Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 206. Dibentak


__ADS_3

Ciara tengah bersama ketiga anaknya di meja makan kali ini, mereka sama-sama menikmati makanan yang sudah disediakan oleh Ciara untuk ketiga anaknya itu. Akan tetapi, Adel serta Lio tampak heran karena Libra tak kunjung pulang sampai selarut ini. Sontak Adel menatap wajah mamanya itu, ia ingin tahu apa yang terjadi pada papanya dan mengapa tidak pulang ke rumah.


"Ma, kok papa belum pulang sih? Ini kan udah malam loh ma, apa papa masih sibuk di rumah sakit ya?" tanya Adel dengan wajah penasaran.


"Uhuk uhuk uhuk..." Ciara spontan terkejut dan nyaris tersedak saat mendengar pertanyaan putrinya.


Cyra yang tepat berada di sebelah mamanya, langsung cepat-cepat memberikan segelas air minum dan memberikannya pada sang mama. Cyra pun terlihat bingung, karena reaksi Ciara seolah tengah menyembunyikan sesuatu dari mereka. Padahal, Cyra hanya menanyakan papanya yang hingga kini belum juga pulang.


"Ma, mama kenapa sih? Apa yang mama sembunyiin dari aku dan adek-adek?" Cyra penasaran dibuatnya.


Ciara pun menggeleng, "Gak kok sayang, mama gak sembunyiin apa-apa dari kalian bertiga. Tadi itu mama cuma kaget, terus keselek deh pas mau jawab pertanyaan Lia," jawabnya santai.

__ADS_1


"Terus mama kenapa kelihatan bingung gitu? Mama tahu kan papa dimana sekarang?" tanya Cyra.


"Mama gak tahu juga sayang, mungkin aja papa kamu itu masih di rumah sakit. Udah ya kalian gausah bahas soal itu?" ucap Ciara ketus.


Setelahnya, Ciara kembali fokus pada makanan di meja dan mengabaikan wajah anak-anaknya yang terlihat masih begitu penasaran. Mereka tampak tak percaya dengan ucapan mamanya itu, apalagi sikap Ciara saat ini yang seolah tengah menyembunyikan sesuatu dari mereka.


Cyra pun juga yakin kalau mamanya itu sedang memiliki masalah, namun ia belum tahu apakah yang terjadi dengan mama dan papanya saat ini. Seketika ia teringat pada momen saat kedua orangtuanya itu bertengkar dan membahas soal perceraian, ya Cyra khawatir kalau memang mereka sudah bercerai saat ini.


"Ma, boleh gak Cyra telpon papa sekarang buat mastiin? Kasihan Lia tuh ma, dia kayaknya kangen banget sama papa!" ucap Cyra.


"Eee..." Ciara tampak kebingungan dan tidak tahu harus berkata apa, sebab ia masih belum ingin berhubungan dengan Libra lagi saat ini.

__ADS_1


"Ma, mama kenapa? Gak boleh ya kalau aku telpon papa sekarang? Aku cuma kasihan sama Lia, lagian kalau telpon kan juga gak masalah," tanya Cyra.


"Sayang, kita habiskan dulu makanannya ya! Kalian semua harus nurut sama mama, kalau lagi makan gak boleh sambil ngobrol atau telpon orang!" ucap Ciara dengan tegas.


"Tapi ma, aku kan—"


"Cyra cukup, jangan mendebat mama! Kamu itu sebagai kakak harus menunjukkan kesan yang baik pada kedua adik kamu!" sela Ciara.


Cyra tampak ketakutan dibuatnya, ia tak menyangka kalau mamanya bisa bicara sekeras itu padanya. Sontak ia menundukkan kepala, lalu menuruti ucapan sang mama dan kembali menyantap makanan tersebut. Begitupun dengan kedua adiknya, yakni Adel dan Lio. Mereka juga merasakan hal yang sama dengan Cyra, karena tidak biasanya Ciara sampai membentak mereka seperti tadi.


"Mama ini sebenarnya lagi kenapa sih? Aku jadi makin curiga deh sama mama, apa jangan-jangan mama dan papa emang udah cerai ya?" gumam Cyra dalam hati.

__ADS_1




__ADS_2