan untuk langsung mencari dimana keberadaan adiknya itu dan juga menugaskan seluruh anak buahnya agar pencarian itu bisa lebih cepat dilakukan.
__ADS_1
"Aduh Ciara! Kamu dimana sih sayang? Kenapa ini semua bisa terjadi sama kamu? Siapa coba orang jahat yang udah culik kamu?" gumam Galen.
"Sabar ya mas! Kita kan lagi cari Ciara, aku yakin dia pasti bakal ketemu!" ucap Tiara.
"Hm, aku gak yakin dia akan baik-baik aja sayang. Pasti sekarang dia lagi dalam bahaya, aku harus segera tolong dia!" ucap Galen.
"Iya mas, tapi kamu gak bisa terus panik kayak gini! Nanti yang ada kamu gak bisa fokus nyetir dan malah bahaya buat kita," ucap Tiara.
"Hadeh, Ciara kamu dimana sayang?" Galen terus saja meracau memikirkan adiknya itu.
Tiba-tiba saja, ponsel milik pria itu malah berdering dan membuatnya penasaran. Tiara pun berinisiatif mengambil ponsel itu dari dashboard untuk mengecek siapa yang menelpon suaminya, dan ternyata Tiara melihat nama Nadira alias mamanya ada di layar ponsel itu.
"Ah mas, ini mama kamu telpon. Jangan-jangan mama udah tau lagi soal Ciara diculik!" ujar Tiara.
"Apa? Kok bisa sih mama tau? Emangnya mama tahu darimana coba? Aku kan belum kasih tau ke mama," ucap Galen heran.
Tiara menggeleng pelan, "Entahlah mas, coba aja aku angkat dulu ya?" ucapnya.
"Iya boleh, kamu loud speaker aja sayang!" suruh Galen yang diangguki oleh Tiara.
Tiara pun mengangkat telpon dari Nadira itu sesuai perintah suaminya, sedangkan Galen tetap fokus menyetir sambil berharap-harap cemas mengenai kondisi adiknya.
📞"Halo ma! Ada apa?" ucap Tiara di telpon.
📞"Halo! Eh Tiara? Galen nya mana sayang?" tanya Nadira keheranan.
📞"Umm, mas Galen ada di samping aku kok, ma. Ini kami lagi di mobil dan mas Galen lagi nyetir, makanya aku yang angkat telponnya," jawab Tiara.
📞"Iya ma, aku disini kok. Ada apa mama telpon aku?" sahut Galen dari samping.
📞"Oh gitu, kalian lagi mau kesini ya? Sama Ciara kan?" tebak Nadira.
Deg!
Sontak Tiara serta Galen sama-sama terkejut dan bingung harus menjawab apa, tidak mungkin tentunya mereka mengatakan pada Nadira bahwa Ciara saat ini sedang diculik dan mereka tengah berusaha menemukannya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...