Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 228. Pengakuan Rila


__ADS_3

Carlo yang hendak menemui Cyra, kini tiba di depan kelas gadis itu berada. Ia berharap dapat segera bertemu dengan Cyra saat ini, karena rasanya ia tak bisa berjauhan dari gadis itu. Bahkan, Carlo juga sudah membawa sebatang coklat di tangannya yang nanti akan ia berikan pada Cyra. Akan tetapi, ia tak melihat keberadaan Cyra sama sekali di sekitar sana dan membuatnya begitu penasaran kali ini.


Pria itu terus menoleh kesana-kemari untuk bisa menemukan Cyra, tapi entah kenapa ia tidak berhasil melihat sosok Cyra di sekitar sana maupun di dalam kelas gadis itu. Carlo sampai kebingungan dibuatnya, ia heran mengapa Cyra belum muncul juga padahal jam sudah menunjukkan waktu istirahat. Beruntung ia tak sengaja bertemu dengan Rachel yang baru keluar dari kelasnya saat ini.


"Eh kak Carlo, ngapain disini?" Rachel lebih dulu menegur pria itu, ya ia karena tak biasanya Carlo berdiri di depan kelasnya seperti itu.


Sontak Carlo tersadar dari lamunannya dan beralih menatap Rachel yang kini berada di sampingnya, ia tersenyum lebar lalu coba memanfaatkan kesempatan untuk bertanya pada Rachel. Apalagi, Carlo tahu kalau Rachel adalah sahabat dekat Cyra dan pastinya Rachel dapat memberi jawaban padanya kali ini.


"Eee ini aku mau cari Cyra, dia kok gak kelihatan ya daritadi? Apa dia masih di dalam?" ucap Carlo.


"Ohh, kamu cari Cyra? Cie cie yang udah mulai tercyra-cyra, sampai rela datang ke kelasnya cuma buat temuin Cyra. Ehem ehem, kayaknya bakal ada yang cepet jadian nih," goda Rachel.


"Apa sih kamu? Udah kamu kasih tau aja aku sekarang, dimana Cyra!" ucap Carlo tersipu.


"Iya deh iya, tapi Cyra itu gak ada disini, kak. Dia gak masuk sekolah hari ini, aku juga gak tau apa alasannya," ucap Rachel.


"Hah? Cyra gak sekolah? Dia kenapa, apa dia sakit atau apa?" tanya Carlo dengan begitu cemas.


Bukannya menjawab, Rachel justru senyum-senyum dibuatnya dan terus meledek Carlo karena pria itu yang begitu mencemaskan Cyra. Tentu saja Carlo harus menepuk jidatnya kembali kali ini, ia bingung mengapa Rachel malah bersikap seperti itu dan tidak mau menjawab pertanyaannya.


"Hey Rachel! Kamu ini kenapa sih, kok malah senyum-senyum kayak gitu? Kamu jawab dong pertanyaan aku, aku penasaran loh ini sama Cyra!" ucap Carlo menegurnya.


"Hehe, iya deh iya yang lagi kasmaran. Tapi aku beneran gak tau dia kenapa, aku chat aja belum dibalas sampai sekarang," ucap Rachel.


Carlo akhirnya menghela nafasnya, ia merasa kecewa karena gagal menemui Cyra saat ini. Ia pandangi sebatang coklat di tangannya dengan wajah sedih, lagi-lagi niatnya untuk bisa mendekati Cyra harus gagal lantaran gadis itu entah kenapa tidak datang ke sekolah hari ini.

__ADS_1


"Oh ya, selain Cyra ada lagi yang gak masuk sekolah tanpa alasan jelas. Dia itu Rila, teman sekelas kita juga," ucap Rachel lagi.


"Apa? Kok bisa sih mereka barengan gini gak masuk sekolahnya? Mana gak ada alasan yang jelas lagi, aku jadi curiga deh. Apa jangan-jangan mereka itu bolos bareng ya?" ucap Carlo bertanya-tanya.


"Gak tahu deh, bisa iya bisa juga enggak. Soalnya Cyra itu kan lagi banyak masalah sekarang, jadi bisa aja dia emang bolos," ucap Rachel.


Carlo terus berpikir keras kali ini, entah mengapa firasatnya mengatakan jika tengah terjadi sesuatu yang buruk kepada Cyra di luar sana. Sungguh rasanya Carlo langsung hendak pergi mencari Cyra saat ini, tetapi ia tidak mungkin keluar dari sekolah karena waktu pulang belum tiba tentunya.




