Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 226. Tuan Gio


__ADS_3

Cyra benar-benar ketakutan, kali ini ia sedang berhadapan langsung dengan seorang pria asing yang tidak ia kenali sama sekali dan tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar hotelnya. Cyra sungguh tak mengerti, pasalnya ia yakin sekali kalau ini adalah kamarnya yang sudah disewa oleh temannya. Akan tetapi, pria itu mengatakan jika tempat itu adalah miliknya dan Cyra semakin bingung dibuatnya.


Gadis itu sudah tidak bisa pergi kemana-mana lagi saat ini, ia terjebak dan punggungnya sudah menyentuh dinding di belakangnya. Cyra pun hanya bisa pasrah dibuatnya, ia terus menatap ke arah si pria yang berdiri tidak lebih dari satu meter di depannya itu. Suasana hatinya begitu kacau, bahkan jantungnya berdegup sangat kencang ketika si lelaki menaruh satu tangan tepat di sebelah wajahnya.


"Kamu pasti bingung kan? Saya bisa jelaskan semua ke kamu, tapi sebelum itu perkenalkan nama saya Gio! Kamu bisa panggil saya tuan Gio, karena mulai sekarang kamu adalah milik saya!" ucap lelaki itu.


Deg


Cyra terkejut bukan main mendengar kata-kata yang diucapkan lelaki bernama Gio itu, bagaimana bisa dia mengatakan jika Cyra adalah miliknya. Padahal, selama ini Cyra saja tak pernah mengenal siapa lelaki di hadapannya itu. Perasaannya semakin gugup saat ini, ia sangat bingung apa yang sedang terjadi sebenarnya.


"Maksud kamu apa? Aku ini bukan milik siapa-siapa, jangan ngaco deh! Kamu salah orang!" tegas Cyra.


Gio menggeleng perlahan, "No, saya tidak salah orang. Nama kamu Cyra, bukan? Sahabat sekolah Rila?" ujarnya lirih.


"Hah? Kok kamu bisa tau nama aku dan teman aku? Kamu ini siapa sih, ha?" tanya Cyra keheranan.


Pria itu semakin gemas dengan ekspresi yang diperlihatkan Cyra saat ini, bahkan rasanya ia ingin sekali langsung menyerang Cyra dan menghujamkan miliknya di dalam milik gadis itu. Akan tetapi, ia memilih sabar karena masih banyak waktu yang ia miliki saat ini untuk bisa melakukan semua tu.


"Kamu masih belum ngerti ya? Baiklah, saya akan jelaskan semuanya secara rinci ke kamu. Tapi, kamu dengarkan ini baik-baik ya!" ucap Gio.


"I-i-iya, kamu bisa jelasin semuanya sekarang!" pinta Cyra yang sudah sangat penasaran.


"Yang pertama, saya ini Gio alias tuan kamu. Saya sudah serahkan sejumlah yang kepada teman kamu itu, dan artinya sekarang ini kamu sah menjadi milik saya!" ucap Gio.


Deg


Betapa syoknya Maysa kali ini, ia menggeleng perlahan pertanda bahwa ia tak percaya dengan apa yang dikatakan pria itu padanya. Tidak mungkin sahabatnya itu tega menjualnya kepada seorang pria asing seperti itu, apalagi Cyra kenal dekat dengan sosok Rila dan sering sekali berkunjung ke rumah gadis itu sebelumnya.

__ADS_1


"Kamu jangan mengada-ada ya, Rila gak mungkin ngelakuin itu sama aku! Dia itu sahabat aku, dia gak mungkin tega jual aku kayak gini. Kamu itu mah coba-coba nipu aku kan?" geram Cyra.


"Tidak Cyra, saya serius. Kalau enggak, gimana bisa saya tau nama kalian?" ucap Gio.


Cyra terdiam saat itu juga, benar memang apa yang dikatakan Gio barusan kalau dia tidak mungkin bisa mengetahui namanya ataupun Rila jika tak ada hubungan diantara mereka. Namun yang masih membuatnya bingung, mengapa Rila bisa sampai tega melakukan ini semua padanya dan menjualnya pada sosok pria asing seperti itu.


"Asal kamu tau, saya sampai rela bayar mahal demi bisa memiliki kamu, Cyra. Sekarang saya gak nyesel, karena kamu terlihat lebih cantik dan menggoda dibanding yang ada di foto. Saya tidak sabar untuk mencicipi tubuh kamu," ucap Gio sensual.


"Apa??" Cyra tersentak dan semakin panik ketika Gio berkata seperti itu.




