
Hanum beserta kedua temannya tengah panik lantaran ulah mereka tadi diketahui oleh Anin dan Cleo, sontak mereka bertiga memilih kabur dari area sekolah untuk menghindari hukuman. Ketiga gadis itu mencoba memanjat pagar yang ada di belakang sekolah agar bisa keluar dari sana, meskipun sulit tapi mereka akan tetap mencoba karena tidak ada jalan lain selain itu bagi mereka saat ini.
"Awhh aduh, susah banget sih ini naiknya! Gimana dong Hanum? Kayaknya kita gak bisa deh lewat sini, yang ada rok gue bakal sobek," keluh Kania.
"Haish, lu gausah ngeluh mulu deh Kania! Ini semua kan demi kebaikan kita juga, emangnya lu mau kalau kita ketangkap dan dihukum sama pak kepsek?" ujar Hanum tampak kesal.
"Ya gak mau lah, tapi kita begini kan juga gara-gara lu tau Hanum! Kalau aja tadi lu gak maksa kita buat ikut ngerjain Ciara, mungkin kita gak perlu repot-repot kabur kayak gini!" ucap Kania.
"Iya tuh bener kata Kania, lu emang pembawa sial deh di hidup kita Num!" timpal Elma.
Hanum yang kesal akhirnya memukul dan menarik tubuh dua temannya itu, "Ish, yaudah sana kalian balik aja ke dalam dan jangan ikut gue lagi! Kalau terjadi apa-apa sama kalian nanti, jangan harap gue bakal bantu kalian!" ucapnya tegas.
Lalu, Hanum pun memanjat pagar tersebut dengan mudahnya setelah melempar tasnya lebih dulu. Kania dan Elma melongok saja dibuatnya, mereka tak percaya jika Hanum dapat melewati pagar itu dengan mudah, padahal tadi mereka saja sangat kesulitan untuk memanjatnya. Sungguh mereka tak menduga kalau Hanum memiliki kehebatan itu.
Setelahnya, Hanum memilih langsung lari terbirit-birit meninggalkan tempat itu tanpa perduli dengan nasib kedua temannya. Sontak Kania serta Elma pun kebingungan, mereka kini tak tahu harus bagaimana karena tidak ada Hanum yang selalu memberi solusi bagi mereka. Kania pun menyesal telah mengatakan hal itu pada Hanum tadi.
"Ih gimana dong ini Elma? Gue nyesel deh udah ngomong gitu ke Hanum tadi, dia jadi marah dan tinggalin kita deh. Gimana nih kalau kita ketahuan terus ditangkap sama pak kepsek?" ujar Kania.
"Ya gak tahu, tapi ada baiknya sih kita serahin diri aja deh ke pak kepsek," ucap Elma.
Kania langsung terbelalak lebar dibuatnya, "Maksud lu apa sih Elma? Lu mau kita dihukum gitu karena udah ngerjain Ciara?" ujarnya heran.
"Bukan gitu, ya siapa tahu aja kalau kita ngaku dan jujur, kita bakal dimaafin. Kita tinggal bilang aja kalau kita dipaksa sama Hanum," jelas Elma.
__ADS_1
"Oh iya bener juga lu, yaudah yuk kita ke ruang kepsek aja terus bilang kayak gitu!" ajak Kania.
"Gas!" Elma setuju dan langsung pergi bersama Kania menuju ruang kepala sekolah, mereka memang bersumbu pendek sehingga tak memikirkan resiko yang akan terjadi nantinya.
•
•
Singkat cerita, mereka sudah tiba di ruang kepala sekolah dan juga telah menceritakan semuanya pada kepala sekolah disana. Sontak saja kepala sekolah yang saat itu tengah bersama Terry dibuat terkejut mendengar pengakuan kedua gadis tersebut, mereka sama sekali tak menyangka kalau Kania dan Elma malah datang sendiri menyerahkan diri pada mereka disana.
"Apa? Ternyata benar kalian berdua yang sudah mengerjai Ciara di kamar mandi? Atas dasar apa kalian melakukan itu, ha?" sentak kepala sekolah.
