Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 21. Terdengar


__ADS_3

Terry yang kebetulan melewati toilet siswi saat hendak menuju ruangannya, tak sengaja mendengar suara teriakan perempuan dari dalam sana. Sontak saja karena penasaran sekaligus khawatir, Terry pun memilih masuk ke dalam untuk mengecek ada apa sebenarnya yang terjadi disana. Terry sedikit khawatir kalau ada bahaya yang menimpa salah seorang siswinya di dalam sana.


Begitu sampai di dalam, suara teriakan itu pun makin terdengar jelas di telinganya. Tanpa basa-basi lagi, Terry bergegas menghampiri ke asal suara tersebut berada. Ia langsung menempelkan telinganya dan ternyata benar itu berasal dari sana, Terry pun balik berteriak untuk memastikan ada apa yang terjadi sampai siswi itu berteriak panik.


"Hey kamu! Apa yang terjadi? Kenapa kamu teriak-teriak begitu?" tanya Terry dengan lantang.


Tentu saja Ciara di dalam sana langsung merasa gembira begitu mendengar suara seseorang yang sepertinya bisa membantunya, Ciara pun menjawab dengan meminta tolong dan mengatakan kalau tadi ada yang sengaja menguncinya dari luar. Sontak Terry terkejut, ia bingung juga harus bagaimana untuk bisa melepaskan Ciara dari sana. Akhirnya Terry mencoba membuka pintu itu, tetapi gagal karena memang terkunci dan sulit didobrak.


"Awhh, ini susah dibuka. Sebaiknya kamu tunggu sebentar di dalam, biar saya panggil cleaning service buat buka pintu ini pakai kunci cadangan. Kamu tahan dulu ya!" pinta Terry.


"I-i-iya pak.." Ciara menurut saja, meskipun ia sudah merasa sangat kedinginan di dalam sana.


Terry langsung bergegas pergi menemui salah seorang petugas kebersihan di sekolah itu untuk meminta bantuan, sedangkan Ciara terduduk di atas kloset yang tertutup sembari memeluk tubuhnya sendiri. Rahang Ciara bergetar menahan dingin yang menerpa, ia berusaha kuat sambil menunggu kembalinya Terry kesana.


Tak lama kemudian, Terry akhirnya kembali bersama seorang petugas kebersihan yang ia bawa. Tanpa berlama-lama lagi, Terry langsung meminta petugas itu untuk membuka pintu menggunakan kunci cadangan. Lalu, pintu pun dapat dibuka dan betapa terkejutnya Terry ketika melihat Ciara ada di dalam sana dengan wajah pucat dan tubuh yang basah.


"Hah Ciara??" Terry menganga disertai mata yang membulat lebar menyaksikan momen itu.


"Pak Terry?" lirih Ciara dengan pandangan yang sudah mulai kabur, ya tidak lama setelahnya ia pun pingsan dan nyaris terjatuh.


"Ciara!" beruntung Terry sigap menangkap tubuh gadis itu dan memeluknya sebelum membentur lantai kamar mandi.

__ADS_1


"Ya ampun Ciara, apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa kamu bisa seperti ini sih?" bingung Terry.


Karena sangat khawatir, Terry langsung menggendong Ciara setelah menutupi tubuh basahnya menggunakan jas yang ia kenakan. Terry pun bergerak cepat membawa gadis itu menuju ruang pengobatan, ia melintasi para siswa di sekitar lorong, tampak jelas mereka semua terus memandanginya dengan tatapan heran.




Sementara itu, Hanum dan teman-temannya telah berada di kantin sambil terus tertawa puas karena merasa berhasil mengerjai Ciara. Ya Hanum sungguh senang ketika Ciara menderita karenanya, itu sebabnya ia ingin selalu melakukan hal tersebut pada Ciara agar Ciara makin menderita.


"Hahaha, puas banget gue dengar jeritan si Ciara di toilet tadi! Kayaknya dia lagi kedinginan deh sekarang dan pastinya panik banget," kekeh Hanum.


"Ahaha, iya bener tuh Hanum. Gue juga puas pake banget pas dengar si Ciara teriak ketakutan kayak gitu tadi, rasanya gue gak pengen pergi deh dari sana tadi!" sahut Kania.


"Iya sih, udah bener emang keputusan lu buat ajak kita pergi tadi Num," ucap Kania.


Tanpa disadari oleh mereka bertiga, rupanya obrolan mereka itu didengar oleh Cleo dan Anin yang kebetulan juga berada di kantin. Sontak dua gadis tersebut langsung menghampiri meja tempat Hanum duduk dan melabraknya, tampak keduanya menunjukkan ekspresi penuh emosi.


Braakk


"Heh setan! Maksud lu apa tadi bilang kayak gitu, ha? Apa yang udah lu lakuin ke Ciara, anj*ng!" sentak Anin penuh emosi sembari mencengkeram kuat kerah baju Hanum.

__ADS_1


Sontak Hanum dibuat panik, ia gelagapan dan tak tahu harus menjawab apa saat ini. Sedangkan Anin sepertinya makin emosi dan terus menarik kerah baju Hanum sampai hampir copot, tentunya Anin tak terima jika sahabatnya dikerjai oleh Hanum. Sebagai seorang sahabat, Anin pun akan terus melindungi Ciara sampai kapanpun.


"Lo apaan sih? Datang-datang main gebrak meja aja, gue gak ngerti lu bicara apa!" ujar Hanum.


"Gausah pura-pura gak tahu deh lu! Gue udah denger semuanya, lu mending ngaku aja deh apa yang lu lakuin ke Ciara!" sentak Anin.


"Iya Num, gue sama Anin dengar semuanya tadi. Kita tahu kok kalau lu udah ngerjain Ciara di toilet, sekarang kasih tahu ke kita dimana Ciara dan apa yang lu lakuin ke dia!" sahut Cleo.


"Eee tenang dulu guys, tenang! Kita bicarain ini baik-baik ya Anin, Cleo?" ucap Hanum ketakutan.


Lalu, Kania dan Elma turut bangkit membantu sahabat mereka yang sedang kesulitan. Kedua gadis itu langsung mendorong tubuh Anin dan berhasil membuat kerah baju Hanum terlepas, bahkan mereka juga berdiri melindungi Hanum dari serangan Anin serta Cleo.


"Kalian jangan main hakim sendiri dong! Hanum gak ngelakuin apa-apa ke Ciara, kalian cuma salah dengar tadi!" ucap Kania.


"Jangan bohong deh lu Kania! Kita dengar jelas dan telinga kita masih normal, kalian itu emang benar-benar gak punya rasa kemanusiaan!" geram Anin.


"Anin, mending kita cek aja yuk ke toilet sekarang! Gue khawatir banget sama kondisi Ciara, gue takut dia kenapa-napa!" ucap Cleo.


Anin mengangguk setuju, "Iya bener, yaudah ayo!" akhirnya mereka lalu pergi menuju toilet perempuan untuk mengecek kondisi Ciara.


Sedangkan Hanum dan teman-temannya terlihat panik karena percakapan mereka didengar oleh Anin serta Cleo, tapi kali ini Hanum harus bersikap tenang agar tidak ada kejadian yang tak diinginkan nantinya. Apalagi jika sampai hal itu didengar juga oleh pihak sekolah, ia bisa dikeluarkan dari sana.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2