Sementara itu, Ciara yang masih bersama Libra dikejutkan dengan sebuah telpon dari Davin yang membuatnya cukup penasaran. Ia khawatir terjadi sesuatu pada putrinya di sekolah saat ini, karena tak biasanya Davin menghubungi nomornya seperti itu di waktu jam sekolah berlangsung.


"Mas, sebentar ya? Aku angkat telpon dulu," ucap Ciara meminta izin.


Kini Ciara pun mengambil ponselnya dari dalam tas, lalu mengangkat telpon dari Davin itu tanpa menjauh dari mantan suaminya. Ya menurutnya, tak ada yang perlu ditutup-tutupi dari Libra mengingat saat ini Libra sudah bukan lagi suami atau siapa-siapanya dan hubungan mereka hanyalah mantan.


📞"Halo om! Kenapa om telpon aku jam segini, apa ada masalah sama Cyra atau bagaimana om?" tanya Ciara di dalam telpon.


📞"Halo Ciara! Ya benar sekali, saya menghubungi kamu karena ingin membahas mengenai Cyra. Dia tidak datang ke sekolah hari ini, padahal harusnya dia itu datang bersama kamu dan Libra loh kesini," jawab Davin.


Sontak Ciara terkejut dan spontan bangkit dari tempat duduknya, ia tak mengerti apa maksud Davin mengatakan bahwa putrinya saat ini tidak ada di sekolah. Padahal, jelas-jelas tadi ia lihat sendiri kalau Cyra pergi berpamitan untuk menuju sekolah pagi-pagi sekali.


📞"Apa om? Itu gak mungkin, tadi Cyra pamit sendiri kok sama aku mau ke sekolah. Malahan dia berangkat pagi banget, karena katanya mau ada piket di sekolah," ucap Ciara terheran-heran.

__ADS_1


📞"Kalau itu saya tidak tahu Ciara, tapi nyatanya Cyra absen di kelasnya. Dia tidak memberi kabar apapun kepada saya, ataupun wali kelas. Itu makanya saya menghubungi kamu untuk memastikan kondisi Cyra," ucap Davin.


📞"Enggak om, Cyra gak ada disini. Dia itu tadi pergi sekolah kok, om percaya dong sama aku! Gak mungkin aku bohong," ucap Ciara.


📞"Ya Ciara, saya percaya sama kamu. Kalo gitu apa bisa kamu hadir kesini sekarang?" pinta Davin.


📞"I-i-iya om, aku kesana sekarang. Aku benar-benar gak tau Cyra kemana, soalnya dia tadi pamit dari rumah itu mau ke sekolah," ucap Ciara.


📞"Ya ya Ciara, tenang ya cantik!" bujuk Davin.


Setelahnya, Ciara segera mematikan telpon itu dan bersiap untuk pergi menuju sekolah tempat Cyra mengenyam pendidikan. Ia benar-benar cemas dan bingung ketika mendapat kabar dari Davin mengenai hilangnya sosok Cyra, karena sedari tadi ia mengira jika Cyra pergi ke sekolah. Namun, nyatanya gadis itu malah tidak ada sama sekali disana.


Libra yang melihat Ciara begitu gelisah, reflek mendekat dan menanyakan langsung kepada wanita itu. Pasalnya, Libra mendengar sendiri saat Ciara menyebut-nyebut nama Cyra di dalam telpon tadi. Sebagai seorang ayah, tentunya Libra langsung tergerak dan ikut merasa penasaran jika memang terjadi sesuatu kepada putrinya itu.


"Ada apa Ciara? Kenapa kamu panik begitu? Kenapa sama Cyra, hm?" tanya Libra begitu cemas.


Ciara menggeleng pelan, "Gak tahu mas, barusan om Davin kasih kabar ke aku kalau Cyra gak ada di sekolahnya. Aku cemas banget sekarang mas, aku takut Cyra kenapa-napa!" jawabnya lemas.


"Hah kok bisa? Emangnya dia pergi kemana Ciara? Kenapa kamu bisa gak tahu anak kita itu pergi kemana, ha?" ujar Libra keheranan.


"Maafin aku mas, tapi aku lihat Cyra tadi udah pakai baju seragamnya dengan rapih. Ya aku kira dia bakal pergi ke sekolah, aku gak nyangka kalau dia malah bolos sekarang," ucap Ciara.


"Ah sial! Kamu itu emang gak becus ngurus anak! Harusnya aku aja yang rawat mereka!" sentak Libra.


Deg


Kata-kata yang keluar dari mulut Libra secara spontan itu amat menyakiti hati Ciara, bahkan air mata dengan cepat keluar membasahi pipi wanita itu dan membuatnya sangat bersedih sekaligus kecewa mendengar semua itu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2