Plaaakk


Sementara itu, Cyra yang baru saja berhasil kabur dari sosok Gio harus berhadapan kembali dengan Rila di lobi yang membuatnya begitu kesal dan tidak bisa menahan emosinya lagi. Ya Cyra langsung menampar wajah Rila dengan kasar disana, karena ia benar-benar emosi dan tak menyangka jika Rila bisa tega menjualnya seperti itu kepada seorang pria asing yang ia sendiri tidak kenali.


Cyra menggeleng perlahan, "Aku gak nyangka kamu sebejat ini Rila, kamu benar-benar tega sama aku! Apa yang kamu lakuin ke aku itu jahat banget tau!" ucapnya penuh penekanan.


"Hah? Maksud kamu apa Cyra? Aku gak ngerti deh sama apa yang kamu omongin," elak Rila.


Cyra bertambah emosi ketika mendengar Rila mengatakan itu, ia tentu tak percaya pada apa yang dikatakan Rila barusan. Bagaimanapun, ia dengar sendiri dari mulut Gio saat di kamar tadi kalau Rila lah yang telah menjualnya kepada lelaki itu dengan harga sangat tinggi.


"Kamu gausah pura-pura gak tahu deh, jangan sok baik padahal di belakang kamu busuk banget! Aku nyesel udah percaya sama kamu, kamu itu bukan sahabat yang baik!" sentak Cyra.


"Cyra, tenang dulu! Kita bicarakan semuanya dengan baik, jangan emosi kayak gini! Malu tau dilihat banyak orang tuh," pinta Rila.

__ADS_1


Cyra terdiam saat itu juga, ia melirik ke sekitarnya dan baru sadar kalau sedari tadi mereka memang diperhatikan oleh orang-orang disana. Akan tetapi, emosi di dalam diri Cyra sudah meluap-luap dan tidak bisa ditahan lagi. Ia tak perduli dengan keberadaan orang-orang itu, yang terpenting bagi dirinya adalah membalas perbuatan keji Rila.


"Aku gak perduli, biarin aja mereka lihat kita! Supaya mereka semua disini tau kelakuan bejat kamu yang tega jual sahabatnya sendiri ke orang asing, hanya demi uang. Kamu gak malu apa ngelakuin itu, ha?" ucap Cyra disertai air mata yang mengalir.


"Hah? Kamu bicara apa sih Cyra? Aku gak pernah jual kamu sama sekali, jangan ngarang deh jadi orang!" ucap Rila masih saja mengelak.


"Ck, masih gak mau ngaku ya kamu? Terserah deh, intinya kamu ikut aku sekarang! Aku gak akan tinggal diam ya sama perempuan gak tau diri kayak kamu, ayo ikut aku!" ucap Cyra tegas.


Rila dibuat kaget saat tiba-tiba Cyra sudah langsung menarik tangannya dan memaksanya untuk ikut bersama gadis itu, tentu saja Rila tidak mau mengikuti kemauan Cyra karena ia benar-benar merasa takut jika Cyra akan melaporkannya ke polisi. Namun, Rila tak bisa berbuat banyak karena Cyra terus saja menariknya secara paksa.


"Cyra, aku mohon Cyra lepasin aku! Aku bisa jelasin semuanya ke kamu, tapi tolong berhenti dulu!" ucap Rila memohon.


Ya akhirnya Cyra mau mengerti dan menghentikan langkahnya sesuai permintaan Rila, ia menatap tajam wajah Rila yang kini berada di dekatnya dan terlihat begitu cemas. Wajar saja apabila Rila merasa panik saat ini, karena Cyra memang begitu emosi dan tidak main-main padanya.


"Apa yang mau kamu jelasin? Semuanya udah jelas kok, kamu kan yang jual aku ke pria bernama Gio itu? Kamu gak bisa ngelak terus Rila, karena aku udah tau semua itu!" ucap Cyra.


Rila mengangguk lemah, "Iya Cyra, aku akui semua itu benar. Aku yang udah serahin kamu ke om Gio, bahkan udah dari lama aku coba kenalin kamu ke dia. Begitu lihat wajah kamu, dia langsung tertarik dan mau bayar mahal Cyra," jelasnya.


"Dasar sahabat gak tahu diri kamu!" umpat Cyra sembari melayangkan tamparan yang kedua kalinya.


Plaaakk


Tamparan itu mendarat tepat di wajah Rila kali ini, membuat gadis itu reflek memegangi pipinya dan terlihat menahan sakit.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2