"Eee kita sama sekali gak sengaja pak, itu bukan kemauan kita juga. Semuanya atas perintah Hanum pak, dia yang suruh kita buat ikut kerjain Ciara. Padahal kita mah gak mau kok pak," ucap Kania.
"Iya pak, disini kita gak salah loh karena kita terpaksa. Kalau kita gak mau ngelakuin itu, Hanum bakalan hukum kita pak," sahut Elma.
"Eee barusan Hanum ajakin kita buat kabur dari sini pak, tapi kita menolak karena kita tau itu salah. Akhirnya Hanum pergi sendiri lewat pagar belakang, baru deh kita datang kesini," jelas Kania.
"Yasudah, kalian berdua sekarang temui Ciara dan minta maaf ke dia atas kelakuan kalian! Biar Hanum jadi urusan pak Terry," ucap kepala sekolah.
"Siap pak!" ucap Terry dengan tegas.
Kania dan Elma juga sepakat menyetujui perintah kepala sekolah, mereka bersyukur karena kepala sekolah tidak memberi mereka hukuman yang lebih daripada itu dan hanya meminta mereka menemui Ciara. Tentu saja mereka sangat senang sekaligus lega, meskipun belum tentu mereka akan lolos dari hukuman pihak sekolah.
__ADS_1
Kini kedua gadis itu pergi menuju tempat Ciara berada, mereka ditemani oleh Terry yang akan memastikan bahwa keduanya tidak lari dari perintah kepala sekolah. Tanpa banyak bicara, Terry pun langsung mengajar Kania serta Elma ke arah unit kesehatan sekolah untuk menemui Ciara.
Namun, mereka bertiga malah tidak sengaja berpapasan dengan Ciara di tengah jalan. Sontak Terry merasa heran melihat Ciara yang sudah keluar dari klinik sekolah itu, padahal sebelumnya ia tahu kalau kondisi Ciara masih belum memungkinkan untuk keluar dari sana.
"Loh Ciara, kamu kok malah keluar sih? Emangnya kamu udah sembuh?" tanya Terry dengan nada khawatir.
"Eh pak Terry, iya nih aku udah baikan kok. Btw makasih ya pak udah mau tolongin aku tadi pas di toilet? Kalau gak ada bapak, gak tahu deh bakal gimana nasib aku," ucap Ciara.
Terry tersenyum mendengarnya, ia merasa senang sekali karena Ciara menghargai pertolongan darinya. Ia juga memang senang membantu gadis itu, sebab hingga kini ia masih mencintai Ciara, meskipun ia tahu akan sangat sulit baginya untuk bisa memiliki cinta sang gadis.
"Sama-sama Ciara, syukurlah kalau kamu sudah sembuh! Oh ya, ini ada Kania sama Elma, mereka mau bicara sesuatu ke kamu," ucap Terry.
"Hah? Bicara apa?" tanya Ciara penasaran.
Terry dengan gesturnya pun meminta Kania serta Elma untuk mulai berbicara pada Ciara, sontak kedua gadis itu bergerak maju lebih dekat ke arah Ciara dan mencoba meminta maaf padanya. Meski Kania sendiri tampak gugup dan ketakutan karena ia khawatir Ciara tidak akan mau memaafkan kesalahan mereka di toilet tadi.
"Umm Ciara, kita berdua minta maaf ya sama lu? Kita benar-benar gak ada niatan buat nyakitin lu kok, tapi kita dipaksa sama Hanum. Lu mau kan maafin kita?" ucap Kania lirih.
"Iya Ciara, jujur deh kita berdua tuh gak pengen ngelakuin itu ke lu. Maafin kita ya Ciara, please!" sahut Elma.
Ciara yang mendengar itu dibuat tersenyum lebar, "Gapapa guys, santai aja. Aku tahu kalian kan cuma pesuruhnya Hanum, makanya kalian gak bisa nolak perintah dia," ucapnya santai.
Entah kenapa Kania dan Elma merasa direndahkan oleh kalimat Ciara barusan, keduanya pun tampak tak terima dan hendak protes. Namun, mereka teringat kalau saat ini mereka sedang dalam bahaya dan akan gawat nantinya jika mereka malah membuat keributan kembali disana.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...